Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Gubernur Anwar Hafid
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
Breaking News
1 Murthalib, Ketua JMSI Sulteng. | foto: pribadi | trustsulteng Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik 2 IMG-20260505-WA0008 IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis 3 Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung, S.H. M.H, saat menyematkan pin kepada pejabat yg dilantik, selasa (5/5) foto: ist | trustsulteng Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat” 4 Wagub Sulteng saat melantik Direktur RSUD Undata, dr. Jumriani, M.H, Senin (4/5). | foto: ist | trustsulteng Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan 5 Gubernur Anwar Hafid saat menjemput Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung, SH. MH di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Senin (4/5)| foto: adpim | trustsulteng Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung
Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik
  • Uncategorized

Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik

Adm Red. May 5, 2026
IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis
  • Uncategorized

IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis

Adm Red. May 5, 2026
Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”
  • Pemerintah

Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”

Adm Red. May 5, 2026
Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

Adm Red. May 4, 2026
Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung

Adm Red. May 4, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik

    Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik

    May 5, 2026
  • IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis

    IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis

    May 5, 2026
  • Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”

    Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”

    May 5, 2026
  • Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

    Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

    May 4, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
  • Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    July 28, 2021
Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik
  • Uncategorized

Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik

May 5, 2026
IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis
  • Uncategorized

IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis

May 5, 2026
Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik
  • Uncategorized

Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik

Adm Red. May 5, 2026

Palu, trustsulteng – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah mengecam keras pernyataan mantan Direktur RSUD Undata Palu, drg. Herry Mulyadi, yang dinilai menghina profesi jurnalis saat proses konfirmasi berita.

Insiden tersebut terjadi pada Senin 4 Mei 2026, di Aula RSUD Undata Palu, usai agenda pelantikan direktur rumah sakit. Saat itu, seorang jurnalis tengah menjalankan tugasnya untuk mengonfirmasi informasi terkait pembagian jasa pelayanan tenaga kesehatan. Namun, alih-alih memberikan klarifikasi, yang bersangkutan justru melontarkan pernyataan bernada penghinaan dengan menyebut wartawan “bodoh”.

Ketua JMSI Sulawesi Tengah, Murtalib, menilai tindakan tersebut tidak hanya mencerminkan sikap tidak profesional sebagai pejabat publik, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

“Pernyataan itu melukai insan pers dan mencederai prinsip keterbukaan informasi yang menjadi hak publik. Penghinaan terhadap jurnalis adalah bentuk intimidasi verbal yang berpotensi menghambat kerja jurnalistik,” ujar Murtalib dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kemerdekaan pers serta memberikan perlindungan hukum terhadap kerja jurnalistik. Oleh karena itu, segala bentuk upaya merendahkan atau menghalangi kerja pers dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

JMSI Sulawesi Tengah menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya mampu menunjukkan komunikasi yang baik, terbuka, dan profesional, terutama saat menghadapi pertanyaan dari media. Ketidaksiapan dalam memberikan jawaban, lanjut Murtalib, tidak dapat dijadikan alasan untuk melontarkan penghinaan.

“Perbedaan pandangan harus disikapi melalui mekanisme yang benar, seperti hak jawab atau klarifikasi berbasis data, bukan dengan makian,” tegasnya.

Lebih lanjut, JMSI menilai insiden ini mencerminkan masih rendahnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers di daerah. Mereka juga mencatat adanya kecenderungan meningkatnya kasus intimidasi dan pelecehan terhadap jurnalis di Sulawesi Tengah dalam beberapa waktu terakhir.

Atas kejadian tersebut, JMSI Sulawesi Tengah mendesak drg. Herry Mulyadi untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada jurnalis yang telah dihina. Selain itu, JMSI juga meminta Gubernur Sulawesi Tengah untuk melakukan evaluasi terhadap pejabat di lingkungan pemerintah provinsi, khususnya dalam aspek komunikasi publik.

Organisasi tersebut turut mengingatkan seluruh pejabat publik agar menghormati kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi. Di sisi lain, jurnalis juga diimbau untuk tetap bekerja secara profesional dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, tanpa takut terhadap segala bentuk intimidasi.

