Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Gubernur Anwar Hafid
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
Breaking News
1 IMG-20260426-WA0008 Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat 2 IMG-20260426-WA0007 Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas 3 Ketua HIPKA Sulteng, H. Ambo Dalle tiba di bandara Syukran Amiruddin Amir Banggai, Minggu 26/4, disambut Ketua BPD HIPKA Banggai, M. Arfan 

foto: IST Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai 4 IMG-20260426-WA0005 Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana 5 IMG-20260426-WA0004 Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng
Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat
  • Uncategorized

Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

Adm Red. April 26, 2026
Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas
  • Uncategorized

Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas

Adm Red. April 26, 2026
Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai
  • Uncategorized

Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai

Adm Red. April 26, 2026
Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana
  • Uncategorized

Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana

Adm Red. April 26, 2026
Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng
  • Uncategorized

Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng

Adm Red. April 26, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

    Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

    April 26, 2026
  • Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas

    Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas

    April 26, 2026
  • Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai

    Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai

    April 26, 2026
  • Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana

    Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana

    April 26, 2026
  • Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

    Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

    April 26, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat
  • Uncategorized

Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

April 26, 2026
Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas
  • Uncategorized

Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas

April 26, 2026
Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat
  • Uncategorized

Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat

Adm Red. April 26, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Dra. Novalina, MM, secara resmi membuka Turnamen Gateball Kartini II Tahun 2026 yang digelar di Kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Sabtu 25 April 2026.

Dalam sambutannya, Sekdaprov menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini. Ia menekankan bahwa momentum ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

“Hari ini kita tidak hanya memperjuangkan kesempatan untuk belajar, tetapi juga kesempatan untuk berprestasi di semua bidang, termasuk olahraga,” ujarnya

Sekdaprov juga menyampaikan bahwa semangat Kartini saat ini harus dimaknai lebih luas, yakni mendorong perempuan untuk berani, cerdas, dan sehat. Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan fondasi penting dalam mendukung peran perempuan, baik dalam keluarga maupun dalam pembangunan.

“Perempuan harus berani, harus cerdas, dan harus sehat. Karena untuk merawat keluarga dan mendampingi kehidupan rumah tangga, kesehatan menjadi kunci utama,” tambahnya.

Sekdaprov turut mengapresiasi inisiatif Dharma Wanita Dinas Bina Marga yang didukung oleh berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik.

“Gateball mengajarkan ketepatan, kesabaran, dan kekompakan. Nilai-nilai ini juga sangat penting dalam mengelola rumah tangga dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kepada seluruh peserta, Sekdaprov berpesan untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga kesehatan selama mengikuti turnamen.

“Kalau menang jangan sombong, kalau kalah jangan berkecil hati. Tujuan utama kita adalah mempererat silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan,” pesannya.

Turut hadir Ketua Umum KORMI provinsi Sulawesi Tengah Ir. H. Syaifullah Djafar, M.Si., M.Kom, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertahanan Abdul Haris Karim, S.T.,M.M, dan pemangku kepentingan lainnya. (*)

sumber: biro adpim

Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas
  • Uncategorized

Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas

Adm Red. April 26, 2026

Palu, trustsulteng – Program Berani Cerdas yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dinilai sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya memiliki dasar hukum kuat, tetapi juga telah menunjukkan hasil terukur dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka kemiskinan.

Akademisi Universitas Tadulako sekaligus pengamat pembangunan daerah, Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., menegaskan bahwa Program Berani Cerdas merupakan bentuk nyata intervensi kebijakan publik yang tepat sasaran dalam menjawab persoalan mendasar pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Secara konseptual dan empiris, Program Berani Cerdas ini menjawab dua hal sekaligus: memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM. Ini bukan sekadar program populis, tetapi kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujar Prof. Djayani.

Menurutnya, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah yang meningkat menjadi 72,82 atau naik 0,80 persen dari tahun sebelumnya tidak dapat dilepaskan dari kontribusi program tersebut. Selain itu, peningkatan akses pendidikan juga berimplikasi langsung pada penurunan angka kemiskinan melalui peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Kalau kita bicara pembangunan jangka panjang, investasi terbesar itu ada di pendidikan. Program ini mempercepat peningkatan Indeks Modal Manusia (IMM), yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif,” jelasnya.

