Dody Agan foto: pribadi
Palu, trustsulteng – Program “Berani Menyala” yang dijalankan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada bidang ketenagalistrikan yang dipimpin Kabid Dody Agan, menunjukkan kinerja nyata dalam membantu masyarakat.
Dalam kurun waktu dua bulan sejak dilantik pada Januari 2026, Kepala Dinas ESDM bersama jajaran langsung bergerak memberikan bantuan sambungan listrik kepada warga. Tercatat, sebanyak 905 unit sambungan listrik telah disalurkan kepada rumah tangga di Kabupaten Sigi.
Program ini menyasar masyarakat yang selama bertahun-tahun belum menikmati akses listrik mandiri. Bahkan, terdapat warga yang hingga enam tahun terakhir masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.
“Kami tetap bergerak membantu masyarakat meski di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Dody, Sabtu 11 April 2026.
Ia menjelaskan, bantuan tahap awal difokuskan pada masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut merujuk pada kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 sebagai acuan tunggal dalam penyaluran bantuan sosial, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program agar lebih tepat sasaran.
Dalam pelaksanaannya, Dinas ESDM berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pemasangan berjalan sesuai standar. Untuk 905 unit di wilayah Loru, Kabupaten Sigi, bantuan diberikan dengan daya 450 VA, dengan biaya sekitar Rp1,1 juta per sambungan.
Sementara itu, pada tahun 2026 ini, pemerintah juga menargetkan pemasangan tambahan sebanyak 117 unit sambungan listrik bagi masyarakat miskin ekstrem di wilayah Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut menggunakan daya 900 VA dengan estimasi biaya sekitar Rp1,3 juta per unit meteran.
“Target kami, seluruh program ini dapat dituntaskan pada November 2026. Ini bagian dari komitmen kami untuk menuntaskan persoalan listrik bagi masyarakat miskin,” tegas Dody.
Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif “9 Berani” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan dasar, termasuk akses listrik.
Dengan percepatan program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang hidup tanpa akses listrik, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat di daerah. (*)
(Yusrin eLbanna)
