Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
  • Berita Sulteng PON papua
Breaking News
1 IMG-20260414-WA0015 Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng 2 Dr. H. Anwar Hafid dan Anwar Datuk Madjo Basa Nanti Kuning. 



foto: IST Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah 3 IMG-20260414-WA0008 Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah 4 IMG-20260414-WA0005 PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu 5 IMG-20260414-WA0004 Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas
Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng
  • Uncategorized

Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

Adm Red. April 14, 2026
Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah
  • Gaya Hidup

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

Adm Red. April 14, 2026
Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah
  • Masyarakat

Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah

Adm Red. April 14, 2026
PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu
  • Uncategorized

PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu

Adm Red. April 14, 2026
Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas
  • Pemerintah

Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas

Adm Red. April 14, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

    Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

    April 14, 2026
  • Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

    Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

    April 14, 2026
  • Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah

    Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah

    April 14, 2026
  • PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu

    PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu

    April 14, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
  • Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    July 28, 2021
Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng
  • Uncategorized

Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

April 14, 2026
Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah
  • Gaya Hidup

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

April 14, 2026
Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng
  • Uncategorized

Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng

Adm Red. April 14, 2026

Dalam buku berjudul the smile. Jaque Jangler penulis Amerika bercerita tentang lomba maraton di Philipina. Peserta ribuan orang itu, tiba-tiba hilang dari lintasan. Ternyata, pelari tercepat belok pada jalur yang salah. Lantas, semua peserta mengikutinya. Inilah contoh kesenjangan informasi dan kapasitas.

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Ada sejumlah orang dipercaya untuk menjadi mitra berfikir pemerintah Sulawesi Tengah. Mereka berasal dari latar belakang berbeda. Ada praktisi, mantan pejabat hingga akademisi. Kepada mereka, dititipkan amanah semacam ; think tank, meet maker atau advicer, mover atau sejenisnya.

Karena itu, mereka diberi status sebagai tim percepatan. Percepatan (acceleration) itu dibedakan dengan kecepatan (speed) pada posisi selisih. Ini istilah ilmu fisika. Kecepatan kedua dikurangi kecepatan pertama, disebut delta selisih. Kalau dia positif, kita bilang percepatan. Bila dia negatif, kita sebut kemunduran. Agar kecepatannya bertambah untuk dapatkan delta percepatan yang positif, dibutuhkan elemen pendorong. Orang mengenalnya sebagai katalisator.

Ini sesungguhnya adalah istilah dalam ilmu kimia. Dalam kaitan ini, katalisator didefinisikan sebagai unsur yang mempercepat terjadi suatu reaksi kimia. Tapi, dia bukanlah reaktan yang ikut dalam reaksi tersebut. Di sinilah posisi tim percepatan ini diletakkan. Mereka ikut mendorong percepatan program pemerintah. Namun, mereka bukanlah pemerintah. Karena itu, kehadiran mereka tidak untuk menggantikan status fungsional dari pejabat birokrasi.

Ini penting diletakkan lebih dahulu karena, ada kesan dan rumor masa lalu di banyak tempat. Tim pendamping kerap berperan over. Mereka terlihat lebih Gubernur dari Gubernur itu sendiri. Lebih Bupati dari Bupati asli. Lebih Walikota dari Walikotanya. Mereka bertindak otoritatif melebihi wewenang dan fungsi yang diemban. Akibatnya, kontra produktif dengan tujuan awal pembentukannya.

Oleh sebab itu, sejak awal, perlu pemahaman jelas tentang fungsi dan tugasnya. Kemudian bangun komunikasi sinergik dengan pejabat birokrasinya. Kemitraan yang elegan ini menjadi syarat kekompakan untuk bergerak lebih cepat tapi terukur. Begitulah percepatan itu sesungguhnya.

Analogi kecepatan dan percepatan ini bisa berkaca pada kereta api. Umumnya kecepatan kereta api kita berkisar antara 150 sd 200 km per jam. Kereta cepat jepang (Shinkansen) atau Perancis (TGV, train grand vitase). Kecepatannya mencapai 300 sd 400 km per jam. Artinya, delta selisihnya adalah 150 sd 200 km per jam. Itulah angka percepatan yang kita mau tuju.