Secara implementatif, Program Berani Cerdas mencakup berbagai intervensi, mulai dari penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) sebesar lebih dari Rp40,9 miliar untuk SMA, SMK, dan SLB, pembiayaan praktik kerja industri (Prakerin) dan uji kompetensi siswa SMK yang mencapai Rp27 miliar, hingga penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.

Di tingkat perguruan tinggi, program ini juga menjangkau 23.568 mahasiswa di lebih dari 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp84 miliar pada tahun 2025. Selain itu, tersedia pula beasiswa magister bagi guru sebagai upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Prof. Djayani menilai, keberhasilan program ini juga terlihat dari kemampuannya menekan angka putus sekolah dan putus kuliah, terutama di kalangan masyarakat prasejahtera.

“Dengan pendekatan inklusif, program ini memastikan tidak ada anak daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Ini yang membuatnya memiliki dampak sosial yang sangat signifikan,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, Program Berani Cerdas memiliki landasan hukum yang jelas melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 14 Tahun 2025 yang telah diperbarui dengan Pergub Nomor 34 Tahun 2025. Kebijakan ini juga sejalan dengan amanat Pasal 31 UUD 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Menanggapi berbagai catatan dari DPRD, Prof. Djayani memandang hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi, namun ia menekankan bahwa evaluasi seharusnya diarahkan pada penyempurnaan, bukan penghentian program.

“Kalau ada kekurangan, maka yang dilakukan adalah perbaikan tata kelola, penguatan data, dan peningkatan pengawasan. Bukan menghentikan program yang sudah terbukti memberikan manfaat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid sebelumnya juga menegaskan bahwa Program Berani Cerdas merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan telah menjadi bagian integral dari RPJMD 2025–2029.

Dengan capaian yang ada, Program Berani Cerdas dinilai tidak hanya memiliki legitimasi hukum, tetapi juga legitimasi sosial dan akademik sebagai kebijakan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah. (*)

editor: arief

Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai
  • Uncategorized

Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai

Adm Red. April 26, 2026

Luwuk, trustsulteng – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, tiba di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir dan disambut langsung oleh Ketua HIPKA Banggai terpilih, Muh Arfan Syahputra, pada Minggu, 26 April 2026.

Kedatangan Ketua BPW HIPKA Sulteng tersebut dalam rangka agenda pelantikan Ketua HIPKA Banggai terpilih yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam ini di Luwuk, Kabupaten Banggai.

Penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi bagian dari konsolidasi organisasi antara pengurus wilayah dan daerah. Momentum ini sekaligus menandai kesiapan HIPKA Banggai dalam memasuki fase kepengurusan baru pasca Musyawarah Daerah (Musda) I.

Muh Arfan Syahputra menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal dalam menjalankan roda organisasi secara lebih terstruktur dan berdampak.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi kami untuk menghadirkan program kerja yang nyata bagi pengusaha lokal,” ujarnya.

Sementara itu, H. Ambo Dalle menegaskan pentingnya soliditas organisasi dan sinergi antaranggota dalam memperkuat peran HIPKA di daerah.

“HIPKA harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, memperkuat jaringan usaha, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” tegasnya.

HIPKA sebagai organisasi pengusaha alumni HMI memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas kewirausahaan, serta membuka peluang investasi di daerah.

Kabupaten Banggai sendiri memiliki potensi unggulan di sektor perikanan, pertanian, dan industri migas yang dinilai dapat dikembangkan melalui kolaborasi antaranggota HIPKA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung malam ini, diharapkan kepengurusan baru HIPKA Banggai mampu segera bekerja dan menghadirkan program-program konkret yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. (*)

tim

Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana
  • Uncategorized

Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana

Adm Red. April 26, 2026

Palu, trustsulteng –  Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia olahraga Sulawesi Tengah. Atlet muda taekwondo, Indah Kirana, sukses meraih medali perunggu pada ajang Kejurnas Cadet Junior Samarinda 2026 yang digelar pada 22–26 April 2026 di GOR Sempaja, Samarinda.

