Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Gubernur Anwar Hafid
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
Breaking News
1 IMG-20260416-WA0010 Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2 2 Pertemuan Kadin sulteng dengan Kadin Indonesia pada 16 April 2026.

foto: IST Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya 3 IMG-20260416-WA0008 Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat 4 IMG-20260416-WA0002 Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok 5 IMG-20260416-WA0001 Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola
Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Organisasi

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

Adm Red. April 16, 2026
Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

Adm Red. April 16, 2026
Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat
  • Organisasi

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat

Adm Red. April 16, 2026
Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok
  • Pemerintah

Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok

Adm Red. April 16, 2026
Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola

Adm Red. April 16, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

    Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

    April 16, 2026
  • Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

    Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

    April 16, 2026
  • Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat

    Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat

    April 16, 2026
  • Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok

    Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok

    April 16, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
  • Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    July 28, 2021
Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Organisasi

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

April 16, 2026
Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

April 16, 2026
Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Organisasi

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Di tengah suasana haru dan bangga yang menyelimuti hari wisuda, Kamis, 16 April 2026, sosok Zakia Sukma Ranti Rabbie berdiri tegak sebagai representasi ketekunan, dedikasi, dan harapan masa depan. Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Biologi, Universitas Tadulako ini resmi menyandang gelar sarjana setelah menuntaskan perjalanan akademiknya yang tidak singkat.

Ranti—begitu ia akrab disapa—memulai perjalanannya sebagai mahasiswa pada tahun 2021. Dalam kurun waktu tersebut, ia tidak hanya menapaki jalur akademik secara formal, tetapi juga mengasah ketekunan ilmiah melalui penelitian yang mendalam. Skripsinya yang berjudul “Karakterisasi Protease Asal Actinomycetes Isolat JO2 Endofit Akar Bawang (Allium ascalonicum L.) Kultivar Palu Sulawesi Tengah” menjadi bukti keseriusannya dalam bidang mikrobiologi dan bioteknologi.

Penelitian tersebut tidak sekadar memenuhi syarat kelulusan. Di balik judul yang kompleks, terdapat eksplorasi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan potensi mikroorganisme lokal Sulawesi Tengah. Ranti meneliti enzim protease dari bakteri actinomycetes yang hidup sebagai endofit pada akar bawang lokal—sebuah pendekatan yang membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati daerah untuk aplikasi industri dan kesehatan.

“Prosesnya tidak mudah, tapi saya percaya setiap tahapan itu penting,” ungkap Ranti dalam perbincangan singkat usai prosesi wisuda. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada aspek teknis penelitian, tetapi juga menjaga konsistensi dan semangat di tengah berbagai keterbatasan.

Momentum wisuda ini menjadi semakin istimewa karena kehadiran kedua orang tuanya, M. Rais Rabie dan Srianty, serta keluarga besar yang datang langsung dari Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Sehari sebelum acara, keluarga telah tiba di Kota Palu dan menginap bersama, menjadikan momen ini sebagai perayaan penuh makna atas capaian Ranti.

Sebagai anak kedua dalam keluarga, Ranti menyadari bahwa pencapaiannya bukanlah hasil kerja individu semata. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam setiap langkahnya. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang doa dan perjuangan orang tua saya,” ujarnya.

Namun, wisuda bukanlah garis akhir bagi Ranti. Justru sebaliknya, ini adalah gerbang menuju fase berikutnya. Dengan tekad yang kuat, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), tetap di bidang yang selaras dengan minat penelitiannya.

Ke depan, Ranti berharap dapat terus mengembangkan riset berbasis potensi lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi, kehadiran peneliti muda seperti dirinya menjadi penting, terutama dalam mengangkat kekayaan hayati daerah ke tingkat yang lebih luas.

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie adalah potret dari generasi muda yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga makna di balik ilmu. Dari akar bawang di tanah Sulawesi Tengah, ia menapaki langkah menuju panggung akademik yang lebih tinggi—membawa harapan, ilmu, dan semangat yang tak lekang oleh waktu. (*)

editor: yusrin eLbanna

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Wakil Ketua Kadin Sulteng, Farid Djavar Nasar angkat suara terkait penundaan Muprov VIII Kadin Sulteng. Yang semula dijadwalkan pada 23 – 24 April 2026.