Bagaimana caranya..? Paling tidak ; Pertama; ganti jenis keretanya dengan kapasitas kecepatan baru. Kedua, sesuaikan infra strukturnya. Ketiga, siapkan aktor pengelolanya. Keempat, bangun budaya untuk konsumen dan masyarakat secara umum.

Sekarang, untuk tugas percepatan pembangunan ini. Kita perlu fahami indikator dan target pencapaian (common vision or desirable future). Kemudian analisis sebab akibat. Problem dan hambatan (obstacle)nya. Lantas, dilanjutkan dengan tindakan aksi. Bangun kekompakan team tiap OPD. Rapikan organisasi kerjanya dan lahirkan pemimpin inspiratif di tiap jenjang. Pemimpin inspiratif itu, jujur, amanah, cerdas dan informatif. Lalu, bergerak bersama. Bukan bergerak dan laju sendiri. Maka, dibutuhkan pembangunan kapasitas (capacity building) untuk kinerja teknis dan karakter mindset. Semoga (*)

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah
  • Gaya Hidup

Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah

Adm Red. April 14, 2026

REFLEKSI REDAKSI

Usia ke-62 menjadi momen reflektif bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah fondasi sederhana hingga menjadi daerah yang terus bertumbuh di kawasan timur Indonesia. Menariknya, pada peringatan tahun ini, publik disuguhkan sebuah kebetulan sejarah yang sarat makna: dua sosok gubernur, di awal dan di masa kini, sama-sama bernama ANWAR

Sejarah mencatat, gubernur definitif pertama Sulawesi Tengah adalah Anwar bergelar Datuk Madjo Basa Nan Kuning. Ia memimpin sejak 13 April 1964 hingga 13 April 1968, tepat setelah Sulawesi Tengah resmi berdiri sebagai provinsi otonom, terpisah dari provinsi induknya. Sosoknya bukan hanya pemimpin administratif, tetapi juga peletak dasar birokrasi pemerintahan di daerah yang saat itu masih merintis arah pembangunan.

Didatangkan dari Sumatera Barat, Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuning menerima tongkat estafet kepemimpinan dari F.J. Tumbelaka dalam sebuah masa transisi penting. Di tangannya, struktur pemerintahan mulai dibangun, sistem ditata, dan identitas daerah mulai dirumuskan. Ia adalah representasi dari fase “mendirikan rumah”—fase paling mendasar dalam perjalanan sebuah daerah.

Enam dekade berselang, nama Anwar kembali hadir di pucuk kepemimpinan. Adalah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025–2030. Lahir dan besar di tanah Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Wosu, Bungku Barat, Morowali, Anwar Hafid merepresentasikan generasi pemimpin lokal yang tumbuh dari dalam, memahami denyut nadi daerahnya sendiri.

Berbeda dengan Anwar pertama yang datang membawa pengalaman dari luar, Anwar masa kini adalah buah dari perjalanan panjang birokrasi lokal. Ia meniti karier sebagai aparatur sipil negara sebelum kemudian bertransformasi menjadi figur politik. Pengalamannya memberi warna tersendiri dalam memimpin—lebih dekat dengan realitas masyarakat, sekaligus memahami kompleksitas tata kelola pemerintahan modern.

Pertemuan dua nama yang sama di dua era berbeda ini seakan menjadi simbol kesinambungan. Dari membangun fondasi hingga memperkuat struktur, dari merintis hingga mengakselerasi. Jika Anwar pertama adalah titik awal, maka Anwar hari ini adalah bagian dari upaya membawa Sulawesi Tengah melompat lebih jauh.

Di usia ke-62, Sulawesi Tengah tidak lagi berada pada fase mencari bentuk. Tantangan yang dihadapi kini jauh lebih kompleks: pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi daerah, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di sinilah peran kepemimpinan menjadi krusial—bukan hanya melanjutkan, tetapi juga mentransformasikan.

Momentum ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan pengingat bahwa setiap era memiliki perannya masing-masing. Dari tangan Anwar Datuk Madjo Basa Nan Kuning hingga Anwar Hafid hari ini, Sulawesi Tengah terus menulis kisahnya—tentang keteguhan, perubahan, dan harapan.