Yang lebih membanggakan, keikutsertaan ini merupakan penampilan perdana Indah Kirana di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Meski baru pertama kali tampil di level nasional, ia mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat hingga berhasil naik podium.

Bertanding di nomor Kyorugi kelas under 55 kilogram, Indah Kirana tampil penuh semangat menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai provinsi di Indonesia. Meski menghadapi lawan dengan postur lebih tinggi dan bobot badan berbeda, semangat juangnya tidak surut. Dengan perjuangan dan kerja keras, ia berhasil mengamankan medali perunggu untuk Sulawesi Tengah.

Indah Kirana, siswi kelas 6 SDN Inpres Kalukubula, kembali mengharumkan nama sekolah dan daerahnya melalui capaian tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa di usia sekolah dasar pun, atlet muda mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, ini pertama kali saya ikut Kejurnas dan bisa dapat perunggu. Ini jadi pengalaman berharga dan motivasi untuk latihan lebih giat lagi,” ujar Indah Kirana.

Diketahui, Indah Kirana merupakan atlet binaan Dojang Taekwondo Dragon Club yang bermarkas di SMAS GKST Imanuel, Kota Palu, sekaligus menjadi salah satu wakil Sulawesi Tengah dalam kejuaraan tersebut.

Pelatih utama Taekwondo Dragon Club, Felki Lee, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya.

“Debut di Kejurnas langsung dapat medali, apalagi di kelas under 55 kg yang persaingannya cukup ketat. Ini pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Rasa bangga juga datang dari kedua orang tua Indah Kirana. Ayahnya, Hermantony, yang dikenal sebagai pemilik media, bersama sang ibu yang berprofesi sebagai guru, mengaku haru dan bersyukur atas capaian putrinya. Mereka menilai hasil ini merupakan buah dari kerja keras, doa, dan perjuangan panjang yang telah dilalui.

Prestasi yang diraih Indah Kirana ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan klub, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berjuang dan berprestasi di bidang olahraga.(*)

TIM

Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng
  • Uncategorized

Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng

Adm Red. April 26, 2026

Di balik perolehan suara signifikan,

35.207 suara—dalam pemilihan anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut, nama Maryam Tamoreka, S.Kom muncul sebagai salah satu figur yang menarik untuk ditelusuri. Bukan hanya karena latar belakangnya sebagai pengusaha, tetapi juga karena jejaring keluarga dan perjalanan panjangnya di dunia industri sebelum terjun ke politik.

Maryam, yang akrab disapa “Chi Mery”, bukanlah nama yang tumbuh dari akar politik tradisional sejak awal. Ia merupakan adik bungsu dari Bupati Banggai, Amir Tamoreka, sekaligus anak kelima dari sembilan bersaudara dalam keluarga yang dikenal memiliki pengaruh di wilayah tersebut.

Dari Jakarta ke Lapangan Migas

Berbeda dengan banyak politisi daerah yang menghabiskan waktu di kampung halaman, Maryam justru tumbuh dan besar di Jakarta. Ia menempuh pendidikan tinggi di Makassar sebelum memulai karier profesionalnya di industri yang tidak lazim bagi banyak perempuan: sektor survei seismik.

Selama lebih dari satu dekade, ia terlibat dalam perusahaan yang bergerak di bidang deteksi sumber daya alam, termasuk minyak, gas, dan mineral. Pekerjaannya membawanya menjelajah berbagai wilayah Indonesia—dari Karawang, Bojonegoro, hingga Sorong di Papua.

Lingkup kerja yang luas dan kompleks membuatnya terbiasa menangani operasional berskala besar, termasuk mengelola ratusan hingga ribuan tenaga kerja di berbagai proyek. Dalam sejumlah catatan internal perusahaan, pengalaman tersebut menjadi titik balik kepercayaan manajemen terhadap kapasitas kepemimpinannya.

“Kepercayaan dan kedisiplinan,” menjadi prinsip yang kerap ia sebut sebagai fondasi kariernya.

