Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Gubernur Anwar Hafid
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
Breaking News
1 IMG-20260418-WA0001 Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng 2 Ashar Yahya, SE Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas 3 senyum sumringah: Kanda dan ayunda; Mulhanan Tombolotutu didampingi istri, Tasyrif Siara, Ahmad Ali bersama istri Nilam Sari Lawira, M. Nur Sangadji dan Rostiati Daeng Rahmatu. 



Foto: IST DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA 4 IMG-20260416-WA0010 Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2 5 Pertemuan Kadin sulteng dengan Kadin Indonesia pada 16 April 2026.

foto: IST Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng
  • Organisasi

Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng

Adm Red. April 18, 2026
Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas
  • Uncategorized

Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas

Adm Red. April 18, 2026
DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA
  • Organisasi

DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA

Adm Red. April 16, 2026
Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Organisasi

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

Adm Red. April 16, 2026
Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

Adm Red. April 16, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng

    Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng

    April 18, 2026
  • Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas

    Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas

    April 18, 2026
  • DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA

    DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA

    April 16, 2026
  • Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

    Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

    April 16, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
  • Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    July 28, 2021
Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng
  • Organisasi

Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng

April 18, 2026
Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas
  • Uncategorized

Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas

April 18, 2026
Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng
  • Organisasi

Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng

Adm Red. April 18, 2026

Palu, trustsulteng – Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah resmi ditunda dari jadwal semula akhir April 2026 menjadi akhir Mei 2026. Penundaan ini disebut bukan atas keinginan pengurus daerah, melainkan hasil evaluasi bersama dengan Kadin pusat terkait persoalan administratif yang berpotensi memicu sengketa organisasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan penundaan muncul setelah konsultasi antara pengurus Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tengah bersama Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) ke Kadin Indonesia di Jakarta. Persetujuan resmi penundaan diberikan pada 16 April 2026.

Sumber internal SC Muprov mengungkapkan bahwa persoalan utama terletak pada belum tuntasnya verifikasi keanggotaan peserta dari Kadin kabupaten/kota. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi karena dapat menjadi dasar gugatan terhadap legitimasi forum Muprov.

“Permintaan SC agar Kadin kabupaten/kota segera mengirimkan mandat peserta belum sepenuhnya direspons. Saat diminta laporan oleh Kadin Indonesia, jumlah peserta yang terverifikasi belum mencapai syarat minimal 50 persen plus satu,” ujar sumber, pada Sabtu 18 April 2026.

Selain masalah administratif, terdapat dinamika lain di balik lambatnya pengiriman mandat. Sejumlah pihak diduga menahan data karena khawatir daftar nama peserta akan diketahui oleh kandidat calon ketua. Hal ini berpotensi memicu praktik klaim dukungan atau bahkan “perebutan” peserta sebelum Muprov berlangsung.

Untuk menghindari konflik tersebut, Kadin Indonesia mengambil langkah preventif dengan menunda pelaksanaan hingga seluruh peserta dapat diverifikasi secara sah melalui Kartu Tanda Anggota (KTA).

Secara organisatoris, Kadin Sulteng telah menyampaikan surat resmi penundaan kepada seluruh Kadin kabupaten/kota. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Kadin Sulteng, HM. Nur Dg Rahmatu.

Dalam surat itu ditegaskan bahwa masa penundaan harus dimanfaatkan untuk melengkapi seluruh persyaratan kepesertaan sesuai Peraturan Organisasi Nomor SKEP/212/DD/XI/2024 Pasal 8. Salah satu poin utama adalah kewajiban memenuhi minimal 50 peserta yang dibuktikan dengan kepemilikan KTA-B, minimal skala usaha kecil, serta didistribusikan secara proporsional dari Kadin kabupaten/kota yang telah melaksanakan MUKAB VIII.

Penundaan ini sekaligus menjadi indikator bahwa proses konsolidasi internal Kadin di daerah belum sepenuhnya solid. Di sisi lain, langkah Kadin Indonesia dinilai sebagai upaya menjaga legitimasi dan menghindari potensi konflik hukum pasca-Muprov.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari para bakal calon ketua terkait dinamika ini. Namun, situasi tersebut diperkirakan akan mempengaruhi peta dukungan menjelang pelaksanaan Muprov yang dijadwalkan ulang pada akhir Mei 2026. (*)

editor: yusrin eLbanna

Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas
  • Uncategorized

Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas

Adm Red. April 18, 2026

Palu, trustsulteng – Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) menyatakan dukungan penuh kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Tengah (Sulteng). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua HPA, Ashar Yahya, di Palu, Kamis 16 April 2026.

