Palu, trustsulteng – Tepat satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menandai periode ini dengan berbagai capaian program unggulan. Dua program yang menjadi fokus utama pasangan dengan tagline BERANI (Bersama Anwar – Reni) adalah Berani Cerdas dan Berani Sehat, yang merupakan bagian dari 9 Program Nambaso dalam visi dan misi pemerintahan mereka.
Berdasarkan penelusuran media ini, kedua program tersebut telah mulai berjalan di sejumlah kabupaten dan kota, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan di lapangan.

Program Berani Cerdas difokuskan pada peningkatan akses pendidikan dan dukungan bagi peserta didik, khususnya dari keluarga kurang mampu. Sejumlah sekolah mengakui adanya bantuan, namun sebagian pihak menilai distribusi dan cakupan program masih perlu ditingkatkan agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara merata.
Sementara itu, program Berani Sehat diarahkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Beberapa warga mengaku mulai merasakan kemudahan dalam memperoleh layanan kesehatan. Namun, di sisi lain, terdapat catatan terkait kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan dalam mengimbangi peningkatan jumlah layanan.
Selain kedua program tersebut, perhatian publik juga tertuju pada kebijakan inovatif yang diinisiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tengah. Kepala Bapenda, Andi Irman, mengusulkan pemberian hadiah umroh gratis bagi masyarakat yang taat membayar pajak tepat waktu.
Program ini direncanakan memberikan hadiah utama berupa umroh gratis kepada masing-masing satu perwakilan wajib pajak dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Kepala Bapenda Andi Irman menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban perpajakan.
“Ini sebagai bentuk penghargaan kepada wajib pajak yang taat, sekaligus upaya mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak daerah,” ujarnya.
Penelusuran media ini menunjukkan, kebijakan insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak daerah, yang menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan.
Namun demikian, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai efektivitas program insentif berbasis hadiah perlu disertai dengan transparansi dan evaluasi yang jelas, terutama terkait mekanisme seleksi penerima dan sumber pendanaan program.
Selain itu, transparansi data capaian dari 9 Program Nambaso juga dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana realisasi program tersebut berjalan sesuai target.
Sejumlah elemen masyarakat berharap pemerintah daerah dapat secara berkala mempublikasikan laporan capaian program secara terbuka.

Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, publik menaruh harapan agar berbagai program unggulan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Media ini akan terus melakukan penelusuran dan pemantauan terhadap implementasi program pemerintah daerah sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik. (*)
Editor: Yusrin elBanna