“Penghinaan terhadap jurnalis tidak bisa dinormalisasi. Ini adalah ancaman terhadap kebebasan informasi dan demokrasi,” pungkas Murtalib (*)

editor: yusrin eLbanna

IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis
  • Uncategorized

IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis

Adm Red. May 5, 2026

Palu, trustsulteng – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah mengecam keras tindakan mantan Direktur RSUD Undata Palu, drg. Herry Mulyadi, yang melontarkan pernyataan bernada penghinaan terhadap jurnalis dengan menyebut wartawan “bodoh” saat proses konfirmasi.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, usai pelantikan Direktur RSUD Undata di Aula RSUD Undata Palu, ketika seorang jurnalis tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk mengonfirmasi informasi terkait pembagian jasa pelayanan tenaga kesehatan.

‎IJTI Sulteng menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis sekaligus mencerminkan sikap tidak profesional sebagai pejabat publik. Pernyataan tersebut tidak hanya melukai insan pers, tetapi juga mencederai prinsip keterbukaan informasi yang menjadi hak publik.

‎Kami menegaskan bahwa:

‎- Tindakan penghinaan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran etika dan bentuk intimidasi verbal yang berpotensi menghambat kerja jurnalistik.

‎- Jurnalis bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan pers dan melindungi kerja jurnalistik.

‎- Segala bentuk upaya menghalangi atau merendahkan kerja jurnalistik dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

‎- Pejabat publik seharusnya memberikan contoh komunikasi yang baik, terbuka, dan profesional, terutama saat menghadapi pertanyaan dari media.

‎Ketidaksiapan menjawab bukan alasan untuk melakukan penghinaan.

‎- Perbedaan pandangan atau ketidaknyamanan terhadap pertanyaan jurnalis harus disikapi dengan mekanisme yang benar, seperti hak jawab atau klarifikasi berbasis data, bukan dengan makian.

‎IJTI Sulteng juga menilai peristiwa ini menjadi bagian dari meningkatnya kasus intimidasi dan pelecehan terhadap jurnalis di Sulawesi Tengah. Hal ini menunjukkan masih rendahnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers di daerah.

‎Untuk itu, IJTI Sulteng menyatakan sikap:

‎- Mendesak yang bersangkutan untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada jurnalis yang telah dihina.

‎- Meminta Gubernur Sulawesi Tengah melakukan evaluasi terhadap pejabat di lingkungan pemerintah provinsi, khususnya dalam hal komunikasi publik.

‎- Mengingatkan seluruh pejabat publik agar menghormati kerja-kerja jurnalistik sebagai bagian dari pilar demokrasi.

‎- Mengimbau seluruh jurnalis untuk tetap bekerja profesional, berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, serta tidak takut terhadap segala bentuk intimidasi.

‎IJTI Sulteng menegaskan bahwa penghinaan terhadap jurnalis bukan hal yang bisa dinormalisasi. Setiap bentuk pelecehan terhadap profesi pers adalah ancaman terhadap kebebasan informasi dan demokrasi. (*)

‎IJTI SULAWESI TENGAH

Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”
  • Pemerintah

Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”

Adm Red. May 5, 2026

Palu, trustsulteng – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., secara resmi memimpin upacara pengambilan sumpah jabatan, pelantikan, dan serah terima jabatan Pejabat Eselon III di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Selasa 5 Mei 2026.

​Perhelatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Abdul Aziz Lamadjido, Lantai 6 Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu. Acara ini menandai dimulainya babak baru bagi kepemimpinan di dua posisi strategis, yakni jabatan Asisten Pembinaan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong

Dalam prosesi tersebut, Kajati melantik dua pejabat baru berdasarkan evaluasi mendalam terhadap profesionalitas dan integritas mereka:

​Dr. Benny Siswanto, S.H., M.H., dipercaya mengemban amanah sebagai Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Sulteng.

​Dian Herdiman, S.H., M.H., resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong.

​Dalam sambutannya, Zullikar Tanjung menegaskan bahwa rotasi di tubuh Kejaksaan merupakan upaya institusi untuk meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya menghadirkan penegakan hukum yang berorientasi pada kemanfaatan serta menunjang kebangkitan ekonomi nasional.

​Kepada Asisten Pembinaan, Kajati menginstruksikan penguatan manajemen perencanaan, pengelolaan SDM, hingga pelaksanaan program reformasi birokrasi di lingkungan Kejati Sulteng. Sementara kepada Kajari Parigi Moutong, ditekankan pentingnya pengendalian kebijakan hukum yang berintikan keadilan, baik melalui langkah preventif maupun represif, termasuk optimalisasi pemulihan aset negara.

Kajati juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pejabat lama, yakni Bapak Fitri Zufahmi, S.H., M.H. dan Bapak Purnama, S.H., M.H., beserta istri atas dedikasi dan kontribusi positif mereka selama bertugas.