Dalam keterangannya, Ashar Yahya menegaskan bahwa peran Polri, khususnya Polda Sulteng, sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Ia menyebut, stabilitas keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung aktivitas sosial, keagamaan, dan pembangunan di daerah.

Kami dari Himpunan Pemuda Alkhairaat mendukung penuh Polri dalam menjaga Harkamtibmas di Sulteng agar tetap aman dan kondusif,” ujar Ashar Yahya.

Selain menyampaikan dukungan, Ashar Yahya juga mengucapkan terima kasih kepada Polda Sulteng atas pengamanan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan Haul Guru Tua tahun 2026. Menurutnya, kegiatan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tertib berkat kesiapan aparat keamanan dalam mengawal jalannya acara.

“Terima kasih kepada Polda Sulteng yang telah mengamankan jalannya acara Haul Guru Tua sehingga berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat,” katanya.

Haul Guru Tua merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai daerah. Oleh karena itu, pengamanan yang maksimal menjadi hal yang krusial untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Ashar Yahya juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan Paskah Nasional yang akan digelar di Markas Komando (Mako) Brimob Kabupaten Sigi pada 24 hingga 26 April 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Sulteng.

“HPA mendukung penuh pelaksanaan Paskah Nasional di Mako Brimob Sigi. Ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan lintas agama di Sulteng,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sulawesi Tengah dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang tinggi. Oleh karena itu, menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ashar Yahya juga mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, harmoni sosial merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan beragama demi terciptanya harkamtibmas yang aman dan damai di Sulteng,” ajaknya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan harus terus diperkuat. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar dinilai mampu membantu tugas-tugas kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Selain itu, Ashar Yahya juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan toleransi di tengah perbedaan. Ia berharap seluruh kegiatan keagamaan yang akan berlangsung ke depan dapat berjalan lancar tanpa gangguan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan seperti HPA, diharapkan stabilitas keamanan di Sulteng dapat terus terjaga. Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Ke depan, HPA menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah. (*)

editor: arief

DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA
  • Organisasi

DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA

Adm Red. April 16, 2026

Di sebuah ruangan sederhana dengan dinding putih dan kursi-kursi yang tersusun apa adanya, sekelompok wajah tersenyum lebar. Mereka bukan sekadar berkumpul untuk berfoto. Di balik balutan seragam hijau hitam yang identik, tersimpan sejarah panjang kaderisasi, jaringan intelektual, dan perjalanan pengabdian yang telah melampaui batas organisasi. Mereka adalah wajah-wajah dari sebuah ekosistem kader yang tumbuh, matang, lalu menembus ruang-ruang strategis dalam pengelolaan negeri.

Mereka berasal dari rahim yang sama: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan kini berhimpun dalam Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Tengah. Namun yang membuat pertemuan ini terasa istimewa bukan sekadar nostalgia, melainkan rekam jejak kolektif yang telah menorehkan pengaruh nyata dalam berbagai sektor—politik, akademik, hingga kebijakan nasional.

Di antara mereka, berdiri sosok yang paling senior, Mulhanan Tombolotutu. Jejak pengabdiannya panjang dan berlapis. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu selama dua periode, serta memimpin DPRD Kota Palu. Kini, ia mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Tengah sekaligus Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), sebuah posisi strategis yang mengelola tata kelola royalti musik di Indonesia. Perjalanan kariernya mencerminkan transformasi kader—dari aktivis kampus menjadi pengelola kepentingan publik di tingkat nasional.

Di sisi lain, Ahmad Ali hadir sebagai representasi kader yang menembus panggung politik nasional dengan dinamika yang tidak sederhana. Mantan anggota DPR RI dua periode ini pernah menduduki posisi penting sebagai Wakil Ketua DPP NasDem, sebelum kini dipercaya sebagai Ketua Harian DPP PSI. Pergerakan politiknya mencerminkan fleksibilitas sekaligus daya tawar kader HMI dalam lanskap politik Indonesia yang terus berubah.

