Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Popular Tags
  • Berita Sulteng
  • KONI sulteng
  • Pemrov sulteng
  • Berita sulteng tolitoli
  • Gubernur Anwar Hafid
  • Wagub Reny
  • Olahraga sulteng
  • Gubernur Cudy
  • Berita sulteng sigi
Breaking News
1 IMG-20260511-WA0004 Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional 2 IMG-20260511-WA0002 Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi 3 IMG-20260511-WA0001 Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks 4 IMG-20260510-WA0032 Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata 5 IMG-20260510-WA0002 Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu
Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional

Adm Red. May 11, 2026
Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi

Adm Red. May 11, 2026
Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks
  • Uncategorized

Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks

Adm Red. May 11, 2026
Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata
  • Organisasi

Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata

Adm Red. May 10, 2026
Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu
  • Uncategorized

Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu

Adm Red. May 10, 2026
  • Latest
  • Popular
  • Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional

    Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional

    May 11, 2026
  • Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi

    Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi

    May 11, 2026
  • Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks

    Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks

    May 11, 2026
  • Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata

    Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata

    May 10, 2026
  • Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    Taekwondo Sulteng Siap Sumbang Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    Tim Takraw Putri Sulteng Optimis Rebut Medali Emas di PON XX Papua

    July 28, 2021
  • Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    Jelang PON Ketum KONI Sulteng Tinjau Kesiapan Atlet Bela Diri dan Sepak Takraw

    July 28, 2021
  • Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    Menyoal Kerugian Negara Rp 2,4 M Dari Sidang Mantan Kepala DPRP Palu

    July 28, 2021
Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional

May 11, 2026
Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi

May 11, 2026
Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional

Adm Red. May 11, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido mengambil sumpah dan melantik 40 aparatur sipil negara jabatan Eselon II dan tenaga fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Prosesi berlangsung di Rumah Jabatan Siranindi II, Senin 11 Mei 2026, dengan semangat mempercepat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Para pejabat yang mengisi jabatan strategis tersebut telah melalui proses uji kompetensi (job fit), sehingga diharapkan mampu langsung bergerak cepat, adaptif, dan menghadirkan terobosan di masing-masing perangkat daerah. Sejumlah pejabat yang dipercaya mengemban amanah baru di antaranya Dr. Rachman Ansyari sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, I Wayan Yudana sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Irwan sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa, Rusmiadi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Wahyu Agust Pratama sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik. Selain itu, Muh Syahrul Syam sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wahid Irawan sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup, Susanto Wibowo di Dinas Kehutanan, A. Haris di Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, dan Asbudianto di Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus berani berinovasi dan fokus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Ia mendorong setiap pimpinan untuk tidak terjebak pada rencana besar yang sulit diwujudkan, melainkan mulai dari langkah konkret yang langsung dirasakan manfaatnya.

“Lakukan karya-karya kecil yang nyata. Itu jauh lebih baik daripada rencana besar yang tidak pernah terwujud,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama tanpa terpengaruh keterbatasan anggaran. Menurutnya, masyarakat hanya menilai dari kualitas layanan yang mereka terima, bukan kondisi internal pemerintah.

“Pelayanan kepada rakyat tidak mengenal alasan. Rakyat tidak peduli defisit atau keterbatasan anggaran, yang mereka tahu adalah kebutuhan mereka harus terpenuhi dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak organisasi, memperkuat kinerja, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat. Pelantikan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. (*)

sumber: biro adpim|editor: arief

Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi

Adm Red. May 11, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si berharap para pejabat yang baru dilantiknya mampu bekerja maksimal walau di tengah efisiensi.

“Walau sulit kita tidak boleh berhenti berkreasi karena pelayanan rakyat tidak kenal efisiensi,” tegas Gubernur Anwar Hafid usai melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dan 30 pejabat fungsional lingkup provinsi di Aula Rumah Jabatan Siranindi, Senin 11 Mei 2026.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar menyebut ada dua karakter penting yang wajib dimiliki pejabat birokrasi, yakni mampu melakukan hal luar biasa walau berasal dari orang biasa, dan menghadirkan manfaat dalam setiap kebijakan dan tindakan.

“Saya harap dua ciri ini ada dalam diri semua ASN,” pesannya.

Gubernur lalu meminta sejumlah kepala OPD yang baru, mempercepat tiga agenda prioritas di perangkat daerah mereka masing-masing, yaitu penyusunan data sektoral, digitalisasi, dan inovasi.