Kembali ke Akar Keluarga

Sekitar tahun 2014, Maryam mulai terlibat aktif dalam pengelolaan perusahaan keluarga Tamoreka. Setelah menikah—dengan keluarga yang juga memiliki kedekatan dengan tokoh politik Sulawesi Tengah—ia mengambil peran strategis sebagai Direktur Utama.

Di fase ini, ia tidak hanya melanjutkan bisnis keluarga, tetapi juga memperluas jaringan dan memperkuat posisi perusahaan di sektor jasa pendukung industri sumber daya alam.

Namun, pergeseran paling signifikan dalam hidupnya terjadi ketika sang kakak, Beny Tamoreka, mendorongnya masuk ke dunia politik.

Masuknya Maryam ke Partai Golkar dan pencalonannya sebagai anggota DPRD Sulawesi Tengah bukanlah keputusan yang sepenuhnya spontan. Saat berbincang di kediaman nya di Luwuk, Maryam mengaku keluargalah memainkan peran penting, terutama dalam melihat peluang representasi politik di Dapil IV yang meliputi wilayah “Banggai Bersaudara”.

Kampanye Maryam mengandalkan kombinasi antara jaringan keluarga, pengalaman profesional, serta pendekatan personal kepada masyarakat. Ia dikenal kerap kembali ke Banggai saat momen tertentu, terutama Hari Raya, untuk menjaga hubungan sosial.

Tempat tinggal keluarganya di kawasan Pasar Tua, Jalan Danau Lindu, menjadi salah satu titik interaksi dengan warga—sebuah ruang yang juga menyimpan sejarah keluarga besar Tamoreka.

Sebagai anggota DPRD yang kini duduk di Komisi IV—membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan sosial—Maryam membawa narasi pelayanan publik sebagai identitas politiknya.

Ia dikenal memiliki kebiasaan membantu masyarakat, sebuah praktik yang disebut telah ia jalani sejak menyelesaikan pendidikan sarjana.

Namun, perjalanan Maryam juga memunculkan sejumlah pertanyaan yang lazim dalam konteks politik lokal Indonesia: sejauh mana pengaruh keluarga berperan dalam kesuksesannya? Apakah pengalaman korporasi cukup menjadi bekal dalam mengelola kebijakan publik? Dan bagaimana ia menavigasi batas antara kepentingan bisnis dan tanggung jawab politik?

Yang jelas, kemunculan Maryam bukan sekadar kisah tentang seorang politisi baru, melainkan potret tentang bagaimana kekuatan keluarga, pengalaman profesional, dan momentum politik bertemu dalam satu figur. (*)

editor: yusrin eLbanna

Camat Bunta Jamu Rombongan BPW HIPKA Sulteng
  • Uncategorized

Camat Bunta Jamu Rombongan BPW HIPKA Sulteng

Adm Red. April 25, 2026

Banggai, trustsulteng – Rombongan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Sulawesi Tengah mendapatkan sambutan hangat dalam rangkaian perjalanan mereka menuju Kota Luwuk, Sabtu 25 April 2026. Camat Bunta, Bukhari Malihat, bersama keluarga menjamu rombongan dalam sebuah jamuan makan malam penuh keakraban.

Sebanyak 24 orang dalam rombongan tersebut disuguhi berbagai hidangan khas daerah yang menggugah selera. Menu yang disajikan antara lain milu siram (jagung pulut muda), ikan katombo, ikan tuna yang dimasak dengan bumbu woku, serta ayam kampung bakar. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan bersama.

Jamuan ini menjadi bagian dari rangkaian perjalanan silaturahmi rombongan HIPKA Sulteng yang bertolak menuju Luwuk, yang dikenal sebagai “Kota Air”. Selain sebagai agenda perjalanan organisasi, kegiatan ini juga memperkuat hubungan sosial dengan berbagai elemen masyarakat dan tokoh daerah.

Sebelumnya, pada siang hari, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua HIPKA Sudirman Zuhdi, terlebih dahulu dijamu makan di kediaman Dirwan, anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang juga menjabat sebagai Komisioner KPU Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna, menjadi ajang diskusi dan mempererat jejaring antar anggota.

