Palu, trustsulteng – Setelah viral karangan bunga bertuliskan “pelakor” akhirnya manajemen PT Bank Sulteng angkat bicara.
Melalui keterangan resmi Humas Divisi Corporate Secretary PT Bank Sulteng, manajemen menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah pribadi individu dan tidak berkaitan dengan aktivitas kelembagaan Bank Sulteng.
“Sehubungan dengan informasi yang beredar terkait persoalan pribadi salah satu pegawai, kami menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas kelembagaan Bank Sulteng,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Bank Sulteng menyatakan telah melakukan klarifikasi secara internal dan akan menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan perusahaan
Manajemen juga mengimbau masyarakat agar tidak mengaitkan persoalan pribadi individu dengan institusi Bank Sulteng. Hal ini dinilai penting agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap lembaga perbankan milik daerah tersebut.
Pihak Bank Sulteng sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat.
Sebelumnya, persoalan ini mencuat setelah beredarnya informasi terkait sebuah karangan bunga bernada sindiran yang ditempatkan di depan kantor Bank Sulteng.
Pada bagian bawah karangan bunga juga terdapat tulisan “Dari ISTRI SAH”. Tulisan itu sontak menjadi perhatian dan diperbincangkan publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, karangan bunga tersebut diduga dikirim oleh seorang istri sah dan ditujukan kepada seorang perempuan yang diduga merupakan oknum pegawai Bank Sulteng berinisial PPA.
PPA diduga menjadi orang ketiga dalam rumah tangga tersebut. Ia disebut menjalin hubungan dengan seorang pria yang telah berstatus sebagai suami orang.
Dalam informasi yang beredar, pria tersebut diduga merupakan seorang oknum anggota Polri yang berdinas di Polda Sulteng. Hubungan keduanya kemudian diketahui oleh istri sah.
Kemunculan karangan bunga itu kemudian menjadi perhatian karena persoalan yang diduga bersifat pribadi tersebut dibawa ke ruang publik.
Sementara itu, Humas Bank Sulteng, Abdu Borman, saat dikonfirmasi terkait karangan bunga tersebut memilih tidak memberikan komentar mengenai persoalan personal.
“Masalah personal itu, Pak. Kami pihak Bank Sulteng no comment,” kata Abdu, dikutip dari kabarsulteng.id
Meski demikian, Abdu mengatakan pihak bank dapat mengambil langkah mediasi apabila diperlukan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Yang kami bisa lakukan hanya memediasi kedua pihak agar masalah ini bisa diselesaikan secara damai,” ujarnya (*)
editor: yusrin eLbanna