“Saya beri waktu enam bulan untuk menyiapkan tiga hal ini,” sambungnya bahwa kinerja kepala OPD dievaluasi dari 3 indikator tersebut.

Selain itu, gubernur mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan internal dan tidak memperlakukan pegawai tertentu sebagai anak emas, yang dapat merusak ekosistem kerja di perangkat daerah.

Tingkat kedisiplinan pegawai juga mesti dievaluasi secara berkala oleh Kepala OPD, agar jangan sampai pegawai yang malas turut menerima tunjangan kinerja yang sama besaran dengan pegawai yang rajin.

“Tolong tertibkan pegawai di tiap OPD,” serunya agar penegakan disiplin lebih diperkuat.

Gubernur Anwar Hafid juga mengakui bahwa proses menentukan pejabat terbaik pada pos jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilelang bukan hal mudah.

Karena itu, bagi ASN yang belum terpilih, dimintanya tetap mempersiapkan diri sebab sewaktu-waktu dapat mengisi jabatan yang kosong maupun menggantikan pejabat yang kinerjanya dinilai kurang maksimal.

“Pantang mundur dan jangan surut, karena roda pemerintahan terus berjalan dan akan dievaluasi,” tegasnya agar ASN senantiasa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Pelantikan turut dihadiri Anggota DPRD Sulteng Ir. Elisa Bunga Allo, M.M, Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekprov Dr. Novalina, M.M dan unsur forkopimda terkait.

sumber: biro adpim|editor: arief|

Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks
  • Uncategorized

Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks

Adm Red. May 11, 2026

Oleh : Satar S. Laupo, S.Ag, MPd. I 

Dalam tradisi Islam, kebenaran bukan sekadar nilai moral, tetapi fondasi peradaban. Al-Qur’an mengajarkan prinsip tabayyun, yaitu kewajiban memeriksa informasi sebelum mempercayai, menyebarkan, apalagi menjadikannya dasar penilaian terhadap seseorang.

Prinsip ini sangat relevan di tengah derasnya arus informasi digital hari ini, ketika potongan video, judul provokatif, dan narasi emosional sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi yang benar.

Beberapa waktu terakhir, Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar menjadi sasaran sejumlah hoaks. Salah satunya adalah narasi bahwa Menteri Agama kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun.

Berdasarkan penelusuran ANTARA, tidak ditemukan pernyataan resmi atau informasi kredibel yang menyebut Menteri Agama mengatakan hal tersebut. Kemenag juga membantah narasi itu.

Memang, Menteri Agama pernah berbicara tentang potensi besar dana umat dalam forum ekonomi syariah, tetapi pernyataan itu tidak berkaitan dengan klaim kekecewaan terhadap masyarakat ataupun pengumpulan dana secara paksa.

Hoaks lain terkait isu ibadah kurban. Beredar narasi bahwa Menteri Agama melarang penyembelihan hewan kurban dan meminta masyarakat menggantinya dengan uang. Narasi ini juga dipastikan tidak benar. Penjelasan Kemenag menyebutkan bahwa video yang beredar merupakan potongan tidak utuh dari pernyataan dalam acara Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026.

Konteks sebenarnya adalah gagasan memperbaiki tata kelola kurban agar pelaksanaan ibadah lebih higienis, sesuai syariat, memperhatikan kesehatan hewan, serta distribusinya lebih tepat sasaran, bukan larangan berkurban.

Demikian pula isu bahwa pemerintah akan mengambil alih pengelolaan kas masjid. ANTARA mencatat bahwa Kemenag menegaskan tidak pernah ada kebijakan atau rencana pengambilalihan dana kas masjid oleh pemerintah. Pengelolaan kas masjid tetap menjadi kewenangan pengurus masjid, DKM, atau takmir, berdasarkan amanah jamaah.

MAFINDO juga menilai klaim “rekening kas masjid dikelola pemerintah” sebagai konten menyesatkan karena video yang dipakai sebenarnya membahas gagasan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat, bukan pengambilalihan kas masjid.

Yang paling sensitif adalah narasi terkait kekerasan seksual. Dalam isu ini, kehati-hatian menjadi semakin penting karena menyangkut martabat korban, integritas lembaga pendidikan keagamaan, dan reputasi seseorang. Kemenag menyatakan bahwa Menteri Agama menegaskan sikap zero toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual. juga ditekankan perlunya lembaga pendidikan keagamaan menjadi ruang aman dan bermartabat.