 

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan singgah untuk beristirahat di Cottage Marina. Di lokasi tersebut, rombongan kembali mendapatkan sambutan dari Ketua HIPKA Tojo Una-Una, dr. Andhika Akasse, bersama anggota KAHMI setempat. Mereka disuguhi kelapa muda sebagai pelepas dahaga sekaligus simbol keramahan tuan rumah.

“Terima kasih pak dokter atas jamuannya,” ucap Andi Saiful, Sekretaris Umum BPW HIPKA Sulteng.

Rangkaian jamuan dan penyambutan ini mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan budaya menjamu tamu di Sulawesi Tengah. Selain menjadi momen rehat dalam perjalanan, kegiatan ini juga mempertegas pentingnya kolaborasi dan silaturahmi antar pengusaha, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan di daerah.

Rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. (*)

editor: yusrin eLbanna

Liga 4 Piala Gubernur Sulteng 2026 Berakhir, Celebes FC Juara
  • Uncategorized

Liga 4 Piala Gubernur Sulteng 2026 Berakhir, Celebes FC Juara

Adm Red. April 23, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid secara resmi menutup Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Faqih Rasyid, Kota Palu. Penutupan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan serta Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.

Partai final yang berlangsung meriah disaksikan ribuan penonton yang memadati Lapangan. Dalam laga puncak tersebut, Celebes FC berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan Persigi dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan dicetak oleh pemain bernomor punggung 10, Mohammad Rifki.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kompetisi tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam pembinaan sepak bola di Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, sore ini kita telah mengakhiri seluruh rangkaian Liga 4 Piala Gubernur. Saya berharap pembinaan sepak bola ini terus berlanjut untuk melahirkan talenta-talenta muda asli Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan rencana untuk memperluas pelaksanaan kompetisi di tingkat kabupaten/kota dengan melibatkan para kepala daerah. Ia berharap Liga 4 dapat menjadi wadah pembinaan berjenjang bagi pesepak bola muda di daerah.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang dinilai telah menjunjung tinggi sportivitas dan turut menjaga keamanan selama pertandingan berlangsung. Ia juga mengungkapkan harapan agar ke depan Sulawesi Tengah memiliki stadion berstandar FIFA guna mendukung pengembangan sepak bola daerah.

Sebagai juara, Celebes FC akan mewakili Sulawesi Tengah pada ajang Piala Presiden 2026 di Jakarta.

Sementara itu, posisi klasemen akhir Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026 menempatkan Celebes FC sebagai juara pertama, disusul Persigi di posisi kedua, Berlian Tomoli di posisi ketiga, dan AKL88 di posisi keempat.

Usai pertandingan final, suasana semakin semarak dengan laga ekshibisi yang mempertemukan tim Pemprov FC yang dipimpin langsung oleh Gubernur melawan Kodam FC Tadulako 132 yang dipimpin Kasdam Agus Sasmita.

Pertandingan hiburan tersebut berakhir imbang 2-2, di mana Gubernur turut mencetak satu gol melalui assist dari Kepala TVRI Sulawesi Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIII/Merdeka Jonathan Binsar Parluhuta, Bupati Sigi Rizal Intjenae, Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Ketua KONI Sulawesi Tengah Muhammad Fatur Razak, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta para penggiat sepak bola.

Penutupan Liga 4 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola Sulawesi Tengah melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kompetitif. (*)

sumber: biro adpim

Gubernur Sulteng Paparkan Persoalan Reforma Agraria Saat Terima Kunker Komisi II DPR RI
  • Pemerintah

Gubernur Sulteng Paparkan Persoalan Reforma Agraria Saat Terima Kunker Komisi II DPR RI

Adm Red. April 23, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido serta Sekretaris Daerah Novalina, menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim kunjungan kerja Komisi II DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Bahtra Banong dalam rapat yang digelar di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu 22 April 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengapresiasi kunjungan tersebut yang menjadi kali kedua dilakukan Komisi II DPR RI selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.

Ia menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting untuk membahas berbagai persoalan strategis daerah, khususnya terkait reforma agraria.