Tak hanya itu, kekuatan politik juga terlihat dari sosok Nilam Sari Lawira. Pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Tengah, ia kini melanjutkan kiprahnya sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem sekaligus Ketua DPW NasDem Sulawesi Tengah. Kehadirannya menegaskan bahwa peran perempuan dalam lingkaran kaderisasi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan aktor utama dalam pengambilan keputusan strategis.

Namun, kekuatan jejaring ini tidak hanya berakar di dunia politik. Dari foto tersebut, tampak pula tiga sosok yang mengabdikan diri di dunia akademik—sebuah pilar penting dalam membangun peradaban. Tasrif Siara dikenal bukan hanya sebagai dosen, tetapi juga sebagai penyiar radio yang pernah menjadi ikon di masanya. Suaranya pernah mengisi ruang-ruang publik, menyebarkan gagasan dan membentuk opini, jauh sebelum era digital mendominasi.

Sementara itu, pasangan suami istri Nur Sangadji dan Rostiati Daeng Rahmatu baru saja dikukuhkan sebagai guru besar di Universitas Tadulako. Pencapaian ini bukan hanya prestasi personal, tetapi juga simbol keberhasilan kaderisasi yang melahirkan intelektual dengan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di daerah.

Pertemuan ini, dengan segala kesederhanaannya, sebenarnya adalah potret kecil dari sebuah jaringan besar yang bekerja dalam diam namun berdampak luas. KAHMI Sulawesi Tengah bukan sekadar wadah alumni, melainkan ruang konsolidasi gagasan, pengalaman, dan pengaruh. Dari ruang kelas hingga ruang parlemen, dari siaran radio hingga kebijakan nasional, jejak mereka membentuk mozaik kontribusi yang saling terhubung.

Yang menarik, kekuatan utama mereka bukan hanya pada posisi yang pernah atau sedang diemban, tetapi pada fondasi nilai yang sama: tradisi intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian. Nilai-nilai inilah yang tampaknya menjadi benang merah yang menjaga kohesi di tengah perbedaan jalur karier dan afiliasi politik.

Dalam konteks pembangunan daerah seperti Sulawesi Tengah, keberadaan figur-figur ini menjadi aset sosial yang sangat berharga. Mereka bukan hanya individu dengan prestasi, tetapi juga simpul jaringan yang mampu menghubungkan kepentingan lokal dengan kebijakan nasional.

Foto ini mungkin tampak biasa. Namun jika ditarik lebih dalam, ia adalah representasi dari perjalanan panjang kaderisasi—tentang bagaimana ide, nilai, dan jaringan mampu melampaui waktu, lalu menjelma menjadi kekuatan nyata dalam mengatur negeri.

Dan dari ruangan sederhana itu, satu hal menjadi jelas: sejarah tidak selalu ditulis di ruang megah. Kadang, ia lahir dari kebersamaan yang sederhana—namun diisi oleh orang-orang yang luar biasa. (*)

eeditor: yusrin eLbanna

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Organisasi

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Di tengah suasana haru dan bangga yang menyelimuti hari wisuda, Kamis, 16 April 2026, sosok Zakia Sukma Ranti Rabbie berdiri tegak sebagai representasi ketekunan, dedikasi, dan harapan masa depan. Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Biologi, Universitas Tadulako ini resmi menyandang gelar sarjana setelah menuntaskan perjalanan akademiknya yang tidak singkat.

Ranti—begitu ia akrab disapa—memulai perjalanannya sebagai mahasiswa pada tahun 2021. Dalam kurun waktu tersebut, ia tidak hanya menapaki jalur akademik secara formal, tetapi juga mengasah ketekunan ilmiah melalui penelitian yang mendalam. Skripsinya yang berjudul “Karakterisasi Protease Asal Actinomycetes Isolat JO2 Endofit Akar Bawang (Allium ascalonicum L.) Kultivar Palu Sulawesi Tengah” menjadi bukti keseriusannya dalam bidang mikrobiologi dan bioteknologi.

Penelitian tersebut tidak sekadar memenuhi syarat kelulusan. Di balik judul yang kompleks, terdapat eksplorasi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan potensi mikroorganisme lokal Sulawesi Tengah. Ranti meneliti enzim protease dari bakteri actinomycetes yang hidup sebagai endofit pada akar bawang lokal—sebuah pendekatan yang membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati daerah untuk aplikasi industri dan kesehatan.