Di Sulawesi Tengah, Kanwil Kemenag bahkan menyatakan dukungan atas kebijakan tersebut melalui rencana audit lingkungan pendidikan, sosialisasi pengawasan internal, serta penguatan kanal aduan.

Dari sudut pandang Islam, hoaks bukan sekadar kesalahan komunikasi. Melainkan dapat berubah menjadi fitnah, ghibah, bahkan buhtan, yaitu tuduhan dusta yang merusak kehormatan seseorang.

Dalam maqashid syariah, menjaga agama (hifz al-din), menjaga akal (hifz al-‘aql), menjaga jiwa (hifz al-nafs), dan menjaga kehormatan (hifz al-‘irdh) adalah tujuan pokok kehidupan sosial. Hoaks merusak semuanya sekaligus. Juga mengacaukan akal publik, memancing kebencian, melemahkan kepercayaan sosial, dan mencederai kehormatan manusia.

Karena itu, melawan hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga pemeriksa fakta. Tapi juga adalah tanggung jawab keagamaan dan kewargaan.

Seorang muslim tidak boleh hanya menjadi penerima informasi yang pasif. Tapi harus menjadi subjek moral yang menimbang, memeriksa, dan menahan diri.

Dalam bahasa lain, tidak semua yang viral layak dipercaya, tidak semua yang menyentuh emosi layak disebarkan, dan tidak semua kritik dapat dibenarkan bila dibangun di atas kebohongan.

Kritik kepada pejabat publik tentu sah. Dalam masyarakat demokratis, kebijakan pemerintah boleh diuji, dipertanyakan, bahkan ditolak dengan argumentasi yang kuat.

Namun kritik berbeda dengan fitnah. Kritik berdiri di atas data, akal sehat, dan adab. Fitnah berdiri di atas potongan informasi, prasangka, dan hasrat menjatuhkan. Islam tidak melarang kritik, tetapi Islam melarang dusta. Islam tidak menutup ruang perbedaan pendapat, tetapi Islam menuntut kejujuran dalam menyampaikan pendapat.

Di sinilah pentingnya etika digital umat. Sebelum membagikan informasi, masyarakat perlu bertanya: apakah sumbernya jelas? Apakah konteksnya utuh? Apakah ada klarifikasi resmi? Apakah judul dan isi sejalan? Apakah informasi itu membawa maslahat atau justru memecah belah?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini adalah bentuk tabayyun modern. Ini menjadi pagar moral agar jari tidak lebih cepat daripada nurani.

Kasus hoaks yang menimpa Menteri Agama memberi pelajaran penting bahwa ruang digital kita masih rentan terhadap manipulasi. Isu agama, masjid, kurban, dana umat, dan kekerasan seksual sangat mudah membangkitkan emosi publik.

Justru karena itu, isu-isu tersebut harus diperlakukan dengan ilmu, adab, dan kehati-hatian. Semakin suci isu yang dibicarakan, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk menjaganya dari dusta.

Pada akhirnya, menangkal hoaks adalah bagian dari jihad peradaban. Jihad menjaga akal sehat, menjaga kehormatan manusia, dan menjaga persatuan umat.

Umat Islam perlu tampil sebagai masyarakat yang cerdas secara digital dan matang secara spiritual. Bukan masyarakat yang mudah diprovokasi, tetapi masyarakat yang kuat dalam ilmu, teduh dalam sikap, dan jujur dalam menyampaikan kebenaran.

Sebab di zaman ketika kebohongan bisa menyebar hanya dengan satu sentuhan jari, menahan diri untuk tidak menyebarkan hoaks adalah bagian dari ibadah sosial yang sangat mulia.(*)

Penulis: ASN Kementerian Agama Sulawesi Tengah

Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata
  • Organisasi

Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata

Adm Red. May 10, 2026

Palu, trustsulteng – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Sulawesi Tengah berlangsung penuh semangat dan optimisme di Grand The Sya Palu, Minggu 5 Mei 2026. Mengusung tagline “Demokrat Menang, Sulteng Nambaso”, forum konsolidasi terbesar Partai Demokrat di Sulawesi Tengah itu menjadi momentum penguatan mesin partai menuju kemenangan besar pada Pemilu 2029.

Musda V Demokrat Sulteng dihadiri langsung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara virtual dan jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang hadir langsung, di antaranya Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, serta Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat, Felix Susanto.