“Terima kasih atas perhatian dan agenda yang telah diberikan untuk Sulawesi Tengah. Pada kesempatan ini kami melaporkan sejumlah hal penting terkait pelaksanaan reforma agraria di daerah,” ujar Anwar.

Gubernur menjelaskan bahwa program reforma agraria di Sulawesi Tengah telah diakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD hingga RKPD 2026. Program tersebut mencakup redistribusi tanah, penataan akses, serta pendataan aset reforma agraria yang dijalankan melalui perangkat daerah terkait.

Namun demikian, ia mengakui pelaksanaan reforma agraria di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan kompleks, terutama terkait konflik agraria yang telah berlangsung lama.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk satuan tugas (satgas) penyelesaian konflik agraria sebagai langkah operasional yang bersifat responsif dan lintas sektor.

“Sejauh ini terdapat 63 aduan konflik agraria dengan luas lahan sekitar 21 ribu hektare dan berdampak pada lebih dari 9 ribu kepala keluarga,” ungkapnya.

Ia memaparkan, konflik tersebut mayoritas terjadi di sektor perkebunan kelapa sawit yang belum memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) yang sah. Banyak perusahaan masih menggunakan izin lokasi tanpa kepastian hukum, serta belum merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma bagi masyarakat.

itu, persoalan juga muncul akibat praktik penguasaan lahan yang mengabaikan hak masyarakat lokal, sehingga memicu konflik horizontal. Tercatat sekitar 342 ribu hektare lahan perkebunan beroperasi tanpa HGU, sementara sekitar 104 ribu hektare telah memiliki HGU, dan sebagian lainnya tidak aktif.

Di sektor pertambangan, Gubernur juga menyoroti tumpang tindih antara izin usaha pertambangan dengan lahan masyarakat. Kondisi ini kerap memicu konflik, ditambah dengan dampak kerusakan lingkungan serta proses kompensasi yang dinilai belum transparan.

“Pemegang izin tambang sering menganggap izin tersebut mencakup penguasaan lahan, padahal seharusnya hanya untuk pemanfaatan di bawah permukaan. Ini yang sering menimbulkan persoalan di lapangan,” tegasnya.

Permasalahan lain juga terjadi pada kawasan transmigrasi dan kebijakan bank tanah, seperti di wilayah Napu, Kabupaten Poso. Menurut Gubernur, terdapat lahan eks-HGU yang telah lama dikuasai masyarakat, namun kemudian masuk dalam pengelolaan bank tanah sehingga memicu konflik baru.

Meski demikian, ia menyebut telah ada perkembangan positif melalui pendekatan mediasi dan restorative justice, termasuk pembebasan warga yang sempat tersangkut kasus hukum. Pemerintah daerah bersama satgas juga terus mendorong redistribusi lahan bagi masyarakat, khususnya untuk pekarangan yang sebagian telah bersertifikat.

Gubernur berharap melalui kunjungan kerja Komisi II DPR RI, berbagai persoalan agraria di Sulawesi Tengah dapat memperoleh perhatian dan dukungan kebijakan di tingkat pusat, terutama dalam penyusunan kerangka operasional penyelesaian konflik agraria yang lebih efektif.

“Harapan kami, kehadiran Komisi II DPR RI dapat memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menyelesaikan konflik agraria secara adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

sumber: biro adpim

Panitia Retret Mengklarifikasi, Andi Ridwan: “Kontribusi ASN, Retret atau Tabliq”?
  • Uncategorized

Panitia Retret Mengklarifikasi, Andi Ridwan: “Kontribusi ASN, Retret atau Tabliq”?

Adm Red. April 21, 2026

Palu, trustsulteng –  Andi Ridwan Bataraguru menyampaikan klarifikasi panitia Retret ASN Pemrov Sulteng. Dia didatangi dua orang yang mengaku panitia kegiatan retret, dari instansi Bappeda Provinsi Sulteng, Rabu 21 April 2026, yang katanya atas perintah Gubernur Anwar Hafid.

