OPINI REDAKSI
Di balik jabatan dan penghargaan, Syarifudin Hafid tetaplah sosok yang berangkat dari kedekatan dengan masyarakat. Penghargaan Leadership Excellence Award 2026 yang diberikan oleh Kinerja Group di Hotel Savero Depok, akhir Januari lalu, menjadi penanda perjalanan panjang yang dibangun dari kerja nyata—bukan sekadar pencitraan.
Bagi Syarifudin, kepemimpinan bukan soal posisi, melainkan tanggung jawab. Ia tumbuh dan ditempa dari dinamika daerah seperti Morowali—wilayah yang terus bergerak, dengan harapan masyarakat yang tak pernah sederhana. Dari sana, ia belajar bahwa setiap kebijakan bukan hanya angka dan program, tetapi menyangkut kehidupan banyak orang.
Mereka yang pernah bekerja bersamanya mengenal sosok yang tidak berjarak. Ia lebih sering memilih turun langsung, mendengar, dan memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Baginya, kepercayaan publik adalah amanah yang tidak bisa ditawar.
Penghargaan yang kini diraih bukanlah tujuan akhir. Bagi Syarifudin Hafid, itu adalah pengingat bahwa masih banyak yang harus dikerjakan—bahwa pengabdian belum selesai.
Di tengah hiruk pikuk politik dan pembangunan, ia tetap berdiri pada prinsip sederhana: bekerja dengan hati, dan kembali kepada rakyat. (*)
