Audrey Aurora Ramdhani foto: dok. pribadi
Palu, trustsulteng – Di balik gemerlap gaun kuning dan mahkota yang bertengger anggun di kepalanya, Audrey Aurora Ramadhani berdiri dengan percaya diri. Usianya masih sangat muda. Ia adalah siswi kelas III di SDN Bumi Sagu, Kota Palu. Namun langkahnya telah menembus panggung nasional, membawa nama Sulawesi Tengah dalam ajang Grand Model Indonesia 2026.
Pada kompetisi yang berlangsung 29 Januari hingga 2 Februari 2026 itu, Audrey berhasil meraih predikat 5th Runner Up Miss Toddler Grand Model Indonesia, sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menarik perhatian pemerintah daerah dan publik Sulawesi Tengah.
Namun di balik prestasi tersebut, terdapat perjalanan panjang yang jarang tersorot.

Bakat yang Terlihat Sejak Dini
Menurut keterangan keluarganya, Audrey merupakan putri semata wayang dari ibu Lidya. Sejak kecil, Audrey dikenal aktif dan percaya diri. Hobinya bermain sepatu roda disebut menjadi salah satu aktivitas yang membentuk keseimbangan dan kepercayaan dirinya di depan umum.
Bakat modeling Audrey mulai terlihat ketika ia mengikuti ajang Grand Model Indonesia Sulawesi Tengah 2025 sebagai perwakilan Kabupaten Morowali. Dalam ajang tersebut, ia meraih gelar Junior Princess Tourism GMI Sulteng 2025, sebuah batu loncatan penting menuju kompetisi tingkat nasional.
Sejumlah pelatih modeling yang pernah menangani Audrey menyebut, kekuatan utama Audrey bukan hanya pada penampilan, tetapi pada kemampuannya memahami panggung.
“Dia tidak sekadar berjalan. Dia menguasai panggung,” ujar salah satu pelatihnya.

Dukungan Pemerintah: Bentuk Apresiasi atau Strategi Daerah?
Keberhasilan Audrey ternyata mendapat dukungan luas dari berbagai pemerintah daerah, mulai dari Kabupaten Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut memunculkan pertanyaan investigatif: apakah ini sekadar bentuk apresiasi terhadap talenta muda, atau bagian dari strategi promosi daerah melalui duta-duta cilik?
Sejumlah pejabat daerah yang dihubungi menyatakan bahwa dukungan diberikan sebagai bentuk motivasi bagi generasi muda Sulawesi Tengah.
“Kami ingin anak-anak Sulawesi Tengah berani bermimpi besar,” ujar salah satu perwakilan pemerintah daerah.
Namun pengamat sosial anak menilai, dukungan terhadap talenta cilik harus diimbangi dengan perlindungan psikologis dan pendidikan.
“Prestasi penting, tapi masa kanak-kanak juga harus tetap utuh,” ujarnya.

Industri Modeling Anak: Peluang dan Tantangan
Fenomena munculnya model cilik berprestasi nasional seperti Audrey mencerminkan berkembangnya industri modeling anak di Indonesia, termasuk di wilayah timur.
Investigasi media menemukan bahwa semakin banyak ajang nasional yang membuka kategori usia dini. Hal ini membuka peluang besar, tetapi juga menimbulkan tantangan, terutama terkait:
keseimbangan pendidikan dan karier,
tekanan kompetisi, serta kesiapan mental anak. Dalam kasus Audrey, keluarga menyatakan pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

Masa Depan Audrey: Ikon Baru Sulawesi Tengah?
Dengan pencapaian nasional di usia sekolah dasar, Audrey kini disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda potensial dari Sulawesi Tengah.
Namun pertanyaan terbesar bukan pada apa yang telah ia capai, melainkan bagaimana perjalanan itu akan dijaga.
Apakah Audrey akan terus meniti karier modeling hingga tingkat internasional?
Atau justru memilih jalan lain di masa depan?
Yang jelas, langkah kecilnya telah membuka pintu besar. Di balik mahkota itu, ada mimpi seorang anak. Dan di balik mimpi itu, ada harapan sebuah daerah. (*)