​Acara ditutup dengan doa bersama, dihadiri oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, para Asisten, serta jajaran pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Tengah. (*)

editor: arief

Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan

Adm Red. May 4, 2026

Palu, trustsulteng – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, berlangsung di Aula RSUD Undata Palu, Senin 4 Mei 2026.

Dalam pelantikan tersebut, dr. Jumriani, M.H., resmi menjabat sebagai Direktur RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Sebelumnya, ia mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Plt (Pelaksana Tugas), dr. Nurlaela Harate, M.PH.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Pelantikan ini adalah hal yang biasa dalam dinamika organisasi. Namun saya berharap seluruh jajaran di RSUD Undata dapat bergandengan tangan bersama-sama membangun rumah sakit ini menjadi lebih baik,” ujar Reny.

Ia menekankan bahwa RSUD Undata sebagai rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Tengah memiliki peran vital dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, dan merata. Oleh karena itu, jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, dedikasi, dan profesionalisme.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan layanan kesehatan melalui program unggulan “Berani Sehat” sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Program ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara mudah, cepat, dan tanpa hambatan biaya.

Lebih lanjut Wagub juga menyoroti pentingnya penambahan tenaga dokter spesialis di RSUD Undata, seiring meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Kita perlu menambah tenaga dokter spesialis karena banyaknya pasien yang dilayani,” tegasnya.

Selain itu, ia turut mengingatkan agar pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan yang cepat, tanggap, dan maksimal.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran RSUD Undata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Sitti Asmaul Husnasyah, serta Pelaksana Tugas (plt) Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Abdul Raaf Malik, bersama para kepala perangkat daerah se-Sulawesi Tengah.(*)

sumber: biro adpim|editor: arief

Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung

Adm Red. May 4, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Senin 4 Mei 2026.

Zullikar Tanjung tiba sekitar pukul 06.13 WITA menggunakan pesawat komersial. Prosesi penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap pejabat baru di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.

Kehadiran Kajati baru ini menandai babak baru dalam penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Sulawesi Tengah. Gubernur Anwar Hafid tampak menyambut langsung di area VVIP bandara bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sebelumnya, Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, secara resmi melantik Zullikar Tanjung sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada 29 April 2026. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung RI di Jakarta.

Zullikar menggantikan pejabat sebelumnya, Nuzul Rahmat, S.H., M.H., yang kini mengemban tugas baru sebagai Direktur Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Bukan sosok baru di Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulteng dan sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kajati Sulteng pada awal 2025.

Sebelum dilantik sebagai Kajati definitif, ia menjabat sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Bupati Donggala Vera Elena Laruni, S.E., para kepala perangkat daerah, pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, serta unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah.

Penyambutan ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Kejaksaan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menjaga stabilitas hukum serta mendukung pembangunan daerah.(*)

sumber: biro adpim

Besok 62 CJH Balut Berangkat, Transit di Palu Sebelum ke Embarkasi Balikpapan
  • Pemerintah
  • Uncategorized

Besok 62 CJH Balut Berangkat, Transit di Palu Sebelum ke Embarkasi Balikpapan

Adm Red. May 4, 2026

Palu, trustsulteng – Sebanyak 62 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah, dijadwalkan memulai perjalanan menuju Tanah Suci pada Selasa, 5 Mei 2026. Mereka akan bertolak dari Balut menuju Kota Luwuk melalui jalur laut, sebelum melanjutkan penerbangan ke Palu dan diperkirakan tiba pada Rabu, 6 Mei 2026.

Informasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Banggai Bersaudara, Hj. Winiar Hidayat Lamakarate, SE, di Palu, Senin 4 Mei 2026. Ia menyebut, para CJH Balut akan menjalani masa transit di Asrama Haji Palu sebelum diberangkatkan ke embarkasi.

“Setahu saya, CJH Balut akan diterbangkan ke embarkasi Balikpapan pada 8 Mei 2026,” ujarnya.

Namun demikian, Winiar mengungkapkan bahwa setibanya di Palu, para jamaah belum sepenuhnya berada dalam penanganan resmi panitia pemberangkatan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk membantu kebutuhan dasar jamaah selama masa awal kedatangan.

“Saya akan melayani mereka sejak tiba di Palu, termasuk penjemputan serta penyediaan makan dan minum, sampai mereka ditangani oleh panitia pemberangkatan,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pada musim haji sebelumnya, ia juga turut membantu CJH asal Banggai Laut selama berada di Palu. Saat itu, jumlah jamaah bahkan mencapai lebih dari 100 orang dan bergabung dengan CJH dari Kota Palu.