Di antara dua nama yang sama, terselip pesan yang sederhana namun kuat: bahwa sejarah tidak pernah benar-benar berlalu. Ia hidup, berulang dalam bentuk yang berbeda, dan selalu memberi arah bagi masa depan.

Selamat ulang tahun ke-62, Sulawesi Tengah. Perjalanan masih panjang, dan cerita terbaik mungkin justru baru akan dimulai. (*)

Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah
  • Masyarakat

Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah

Adm Red. April 14, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menghadiri pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) yang digelar di Grand Ballroom Mellinea Hotel Best Western Palu, Selasa 14 April 2026.

Momentum ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa pembentukan FKPA merupakan bagian dari cita-cita besar yang telah dirancang bersama Wakil Gubernur, Reny Lamadjido, dan kini diwujudkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Cita-cita besar saya dengan Ibu Reny, ini adalah cita-cita kami dan alhamdulillah setelah menjabat sebagai gubernur hal ini terjadi lewat RPJMD. Forum komunikasi ini kita formalkan,” ujarnya.

Menurut Anwar, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan nilai yang dijaga secara konsisten, terutama nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Jika dalam sebuah negeri selalu menjaga dua unsur nilai yaitu nilai spiritual dan nilai kearifan lokal maka negeri tersebut akan bangkit dan semakin cepat maju,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu bangkit dan berkembang karena tetap menjaga akar budaya mereka.

Jepang, kata dia, berhasil pulih pasca tragedi Bom atom Hiroshima dan Nagasaki karena mempertahankan nilai spiritual dan budaya.

Begitu pula Thailand yang kini mengalami kemajuan pesat di sektor pertanian karena tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Jepang ketika hancur dibombardir dulu Hiroshima dan Nagasaki, kenapa bisa bangkit karena mereka selalu menjaga dua nilai tersebut. Ada juga Thailand, dulu Thailand itu jauh di bawah Indonesia industri pertaniannya, tapi sekarang bisa besar karena menjaga nilai-nilai kearifan lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar Hafid menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mengakomodasi adat istiadat dan budaya lokal melalui wadah resmi seperti FKPA.

Ia bahkan menyampaikan gagasannya agar forum serupa dapat dilembagakan lebih luas.

“Kearifan lokal ini kita lembagakan, kita formalitaskan dalam pemerintahan lokal kita. Kalau saya presiden saya buat ini, sayangnya saya hanya gubernur,” ucapnya.

“Maka karena itu lahirlah ide saya dengan Ibu Reny, kalau Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu ada dan sudah diformalkan maka forum komunikasi pemangku adat juga harus dibuat,” lanjutnya.

Pembentukan FKPA adalah langkah nyata Anwar Hafid dalam menjamin kehadiran negara dan pemerintah di setiap aktivitas adat dan budaya.

Ini semakin memperkuat komitmen Pemprov Sulawesi Tengah untuk terus melestarikan kearifan lokal.

“Tujuannya cuma satu, negara harus hadir, pemerintah harus hadir dalam mengakomodir adat istiadat serta budaya lokal,” imbuhnya.

Pembentukan FKPA, lanjutnya, bertujuan menghadirkan ruang silaturahmi dan diskusi bagi para pemangku adat di Sulawesi Tengah tanpa mencampuri kewenangan adat yang telah bersifat tetap.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa kehadiran FKPA merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Sulawesi Tengah sebagai “Negeri Tadulako” yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.

“FKPA ini adalah wadah supaya bisa berkumpul dan berdiskusi untuk kemajuan adat dan budaya Sulawesi Tengah. FKPA tidak bisa mengatur soal urusan adat, karena itu sudah permanen tidak bisa diubah lagi,” pungkasnya. (*)

PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu
  • Uncategorized

PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu

Adm Red. April 14, 2026

Palu, trustsulteng – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terdiri dari STAIN, IAIN dan UIN se-Kawasan Timur Indonesia (KTI) bersepakat dan menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Poros Intim) IV tahun 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemasiswaan PTKIN se-KTI, Dr Sitti Fauziah, di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengemukakan bahwa kehadiran PTKIN se-KTI untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Tentang Pelaksanaan Poros Intim di UIN Datokarama, menjadi simbol komitmen menyukseskan perhelatan akbar tersebut.