Farid yang juga Sekretaris Stering Commite (SC) menyebutkan bahwa penundaan Muprov berdasarkan surat Kadin Indonesia Nomor 1468/WKU/IV/2026 tertanggal 16 April 2026, tentang persetujuan penundaan pelaksanaan Muprov VIII Kadin Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, pelaksanaan Muprov telah mendapat persetujuan melalui surat Kadin Nomor 1294/WKU/III/2026 tertanggal 17 Maret 2026.

Menurut Farid Dj. Nasar, keputusan penundaan diambil, setelah rapat bersama antara Ketua Kadin Sulteng dengan pengurus bidang organisasi dan bidang keanggotaan Kadin Indonesia, yang digelar pada 16 April 2026 di Jakarta.

Pengurus Kadin Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut, adalah Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum/Sarana dan Prasarana, Azis Samsuddin, Komisi Tetap Organisasi, Widi, Komisi tetap Keanggotaan, Hamzah, dan Nasir dari Bidang Organisasi.

“Dalam rapat tersebut disepakati, penundaan dilakukan untuk melakukan penelaahan menyeluruh terhadap kondisi faktual keanggotaan, serta kesiapan penyelenggaraan di tingkat provinsi,” jelas Farid.

Berdasarkan hasil evaluasi, sebutnya, jumlah anggota yang memiliki hak suara dinilai belum memenuhi ketentuan minimal, yakni 50 perusahaan dengan kualifikasi tertentu, sebagaimana diatur dalam peraturan organisasi Kadin Indonesia.

“Karena itu, Kadin Indonesia memberikan waktu penundaan hingga paling lambat 30 Mei 2026, agar Kadin Sulteng dapat melengkapi verifikasi administrasi dan keanggotaan serta menyesuaikan seluruh proses sesuai AD/ART dan peraturan organisasi yang berlaku,” jelasnya.

Kadin Indonesia juga menegaskan, selama masa penundaan, proses pembenahan harus dilakukan secara optimal dengan monitoring dari bidang organisasi dan keanggotaan.

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Kadin Sulawesi Tengah, Zulfakar Nasir, juga membenarkan adanya penundaan tersebut. Ia menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti keputusan itu dengan menyurati seluruh Kadin kabupaten/kota.

“Melalui surat Nomor 023/KDN-ST/IV/2026 tertanggal 16 April 2026, kami telah menyampaikan pemberitahuan penundaan kepada Kadin kabupaten/kota,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Zulfakar, Kadin Sulteng juga menetapkan jadwal baru pelaksanaan Muprov VIII, yakni pada 22-24 Mei 2026.

Pemberitahuan penjadwalan ulang tersebut, juga ditembuskan kepada Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC), guna ditindaklanjuti sesuai dengan tugas masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong meminta biaya pengambilan berkas bakal calon seharusnya dikembalikan kepada peserta. Ia beralasan hingga kini tahapan belum berjalan secara nyata dan belum ada satu pun calon yang ditetapkan.

“Penundaan jadwal yang terus berulang menunjukkan ketidakpastian yang semakin besar. Bahkan tidak ada jaminan bahwa waktu yang ditetapkan nantinya benar-benar dapat melaksanakan musyawarah sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persyaratan KTA-B bagi usaha kecil yang dinilai berpotensi memperkecil peluang terpenuhinya kuorum. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan proses Muprov belum berada pada tahap yang layak untuk dilanjutkan.

“Oleh karena itu, pengembalian biaya pengambilan berkas bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk keadilan dan tanggung jawab kepada bakal calon,” tegasnya. (*)

editor: yusrin eLbanna

 

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat
  • Organisasi

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah resmi ditunda. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat panitia yang diterbitkan Steering Committee (SC) Muprov pada Kamis 16 April 2026, pukul 20.00 WITA.

Berdasarkan surat bernomor 023/KDN-ST/IV/2026 tertanggal 16 April 2026 perihal Penundaan Pelaksanaan Muprov VIII, kegiatan tersebut dijadwalkan ulang pada 22–24 Mei 2026. Dalam surat yang ditandatangani Ketua SC Zulfakar Nasir dan Sekretaris SC Farid Djavar Nasar itu, para bakal calon diminta melengkapi seluruh persyaratan kepesertaan.

