Oleh: DR. Anshar Munir, S.Sos, M.Si
Palu, trustsulteng – Hampir sepekan Festival Rakyat Nusantara (FRN) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme masyarakat.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kodam XXIII/Palaka Wira dan Kadin Provinsi Sulawesi Tengah, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai wujud sinergi antarlembaga dalam menghadirkan ruang kebersamaan, hiburan, sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
Walaupun seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan dalam rentang waktu yang relatif singkat, proses penyelenggaraannya mampu berjalan secara tertib, efektif, dan berkualitas. Keberhasilan tersebut mencerminkan bahwa koordinasi yang terencana, komunikasi yang konstruktif, serta komitmen kolektif dari seluruh unsur yang terlibat merupakan modal utama dalam mewujudkan tata kelola kegiatan publik yang profesional.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merepresentasikan model kolaborasi yang produktif antara unsur TNI, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam membangun kohesi sosial, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong terciptanya ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah.
Melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026, Kodam XXIII/Palaka Wira menyampaikan pesan yang kuat bahwa kehadiran TNI tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan negara, tetapi juga berkomitmen menghadirkan kebahagiaan, rasa aman, dan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Semangat tersebut disambut secara konstruktif oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah melalui penguatan peran ekonomi kerakyatan dengan mendorong keterlibatan aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian integral dari rangkaian kegiatan. Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi lokal.
Festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni, tarian kreasi, dan budaya sebagai media hiburan rakyat yang memperkuat identitas budaya serta mempererat kohesi sosial. Sinergi antara TNI, Kadin Provinsi Sulawesi Tengah, pelaku UMKM, dan masyarakat tersebut mencerminkan model kolaborasi multipihak yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta ketahanan sosial dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dalam menyukseskan penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara (FRN) 2026. Keseriusan tersebut diwujudkan melalui mobilisasi sumber daya secara optimal guna memastikan setiap tahapan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berkualitas, sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat.
Pengawasan terhadap kebersihan kawasan kegiatan dilakukan secara berkelanjutan, sistem pengamanan diselenggarakan secara profesional, serta pengaturan lalu lintas dan area parkir ditata secara sistematis untuk menjamin kelancaran mobilitas pengunjung.
Menariknya, seluruh upaya tersebut dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, sehingga kehadiran personel TNI tidak menimbulkan kesan yang kaku atau membatasi ruang publik, melainkan menghadirkan rasa aman, nyaman, dan ketertiban yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan ini merefleksikan kapasitas kelembagaan TNI dalam mengintegrasikan aspek keamanan, pelayanan publik, dan penguatan kepercayaan masyarakat sebagai fondasi keberhasilan sebuah kegiatan berskala besar.
Di sisi lain, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah juga menunjukkan komitmen yang tidak kalah kuat dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara (FRN) 2026.
Seluruh sumber daya organisasi dimobilisasi secara optimal untuk memastikan setiap aspek pelaksanaan kegiatan berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Salah satu fokus utama Kadin adalah merancang strategi pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi peran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga festival tidak hanya menjadi ruang hiburan publik, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Kadin Provinsi Sulawesi Tengah menjalin kemitraan strategis dengan Baruga Production sebagai mitra pelaksana dalam mengelola aspek teknis dan kreatif penyelenggaraan kegiatan.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang berbasis sinergi antarlembaga, di mana pemerintah, TNI, dunia usaha, mitra profesional, dan pelaku UMKM bekerja secara terpadu untuk menghasilkan penyelenggaraan acara yang berkualitas sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
Pada akhirnya, seluruh ikhtiar yang dilakukan oleh Kodam XXIII/Palaka Wira bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah bermuara pada satu tujuan yang sama, yakni menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat melalui terciptanya ruang publik yang mampu menumbuhkan rasa bangga, kebahagiaan, serta optimisme kolektif.
Festival Rakyat Nusantara 2026 tidak semata diposisikan sebagai sebuah perhelatan hiburan, melainkan sebagai wahana penguatan kohesi sosial, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, dan penguatan identitas kebangsaan. Dalam dinamika sosial dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kolaborasi antarkomponen bangsa menjadi prasyarat penting untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional.
Oleh karena itu, sinergi antara TNI, Kadin, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta masyarakat merupakan manifestasi nyata dari semangat kemanunggalan yang berorientasi pada terciptanya pembangunan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan demi kemajuan Indonesia. (*)
Penulis adalah Pengamat Sosial