“Kehadiran kita semua di UIN Datokarama, sebagai bentuk komitmen kita untuk mengembangkan dan menyukseskan Poros Intim IV Tahun 2026,” ucap Fauziah.

Para Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN, IAIN dan UIN se-Indonesia Timur saat sedang berkumpul di UIN Datokarama, di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, untuk membahas tentang pelaksanaan Poros Intim IV Tahun 2026.

Hal ini seiring dengan UIN Datokarama dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggara kegiatan tersebut di Tahun 2026 ini.

Siti Fauziah yang merupakan Wakil Rektor III IAIN Kendari menyatakan bahwa, Poros Intim menjadi wadah penting dan strategis memperkokoh peran PTKIN dalam pembangunan manusia di wilayah Indonesia Timur.

Sekaligus sebagai bentuk eksistensi PTKIN di wilayah Indonesia Timur memberikan kontribusi nyata dalam membina dan menumbuhkembangkan bakat dan minat generasi muda Indonesia.

“Oleh karena itu, ajang ini bukan sekedar hanya sebatas silaturahmi. Melainkan, wadag untuk saling mendukung dan menguatkan antar sesama PTKIN. Semangat kebersamaan menjadi napas utama dalam menyongsong ajang dua tahunan yang menjadi barometer prestasi mahasiswa di wilayah Timur ini,” ungkapnya.

Poros Intim digagas di IAIN Kendari pada tahun 2017 saat para Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-KTI berkumpul di Kendari. Saat itu, para Wakil Rektor III sepakat untuk melaksanakan Poros Intim pada tahun 2018 dan UIN Alauddin Makassar menjadi tuan rumah pertama penyelenggaraan.

Setelah UIN Makassar menjadi Tuan Rumah, Poros Intim II dilaksanakan di IAIN Gorontalo pada tahun 2020. Selanjutnya, ajang dua tahunan ini, dilaksanakan di UIN Mataram pada Tahun 2024.

Dan saat ini, untuk tahun 2026 UIN Datokarama menjadi tuan rumah penyelenggara.

“Dari UIN Datokarama Palu kita ingin membuktikan bahwa PTKIN se-KTI selalu eksis dan berkompeten,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama Dr Faisal Attamimi mengapresiasi dukungan komitmen dan solidaritas para pimpinan PTKIN yang siap menyukseskan Poros Intim IV Tahun 2026.

“Dukungan dari PTKIN se-KTI, menambah penguatan kesiapan UIN Datokarama yang saat ini sangat siap melaksanakan Poros Intim IV Tahun 2026,” ujar Faisal Attamimi.

Sebagai tuan rumah, UIN Datokarama berkomitmen menjadikan ajang bergengsi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia Timur tersebut sebagai momentum penguatan sinergi dan prestasi mahasiswa.

“Kami ingin memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh delegasi. UIN Datokarama bukan hanya siap secara fasilitas, tapi juga siap menyambut tamu dengan keramahan khas Sulawesi Tengah,” ucapnya.(*)

sumber: humas uin datokarama

Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas
  • Pemerintah

Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas

Adm Red. April 14, 2026

Palu, trustsulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memfokuskan penanganan sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) yang masuk kategori prioritas pada 2024.

Program ini disampaikan dalam jumpa pers capaian kinerja 2025–2026 yang dipandu Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulteng, Akris Fatta, mengatakan total RTLH di daerah tersebut mencapai 133.139 unit atau sekitar 18,21 persen dari 731 ribu rumah yang ada.

“Dari jumlah itu, sebanyak 80.694 unit masuk desil 1 sampai 4, yang menjadi fokus utama penanganan pemerintah,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.

Ia merinci, RTLH terbanyak berada pada desil 1 sebanyak 32.552 unit, disusul desil 2 (19.340 unit), desil 3 (16.049 unit), dan desil 4 (12.753 unit).

Menurut Akris, penanganan dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan rumah baru dan rehabilitasi, tergantung tingkat kerusakan.

“Untuk rusak ringan sekitar Rp30 juta, rusak sedang Rp50 juta, dan pembangunan baru berkisar Rp80 juta hingga Rp100 juta per unit,” jelasnya.