Penundaan ini langsung menuai beragam tanggapan dari anggota Kadin di daerah. Salah satu kritik datang dari Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, yang menilai kondisi saat ini belum layak untuk melanjutkan tahapan Muprov.

Menurut Faradiba, biaya pengambilan berkas bakal calon seharusnya dikembalikan kepada peserta. Ia beralasan hingga kini tahapan belum berjalan secara nyata dan belum ada satu pun calon yang ditetapkan.

“Penundaan jadwal yang terus berulang menunjukkan ketidakpastian yang semakin besar. Bahkan tidak ada jaminan bahwa waktu yang ditetapkan nantinya benar-benar dapat melaksanakan musyawarah sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persyaratan KTA-B bagi usaha kecil yang dinilai berpotensi memperkecil peluang terpenuhinya kuorum. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan proses Muprov belum berada pada tahap yang layak untuk dilanjutkan.

“Oleh karena itu, pengembalian biaya pengambilan berkas bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk keadilan dan tanggung jawab kepada bakal calon,” tegasnya.

Selain itu, Faradiba turut mempertanyakan keabsahan surat penundaan yang dikirimkan kepada bakal calon. Ia menilai dokumen yang beredar dalam bentuk PDF belum memenuhi unsur administrasi resmi karena tidak disertai stempel lembaga.

“Secara administratif belum memenuhi unsur pengesahan, sehingga patut dipertanyakan status keabsahan dan kekuatan berlakunya sebagai keputusan organisasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi resmi, Kadin seharusnya menjunjung tinggi standar tata kelola dan administrasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari panitia Muprov terkait tanggapan atas berbagai kritik tersebut. (*)

editor: yusrin eLbanna

Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok
  • Pemerintah

Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Balai Karantina Indonesia (Barantin) mengingatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mewaspadai potensi gangguan dari pihak-pihak yang dapat menghambat kelancaran ekspor durian ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menegaskan bahwa pengawasan ketat sangat diperlukan dalam setiap tahapan proses ekspor, mengingat besarnya potensi ekonomi dari komoditas durian asal Sulteng.

“Kami mengingatkan agar dilakukan pengawasan serius, karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba menghambat kelancaran ekspor,” ujar Sahat dalam kegiatan ekspor raya durian di Palu, Kamis 16 April 2026.

Ia juga meminta Gubernur Sulawesi Tengah beserta jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam mengawal proses distribusi hingga pengiriman produk ke luar negeri.

Menurut Sahat, durian kini menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, keberlanjutannya harus dijaga melalui pengelolaan yang baik dan sistematis.

Sebagai langkah konkret, Barantin berencana membentuk satuan tugas (satgas) guna memastikan seluruh proses ekspor berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pembinaan praktik budidaya durian yang baik, serta mempercepat proses sertifikasi kebun untuk memenuhi persyaratan ekspor.

Dalam kegiatan tersebut, Barantin mencatat nilai ekspor durian Sulteng ke Tiongkok mencapai Rp42,5 miliar dengan volume 459 ton, atau setara 17 kontainer.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga April 2026, ekspor durian beku asal Sulteng telah mencapai 151 kontainer dengan total nilai Rp377,5 miliar.

Barantin menilai, pasar durian di Tiongkok yang bernilai hingga 8 miliar dolar AS per tahun merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, khususnya Sulteng.

Dengan potensi tersebut, Indonesia ditargetkan mampu menguasai 5 hingga 10 persen pangsa pasar, dengan estimasi nilai devisa mencapai Rp6,4 hingga Rp12,8 triliun per tahun. (*)

editor; yusrin eLbanna

Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan optimisme tinggi menjadikan durian sebagai komoditas unggulan berkelas global. Klaim keberhasilan ekspor hingga ratusan miliar rupiah dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi narasi besar: “Sulteng Nambaso menuju raja durian dunia.” Namun di balik euforia tersebut, sejumlah catatan penting terkait tata kelola, keberlanjutan, hingga pemerataan manfaat ekonomi masih perlu diuji secara lebih mendalam.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara terbuka mengapresiasi peran Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Sulteng, Hengky Idrus, yang dinilai berhasil mendorong durian lokal menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah menegaskan bahwa durian akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi, sekaligus alternatif terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal yang selama ini merusak lingkungan.

Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan capaian signifikan. Hingga 12 April 2026, ekspor durian dari Sulawesi Tengah disebut mencapai 4 ribu ton dengan nilai Rp377,5 miliar atau setara 151 kontainer. Sementara ekspor lanjutan per 16 April 2026 mencapai 459 ton dengan nilai Rp42,5 miliar. Angka ini mengindikasikan lonjakan permintaan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Namun, sejumlah pertanyaan muncul terkait keberlanjutan capaian tersebut.

Ketergantungan Pasar Tunggal

Hampir seluruh ekspor saat ini ditujukan ke pasar Tiongkok. Ketergantungan pada satu negara tujuan berpotensi menjadi risiko jangka panjang. Fluktuasi kebijakan impor, standar karantina, atau dinamika geopolitik dapat langsung memukul stabilitas harga dan volume ekspor durian Sulteng.

Diversifikasi pasar ekspor belum terlihat menjadi prioritas strategis, padahal negara-negara seperti Malaysia dan Thailand telah lebih dulu menguasai pasar global dengan jaringan distribusi yang lebih luas.

Kabupaten Parigi Moutong disebut sebagai kontributor utama produksi durian. Namun belum ada data terbuka mengenai standar kualitas, sistem grading, hingga kesiapan petani dalam memenuhi permintaan ekspor secara konsisten.

Tanpa sistem rantai pasok yang kuat—mulai dari budidaya, panen, penyimpanan hingga distribusi—lonjakan ekspor berisiko hanya bersifat sementara. Apalagi, komoditas durian dikenal sangat sensitif terhadap penanganan pascapanen.

Potensi Konflik Lahan dan Alih Fungsi

Dorongan menjadikan durian sebagai komoditas unggulan juga berpotensi memicu alih fungsi lahan secara besar-besaran. Jika tidak diatur ketat, ekspansi perkebunan durian bisa mengancam keberadaan hutan lindung maupun lahan pangan.

Pernyataan pemerintah yang menyebut durian sebagai “antitesa tambang emas ilegal” memang menarik, namun perlu dibarengi kebijakan konkret yang memastikan praktik perkebunan tidak mengulang pola eksploitasi sumber daya yang sama merusaknya.

Ketimpangan Antarwilayah

Sejumlah daerah seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Buol, Tolitoli, dan Tojo Una-Una disebut belum mendapatkan program tematik “BERANI” secara optimal. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.

Jika pengembangan durian hanya terpusat di beberapa kabupaten, maka dampak ekonomi tidak akan merata. Hal ini berisiko memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Tengah.

Keterlibatan asosiasi dan pelaku usaha menjadi kunci dalam ekspor durian. Namun hingga kini belum ada transparansi terkait struktur kemitraan antara petani, eksportir, dan pemerintah.

Siapa yang paling diuntungkan dari lonjakan ekspor ini? Apakah petani mendapatkan harga yang adil? Ataukah nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di hilir?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk memastikan bahwa narasi “raja durian dunia” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

Langkah Awal yang Menjanjikan, Tapi Butuh Pengawasan Ketat

Pelepasan ekspor durian yang dilakukan secara simbolis oleh pejabat pusat dan daerah menunjukkan dukungan politik yang kuat terhadap komoditas ini. Namun, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh volume ekspor, melainkan juga oleh tata kelola yang transparan, berkelanjutan, dan inklusif.

Sulawesi Tengah memiliki potensi besar menjadi pemain penting dalam industri durian global. Tetapi tanpa strategi yang matang, — mulai dari diversifikasi pasar, perlindungan lingkungan, hingga keadilan bagi petani — ambisi menjadi “raja durian dunia” bisa saja berakhir sebagai euforia sesaat.

Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ini berdiri di atas fondasi yang kuat, bukan sekadar angka-angka impresif dalam jangka pendek(*)

editor: yusrin eLbanna

Runtuhnya Super Power 
  • Uncategorized

Runtuhnya Super Power 

Adm Red. April 15, 2026

Setiap Imperium atau Negara akan melewati “Masa Kebangkitan, Kejayaan dan Keruntuhan”

AS sebagai super Power selama 80 tahun Pasca Perang Dunia II harus berakhir Tragis sekarang, dihadapan Iran sebagai Pewaris Peradaban Persia ribuan tahun

Sejak Serangan Militer AS Irael ke Iran 28 Pebruari dengan tujuan mengganti sistem pemerintah Republik Islam yang gagal total, dengan Bangkitnya Iran melakukan serangan Balik ke Israel dan seluruh pangkalan Militer AS di Timur Tengah serta ditutup Selat Hormus sebagai jalur vital kapal kapal Tanker minyak dunia.

yang membuat Presiden AS merengek rengek kepada Iran untuk merunding dengan harapan agar Selat Hormus dibuka kembali, tapi sayang harapan kandas di meja Perundingan Pakistan

gagalnya Nego AS – Iran di Pakistan menandai sangat lemahnya bergening posisi AS di hadapan Iran, yang Tim Nego AS pulang dengan rasa malu dimata seluruh dunia, namun untuk tetap agar terlihat AS masih hebat

Presiden AS mengerahkan armada lautnya ikut ikut memblokade Selat Hormus, walau dilapangan Kapal Perang AS hanya memblokade Jalur Pelayaran, bukannya Selat Hormus, Sehingga Militer AS tidak bisa lagi dibedakan dengan Perompak atau Bajak Laut, yang berdampak pada :

1. Mengundang Cina, Rusia dan negara2 lain untuk turun ke gelanggang berhadapan langsung dengan Bajak laut AS di Jalur Pelayaran dekat Selat Hormus

2. menyerang jantung energi perdagangan ekonomi global, makin menambah kekacauan tatanan dunia dan harga Minyak global tak terkendali lagi, gila gilaan meroket melewsti batas $100/ barel yang selanjut melahirkan inflasi,.harga harga barang melambung, bunga Bank di AS akan naik, rakyar AS kesulitan dapat kerja, kesulitan dapat pinjaman modal, yang muaranya menembak kepalanya bagi Trump, gempa Politik didalam AS. Dan endingnya Warga AS sendiri yang turun dijalan jalan melawan Kebijakan President Traump untuk menghentikan Perang .dan jika perlu Kongres melakukan pemberhentian terhadap Presiden Donald Trump

3. pada akhirnya Serangan Kedaulatn Iran yang berdampak nehatip terhadap Warganya sendiri dimana Presiden Trump membunuh warga AS , semua negara gemetar menghadapi kelangkaan energi, yang pada akhirnya akan berdampak pada krisis ekonomi dunia dan Finansial

Dititik inilah Iran keluar sebagai pemenang, dan negara negara lain yang tidak mau mati gratis, maka secara otomatis akan ikut semua turun ke lapangan bersama Iran mengeroyok AS. Termasuk anggota NATO dan Negara Eropa berbalik memusuhi AS, demi menjaga kedaulatan Nasionalnya masing masing, dengan keluar dari ketergantungan dari AS, dengan Prinsip; Berbahaya bermusuhan dengan AS, dan tetapi Fatal jika berteman dengan AS

Cepat namun pasti imperium AS sebagai super Power selama 80 tahun pasca perang dunia II harus berakhir dengan keruntuhan yang sangat tragis.

Dan pada akhirnya seluruh tuntutan Iran pada AS akan dipenuhi tanpa syarat, dan diatur ulang Tatanan Dunia Baru yang Berkeadilan, Tanpa Intimidasi dari Negara Manapun.

Penulis; Andi Ridwan Bataraguru

Polres Morowali Utara Diminta Serius Tangani Laporan Jurnalis Teraskabar.id
  • Hukum

Polres Morowali Utara Diminta Serius Tangani Laporan Jurnalis Teraskabar.id

Adm Red. April 15, 2026

Morut, trustsulteng – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Morowali Utara diminta untuk menangani secara serius laporan aduan yang diajukan oleh Erni Johan Ba’u, jurnalis teraskabar.id. Kasus tersebut dinilai telah memberikan dampak psikologis terhadap keluarga korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Permintaan ini disampaikan oleh Jumadin Tara Ropo, yang akrab disapa Adi Bogel, mantan Sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Morowali. Ia merupakan kerabat dekat dari Erni Johan Ba’u dan menyatakan bahwa pihak keluarga telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk mengawal proses hukum.