Sementara itu, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muchlis, membenarkan jumlah CJH asal Banggai Laut tahun ini sebanyak 62 orang. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BPN 9.

“CJH Banggai Laut dijadwalkan masuk Asrama Haji Transit Palu pada 7 Mei 2026 dan akan diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan pada 8 Mei 2026,” jelasnya.

Di sisi lain, Winiar juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama di tengah perubahan musim yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

Ia mengimbau agar para CJH memperbanyak konsumsi air putih, cukup beristirahat, serta membawa perlengkapan pelindung diri seperti penutup wajah atau pelindung dari terik matahari. Selain itu, ia juga menyarankan jamaah membawa botol minum (tumbler) guna memastikan kecukupan cairan selama perjalanan.

Pemberangkatan CJH dari daerah kepulauan seperti Banggai Laut memang memerlukan tahapan perjalanan lebih panjang dibandingkan wilayah daratan. Koordinasi antarwilayah serta kesiapan logistik menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan menuju embarkasi hingga akhirnya bertolak ke Arab Saudi.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, seluruh pihak diharapkan dapat memastikan pelayanan optimal bagi para jamaah, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (*)

editor: yusrin eLbanna

Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers
  • Organisasi
  • Uncategorized

Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

Adm Red. May 3, 2026

Palu, trustsulteng – Momentum Hari Buruh Sedunia (May Day) 2026 yang bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Sedunia dimanfaatkan Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah untuk menyuarakan kondisi jurnalis yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.

Dalam pernyataan sikapnya, koalisi menegaskan bahwa jurnalis adalah pekerja profesional yang berhak mendapatkan upah layak, perlindungan kerja, serta kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Berdasarkan survei Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, mayoritas jurnalis di Sulawesi Tengah masih menerima upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), bahkan setelah bertahun-tahun bekerja. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan ketimpangan serius antara beban kerja, risiko profesi, dan penghargaan ekonomi yang diterima para pekerja media.

Selain persoalan kesejahteraan, jurnalis juga menghadapi berbagai tekanan saat menjalankan tugas. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat adanya intimidasi saat peliputan, intervensi terhadap ruang redaksi, hingga praktik swasensor akibat tekanan ekonomi maupun politik. Minimnya perlindungan hukum turut memperburuk situasi di lapangan.

Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah menilai persoalan kesejahteraan dan kebebasan pers merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Jurnalis yang tidak sejahtera dinilai lebih rentan terhadap tekanan, sehingga dapat memengaruhi independensi dan kualitas karya jurnalistik.

“Tanpa jurnalis yang sejahtera dan merdeka, tidak akan ada pers yang benar-benar bebas,” tegas koalisi dalam pernyataannya.

Melalui momentum tersebut, koalisi mendesak perusahaan media agar memenuhi hak-hak pekerja, termasuk pemberian upah layak, jaminan sosial, serta menghentikan praktik kerja yang tidak adil.

Mereka juga mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas.

Koalisi yang terdiri dari AJI Kota Palu, IJTI Sulawesi Tengah, PFI Palu, AMSI Sulteng, JMSI Sulteng, pers mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil itu juga mengajak seluruh insan pers menjaga integritas serta solidaritas profesi demi terwujudnya pers yang sehat, independen, dan bermartabat. (*)

editor: arief

Tatapan Sendu di Tengah Riuh Dies Natalis
  • Uncategorized

Tatapan Sendu di Tengah Riuh Dies Natalis

Adm Red. May 3, 2026

Pagi itu mestinya penuh warna. Derap langkah para alumni, tawa yang bersahutan, dan semangat kebersamaan membungkus peringatan Dies Natalis alumni STAIN, IAIN, hingga UIN Datokarama Palu, Minggu, 3 Mei 2026. Jalan santai sejauh kurang lebih 2,5 kilometer—menyusuri jalur dua Jalan Diponegoro hingga berputar di depan dealer mobil dan kembali ke kampus—menjadi simbol kebersamaan lintas generasi.

Namun di tengah riuh itu, ada satu sosok yang justru tampak berjalan dalam sunyi.
Profesor Dr. Lukman Thaher, Rektor UIN Datokarama, duduk di antara para pejabat yang hadir, diapit oleh Kakanwil Kemenag Sulawesi Utara Dr. Ulyas Taha dan Plt. Karo Kesra Pemprov Sulawesi Tengah, Rustam, M.Si. Ia hadir secara fisik, tetapi sorot matanya seperti tertinggal di tempat lain—jauh dari keramaian, jauh dari panggung perayaan.

