Palu, trustsulteng – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah, bakal laksanakan Musprov bulan Maret 2026 mendatang. Organisasi induk wadah dunia usaha, swasta dan koperasi ini sebagai mitra pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional ini, mulai dibincangkan.
Baik mekanisme Musprov maupun siapa bakal calon kandidat ketua umum Kadin Sulteng. Salah satu kandidat disebut sebut bakal mendapat dukungan suara Gufran Ahmad untuk periode 2026 sampai 2031.
Kantor Kadin Sulteng, yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, telah digelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC) untuk memantapkan persiapan teknis dan administratif.
Ketua Umum Kadin Sulawesi Tengah, Hj. Nur Rahmatu, menegaskan bahwa pihaknya tunduk pada keputusan Kadin Indonesia terkait jadwal pelaksanaan. Berdasarkan surat yang telah dilayangkan ke pusat, Kadin Sulteng menyatakan kesiapan penuh, bahkan jika agenda besar tersebut harus dilaksanakan di bulan puasa.

Prinsipnya kita siap. Komunikasi saya dengan Pak Anin (Anindya Bakrie) menjelaskan bahwa penentuan waktu sepenuhnya ada di tangan Kadin Indonesia. Jika mereka meminta dilaksanakan di bulan Ramadan, kita wajib siap,” ujar Nur Rahmatu dalam arahannya, dikutip di KabarSelebes.id
Untuk mematangkan hal tersebut, Nur Rahmatu dijadwalkan segera bertolak ke Jakarta guna berkoordinasi langsung mengenai penetapan tanggal pasti Musprov
Dari sisi pelaksana, Sekretaris OC, Mujib Karim, melaporkan bahwa timnya tidak menemui kendala berarti terkait fleksibilitas waktu. Kadin Sulteng berencana menggandeng jasa Event Organizer (EO) profesional untuk memastikan acara berjalan lancar.
Sementara itu, Nur Rahmatu menambahkan bahwa ia menginginkan Musprov digelar di hotel yang merupakan anggota Kadin sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem bisnis lokal.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai kriteria calon Ketua Umum Kadin Sulteng periode mendatang. Perwakilan SC, Zulfakar, melaporkan bahwa hasil rapat Steering Committee telah menyepakati adanya uang jaminan bagi siapa pun yang ingin maju berkompetisi.
Saat ditanya mengenai besaran nominal jaminan tersebut, Zulfakar menjawab dengan diplomatis. “Kami akan umumkan secara resmi segera setelah jadwal Musprov sudah ditetapkan secara definitif,” ungkapnya.
Menanggapi isu uang jaminan yang kerap mencapai angka miliaran di daerah lain, Nur Rahmatu memberikan pandangannya.
Saya memahami alasannya (biaya organisasi). Di daerah lain ada yang sampai Rp1 miliar. Saya sudah sampaikan kepada Ketua SC agar janganlah sebesar itu. Namun, jika sudah menjadi keputusan rapat dan organisasi, tentu kita harus mengamini dan menghormati aturan tersebut,” tutur Nur Rahmatu.
Dengan koordinasi yang makin intens ini, Kadin Sulteng berharap Musprov mendatang melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan ekonomi lebih baik bagi Sulawesi Tengah. (*)
editor: omyus