Adi Bogel menegaskan bahwa laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti secara profesional oleh pihak kepolisian. Ia menilai tindakan yang dilakukan oleh oknum yang dilaporkan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat, melainkan cenderung mengarah pada tindakan premanisme.

“Ini harus diseriusi oleh pihak kepolisian. Kami sudah menyiapkan pengacara untuk mendampingi Ibu Mega. Perlakuan oknum dewan dan pihak-pihak yang terlibat dalam laporan tersebut tidak menunjukkan sikap terpuji, melainkan tindakan premanisme. Kami berharap kepolisian segera memproses laporan ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga tetap menghormati tugas dan kewenangan kepolisian, serta berharap penanganan kasus dilakukan secara objektif dan profesional, meskipun terdapat dugaan keterkaitan dengan pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Morowali Utara.

Namun demikian, Adi Bogel mengingatkan bahwa apabila laporan tersebut tidak ditangani secara serius, pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah lanjutan demi mendapatkan keadilan.

“Kami masih percaya Polres Morowali Utara bisa bersikap profesional. Namun jika kasus ini tidak diseriusi, kami akan mengambil langkah tegas,” tambahnya.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 9 April sekitar pukul 22.30 WITA, serta berlanjut pada Jumat, 10 April sekitar pukul 15.15 WITA, di kediaman Erni Johan Ba’u. Pihak keluarga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan tindakan premanisme tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)

editor: arief

Prof. Dr. Hj. Husnah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako
  • Uncategorized

Prof. Dr. Hj. Husnah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako

Adm Red. April 15, 2026

Palu, trustsulteng – Dalam orasi ilmiahnya, ia menyoroti pentingnya peran keputusan keuangan sebagai pemicu utama dalam mewujudkan keberlanjutan global di tengah ketidakpastian geopolitik.

Dalam pidatonya di podium yang bertajuk “Financial Trigger Menuju Sustainability Global di Era Geopolitik”, Prof. Husnah menjelaskan garis-garis besar orasi ilmiahnya di Gedung Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu pada Rabu 15 April 2026.

Namun demikian secara utuh, ia menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi kondisi polycrisis, yakni berbagai krisis yang terjadi secara bersamaan, mulai dari krisis energi, konflik geopolitik, perubahan iklim, hingga ketidakstabilan ekonomi global.

Menurutnya, kondisi tersebut menciptakan tekanan besar terhadap sistem ekonomi global, termasuk meningkatnya volatilitas pasar, risiko sistemik, serta tekanan likuiditas.

Ia menegaskan bahwa ketergantungan terhadap energi impor dapat menjadi beban finansial jangka panjang bagi suatu negara jika tidak dikelola dengan baik.

“Keuangan tidak lagi sekadar alat pencatatan, tetapi telah menjadi pemicu utama keberlanjutan,” ujar Husnah dalam orasinya.

Ia juga memperkenalkan konsep financial trigger toward sustainability, yakni gagasan bahwa kebijakan dan keputusan keuangan menjadi titik awal dalam mendorong transformasi menuju pembangunan berkelanjutan.

Konsep tersebut mencakup berbagai instrumen seperti kebijakan fiskal progresif, investasi hijau (green investment), pembiayaan berbasis ESG, obligasi hijau (green bonds), serta keuangan berkelanjutan.

Husnah menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya bergantung pada kekuatan finansial semata, tetapi juga harus ditopang oleh tanggung jawab sosial dan kemampuan organisasi dalam mengelola sumber daya. Ia mengacu pada teori Resource-Based View (RBV) yang menyebutkan bahwa keunggulan kompetitif ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan.

Dalam konteks tersebut, ia menyebut Indonesia memiliki potensi besar melalui sumber daya energi terbarukan seperti energi surya, air, dan biomassa. Namun, tantangan utama terletak pada kemampuan mengelola potensi tersebut menjadi kekuatan finansial strategis.

Lebih lanjut, ia memaparkan hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa kinerja keuangan organisasi dipengaruhi oleh integrasi sumber daya berwujud dan tidak berwujud, dinamika lingkungan, serta strategi kompetitif. Integrasi tersebut bahkan mampu menjelaskan lebih dari 80 persen variasi kinerja keuangan.