Pemprov Sulteng juga telah melakukan uji coba pembangunan di sejumlah daerah, seperti Tojo Una-Una, Donggala, Tolitoli, dan Buol. Dalam tahap awal, pembangunan satu unit rumah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 13 hari.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan anggaran Rp80 juta belum sepenuhnya memenuhi standar rumah layak, terutama pada bagian plafon dan penyelesaian akhir bangunan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, menyatakan pemerintah masih menghitung ulang standar biaya melalui skema Standar Belanja Umum (SBU).

“Ini penting agar pembangunan rumah benar-benar tuntas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Saat ini, pemerintah juga masih melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan tingkat kerusakan rumah agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.

Program perbaikan RTLH ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan yang saat ini berada di kisaran 10,52 persen, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(*)

editor: arief

Proyek SPAM Desa Paku Bermasalah, Anggaran Rp2,2 Miliar Belum Berfungsi Optimal
  • Masyarakat

Proyek SPAM Desa Paku Bermasalah, Anggaran Rp2,2 Miliar Belum Berfungsi Optimal

Adm Red. April 14, 2026

Morowali, trustsulteng – Proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Paku, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menuai sorotan tajam. Meski telah menelan anggaran sebesar Rp2.239.749.059 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), fasilitas tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Rizkiy Airama Group ini dimulai pada 23 Juni 2025 dengan masa kerja 150 hari kalender, berdasarkan kontrak nomor 640/14.a/KONT/DPUPRD-CK/DAK/VI/2025. Namun, hingga pertengahan April 2026, hasil pembangunan dinilai jauh dari harapan.

Warga setempat mengeluhkan kualitas air yang dihasilkan. Alih-alih layak konsumsi, air dari sistem tersebut hanya dapat digunakan untuk kebutuhan mencuci.

“Airnya tidak bisa diminum, hanya dipakai untuk cuci-cuci saja,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kekecewaan warga semakin memuncak mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut. Mereka mempertanyakan kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek.

“Kalau nilainya kecil mungkin masih bisa dimaklumi. Ini anggarannya miliaran rupiah, tapi belum bisa dimanfaatkan,” tambah warga lainnya.

Kepala Desa Paku, Huri, turut membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (14/4/2026). Ia mengakui bahwa SPAM belum dapat digunakan sebagai sumber air minum.

“Iye Pak, tidak bisa dikonsumsi. Cuma untuk dipakai cuci-cuci saja. Dan pemasangan pipanya serta meterannya sangat tidak baik,” tulisnya dalam pesan singkat.

Selain kualitas air, persoalan teknis seperti pemasangan pipa dan meteran juga menjadi sorotan. Warga menilai instalasi yang dilakukan terkesan asal-asalan dan berpotensi menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Cipta Karya (DPUPR-CK) Kabupaten Morowali terkait penyebab belum berfungsinya SPAM tersebut.

Pengamat infrastruktur daerah menilai, kasus ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan aparat pengawas. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi ini juga berdampak langsung terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.

“Harus ada audit teknis menyeluruh, apakah masalahnya pada perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasan. Jika ditemukan pelanggaran, perlu ada penegakan hukum,” ujarnya.

Masyarakat Desa Paku kini berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran besar tersebut dapat segera difungsikan secara optimal.

Jika tidak, proyek SPAM yang semestinya menjadi solusi kebutuhan air bersih justru berisiko menjadi proyek mangkrak yang membebani keuangan negara tanpa memberikan manfaat nyata bagi warga. (*)

editor: yusrin eLbanna

Selamat Datang Kajati Sulteng Baru di Tanah Tadulako
  • Pemerintah

Selamat Datang Kajati Sulteng Baru di Tanah Tadulako

Adm Red. April 14, 2026

Palu, trustsulteng – Abdul Rahman Thaha (ART) menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang baru, Zullikar Tanjung, SH. MH. yang kini mengemban amanah menggantikan N. Rahmat, SH. MH. yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Menurut ART, kehadiran Kajati yang baru tentu membawa harapan besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan, terutama sejumlah kasus yang hingga kini belum terselesaikan.