Turut hadir Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan, Sekretaris 1 Simade Ras Edi Astawa, Sekretaris 2 MP Simanjuntak, Ketua Deputi Wilayah Gustaf Tamo Mbapa, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe, Ketua Srikandi Demokrat Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan, seluruh Ketua DPC Demokrat dari 13 kabupaten/kota, hingga anggota DPRD Partai Demokrat se-Sulawesi Tengah.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah yang juga Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, tampil membakar semangat kader lewat pidato politik yang menekankan pentingnya persatuan, modernisasi partai, dan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyebut Musda V Demokrat sebagai momentum kebangkitan besar Partai Demokrat di Sulawesi Tengah. Ia mengungkapkan pesan khusus Ketua Umum Partai Demokrat yang meminta seluruh kader menjadikan momentum ini sebagai titik awal lompatan politik yang lebih kuat menghadapi Pemilu 2029.

“Dulu kita bukan siapa-siapa. Tapi hari ini Demokrat sudah sejajar dengan partai-partai besar di Sulawesi Tengah. Ini harus menjadi energi baru untuk terus bergerak dan menang,” ujar Anwar Hafid disambut tepuk tangan kader.

Anwar menegaskan, kemenangan Demokrat ke depan tidak cukup hanya mengandalkan kerja konvensional. Ia mulai mendorong transformasi partai berbasis data dan digitalisasi. Menurutnya, seluruh struktur partai harus mulai membangun data kepengurusan dan data keanggotaan yang terintegrasi secara digital agar kekuatan politik Demokrat dapat dipetakan dengan akurat.

Ia bahkan mengungkap keberhasilan strategi “silent movement” saat Pilkada lalu yang bekerja menggunakan pendekatan digital dan pemetaan data lapangan secara senyap namun efektif. Strategi itu, kata dia, menjadi salah satu faktor penting yang mampu mengubah peta politik hingga menghasilkan kemenangan meski sebelumnya dianggap tidak diunggulkan.

“Ke depan kita tidak bisa lagi bekerja tanpa data. Semua harus terdigitalisasi. Politik modern membutuhkan data yang kuat dan kerja yang terukur,” tegasnya.

Tak hanya bicara soal konsolidasi partai, Anwar Hafid juga memaparkan berbagai program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menurutnya menjadi bukti nyata keberpihakan Demokrat kepada rakyat.

Melalui program “Berani Cerdas”, Pemprov Sulteng saat ini membiayai beasiswa bagi sekitar 23 ribu mahasiswa setiap tahun. Anwar memperkirakan hingga 2029 jumlah penerima manfaat akan mencapai sekitar 150 ribu mahasiswa di seluruh Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan, program tersebut hadir untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terkendala biaya.

“Kalau 150 ribu mahasiswa merasakan manfaat program ini, maka mereka akan ingat siapa yang hadir membantu masa depan mereka,” katanya.

Selain pendidikan, Anwar juga menyoroti program “Berani Sehat” yang memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat. Program itu memungkinkan warga mendapatkan pelayanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP, termasuk bagi masyarakat yang kepesertaan BPJS-nya sempat nonaktif akibat tunggakan atau persoalan ekonomi.

Menurut Anwar, hingga 2025 tercatat sekitar 165 ribu masyarakat Sulawesi Tengah telah memanfaatkan program tersebut.

“Rakyat tidak butuh banyak janji. Mereka butuh bukti bahwa pemerintah hadir ketika mereka sakit, ketika anak-anak mereka ingin sekolah, dan ketika hidup mereka susah,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Anwar Hafid juga optimistis Demokrat mampu meningkatkan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu mendatang. Ia menyebut selisih suara Demokrat dengan partai besar lain pada Pemilu sebelumnya sangat tipis sehingga peluang menambah kursi terbuka lebar jika seluruh kader bergerak bersama.

Ia pun meminta seluruh kader Demokrat tetap solid, tidak mudah goyah, dan terus menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat hingga ke pelosok desa.

“Jangan biarkan perjuangan ini berjalan sendiri. Demokrat harus hadir di tengah rakyat dengan kerja nyata,” tandasnya.

AHY menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah seperti “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” yang dijalankan Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A Lamadjido.

“Tanpa pendidikan yang baik dan akses kesehatan yang merata, pertumbuhan ekonomi tidak akan bermakna bagi masyarakat kecil. Program-program seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.

AHY juga meminta seluruh kader Demokrat Sulawesi Tengah mendukung penuh program pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto hingga ke pelosok desa di Sulawesi Tengah.

