Hengky Idrus
Palu, trustsulteng – Pergantian kepemimpinan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah mulai membawa dinamika baru di internal partai.
Terbaru, salah seorang pengurus PSI Sulteng, Hengky Idrus, S.P., M.Si., menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Hengky fokus perkuat ekosistem durian.
Pernyataan tersebut disampaikan Hengky melalui pernyataan sikap dikirimkan ke redaksi Senin, 28 September 2026. Dalam pernyataannya, Hengky menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan arah pengabdian dan fokus yang ingin dijalankannya ke depan.
“Saya menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Tengah,” demikian pernyataan Hengky.
Ia menjelaskan, setelah tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan PSI Sulteng, dirinya akan lebih berkonsentrasi pada pengembangan usaha dan ekosistem komoditas durian.
Menurutnya, sektor tersebut saat ini menjadi salah satu bidang yang sedang diperjuangkan dan dikembangkan.
Selain fokus pada pengembangan usaha, Hengky juga menyatakan akan memberikan perhatian dan dukungan terhadap berbagai kegiatan serta kerja-kerja sosial kemasyarakatan bersama Kanda Ahmad Ali.
Hengky menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan keluarga besar PSI Sulawesi Tengah atas kebersamaan, kepercayaan, serta pengalaman yang telah menjadi bagian dari perjalanan dirinya selama berada di partai tersebut.
Ia berharap hubungan silaturahmi dengan jajaran dan kader PSI Sulteng tetap terjaga meskipun dirinya tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan.
“Semoga silaturahmi dan hubungan baik tetap terjaga, dan semoga setiap langkah yang kita jalankan ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan Sulawesi Tengah,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.
Dinamika Baru di Internal PSI Sulteng
Pengunduran diri Hengky menjadi perkembangan terbaru setelah munculnya perubahan struktur kepemimpinan DPW PSI Sulawesi Tengah.
Sebelumnya, posisi Ketua DPW PSI Sulteng yang dijabat Dr. Agus Lamakarate diserahkan kepada Syafiah Basir. Proses administrasi kepengurusan baru tersebut masih menunggu penerbitan surat keputusan (SK) dari DPP PSI.
Agus Lamakarate sebelumnya menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru di bawah Syafiah Basir dapat bergerak lebih cepat dalam mencapai target politik partai.
Dalam konteks organisasi politik, perubahan kepemimpinan pada level wilayah hampir selalu diikuti dengan penataan struktur, konsolidasi internal, serta penyesuaian agenda dan orientasi kerja kepengurusan.
Namun, pengunduran diri Hengky dalam pernyataannya tidak secara langsung menyebut perubahan kepemimpinan PSI Sulteng sebagai alasan dirinya mundur.
Ia justru menegaskan keputusan tersebut berkaitan dengan arah pengabdian dan fokus kegiatan yang ingin dijalankan ke depan, terutama pengembangan usaha komoditas durian serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, langkah Hengky dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika pasca perubahan kepemimpinan, tetapi alasan formal pengunduran dirinya tetap sebagaimana yang disampaikan dalam pernyataan sikapnya.
Perkembangan ini sekaligus menjadi perhatian bagi PSI Sulteng dalam proses konsolidasi kepengurusan baru. Terlebih, partai politik membutuhkan soliditas internal untuk memastikan perubahan struktur tidak mengganggu agenda organisasi dan kerja politik di tingkat daerah.
editor: yusrin eLbanna