Wajahnya menyiratkan kelelahan yang tidak sekadar datang dari langkah kaki. Ada jeda panjang dalam ekspresinya. Tatapan yang sendu. Seolah menyimpan percakapan panjang dengan dirinya sendiri.

Padahal, acara belum usai. Setelah jalan santai, musik mulai mengalun. Senam kreasi digelar. Peserta—didominasi perempuan—bergerak lincah mengikuti irama. Tawa kembali pecah. Bahkan para bapak pun tak mau kalah, mencoba menyesuaikan gerak dengan irama yang ringan dan menyenangkan.

Ajakan pun datang. Wakil Rektor, Prof. Hamlan, beberapa kali menghampiri sang rektor. Mengulurkan tangan. Mengajak. Bahkan sempat menarik dengan hangat, berharap sang pemimpin ikut larut dalam kegembiraan bersama.

Namun Profesor Lukman tetap bergeming.
Bukan karena tak mampu. Bukan pula karena tak biasa. Mereka yang mengenalnya tahu, ia bukan sosok kaku. Di balik gelar akademiknya sebagai seorang filosof, ia juga dikenal sebagai seniman—seorang yang bisa memetik gitar, menyanyikan lagu dengan penghayatan, dan menghadirkan suasana hangat di tengah kebersamaan.

Hari itu, semua sisi itu seakan tersembunyi.
Ia memilih diam.
Ajakan ditolak halus. Senyum tipis, lalu kembali pada ruang sunyi yang ia bangun sendiri. Bahkan ketika wartawan mendekat, berharap sepatah dua patah kata tentang makna Dies Natalis atau refleksi perjalanan kampus, ia memilih menahan diri. Tidak ada pernyataan. Tidak ada narasi resmi. Hanya keheningan.

Di tengah perayaan yang semestinya menjadi ruang nostalgia dan kebanggaan, ada kesan bahwa sang rektor tengah memikul sesuatu yang lebih berat dari sekadar lelah fisik.
Mungkin soal kampus. Mungkin tanggung jawab yang tak terlihat. Atau mungkin urusan lain di luar yang tak sempat ia tinggalkan di rumah.

Kita tak pernah benar-benar tahu apa yang dipikirkan seorang pemimpin ketika ia diam.
Namun, diamnya hari itu terasa berbeda.
Riuh acara terus berjalan. Musik tetap berdentum. Tawa tetap mengalir. Tetapi di satu sudut, seorang profesor duduk dengan pikirannya sendiri—seolah sedang menimbang sesuatu yang tak bisa dibagikan di tengah perayaan.

Dan mungkin, justru di situlah kita diingatkan: bahwa di balik jabatan, di balik gelar, di balik senyum yang biasa ditampilkan di ruang publik—ada sisi manusiawi yang tak selalu siap dirayakan.
Ada hari ketika seseorang hanya ingin duduk. Diam. Menyimpan tenaga. Menjaga pikiran.
Meski dunia di sekitarnya sedang bersuka cita.

Pagi itu, Dies Natalis tetap berlangsung meriah.
Namun bagi Profesor Lukman Thaher, mungkin itu adalah pagi untuk bertahan—bukan untuk bergoyang. (*)

Editor: Yusrin eLbanna

Sekber SMSI, AMSI, dan JMSI Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kebijakan Publik
  • Organisasi

Sekber SMSI, AMSI, dan JMSI Resmi Dibentuk, Siap Kawal Kebijakan Publik

Adm Red. May 2, 2026

Lampung, trustsulteng – Sekretariat Bersama (Sekber) tiga konstituen Dewan Pers, yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), resmi dibentuk pada Jumat 1 Mei 2026.

Peresmian Sekber tersebut ditandai dengan penandatanganan fakta integritas oleh para ketua organisasi di tingkat provinsi. Kegiatan berlangsung di kawasan Jalur Dua Sultan Agung, Bandarlampung.

Ketua SMSI Lampung, Donny, menyampaikan bahwa pembentukan Sekber merupakan hasil dari diskusi panjang antara ketiga organisasi media siber tersebut. Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini lahir dari semangat bersama untuk memperkuat peran media dalam kehidupan demokrasi.