“Prosesnya tidak mudah, tapi saya percaya setiap tahapan itu penting,” ungkap Ranti dalam perbincangan singkat usai prosesi wisuda. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada aspek teknis penelitian, tetapi juga menjaga konsistensi dan semangat di tengah berbagai keterbatasan.

Momentum wisuda ini menjadi semakin istimewa karena kehadiran kedua orang tuanya, M. Rais Rabie dan Srianty, serta keluarga besar yang datang langsung dari Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Sehari sebelum acara, keluarga telah tiba di Kota Palu dan menginap bersama, menjadikan momen ini sebagai perayaan penuh makna atas capaian Ranti.

Sebagai anak kedua dalam keluarga, Ranti menyadari bahwa pencapaiannya bukanlah hasil kerja individu semata. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam setiap langkahnya. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang doa dan perjuangan orang tua saya,” ujarnya.

Namun, wisuda bukanlah garis akhir bagi Ranti. Justru sebaliknya, ini adalah gerbang menuju fase berikutnya. Dengan tekad yang kuat, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), tetap di bidang yang selaras dengan minat penelitiannya.

Ke depan, Ranti berharap dapat terus mengembangkan riset berbasis potensi lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi, kehadiran peneliti muda seperti dirinya menjadi penting, terutama dalam mengangkat kekayaan hayati daerah ke tingkat yang lebih luas.

Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie adalah potret dari generasi muda yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga makna di balik ilmu. Dari akar bawang di tanah Sulawesi Tengah, ia menapaki langkah menuju panggung akademik yang lebih tinggi—membawa harapan, ilmu, dan semangat yang tak lekang oleh waktu. (*)

editor: yusrin eLbanna

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Wakil Ketua Kadin Sulteng, Farid Djavar Nasar angkat suara terkait penundaan Muprov VIII Kadin Sulteng. Yang semula dijadwalkan pada 23 – 24 April 2026.

Farid yang juga Sekretaris Stering Commite (SC) menyebutkan bahwa penundaan Muprov berdasarkan surat Kadin Indonesia Nomor 1468/WKU/IV/2026 tertanggal 16 April 2026, tentang persetujuan penundaan pelaksanaan Muprov VIII Kadin Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, pelaksanaan Muprov telah mendapat persetujuan melalui surat Kadin Nomor 1294/WKU/III/2026 tertanggal 17 Maret 2026.

Menurut Farid Dj. Nasar, keputusan penundaan diambil, setelah rapat bersama antara Ketua Kadin Sulteng dengan pengurus bidang organisasi dan bidang keanggotaan Kadin Indonesia, yang digelar pada 16 April 2026 di Jakarta.

Pengurus Kadin Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut, adalah Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Taufan Eko Nugroho, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum/Sarana dan Prasarana, Azis Samsuddin, Komisi Tetap Organisasi, Widi, Komisi tetap Keanggotaan, Hamzah, dan Nasir dari Bidang Organisasi.

“Dalam rapat tersebut disepakati, penundaan dilakukan untuk melakukan penelaahan menyeluruh terhadap kondisi faktual keanggotaan, serta kesiapan penyelenggaraan di tingkat provinsi,” jelas Farid.

Berdasarkan hasil evaluasi, sebutnya, jumlah anggota yang memiliki hak suara dinilai belum memenuhi ketentuan minimal, yakni 50 perusahaan dengan kualifikasi tertentu, sebagaimana diatur dalam peraturan organisasi Kadin Indonesia.

“Karena itu, Kadin Indonesia memberikan waktu penundaan hingga paling lambat 30 Mei 2026, agar Kadin Sulteng dapat melengkapi verifikasi administrasi dan keanggotaan serta menyesuaikan seluruh proses sesuai AD/ART dan peraturan organisasi yang berlaku,” jelasnya.

Kadin Indonesia juga menegaskan, selama masa penundaan, proses pembenahan harus dilakukan secara optimal dengan monitoring dari bidang organisasi dan keanggotaan.

Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Kadin Sulawesi Tengah, Zulfakar Nasir, juga membenarkan adanya penundaan tersebut. Ia menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti keputusan itu dengan menyurati seluruh Kadin kabupaten/kota.