Musda V Demokrat Sulawesi Tengah berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penegasan arah baru Demokrat Sulawesi Tengah menuju partai modern berbasis data, kerja nyata, dan pelayanan langsung kepada masyarakat. (*)

editor: arief

Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu
  • Uncategorized

Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu

Adm Red. May 10, 2026

SOSOK

Di sebuah desa yang menjadi pusat denyut kehidupan Kecamatan Petasia Barat, ada sosok sederhana yang telah lama dikenal masyarakat. Bukan karena jabatan tinggi, bukan pula karena kemewahan hidupnya. Ia dikenal karena kedekatannya dengan warga, pengabdiannya di dunia pendidikan, dan ketulusannya dalam membina generasi muda. Sosok itu adalah Adris Ganoli.

Puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru olahraga di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Petasia, Adris bukan hanya mengajarkan cara berlari, menendang bola, atau menjaga kebugaran tubuh. Lebih dari itu, ia mendidik tentang disiplin, sportivitas, kerja keras, dan semangat kebersamaan kepada anak-anak yang kini banyak telah tumbuh menjadi bagian penting masyarakat.

Kini, menjelang masa purnabakti sebagai pendidik, Adris memilih jalan pengabdian yang lebih luas. Ia mengambil bagian dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Tiu untuk periode 2026–2034. Sebuah keputusan yang lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari panggilan hati untuk terus melayani masyarakat.

Desa Tiu bukan desa biasa. Sebagai ibu kota Kecamatan Petasia Barat, Tiu memegang peran penting dalam perkembangan wilayah. Kemajuan desa ini akan sangat menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Karena itu, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami pemerintahan, tetapi juga memahami rakyatnya.

Dan banyak warga menilai, pengalaman panjang Adris hidup bersama masyarakat menjadi modal besar untuk itu.

Selama menjadi guru, Adris dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Ia hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat ada kepentingan, tetapi dalam keseharian kehidupan warga. Karakter humoris yang dimilikinya membuat ia mudah diterima oleh berbagai kalangan — dari anak muda hingga para orang tua.

Namun di balik sikap sederhana dan hangat itu, tersimpan keteguhan prinsip tentang tanggung jawab dan amanah. Baginya, jabatan adalah bentuk pengabdian, bukan kesempatan untuk dilayani.

“Melayani dengan hati, bekerja dengan nyata, membangun Desa Tiu untuk masa depan yang lebih baik,” menjadi kalimat yang terus ia pegang dalam perjalanan pengabdiannya.

Keinginan Adris untuk maju sebagai Kepala Desa Tiu juga membawa harapan tentang persatuan. Di tengah berbagai perbedaan pilihan dan pandangan, ia ingin masyarakat tetap menjaga kekeluargaan dan kebersamaan demi kemajuan desa.

Ia percaya, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Desa yang maju hanya bisa lahir dari persatuan masyarakat dan pemimpin yang mau mendengar suara rakyatnya.

Visi yang diusungnya sederhana namun menyentuh kebutuhan masyarakat: meningkatkan pelayanan, membangun desa dengan perencanaan yang matang, mendorong ekonomi dan kesejahteraan warga, memperhatikan pendidikan dan kesehatan, serta menjaga alam dan budaya lokal yang menjadi identitas Desa Tiu.

Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah waktu untuk beristirahat. Namun bagi Adris Ganoli, masa itu justru menjadi awal pengabdian baru.

Ia ingin menutup perjalanan panjangnya sebagai pendidik dengan pengabdian yang lebih besar bagi kampung halaman dan masyarakat yang dicintainya.

Kini, harapan itu berada di tangan masyarakat Desa Tiu.

Restu, dukungan, dan doa dari seluruh warga akan menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan pemimpin yang lahir dari rakyat, hidup bersama rakyat, dan ingin bekerja sepenuh hati untuk rakyat.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pintar berbicara. Masyarakat membutuhkan sosok yang hadir, peduli, dan benar-benar memahami arti pengabdian.

Dan bagi banyak warga, sosok itu ada pada diri Adris Ganoli, S.Pd. (*)

penulis: yusrin eLbanna

Gerak Cepat Wakil Gubernur Tinjau Langsung Lokasi KPN Talaga Pastikan Program Pangan Dilanjutkan
  • Teknologi

Gerak Cepat Wakil Gubernur Tinjau Langsung Lokasi KPN Talaga Pastikan Program Pangan Dilanjutkan

Adm Red. May 10, 2026

Donggala, trustsulteng – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Renny Lamadjido, meninjau langsung lokasi Kawasan Pangan Nusantara di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, menyusul keputusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melanjutkan program pangan di kawasan tersebut.