“Harapan kami, Kajati yang baru dapat segera menuntaskan berbagai kasus yang masih tertunda, sehingga masyarakat yang mencari keadilan tidak harus menunggu terlalu lama,” ujar ART.

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat, profesional, dan transparan dalam penanganan perkara, guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

Di sisi lain, ART turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pejabat lama, bapak Nuzul Rahmat SH. MH, atas amanah barunya di Kejaksaan Agung. Ia berharap pengalaman yang telah dijalankan selama bertugas di Sulawesi Tengah dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di tingkat nasional.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga sukses dalam mengemban amanah dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi penegakan hukum di Indonesia,” tutupnya. (*)

Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Zullikar Tanjung Pimpin Kejati Sulteng
  • Pemerintah

Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Zullikar Tanjung Pimpin Kejati Sulteng

Adm Red. April 13, 2026

Jakarta, trustsulteng – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, melakukan penyegaran organisasi besar-besaran di tubuh Kejaksaan Agung RI. Melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026 yang ditetapkan pada Senin 13 April 2026, sebanyak 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia resmi berganti kepemimpinan.

Langkah strategis ini mencakup rotasi pejabat eselon II dan III sebagai bagian dari tour of duty untuk mengoptimalkan kinerja institusi dalam penegakan hukum di tingkat wilayah.

​Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan adanya perombakan struktural tersebut.

​”Benar, mutasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi dan akselerasi kinerja Kejaksaan di berbagai daerah,” ungkap Anang dalam keterangannya kepada media di Jakarta.

Khusus di wilayah Sulawesi Tengah, pucuk pimpinan Korps Adhyaksa resmi mengalami pergantian. Jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng kini diamanahkan kepada Zullikar Tanjung, S.H., M.H. Ia resmi menggantikan Nuzul Rahmat, S.H., M.H., yang selama ini telah memimpin penegakan hukum di Negeri Seribu Megalit.

​Pergantian ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program kerja Kejaksaan, khususnya dalam pengawalan anggaran daerah dan pengawasan proyek strategis di wilayah Sulawesi Tengah agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

​Daftar Lengkap 14 Kajati Baru
​Berdasarkan salinan keputusan resmi, berikut adalah daftar lengkap 14 pejabat yang menempati posisi baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi:

​Jawa Timur: Dr. Abd Qohar AF, S.H., M.H.
​Sulawesi Tenggara: Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H.
​Sulawesi Selatan: Dr. Sila Haholongan Pulungan, S.H., M.H.
​Kepulauan Bangka Belitung: Riono Budisantoso, S.H., M.A.
​Jawa Barat: Dr. Sutikno, S.H., M.H.
​Riau: I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H.
​Sumatera Utara: Muhibuddin, S.H., M.H.
​Sumatera Barat: Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H.
​Sulawesi Tengah: Zullikar Tanjung, S.H., M.H. (Menggantikan Nuzul Rahmat, S.H., M.H.)
​Jawa Tengah: Teguh Subroto, S.H., M.H.
​Sulawesi Barat: Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H.
​Gorontalo: Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare, S.H., M.H.
​Bali: Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum.
​Bengkulu: Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H.
​Mutasi ini dipandang sebagai momentum penguatan integritas para jaksa di daerah. Jaksa Agung menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan pemetaan terhadap kendala hukum di wilayah masing-masing dan memastikan pelayanan publik serta keadilan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

​Proses pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta.(*)

Sumber: Dikutip dan dikembangkan dari laporan Kompas.com (13/4/2026) dan rilis resmi Puspenkum Kejagung RI

HUT Sulteng ke-62, Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bangun Sulawesi Tengah
  • Uncategorized

HUT Sulteng ke-62, Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bangun Sulawesi Tengah

Adm Red. April 13, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pesan penuh emosi dan semangat persatuan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin 13 April 2026.
‎
‎Dalam pidatonya, Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun daerah, dengan satu tujuan besar: membahagiakan “ibu” Sulawesi Tengah.
‎
‎“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai putera asli Sulawesi Tengah, mengajak kita semua bergandengan tangan bersatu untuk membahagiakan ibu kita Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid di hadapan peserta upacara.