“Melalui surat Nomor 023/KDN-ST/IV/2026 tertanggal 16 April 2026, kami telah menyampaikan pemberitahuan penundaan kepada Kadin kabupaten/kota,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Zulfakar, Kadin Sulteng juga menetapkan jadwal baru pelaksanaan Muprov VIII, yakni pada 22-24 Mei 2026.

Pemberitahuan penjadwalan ulang tersebut, juga ditembuskan kepada Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC), guna ditindaklanjuti sesuai dengan tugas masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong meminta biaya pengambilan berkas bakal calon seharusnya dikembalikan kepada peserta. Ia beralasan hingga kini tahapan belum berjalan secara nyata dan belum ada satu pun calon yang ditetapkan.

“Penundaan jadwal yang terus berulang menunjukkan ketidakpastian yang semakin besar. Bahkan tidak ada jaminan bahwa waktu yang ditetapkan nantinya benar-benar dapat melaksanakan musyawarah sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persyaratan KTA-B bagi usaha kecil yang dinilai berpotensi memperkecil peluang terpenuhinya kuorum. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan proses Muprov belum berada pada tahap yang layak untuk dilanjutkan.

“Oleh karena itu, pengembalian biaya pengambilan berkas bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk keadilan dan tanggung jawab kepada bakal calon,” tegasnya. (*)

editor: yusrin eLbanna

 

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat
  • Organisasi

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Muncul Sorotan Soal Pengembalian Biaya dan Keabsahan Surat

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Muprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah resmi ditunda. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat panitia yang diterbitkan Steering Committee (SC) Muprov pada Kamis 16 April 2026, pukul 20.00 WITA.

Berdasarkan surat bernomor 023/KDN-ST/IV/2026 tertanggal 16 April 2026 perihal Penundaan Pelaksanaan Muprov VIII, kegiatan tersebut dijadwalkan ulang pada 22–24 Mei 2026. Dalam surat yang ditandatangani Ketua SC Zulfakar Nasir dan Sekretaris SC Farid Djavar Nasar itu, para bakal calon diminta melengkapi seluruh persyaratan kepesertaan.

Penundaan ini langsung menuai beragam tanggapan dari anggota Kadin di daerah. Salah satu kritik datang dari Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, yang menilai kondisi saat ini belum layak untuk melanjutkan tahapan Muprov.

Menurut Faradiba, biaya pengambilan berkas bakal calon seharusnya dikembalikan kepada peserta. Ia beralasan hingga kini tahapan belum berjalan secara nyata dan belum ada satu pun calon yang ditetapkan.

“Penundaan jadwal yang terus berulang menunjukkan ketidakpastian yang semakin besar. Bahkan tidak ada jaminan bahwa waktu yang ditetapkan nantinya benar-benar dapat melaksanakan musyawarah sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persyaratan KTA-B bagi usaha kecil yang dinilai berpotensi memperkecil peluang terpenuhinya kuorum. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan proses Muprov belum berada pada tahap yang layak untuk dilanjutkan.

“Oleh karena itu, pengembalian biaya pengambilan berkas bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk keadilan dan tanggung jawab kepada bakal calon,” tegasnya.

Selain itu, Faradiba turut mempertanyakan keabsahan surat penundaan yang dikirimkan kepada bakal calon. Ia menilai dokumen yang beredar dalam bentuk PDF belum memenuhi unsur administrasi resmi karena tidak disertai stempel lembaga.

“Secara administratif belum memenuhi unsur pengesahan, sehingga patut dipertanyakan status keabsahan dan kekuatan berlakunya sebagai keputusan organisasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi resmi, Kadin seharusnya menjunjung tinggi standar tata kelola dan administrasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari panitia Muprov terkait tanggapan atas berbagai kritik tersebut. (*)

editor: yusrin eLbanna

Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok
  • Pemerintah

Barantin Ingatkan Sulteng Waspadai Hambatan Ekspor Durian ke Tiongkok

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Balai Karantina Indonesia (Barantin) mengingatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mewaspadai potensi gangguan dari pihak-pihak yang dapat menghambat kelancaran ekspor durian ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menegaskan bahwa pengawasan ketat sangat diperlukan dalam setiap tahapan proses ekspor, mengingat besarnya potensi ekonomi dari komoditas durian asal Sulteng.