Selain itu, peran Corporate Social Responsibility (CSR) juga dinilai penting sebagai instrumen legitimasi sosial, manajemen risiko, serta penghubung antara profitabilitas dan risiko.

Dalam kesimpulannya, Husnah menyebut keberlanjutan dibangun atas tiga pilar utama, yakni sumber daya keuangan, kapabilitas organisasi, dan tanggung jawab strategis. Ia menilai ketiga aspek tersebut harus terintegrasi untuk menciptakan sistem yang adaptif terhadap perubahan global.

Sebagai rekomendasi, ia mendorong penguatan financial trigger, optimalisasi sumber daya lokal, peningkatan investasi berkelanjutan, serta pembangunan sistem ekonomi yang tangguh untuk generasi mendatang.

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Prof. Husnah sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan yang relevan dengan tantangan global saat ini. (*)

Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng
  • Uncategorized

Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

Adm Red. April 14, 2026

Dalam buku berjudul the smile. Jaque Jangler penulis Amerika bercerita tentang lomba maraton di Philipina. Peserta ribuan orang itu, tiba-tiba hilang dari lintasan. Ternyata, pelari tercepat belok pada jalur yang salah. Lantas, semua peserta mengikutinya. Inilah contoh kesenjangan informasi dan kapasitas.

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Ada sejumlah orang dipercaya untuk menjadi mitra berfikir pemerintah Sulawesi Tengah. Mereka berasal dari latar belakang berbeda. Ada praktisi, mantan pejabat hingga akademisi. Kepada mereka, dititipkan amanah semacam ; think tank, meet maker atau advicer, mover atau sejenisnya.

Karena itu, mereka diberi status sebagai tim percepatan. Percepatan (acceleration) itu dibedakan dengan kecepatan (speed) pada posisi selisih. Ini istilah ilmu fisika. Kecepatan kedua dikurangi kecepatan pertama, disebut delta selisih. Kalau dia positif, kita bilang percepatan. Bila dia negatif, kita sebut kemunduran. Agar kecepatannya bertambah untuk dapatkan delta percepatan yang positif, dibutuhkan elemen pendorong. Orang mengenalnya sebagai katalisator.

Ini sesungguhnya adalah istilah dalam ilmu kimia. Dalam kaitan ini, katalisator didefinisikan sebagai unsur yang mempercepat terjadi suatu reaksi kimia. Tapi, dia bukanlah reaktan yang ikut dalam reaksi tersebut. Di sinilah posisi tim percepatan ini diletakkan. Mereka ikut mendorong percepatan program pemerintah. Namun, mereka bukanlah pemerintah. Karena itu, kehadiran mereka tidak untuk menggantikan status fungsional dari pejabat birokrasi.

Ini penting diletakkan lebih dahulu karena, ada kesan dan rumor masa lalu di banyak tempat. Tim pendamping kerap berperan over. Mereka terlihat lebih Gubernur dari Gubernur itu sendiri. Lebih Bupati dari Bupati asli. Lebih Walikota dari Walikotanya. Mereka bertindak otoritatif melebihi wewenang dan fungsi yang diemban. Akibatnya, kontra produktif dengan tujuan awal pembentukannya.

Oleh sebab itu, sejak awal, perlu pemahaman jelas tentang fungsi dan tugasnya. Kemudian bangun komunikasi sinergik dengan pejabat birokrasinya. Kemitraan yang elegan ini menjadi syarat kekompakan untuk bergerak lebih cepat tapi terukur. Begitulah percepatan itu sesungguhnya.

Analogi kecepatan dan percepatan ini bisa berkaca pada kereta api. Umumnya kecepatan kereta api kita berkisar antara 150 sd 200 km per jam. Kereta cepat jepang (Shinkansen) atau Perancis (TGV, train grand vitase). Kecepatannya mencapai 300 sd 400 km per jam. Artinya, delta selisihnya adalah 150 sd 200 km per jam. Itulah angka percepatan yang kita mau tuju.

Bagaimana caranya..? Paling tidak ; Pertama; ganti jenis keretanya dengan kapasitas kecepatan baru. Kedua, sesuaikan infra strukturnya. Ketiga, siapkan aktor pengelolanya. Keempat, bangun budaya untuk konsumen dan masyarakat secara umum.

