H. Muchlis M. Aseng, S.Ag, M.Pd. Foto IST
Palu, trustsulteng – Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umroh Sulawesi Tengah, H.Muchlis M Aseng S.ag, M.Pd, mengatakan, bahwa sampai sampai saat ini belum ada penyampaian secara resmi dari pemerintahan Arab Saudi, mengenai kondisi eskalasi keamanan akibat dampak dari perang di Timur Tengah. Namun dia meyakini pelaksanaan haji tahun 2026 tidak akan alami kendala.
“Insya Allah, CJH Sulteng berjumlah 1751 asal Sulawesi Tengah saat ini siap diberangkatkan menuju tanah suci Makkah,” ujar Muchlis meyakinkan. CJH katanya akan dibagi dalam lima kloter penerbangan melalui bandara internasional sepinggan balikpapan.
Dikutip dari media online IDTIMES.co.id, bahwa pemberangkatan CJH jamaah Indonesia, khsususnya calon jamaah haji asal Sulteng, tidak ada kendala. Jika ada kendala dengan kondisi keamanan serta eskalasi peperangan Iran-AS, paasti pemerintah Arab Saudi menyampaikan secara resmi terhadap penutupan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Muchlis juga menghimbau agar para calon jamaah haji Sulawesi Tengah agar tetap tenang jangan terpengaruh dengan isu-isu negatif, jaga kesehatan.
“Fokus pada ibadah haji, agar nantinya menjadi haji yang Mabrur, itu yang paling penting,” ujar Muchlis.
Untuk kondisi asrama haji transit Palu saat ini masih cukup memadai dan masih nyaman bagi para calon jamaah haji kita, sebab daya tampung asrama haji kita sekitar 400 orang. Sementara jumlah jamaah kita dalam 1 kloter sebanyak 360 orang.
Dijadwalkan, pada tanggal 7 mei 2026 kloter pertama atau kloter 9 se Indonesia akan masuk asrama haji dan akan diberangkatkan tanggal 8 mei 2026 menuju Embarkasi Balikpapan, selanjutnya menyusul kloter berikutnya sampai kloter 13 dari 1751.
Untuk calon jamaah haji perempuan sekitar 60 % dan sekitar 100 lebih calon jamaah haji lanjut usia atau lansia. (*)
editor: yusrin eLbanna
