Poso, trustsulteng – Ketidakjelasan penanganan kasus kematian Afif Siraja, yang telah berlangsung hampir dua bulan tanpa hasil, memicu gelombang kecaman keras dari pemuda dan aktivis mahasiswa Islam di Sulawesi Tengah.
Tokoh pemuda Kabupaten Poso, Mujahidin, menyatakan pihaknya siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Polda Sulawesi Tengah jika penyebab kematian Afif jika tak segera diumumkan.
“Semua alat dan barang bukti sudah diamankan pihak kepolisian. Namun hingga kini, sudah mau dua bulan, Polda Sulteng jangankan menetapkan tersangka, mengungkap penyebab kematian Kak Afif saja belum diumumkan ke publik,” tegas Mujahidin, kepada media trustsulteng.com, Senin 1 Desember 2025.
Ia menilai lambannya kinerja Kapolda Sulawesi Tengah memperburuk kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
“Awalnya kami percaya pihak kepolisian mampu secara profesional dan transparan mengungkap penyebab kematian Kak Afif, tapi melihat perkembangan terakhir, tampaknya Polda Sulteng harus diingatkan secara langsung dan terus menerus,” ujarnya.
Mujahidin menegaskan bahwa pemuda Poso telah bersiap menuju Palu untuk melakukan tekanan massa.
“Kami dari pemuda Poso akan segera masuk ke Palu dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran,” ungkapnya.
Tidak hanya kalangan pemuda, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu juga menyatakan kekecewaan mendalam atas lambannya penanganan kasus tersebut.
Direktur Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum HMI (LKBHMI) Cabang Palu, Rahmat, menilai bahwa sikap Polda Sulteng telah menunjukkan hilangnya sisi kemanusiaan.
“Semua kader HMI se-Indonesia terutama di Sulawesi tahu, ada senior kami, Kak Afif Siraja, meninggal dalam kondisi ganjil. Aneh sekali, Polda terkesan sangat lamban menangani kasus tersebut,” ujarnya.
Rahmat membenarkan bahwa konsolidasi massa telah berlangsung, berbagai elemen pemuda di Palu dan Sulawesi Tengah bersiap turun ke jalan dalam waktu dekat.
“Sepertinya tidak ada jalan lain selain aksi unjuk rasa. Bagi kami, Polda Sulteng tidak layak dipercaya lagi karena lambannya penanganan dan pengungkapan kasus kematian Kak Afif Siraja,” tegasnya.
Sebelumnya, Polda Sulawesi Tengah menyatakan komitmennya menangani kasus kematian Afif Siraja secara transparan, dengan telah mengamankan berbagai alat bukti, hasil otopsi, dan keterangan saksi. Namun, sejak 19 Oktober, hingga hari ini Polda belum mengumumkan kesimpulan resmi terkait penyebab kematian.
Ketidakjelasan tersebut kini memicu eskalasi kekecewaan publik dan mengancam membesar menjadi gelombang protes masif di Sulawesi Tengah. (*)
editor; yusrin