‎Ia menekankan bahwa kebahagiaan daerah tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan masyarakatnya, terutama mereka yang masih hidup dalam keterbatasan.
‎
‎Menurutnya, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni, sehingga masuk dalam kategori miskin ekstrim.
‎
‎“Masih ada sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Masih banyak anak-anak yang belum merasakan fasilitas pendidikan yang layak,” ungkapnya.
‎
‎Melalui momentum HUT ke-62 ini, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kebersamaan demi masa depan daerah yang lebih baik.
‎
‎Ia menegaskan upaya dalam menyejahterakan masyarakat adalah hal yang mutlak harus dilakukan.
‎
‎“Mari kita bergandengan tangan, mari kita melepaskan kepentingan sendiri. Ibu kita ingin agar anak-anaknya tidak tercerai-berai,” tegasnya.
‎
‎Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut juga mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah adalah satu keluarga besar yang lahir dari geografis yang sama.
‎Karena itu, rasa persaudaraan harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
‎
‎“Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” katanya.
‎
‎Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, membangun, dan memajukan daerah sebagai “rumah bersama” yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
‎
‎“Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ucapnya.
‎
‎Dalam bagian paling menyentuh dari pidatonya, Anwar Hafid menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.
‎
‎“Ibu kita Sulawesi Tengah berpesan kepada kita: tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” tuturnya dengan nada haru.
‎
‎Menutup sambutannya, ia kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam semangat gotong royong demi menyelamatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
‎
‎“Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” pungkasnya. (*)

editor; arief

Gubernur Anwar Hafid Tancap Gas Realisasikan Program 9 BERANI di Donggala
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Tancap Gas Realisasikan Program 9 BERANI di Donggala

Adm Red. April 13, 2026

Donggala, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, sebagai bagian dari implementasi Program BERANI Lancar.
‎
‎Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendorong konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial warga.
‎
‎Instruksi percepatan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri peresmian Program BERANI Bedah Rumah di Desa Dalaka, Minggu (12/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, untuk segera menindaklanjuti perbaikan jalan desa.
‎
‎“Saya tadi melewati jalan desa menuju ke sini, kondisinya sangat memprihatinkan. Mumpung saya berada di lokasi, saya minta Pak Kadis Bina Marga segera mengurus perbaikannya agar lebih layak,” ujar Anwar Hafid di hadapan masyarakat.
‎
‎Selain fokus pada infrastruktur jalan, Anwar Hafid juga menginstruksikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arfan, untuk memperluas akses listrik bagi warga melalui penyediaan lampu jalan serta pemasangan meteran listrik bagi rumah yang belum teraliri listrik.
‎
‎Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan Program BERANI Menyala, yang menargetkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa.
‎
‎“Lampu jalan juga harus dipasang, termasuk rumah-rumah yang belum memiliki meteran listrik. Saya percayakan ini kepada Kadis ESDM untuk segera direalisasikan,” tegasnya.
‎
‎Di sektor kesehatan, Anwar Hafid turut memperluas manfaat Program BERANI Sehat dengan memberikan bantuan satu unit ambulans untuk Desa Dalaka. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
‎
‎“Ambulans sudah ada atau belum? hari ini saya berikan satu unit untuk Desa Dalaka,” ungkapnya yang disambut gemuruh tepuk tangan warga.
‎
‎Berbagai langkah tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
‎
‎Anwar Hafid menegaskan, penguatan Program 9 BERANI akan terus dipercepat guna mewujudkan visi Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.
‎
‎“Saya akan terus mempercepat program ini agar harapan masyarakat untuk Sulawesi Tengah yang lebih maju bisa segera terwujud,” pungkasnya. (*)

Posts pagination

1 2 3 4 … 264 Next

Recent Posts

  • Katalisator Percepatan Pembangunan Collaboration for Big (Nambaso) Sulteng
  • Dua ANWAR di Usia 62: Jejak Awal dan Arah Masa Depan Sulawesi Tengah
  • Anwar Hafid Resmikan FKPA, Tegaskan Komitmen Jaga Kearifan Lokal Sulawesi Tengah
  • PTKIN se-KTI Sepakat Sukseskan Poros Intim IV di UIN Datokarama Palu
  • Pemprov Sulteng Fokus Tangani 80 Ribu RTLH Prioritas
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.