Jalan ambruk: tepatnya di dusun III, Desa Ganda Ganda Kecamatan Petasia, Kabupaten Morut. Foto: IST | trustsulteng
Morut, trustsulteng – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Morowali Utara (Morut) dan Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) mengalami kerusakan parah setelah badan jalan ambruk dan terbelah di Dusun III, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara.
Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan yang sebelumnya dirabat beton terputus akibat longsoran tanah di bawah konstruksi jalan. Retakan besar membelah badan jalan dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 25 meter. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat melintas dan mengganggu akses transportasi antarwilayah.
Sejumlah warga setempat menilai kerusakan itu terjadi karena kualitas pekerjaan yang diduga tidak memenuhi standar teknis konstruksi.
“Sejak awal pengerjaan sudah terlihat asal jadi. Batu hanya disusun dan didudukkan begitu saja tanpa galian dan pondasi cor yang kuat. Kami sudah khawatir kalau dilewati kendaraan bermuatan akan longsor,” kata salah seorang warga Dusun III yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga mengaku tidak menemukan papan informasi proyek selama pekerjaan berlangsung. Padahal, papan proyek merupakan salah satu instrumen keterbukaan informasi yang memuat identitas kegiatan, nilai kontrak, sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, serta jangka waktu pelaksanaan.
Tidak adanya papan proyek membuat masyarakat kesulitan mengetahui detail pekerjaan, termasuk instansi penanggung jawab, kontraktor pelaksana, maupun besaran anggaran yang digunakan.
Kerusakan pada ruas jalan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses perencanaan, pengawasan, hingga kualitas pelaksanaan proyek. Terlebih, menurut keterangan warga, jalan tersebut belum lama selesai dikerjakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap pembangunan ruas jalan tersebut.
Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait untuk mengetahui penyebab ambruknya badan jalan, status proyek, nilai kontrak, serta langkah penanganan yang akan dilakukan guna memulihkan akses transportasi masyarakat.(*)
editor: yusrin eLbanna