“Kami mengingatkan agar dilakukan pengawasan serius, karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang mencoba menghambat kelancaran ekspor,” ujar Sahat dalam kegiatan ekspor raya durian di Palu, Kamis 16 April 2026.

Ia juga meminta Gubernur Sulawesi Tengah beserta jajaran pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam mengawal proses distribusi hingga pengiriman produk ke luar negeri.

Menurut Sahat, durian kini menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, keberlanjutannya harus dijaga melalui pengelolaan yang baik dan sistematis.

Sebagai langkah konkret, Barantin berencana membentuk satuan tugas (satgas) guna memastikan seluruh proses ekspor berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan kapasitas petani melalui pembinaan praktik budidaya durian yang baik, serta mempercepat proses sertifikasi kebun untuk memenuhi persyaratan ekspor.

Dalam kegiatan tersebut, Barantin mencatat nilai ekspor durian Sulteng ke Tiongkok mencapai Rp42,5 miliar dengan volume 459 ton, atau setara 17 kontainer.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga April 2026, ekspor durian beku asal Sulteng telah mencapai 151 kontainer dengan total nilai Rp377,5 miliar.

Barantin menilai, pasar durian di Tiongkok yang bernilai hingga 8 miliar dolar AS per tahun merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia, khususnya Sulteng.

Dengan potensi tersebut, Indonesia ditargetkan mampu menguasai 5 hingga 10 persen pangsa pasar, dengan estimasi nilai devisa mencapai Rp6,4 hingga Rp12,8 triliun per tahun. (*)

editor; yusrin eLbanna

Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Ambisi “Raja Durian Dunia” Perlu Diuji Konsistensi dan Tata Kelola

Adm Red. April 16, 2026

Palu, trustsulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan optimisme tinggi menjadikan durian sebagai komoditas unggulan berkelas global. Klaim keberhasilan ekspor hingga ratusan miliar rupiah dalam beberapa bulan terakhir menjadi fondasi narasi besar: “Sulteng Nambaso menuju raja durian dunia.” Namun di balik euforia tersebut, sejumlah catatan penting terkait tata kelola, keberlanjutan, hingga pemerataan manfaat ekonomi masih perlu diuji secara lebih mendalam.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara terbuka mengapresiasi peran Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Sulteng, Hengky Idrus, yang dinilai berhasil mendorong durian lokal menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah daerah menegaskan bahwa durian akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi, sekaligus alternatif terhadap aktivitas pertambangan emas ilegal yang selama ini merusak lingkungan.

Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan capaian signifikan. Hingga 12 April 2026, ekspor durian dari Sulawesi Tengah disebut mencapai 4 ribu ton dengan nilai Rp377,5 miliar atau setara 151 kontainer. Sementara ekspor lanjutan per 16 April 2026 mencapai 459 ton dengan nilai Rp42,5 miliar. Angka ini mengindikasikan lonjakan permintaan yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Namun, sejumlah pertanyaan muncul terkait keberlanjutan capaian tersebut.

Ketergantungan Pasar Tunggal

Hampir seluruh ekspor saat ini ditujukan ke pasar Tiongkok. Ketergantungan pada satu negara tujuan berpotensi menjadi risiko jangka panjang. Fluktuasi kebijakan impor, standar karantina, atau dinamika geopolitik dapat langsung memukul stabilitas harga dan volume ekspor durian Sulteng.

Diversifikasi pasar ekspor belum terlihat menjadi prioritas strategis, padahal negara-negara seperti Malaysia dan Thailand telah lebih dulu menguasai pasar global dengan jaringan distribusi yang lebih luas.

Kabupaten Parigi Moutong disebut sebagai kontributor utama produksi durian. Namun belum ada data terbuka mengenai standar kualitas, sistem grading, hingga kesiapan petani dalam memenuhi permintaan ekspor secara konsisten.

Tanpa sistem rantai pasok yang kuat—mulai dari budidaya, panen, penyimpanan hingga distribusi—lonjakan ekspor berisiko hanya bersifat sementara. Apalagi, komoditas durian dikenal sangat sensitif terhadap penanganan pascapanen.

Potensi Konflik Lahan dan Alih Fungsi

Dorongan menjadikan durian sebagai komoditas unggulan juga berpotensi memicu alih fungsi lahan secara besar-besaran. Jika tidak diatur ketat, ekspansi perkebunan durian bisa mengancam keberadaan hutan lindung maupun lahan pangan.