Kedua orang salah satunya ketua panitia retret, mengajak Andi Ridwan berdialog.  Satunya mendokumentasikan dialog lewat kamera HP.

Andi Ridwan menuturkan melalui rilis dikirim ke redaksi, bahwa kedatangan panitia ini, membuka lapisan baru dalam polemik kegiatan yang disebut sebagai “retret” Pemrov.

Mereka menyatakan menjalankan tabayun /klarifikasi atas instruksi Gubernur Anwar Hafid. Namun alih-alih memberikan klarifikasi yang tegas, pertemuan tersebut justru memunculkan sejumlah kejanggalan yang layak dianalisis lebih dalam.

1. Dualisme Narasi: Retret atau Tabligh?Poin paling mencolok adalah inkonsistensi istilah  judul kegiatan. Di satu sisi, kegiatan ini telah luas dikenal sebagai “retret ASN”. Namun dalam klarifikasi, disebut sebagai “kegiatan tabligh” yang merupakan inisiatif para kepala dinas. Pergeseran istilah ini bukan sekadar semantik, ia berdampak pada legitimasi kegiatan dan sumber pembiayaan, serta akuntabilitasnya.

dari penjelasan ketua Panitia  bahwa ini “kegiatan Tabliq”  Jika benar tabligh, maka seharusnya bersifat keagamaan dan sukarela, serta pelaksananya dari organisasi ke agamaan bukan Pemerintah Provinsi

Namun jika retret,maka tentu jadi program formal Pemerintah Provinsi yang berkonsekwensi pada anggaran dan  materinya unsur pembinaan ASN, pelatihan, atau konsolidasi pimoinan birokrasi tanpa membeda bedakan agama, serta harus  memiliki dasar kebijakan yang terbaca dalam penjabaran APBD

2. Kontribusi “Sukarela” yang Seragam, Para utusan tersebut mengakui adanya kontribusi dari ASN, tetapi menegaskan sifatnya sebagai “kerelaan”. Di sinilah kontradiksi muncul.

Dalam praktik administrasi publik, kontribusi sukarela seharusnya variatif, tergantung kemampuan dan kemauan individu. Fakta bahwa nilainya seragam—bahkan tidak proporsional antara Eselon II, III, IV, mengindikasikan adanya standar yang ditetapkan.

3. Kehadiran Dokumentasi: Klarifikasi atau Pengawasan? Satu orang berdiskusi, sementara yang lain mengambil gambar dan video. Pola ini menimbulkan kesan bahwa pertemuan bukan sekadar dialog terbuka, melainkan juga upaya dokumentasi, yang bisa ditafsirkan sebagai bentuk kontrol narasi. Dalam konteks isu sensitif seperti ini, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman dan memperlemah transparansi.

4. Inisiatif Kadis atau Arahan Terstruktur?Pernyataan bahwa kegiatan ini merupakan “inisiatif para kadis” juga perlu diuji. Dalam birokrasi pemerintahan daerah, kegiatan berskala luas yang melibatkan ASN lintas instansi jarang terjadi tanpa koordinasi atau persetujuan pimpinan tertinggi. Jika benar inisiatif, maka perlu ditelusuri:Apakah ada dokumen resmi atau surat edaran?Bagaimana mekanisme koordinasinya?Mengapa narasi ini baru muncul setelah polemik berkembang?

5. Masalah Utama: Transparansi dan Akuntabilitas Dari keseluruhan peristiwa, masalah inti bukan sekadar istilah “retret” atau “tabligh”, melainkan transparansi. Publik, terutama ASN sebagai pihak yang terdampak, berhak mengetahui: Tujuan resmi kegiatan, dasar hukum atau kebijakan, sumber dan penggunaan dana, identitas serta kredibilitas pemateri.

“Tanpa keterbukaan ini, setiap klarifikasi akan dianggap defensif dan tidak menyentuh substansi,” tulis Andi Ridwan.

Jadi kesimpulannya katanya, bahwa upaya “meluruskan” informasi yang dilakukan justru belum sepenuhnya lurus karena masih menyisakan inkonsistensi dan pertanyaan mendasar.