Kunjungan itu dilakukan setelah rapat terbatas yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah yang memastikan program pengembangan pangan di kawasan KPN kembali dilanjutkan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Kepala Bappeda Sulawesi Tengah, sejumlah staf Dinas Tanaman Pangan, Camat Dampelas, perangkat desa, serta mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulteng, M. Ridha Saleh.

Di lokasi, Wakil Gubernur meninjau sejumlah blok area proyek KPN, yakni Blok 1 seluas 20 hektare dan Blok 2 seluas 180 hektare yang telah dilakukan land clearing dan sebagian telah ditanami masyarakat dengan berbagai komoditas hortikultura dan perkebunan.

“KPN ini sangat luar biasa. Lahannya subur dan tanaman yang ditanam masyarakat juga tumbuh dengan baik. Sangat disayangkan jika tidak dikelola secara maksimal,” ujar Renny di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, kawasan tersebut perlu memiliki roadmap pengembangan yang jelas serta ekosistem pertanian dan perkebunan yang terintegrasi. Apalagi, kawasan itu juga didukung potensi wisata danau dan laut serta infrastruktur yang dinilai sudah cukup memadai.

Namun demikian, Renny menilai pengelolaan kawasan hingga saat ini belum berjalan optimal. Karena itu, ia turun langsung untuk memastikan kondisi objektif dan terkini KPN Talaga.

“Gubernur meminta kami memastikan kondisi objektif di lapangan. Setelah mendengar paparan umum dari Pak Ridha Saleh, pemerintah provinsi memutuskan program ini dilanjutkan,” katanya.

Untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut, lanjut Renny, Gubernur juga telah memerintahkan pembentukan tim percepatan pembangunan KPN serta tim mitigasi sosial dan lingkungan yang akan bekerja langsung di lapangan.

Sementara itu, M. Ridha Saleh menjelaskan bahwa sejak berdirinya KPN, kawasan tersebut pernah dikelola melalui pola kemitraan antara TNI dan petani dalam program manunggal TNI dan petani.

“Kalau tidak salah, pernah empat kali panen jagung dan juga menanam berbagai komoditas seperti kacang dan cabai. Namun sekarang aktivitas itu berhenti,” ujar Ridha.

Meski demikian, menurut Ridha, hingga kini masih ada petani yang memanfaatkan sebagian areal KPN, meski belum dilakukan secara maksimal.

“Wakil Gubernur sudah melihat langsung kondisi di lapangan dan juga mendengar respons masyarakat yang menyambut baik rencana kelanjutan program ini,” katanya.*

editor: yusrin eLbanna

Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron Buka Musda Sulteng, Anwar Hafid Masih Dijagokan
  • Politik
  • Uncategorized

Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron Buka Musda Sulteng, Anwar Hafid Masih Dijagokan

Adm Red. May 9, 2026

Palu, trustsulteng -Kalau tidak ada aral melintang, Minggu besok 10 Mei 2026, sekitar pukul 13:30 wita, Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si dijadwalkan membuka resmi musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Demokrat (DP) Sulawesi Tengah.

“Sesuai jadwal besok yang buka Musda DPD Partai Demokrat Sulteng adalah Sekjen DPP PD bapak Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si,”kata Syarifudin Hafid, SH, MM menjawab media ini Sabtu sore (9/5-2026) via chat di aplikasi whatsAppnya.

Diketahui Herman ditunjuk oleh Ketua Umum DPP PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menggantikan Teuku Riefky Harsya setelah diangkat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sejak 21 Oktober 2024-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan menggunakan pesawat pagi dari Jakarta ke Palu. Rombongan Sekjen DPP Partai Demokrat itu dijadwalkan tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu pada pukul 6 pagi.

Dan akan dijemput oleh para pengurus. Tiba di Palu rombang Sekjen rencananya ngobrol produktif (ngopi) dan sarapan pagi di warkop roemah Balkot.

“Besok pagi Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan tiba di Palu. Dan sebelum ketempat Musda akan mampir ngopi dan sarapan pagi di warkop roemah balkot,”jelas ketua DPC Partai Demokrat Morowali itu.