“Sekber ini dikomandani oleh tiga ketua pengurus daerah, serta didukung oleh divisi kehumasan, investigasi, dan advokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua AMSI Lampung, Hendri, menjelaskan bahwa tugas utama Sekber adalah mengawal kinerja pemerintah, khususnya dalam memenuhi hak-hak masyarakat. Ia berharap Sekber dapat menjadi saluran alternatif ketika aspirasi publik tidak tersampaikan dengan baik.

“Jika ruang keluh kesah masyarakat tersumbat, Sekber diharapkan bisa membantu menghadirkan solusi dan mendorong pemangku kebijakan lebih responsif,” katanya.

Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan, menambahkan bahwa keberadaan Sekber juga bertujuan untuk menjaga objektivitas dalam melihat berbagai persoalan daerah. Selain itu, Sekber diharapkan mampu mencegah terjadinya persoalan hukum yang menjerat para pimpinan daerah.

Menurutnya, kolaborasi tiga konstituen Dewan Pers ini dilandasi semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, termasuk mengawal jalannya kepemimpinan di Lampung agar berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Regenerasi kepemimpinan di Lampung sudah berjalan baik. Harapannya, daerah ini bisa semakin maju di bawah kepemimpinan saat ini,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Sekber tiga konstituen ini berencana menggelar sarasehan pada 11 Mei 2026 di Hotel Rodison Bandarlampung. Kegiatan tersebut akan mengangkat tema “Kemana Arah Kebijakan Lampung ke Depan”.

Sarasehan itu diharapkan menjadi ruang diskusi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang lebih transparan dan berpihak pada publik. (*)

editor: yusrin eLbanna

 

 

 

 

Donor Darah Rutin Dua Bulanan, RSUD Anutapura Gandeng Sriti Convention Hall
  • Masyarakat
  • Uncategorized

Donor Darah Rutin Dua Bulanan, RSUD Anutapura Gandeng Sriti Convention Hall

Adm Red. May 2, 2026

Palu, trustsulteng – Unit Pengelola Darah RSUD Anutapura Palu kembali menggelar kegiatan donor darah rutin dua bulanan dengan menggandeng karyawan Sriti Convention Hall, Sabtu 2 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi kolaborasi kelima antara pihak rumah sakit dan mitra, sekaligus memperluas jangkauan layanan donor darah ke komunitas masyarakat.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi publik dalam pemenuhan kebutuhan darah di daerah.

Petugas donor darah, Darwin, mengatakan sebanyak tujuh tenaga medis diterjunkan dalam kegiatan tersebut untuk melayani para pendonor. Ia menyebut antusiasme peserta cukup tinggi, tidak hanya dari kalangan karyawan Sriti, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Tidak hanya karyawan Sriti, tapi masyarakat sekitar juga hadir mendonorkan darahnya untuk kepentingan orang yang membutuhkan,” ujar Darwin di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kegiatan di Sriti Convention Hall ini merupakan yang pertama kali digelar di lokasi tersebut, setelah sebelumnya rutin dilaksanakan di sejumlah titik, salah satunya kafe dan restoran di kawasan Jalan Juanda Palu.

Dalam setiap pelaksanaan, jumlah pendonor yang hadir berkisar antara 20 hingga 30 orang. Angka ini dinilai cukup stabil untuk kegiatan rutin, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah.

 

Program donor darah jemput bola yang dijalankan RSUD Anutapura merupakan bagian dari inovasi layanan kesehatan untuk mendekatkan akses donor kepada masyarakat. Program ini sebelumnya diperkenalkan melalui skema “Sejuta Doah” yang memungkinkan tenaga medis mendatangi langsung komunitas atau lokasi kegiatan guna mempermudah partisipasi warga.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan darah di fasilitas kesehatan cenderung fluktuatif dan sering kali lebih tinggi dibandingkan ketersediaan. Oleh karena itu, keterlibatan komunitas, instansi, hingga pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stok darah tetap aman.

“Melalui kolaborasi berkelanjutan seperti ini, RSUD Anutapura berharap kegiatan donor darah tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat di Kota Palu,” tutup Darwin. (*)

editor: yusrin eL Banna

Posts pagination

1 2 3 4 … 270 Next

Recent Posts

  • Ucapan “Wartawan Bodoh” Picu Kecaman, JMSI Sulteng Soroti Etika Pejabat Publik
  • IJTI Sulteng Kecam Pernyataan Eks Direktur RSUD Undata yang Menghina Jurnalis
  • Baru Menjabat Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung Langsung “Rotasi Dua Pejabat”
  • Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan
  • Gubernur Anwar Hafid Sambut Kedatangan Kajati Sulteng Zullikar Tanjung
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.