Sekarang, untuk tugas percepatan pembangunan ini. Kita perlu fahami indikator dan target pencapaian (common vision or desirable future). Kemudian analisis sebab akibat. Problem dan hambatan (obstacle)nya. Lantas, dilanjutkan dengan tindakan aksi. Bangun kekompakan team tiap OPD. Rapikan organisasi kerjanya dan lahirkan pemimpin inspiratif di tiap jenjang. Pemimpin inspiratif itu, jujur, amanah, cerdas dan informatif. Lalu, bergerak bersama. Bukan bergerak dan laju sendiri. Maka, dibutuhkan pembangunan kapasitas (capacity building) untuk kinerja teknis dan karakter mindset. Semoga (*)

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah
  • Gaya Hidup

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

Adm Red. April 14, 2026

REFLEKSI REDAKSI

Usia ke-62 menjadi momen reflektif bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah fondasi sederhana hingga menjadi daerah yang terus bertumbuh di kawasan timur Indonesia. Menariknya, pada peringatan tahun ini, publik disuguhkan sebuah kebetulan sejarah yang sarat makna: dua sosok gubernur, di awal dan di masa kini, sama-sama bernama ANWAR

Sejarah mencatat, gubernur definitif pertama Sulawesi Tengah adalah Anwar bergelar Datuk Madjo Basa Nan Kuning. Ia memimpin sejak 13 April 1964 hingga 13 April 1968, tepat setelah Sulawesi Tengah resmi berdiri sebagai provinsi otonom, terpisah dari provinsi induknya. Sosoknya bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga peletak dasar birokrasi pemerintahan di daerah yang saat itu masih merintis arah pembangunan.

Didatangkan dari Sumatera Barat, Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuning menerima tongkat estafet kepemimpinan dari F.J. Tumbelaka dalam sebuah masa transisi penting. Di tangannya, struktur pemerintahan mulai dibangun, sistem ditata, dan identitas daerah mulai dirumuskan. Ia adalah representasi dari fase “mendirikan rumah”—fase paling mendasar dalam perjalanan sebuah daerah.

Enam dekade berselang, nama Anwar kembali hadir di pucuk kepemimpinan. Adalah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025–2030. Lahir dan besar di tanah Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Wosu, Bungku Barat, Morowali, Anwar Hafid merepresentasikan generasi pemimpin lokal yang tumbuh dari dalam, memahami denyut nadi daerahnya sendiri.

Berbeda dengan Anwar pertama yang datang membawa pengalaman dari luar, Anwar masa kini adalah buah dari perjalanan panjang birokrasi lokal. Ia meniti karier sebagai aparatur sipil negara sebelum kemudian bertransformasi menjadi figur politik. Pengalamannya memberi warna tersendiri dalam memimpin—lebih dekat dengan realitas masyarakat, sekaligus memahami kompleksitas tata kelola pemerintahan modern.

Pertemuan dua nama yang sama di dua era berbeda ini seakan menjadi simbol kesinambungan. Dari membangun fondasi hingga memperkuat struktur, dari merintis hingga mengakselerasi. Jika Anwar pertama adalah titik awal, maka Anwar hari ini adalah bagian dari upaya membawa Sulawesi Tengah melompat lebih jauh.

Di usia ke-62, Sulawesi Tengah tidak lagi berada pada fase mencari bentuk. Tantangan yang dihadapi kini jauh lebih kompleks: pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sinilah peran kepemimpinan menjadi krusial—bukan hanya melanjutkan, tetapi juga mentransformasikan.

Momentum ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan pengingat bahwa setiap era memiliki perannya masing-masing. Dari tangan Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuning hingga Anwar Hafid hari ini, Sulawesi Tengah terus menulis kisahnya—tentang keteguhan, perubahan, dan harapan.

Di antara dua nama yang sama, terselip pesan yang sederhana namun kuat: bahwa sejarah tidak pernah benar-benar berlalu. Ia hidup, berulang dalam bentuk yang berbeda, dan selalu memberi arah bagi masa depan.

Selamat ulang tahun ke-62, Sulawesi Tengah. Perjalanan masih panjang, dan cerita terbaik mungkin justru baru akan dimulai. (*)

Posts pagination

1 2 3 4 … 265 Next

Recent Posts

  • Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat
  • Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok
  • Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.