Sebagai informasi ada tiga kandidat ketua yang mendaftar dalam Musda DPD Partai Demokrat kali ini, yakni Dr.Anwar Hafid, S.Sos, M.Si, Dr.Abdurrahman Thaha, SH, MH dan Ikbal Khan. Ketiganya telah mengembalikan formulir pendaftaran beberapa waktu lalu.

Namun dalam tradisi Musda DPD Partai Demokrat yang diikuti DPC Kabupaten dan Kota se Sulteng selalu aklamsi sepanjang ketua yang menjabat masih maju mencalonkan diri atau dicalonkan oleh ketua – ketua DPC dari kabupaten dan kota.

Anwar Hafid sudah ke tiga kalinya mengikuti Musda DPD Partai Demokrat Sulteng dan selalu mulus terpilih secara aklamasi.

Apalagi sepanjang sejarah pencalonannya selalu ada jabatan yang melekat sebagai kepala daerah. Dua periode sebelumnya saat masih menjabat sebagai bupati Morowali. Dan kali ini melekat jabatan sebagai Gubernur Sulteng.

Sekalipun tidak ada ketentuan baik dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bahwa harus memilih ketua secara aklamasi karena ada jabatan di pemerintahan, namun kenyataannya para kader Partai Demokrat solid mendukung, mencalonkan dan memilih Anwar Hafid kembali memimpin Partai Demokrat Sulteng. (*)

editor: zudan

Brigjen Pol. Nasri Sulaeman Ditunjuk Kapolda Sulteng
  • Pemerintah

Brigjen Pol. Nasri Sulaeman Ditunjuk Kapolda Sulteng

Adm Red. May 9, 2026

Palu, trustsulteng – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng) resmi dipimpin Brigjen Pol Nasri Sulaeman S.I.K., M.H. Penunjukan tersebut menggantikan Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H., yang memasuki masa purnabakti.

Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026, yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Dr. Anwar.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulteng, Brigjen Nasri Suleman menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan. Pergantian pucuk pimpinan itu juga dibenarkan oleh Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono.

Kombes Djoko menjelaskan, rotasi jabatan dilakukan karena Kapolda sebelumnya, Irjen Endi Sutendi, telah memasuki masa pensiun per 1 Mei 2026. Menurutnya, pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi di lingkungan Polri.

“Dalam surat telegram Kapolri tersebut, di jajaran Polda Sulawesi Tengah, jabatan Kapolda yang mengalami rotasi,” jelas Kombes Djoko dalam keterangan tertulisnya, Jumat 8 Mei 2026.

Brigjen Nasri Suleman merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 dan tercatat satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di bidang reserse dan pembinaan.

Sejumlah posisi yang pernah diemban antara lain Kapolres Jember, Wakapolres Metro Tangerang, Dirreskrimum Polda Banten, serta Dirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Ia juga pernah menjabat Wakapolda Kalimantan Selatan, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri, hingga Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Sulteng, sejak 2024 Brigjen Nasri mengemban tugas sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono berharap pergantian kepemimpinan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami berharap kepemimpinan baru terus meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.(*)

editor: yusrin eLbanna

Gubernur Sulteng Pastikan Lanjutkan Pembangunan KPN Talaga
  • Pemerintah

Gubernur Sulteng Pastikan Lanjutkan Pembangunan KPN Talaga

Adm Red. May 8, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melanjutkan sekaligus membangun kembali Kawasan Pangan Nusantara (KPN) Talaga.

Kepastian tersebut disampaikan saat Gubernur memimpin rapat terbatas terkait KPN Talaga yang berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat 8 Mei 2026.

Rapat tersebut digelar untuk mendengarkan perkembangan terbaru serta membahas langkah lanjutan pengelolaan KPN Talaga pasca diresmikan oleh Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, dua tahun lalu.

Selain Gubernur, rapat turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Sekretaris Provinsi, Kepala Inspektorat, Kepala BRIDA, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bappeda, serta M. Ridha Saleh yang diundang secara khusus untuk memaparkan kondisi dan perkembangan KPN Talaga.

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa sektor pangan merupakan isu strategis sekaligus program prioritas nasional. Karena itu, keberadaan KPN Talaga dinilai sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kita berharap dengan dibangunnya kembali KPN ini dapat memperkokoh kemandirian pangan daerah, memberdayakan dan meningkatkan ekonomi petani, sekaligus mendorong industrialisasi di pedesaan,” ujar Gubernur.

Sementara itu, M. Ridha Saleh menjelaskan bahwa seluruh perizinan KPN Talaga telah lengkap. Infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan ketersediaan air juga telah tersedia.

