Palu, trustsulteng – Di tengah suasana haru dan bangga yang menyelimuti hari wisuda, Kamis, 16 April 2026, sosok Zakia Sukma Ranti Rabbie berdiri tegak sebagai representasi ketekunan, dedikasi, dan harapan masa depan. Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Biologi, Universitas Tadulako ini resmi menyandang gelar sarjana setelah menuntaskan perjalanan akademiknya yang tidak singkat.
Ranti—begitu ia akrab disapa—memulai perjalanannya sebagai mahasiswa pada tahun 2021. Dalam kurun waktu tersebut, ia tidak hanya menapaki jalur akademik secara formal, tetapi juga mengasah ketekunan ilmiah melalui penelitian yang mendalam. Skripsinya yang berjudul “Karakterisasi Protease Asal Actinomycetes Isolat JO2 Endofit Akar Bawang (Allium ascalonicum L.) Kultivar Palu Sulawesi Tengah” menjadi bukti keseriusannya dalam bidang mikrobiologi dan bioteknologi.
Penelitian tersebut tidak sekadar memenuhi syarat kelulusan. Di balik judul yang kompleks, terdapat eksplorasi ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan potensi mikroorganisme lokal Sulawesi Tengah. Ranti meneliti enzim protease dari bakteri actinomycetes yang hidup sebagai endofit pada akar bawang lokal—sebuah pendekatan yang membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati daerah untuk aplikasi industri dan kesehatan.
“Prosesnya tidak mudah, tapi saya percaya setiap tahapan itu penting,” ungkap Ranti dalam perbincangan singkat usai prosesi wisuda. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada aspek teknis penelitian, tetapi juga menjaga konsistensi dan semangat di tengah berbagai keterbatasan.
Momentum wisuda ini menjadi semakin istimewa karena kehadiran kedua orang tuanya, M. Rais Rabie dan Srianty, serta keluarga besar yang datang langsung dari Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali. Sehari sebelum acara, keluarga telah tiba di Kota Palu dan menginap bersama, menjadikan momen ini sebagai perayaan penuh makna atas capaian Ranti.
Sebagai anak kedua dalam keluarga, Ranti menyadari bahwa pencapaiannya bukanlah hasil kerja individu semata. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam setiap langkahnya. “Ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang doa dan perjuangan orang tua saya,” ujarnya.
Namun, wisuda bukanlah garis akhir bagi Ranti. Justru sebaliknya, ini adalah gerbang menuju fase berikutnya. Dengan tekad yang kuat, ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), tetap di bidang yang selaras dengan minat penelitiannya.
Ke depan, Ranti berharap dapat terus mengembangkan riset berbasis potensi lokal dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan sains dan teknologi, kehadiran peneliti muda seperti dirinya menjadi penting, terutama dalam mengangkat kekayaan hayati daerah ke tingkat yang lebih luas.
Perjalanan Zakia Sukma Ranti Rabbie adalah potret dari generasi muda yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga makna di balik ilmu. Dari akar bawang di tanah Sulawesi Tengah, ia menapaki langkah menuju panggung akademik yang lebih tinggi—membawa harapan, ilmu, dan semangat yang tak lekang oleh waktu. (*)
editor: yusrin eLbanna