Narasi yang berubah-ubah, kontribusi yang disebut sukarela namun seragam, serta minimnya kejelasan struktur kegiatan menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut baik oleh media, lembaga pengawas, maupun internal pemerintah sendiri.

Dia pun meminta Gubernur Anwar Hafid bertanggungjawab menjelaskan secara transparan, polemik ini karena bagaimanapun berpotensi merusak kepercayaan ASN dan masyarakat  terhadap tata kelola pemerintahan yang baik di Sulawesi Tengah.

Diberitakan sebelumnya bahwa retret telah selesai dilaksanakan dikalangan ASN Pemrov Sulteng

. Mulai eselon II, III, IV dan kepala sekolah SMA sederjat. Yang dikeluhkan karena adanya kontribusi  peserta retret. (*)

editor: yusrin eLbanna

Gubernur Anwar Hafid dan PGP Teken MoU, Lapangan Golf Siap Dikembangkan
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid dan PGP Teken MoU, Lapangan Golf Siap Dikembangkan

Adm Red. April 21, 2026

Palu, trustsulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Persatuan Golf Palu (PGP) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU), Selasa 21 April 2026, di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam penataan aset daerah sekaligus menghidupkan kembali aktivitas lapangan golf di Kota Palu.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan diskusi dan negosiasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Alhamdulillah hari ini kita sampai pada satu titik kesepakatan menuju Sulawesi Tengah yang lebih maju, lebih tertib, dan lebih rapi di masa yang akan datang,” ujar Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, penandatanganan ini merupakan penegasan kembali dari kesepakatan yang pernah dilakukan pada masa sebelumnya, yang kini diperkuat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, khususnya terkait kepemilikan aset pemerintah daerah.

Melalui MoU tersebut, aset pemerintah daerah dipastikan menjadi milik sah dengan status Aset Penggunaan Lain (APL). Di sisi lain, lapangan golf akan kembali dioperasikan dan dikembangkan oleh mitra dari Persatuan Golf Palu (PGP).

“Tujuan kita semua tercapai. Pemerintah daerah memiliki aset yang legal, dan lapangan golf bisa kembali aktif. Ini akan memberikan dampak positif dan menjadi daya tarik baru bagi Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu,” jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Persatuan Golf Palu (PGP) atas keterbukaan dalam membangun komunikasi dan ruang negosiasi hingga tercapainya kesepakatan bersama.

Ia menambahkan, pemerintah akan segera menindaklanjuti proses administrasi melalui mekanisme APBD serta penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB), agar pengembangan kawasan lapangan golf dapat segera direalisasikan.

“Kita dorong percepatan agar pada tahun 2025 pengelolaan dan pembangunan fasilitas sudah bisa berjalan, sehingga lapangan golf dapat segera dibenahi bersama mitra,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta dukungan dari Kantor Pertanahan Kota Palu untuk mempercepat seluruh proses administrasi agar berjalan aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum.

Menurutnya, kesepakatan ini menjadi contoh penyelesaian persoalan melalui dialog terbuka yang menghasilkan solusi saling menguntungkan.

“Ini adalah win-win solution. Tidak ada pihak yang dirugikan. Pemerintah daerah merasa diuntungkan, dan PGP juga demikian. Inilah yang kita harapkan,” tegasnya.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Persatuan Golf Palu (PGP), yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan aset daerah serta pengembangan olahraga golf di daerah. (*)

editor: zudan

Posts pagination

1 2 3 4 … 267 Next

Recent Posts

  • Sekdaprov Sulteng Buka Turnamen Gateball Kartini II 2026, Dorong Perempuan Berprestasi dan Sehat
  • Pengamat: Capaian IPM dan Penurunan Kemiskinan Bukti Nyata Keberhasilan Program Berani Cerdas
  • Ketua BPW HIPKA Sulteng H. Ambo Dalle Tiba di Luwuk, Siap Lantik Pengurus HIPKA Banggai
  • Dari Bangku SD ke Podium Nasional, Kisah Hebat Indah Kirana
  • Jejak Maryam Tamoreka: Dari Dunia Korporasi ke Panggung Politik Sulteng
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.