Pernyataan pemerintah yang menyebut durian sebagai “antitesa tambang emas ilegal” memang menarik, namun perlu dibarengi kebijakan konkret yang memastikan praktik perkebunan tidak mengulang pola eksploitasi sumber daya yang sama merusaknya.

Ketimpangan Antarwilayah

Sejumlah daerah seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Buol, Tolitoli, dan Tojo Una-Una disebut belum mendapatkan program tematik “BERANI” secara optimal. Padahal wilayah tersebut memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan.

Jika pengembangan durian hanya terpusat di beberapa kabupaten, maka dampak ekonomi tidak akan merata. Hal ini berisiko memperlebar kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Tengah.

Keterlibatan asosiasi dan pelaku usaha menjadi kunci dalam ekspor durian. Namun hingga kini belum ada transparansi terkait struktur kemitraan antara petani, eksportir, dan pemerintah.

Siapa yang paling diuntungkan dari lonjakan ekspor ini? Apakah petani mendapatkan harga yang adil? Ataukah nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh pelaku usaha di hilir?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk memastikan bahwa narasi “raja durian dunia” tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.

Langkah Awal yang Menjanjikan, Tapi Butuh Pengawasan Ketat

Pelepasan ekspor durian yang dilakukan secara simbolis oleh pejabat pusat dan daerah menunjukkan dukungan politik yang kuat terhadap komoditas ini. Namun, keberhasilan jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh volume ekspor, melainkan juga oleh tata kelola yang transparan, berkelanjutan, dan inklusif.

Sulawesi Tengah memiliki potensi besar menjadi pemain penting dalam industri durian global. Tetapi tanpa strategi yang matang, — mulai dari diversifikasi pasar, perlindungan lingkungan, hingga keadilan bagi petani — ambisi menjadi “raja durian dunia” bisa saja berakhir sebagai euforia sesaat.

Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ini berdiri di atas fondasi yang kuat, bukan sekadar angka-angka impresif dalam jangka pendek(*)

editor: yusrin eLbanna

Runtuhnya Super Power 
  • Uncategorized

Runtuhnya Super Power 

Adm Red. April 15, 2026

Setiap Imperium atau Negara akan melewati “Masa Kebangkitan, Kejayaan dan Keruntuhan”

AS sebagai super Power selama 80 tahun Pasca Perang Dunia II harus berakhir Tragis sekarang, dihadapan Iran sebagai Pewaris Peradaban Persia ribuan tahun

Sejak Serangan Militer AS Irael ke Iran 28 Pebruari dengan tujuan mengganti sistem pemerintah Republik Islam yang gagal total, dengan Bangkitnya Iran melakukan serangan Balik ke Israel dan seluruh pangkalan Militer AS di Timur Tengah serta ditutup Selat Hormus sebagai jalur vital kapal kapal Tanker minyak dunia.

yang membuat Presiden AS merengek rengek kepada Iran untuk merunding dengan harapan agar Selat Hormus dibuka kembali, tapi sayang harapan kandas di meja Perundingan Pakistan

gagalnya Nego AS – Iran di Pakistan menandai sangat lemahnya bergening posisi AS di hadapan Iran, yang Tim Nego AS pulang dengan rasa malu dimata seluruh dunia, namun untuk tetap agar terlihat AS masih hebat

Presiden AS mengerahkan armada lautnya ikut ikut memblokade Selat Hormus, walau dilapangan Kapal Perang AS hanya memblokade Jalur Pelayaran, bukannya Selat Hormus, Sehingga Militer AS tidak bisa lagi dibedakan dengan Perompak atau Bajak Laut, yang berdampak pada :

1. Mengundang Cina, Rusia dan negara2 lain untuk turun ke gelanggang berhadapan langsung dengan Bajak laut AS di Jalur Pelayaran dekat Selat Hormus

2. menyerang jantung energi perdagangan ekonomi global, makin menambah kekacauan tatanan dunia dan harga Minyak global tak terkendali lagi, gila gilaan meroket melewsti batas $100/ barel yang selanjut melahirkan inflasi,.harga harga barang melambung, bunga Bank di AS akan naik, rakyar AS kesulitan dapat kerja, kesulitan dapat pinjaman modal, yang muaranya menembak kepalanya bagi Trump, gempa Politik didalam AS. Dan endingnya Warga AS sendiri yang turun dijalan jalan melawan Kebijakan President Traump untuk menghentikan Perang .dan jika perlu Kongres melakukan pemberhentian terhadap Presiden Donald Trump