Ia menambahkan, lahan yang telah dilakukan land clearing mencapai sekitar 200 hektare. Namun, pengelolaannya dinilai belum berjalan maksimal.

“Walaupun demikian, para petani di sekitar kawasan KPN tetap beraktivitas,” kata Ridha Saleh.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap revitalisasi KPN Talaga nantinya mampu menjadi pusat pengembangan pangan terpadu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.(*)

editor: yusrin eLbanna

Kejagung Bidik 30 Perusahaan Tambang dan Sawit Ilegal di Sulteng
  • Hukum
  • Uncategorized

Kejagung Bidik 30 Perusahaan Tambang dan Sawit Ilegal di Sulteng

Adm Red. May 8, 2026

Palu, trustsulteng – Kejaksaan Agung (Kejagung) yang tergabung dalam Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengidentifikasi sekitar 20 hingga 30 perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang diduga beroperasi secara ilegal di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Ada beberapa perusahaan tambang maupun perkebunan sawit yang sudah diidentifikasi dan diklarifikasi oleh tim Satgas PKH. Nanti akan ditentukan bentuk pelanggarannya, apakah dikenakan denda, penguasaan kembali lahan, atau kedua-duanya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di sela kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.

Ia menegaskan, Kejagung berkomitmen mendukung agenda prioritas pemerintah, termasuk penertiban kawasan hutan, pengawasan dana desa, serta pengawalan program strategis nasional.

Menurut Anang, Satgas PKH saat ini masih melakukan identifikasi dan klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan aktivitas pertambangan maupun perkebunan dengan pelanggaran izin, termasuk dugaan tidak memiliki Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan Satgas PKH lebih mengutamakan pemulihan kerugian negara dan pengembalian penguasaan lahan dibandingkan penindakan pidana.

“Pidana itu sifatnya ultimum remedium atau langkah terakhir. Yang lebih diutamakan adalah sanksi administratif, pemulihan kerugian negara, dan pemulihan penguasaan lahan,” jelasnya.

Dalam proses klarifikasi, sejumlah pihak perusahaan telah dimintai keterangan. Baik jajaran direksi maupun pihak yang dianggap mengetahui aktivitas di lokasi yang diduga bermasalah turut dipanggil untuk memberikan penjelasan.

Selain penegakan hukum di sektor kehutanan dan pertambangan, Kejaksaan juga menegaskan dukungannya terhadap program prioritas pemerintah periode 2024–2029, terutama dalam bidang reformasi hukum dan pemberantasan korupsi menuju visi Indonesia Emas.

Menurut Anang, Kejaksaan tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, tetapi juga melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap pelaksanaan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaga Desa, Koperasi Merah Putih, hingga program cetak sawah.

“Program-program pemerintah tetap berjalan, sementara kami melakukan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dalam program Jaga Desa, Kejaksaan bersama Kementerian Dalam Negeri melakukan pendampingan terhadap penggunaan dana desa. Pendampingan tersebut dilakukan karena banyak kepala desa berasal dari latar belakang nonbirokrasi sehingga membutuhkan pembinaan terkait tata kelola anggaran.

“Kalau sifatnya administrasi, sebisa mungkin dibimbing dan dipulihkan dulu. Tapi kalau ada unsur fiktif atau digunakan untuk kepentingan pribadi, tentu itu masuk ranah pidana,” tegasnya.

Terkait bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) maupun hibah pemerintah daerah kepada institusi penegak hukum, Anang menyebut hal tersebut diperbolehkan sepanjang digunakan untuk kepentingan publik dan bukan untuk kepentingan pribadi.

“Kalau digunakan untuk pelayana

n publik dan sarana prasarana, itu tidak masalah. Yang penting bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.(*)

editor: yusrin eLbanna

Posts pagination

1 2 3 4 … 271 Next

Recent Posts

  • Gubernur Anwar Hafid Lantik 40 Eselon II dan Fungsional
  • Gubernur Anwar Hafid:  Optimalkan Pelayanan, Rakyat Tak Kenal Efisiensi
  • Tabayyun Digital: Menjaga Akal Publik dari Fitnah dan Hoaks
  • Musda V Demokrat Sulteng Jadi Titik Balik, Anwar Hafid Dorong Politik Berbasis Data dan Kerja Nyata
  • Adris Ganoli dan Harapan Baru untuk Desa Tiu
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.