3. pada akhirnya Serangan Kedaulatn Iran yang berdampak nehatip terhadap Warganya sendiri dimana Presiden Trump membunuh warga AS , semua negara gemetar menghadapi kelangkaan energi, yang pada akhirnya akan berdampak pada krisis ekonomi dunia dan Finansial

Dititik inilah Iran keluar sebagai pemenang, dan negara negara lain yang tidak mau mati gratis, maka secara otomatis akan ikut semua turun ke lapangan bersama Iran mengeroyok AS. Termasuk anggota NATO dan Negara Eropa berbalik memusuhi AS, demi menjaga kedaulatan Nasionalnya masing masing, dengan keluar dari ketergantungan dari AS, dengan Prinsip; Berbahaya bermusuhan dengan AS, dan tetapi Fatal jika berteman dengan AS

Cepat namun pasti imperium AS sebagai super Power selama 80 tahun pasca perang dunia II harus berakhir dengan keruntuhan yang sangat tragis.

Dan pada akhirnya seluruh tuntutan Iran pada AS akan dipenuhi tanpa syarat, dan diatur ulang Tatanan Dunia Baru yang Berkeadilan, Tanpa Intimidasi dari Negara Manapun.

Penulis; Andi Ridwan Bataraguru

Polres Morowali Utara Diminta Serius Tangani Laporan Jurnalis Teraskabar.id
  • Hukum

Polres Morowali Utara Diminta Serius Tangani Laporan Jurnalis Teraskabar.id

Adm Red. April 15, 2026

Morut, trustsulteng – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Morowali Utara diminta untuk menangani secara serius laporan aduan yang diajukan oleh Erni Johan Ba’u, jurnalis teraskabar.id. Kasus tersebut dinilai telah memberikan dampak psikologis terhadap keluarga korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Permintaan ini disampaikan oleh Jumadin Tara Ropo, yang akrab disapa Adi Bogel, mantan Sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Morowali. Ia merupakan kerabat dekat dari Erni Johan Ba’u dan menyatakan bahwa pihak keluarga telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk mengawal proses hukum.

Adi Bogel menegaskan bahwa laporan tersebut harus segera ditindaklanjuti secara profesional oleh pihak kepolisian. Ia menilai tindakan yang dilakukan oleh oknum yang dilaporkan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat, melainkan cenderung mengarah pada tindakan premanisme.

“Ini harus diseriusi oleh pihak kepolisian. Kami sudah menyiapkan pengacara untuk mendampingi Ibu Mega. Perlakuan oknum dewan dan pihak-pihak yang terlibat dalam laporan tersebut tidak menunjukkan sikap terpuji, melainkan tindakan premanisme. Kami berharap kepolisian segera memproses laporan ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga tetap menghormati tugas dan kewenangan kepolisian, serta berharap penanganan kasus dilakukan secara objektif dan profesional, meskipun terdapat dugaan keterkaitan dengan pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Morowali Utara.

Namun demikian, Adi Bogel mengingatkan bahwa apabila laporan tersebut tidak ditangani secara serius, pihak keluarga tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah lanjutan demi mendapatkan keadilan.

“Kami masih percaya Polres Morowali Utara bisa bersikap profesional. Namun jika kasus ini tidak diseriusi, kami akan mengambil langkah tegas,” tambahnya.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 9 April sekitar pukul 22.30 WITA, serta berlanjut pada Jumat, 10 April sekitar pukul 15.15 WITA, di kediaman Erni Johan Ba’u. Pihak keluarga berharap seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan tindakan premanisme tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (*)

editor: arief

Posts pagination

1 2 3 4 … 265 Next

Recent Posts

  • Masalah Verifikasi Peserta Jadi Dasar Penundaan Muprov Kadin Sulteng
  • Dukung Polri: HPA Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kamtibmas
  • DARI RUANG KADERISASI MENUJU PANGGUNG NEGARA
  • Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie: dari “Akar Bawang” Menuju Wisuda dan Mimpi S2
  • Muprov Kadin Sulteng Dikocok Ulang. Berikut Jadwalnya
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.