Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Ahmad Ali; Koalisi Besar Bukan Untuk Halangi Paslon Lain
  • Uncategorized

Ahmad Ali; Koalisi Besar Bukan Untuk Halangi Paslon Lain

Adm Red. April 17, 2024

Palu, trustsulteng – Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menegaskan keinginannya membentuk koalisi besar partai politik pada kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) September 2024 mendatang. Sinyal keinginan Ahmad Ali itu dia sampaikan usai mengembalikan formulir pendaftaran dirinya sebagai bakal calon gubernur sulteng di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulteng, Rabu 17 April 2024.

“Butuh tim besar untuk bisa mengurus Sulawesi Tengah yang begitu luas. Saya tidak yakin saya sendiri bisa mengelilingi Sulawesi Tengah ini berkali-kali. Sehingga membentuk koalisi besar jangan dipandang untuk menghalangi calon lain,” ungkap Ahmad Ali.

Membentuk koalisi besar bukan niat untuk menghalangi pasangan calon (paslon) lain. Tapi ini adalah upaya kita untuk bersama-sama membangun Sulawesi Tengah. “Saya yakin niat yang baik, yang dilakukan dengan cara yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Ini adalah tahap awal,” katanya.

Ahmad Ali yang ingin membuktikan keseriusannya bakal bertarung berebut kursi nomor 01 di Sulawesi Tengah, bergerak cepat mendatangi sejumlah partai politik untuk mendaftar sebagai bakal calon gubernur. Yang terbaru ia mendaftar di PDIP dan PAN. Sebelumnya ke PKB dan PKS.

“Ini adalah satu tahapan proses yang diupayakan oleh Nasdem untuk mengeluarkan satu rekomendasi untuk pencalonan sebagai bakal calon gubernur Sulawesi Tengah,” sebut Ahmad Ali.

Pria yang akrab disapa haji Matu itu pun mengutarakan tentang niatannya untuk jadi Gubernur Sulteng, yang sudah sejak lama ia pendam.

Ahmad Ali menceritakan niatnya menjadi gubernur sejak 2015. Dia sudah sungguh-sungguh ingin maju sebagai calon gubernur. “Saat itu saya sudah punya komitmen untuk membangun Sulteng. Tapi di perjalanan saya diingatkan oleh teman-teman bahwa saya baru enam bulan menjalankan mandat masyarakat di DPR RI,” kata dia.

Pada 2020 dia terpaksa harus melanjutkan karena masih banyak aspirasi yang harus dia selesaikan. Tapi tahun ini katanya sudah sangat serius akan maju sebagai calon gubernur Sulteng.

“Ini adalah komitmen saya untuk membangun daerah Sulteng. Di nasional saya masih punya kesempatan untuk berkarier, tapi ini adalah pilihan saya untuk kembali ke daerah untuk membangun Sulawesi Tengah,” pungkaenya. ***

YLB

Pemprov Sulteng Melepas 282,74 Lahan Milik PT. ANA
  • Uncategorized

Pemprov Sulteng Melepas 282,74 Lahan Milik PT. ANA

Adm Red. April 17, 2024

Palu, trustsulteng – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepaskan 282,74 lahan PT. ANA untuk dikembalikan kepada petani di Desa Bunta.

Hal tersebut berdasarkan surat gubernur no 500.801/235/Ro.Hukum tentang Pelaksanaan Pelepasan Lahan Perkebunan PT. ANA Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara.

Keputusan ini diambil setelah melalui mediasi multi Pihak yang panjang ± selama 1,5 tahun dan diperkuat secara teliti melalui reverifikasi dokumen dan peninjauan lapangan terhadap subyek maupun obyek secara berjenjang dari desa hingga provinsi, Bahkan 26 kali pertemuan mediasi dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, Pimpinan PT. ANA serta OPD ditingkat provinsi.

Oleh karena itu, Gubernur H.Rusdy Mastura mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder, termasuk PT. ANA yang bersikap kooperatif terhadap upaya bersama mengakhiri konflik tanah di desa tersebut dan menegaskan percepatan penyelesaian konflik tanah di wilayah perkebunan yang berada di Sulawesi Tengah.

Hal ini disampaikan Gubernur H.Rusdy Mastura di Rujab Siranindi I, pada Rabu malam (17/4/2024).

Turut mendampingi, Tenaga Ahli Gubernur M.Ridha Saleh.

Namun demikian, masih ada satu desa yaitu Desa Bungintimbe masih terus dilakukan reverifikasi secara teliti dan berjenjang karena luasan yang akan dilepas berikutnya di desa tersebut ± 600 ha, termasuk 4 desa yang ada disekitar.

Selanjutnya gubernur berharap PT. ANA segera menindaklanjutinya perihal yang dimaksud karena langkah ini penting dan telah disepakti bersama.

Terakhir diharapkan sinergitas aparat penegak hukum membantu menjaga situasi kondusif untuk kesejahteraan petani Sulawesi Tengah. ***

Dirgahayu Sulteng ke-60, Gubernur Cudy Paparkan Capaian Pembangunan dan Pemerintahan
  • Uncategorized

Dirgahayu Sulteng ke-60, Gubernur Cudy Paparkan Capaian Pembangunan dan Pemerintahan

Adm Red. April 17, 2024

Palu, trustsulteng – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah ke-60 Tahun 2024 ditandai dengan Pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dengan Inspektur Upacara Gubernur H.Rusdy Mastura bertempat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Rabu 17 April 2024.

Upacara tersebut berlangsung khidmat diawali penampilan seni dan drumband dilanjutkan pembacaan sejarah singkat Sulawesi Tengah oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Drs.Dahri Saleh,M.Si.

Hari jadi Provinsi Sulawesi Tengah ke-60 ini merupakan HUT yang ke-3 kalinya dalam periode kepemimpinan H.Rusdy Mastura bersama Ma’mun Amir sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah.

Hut kali ini mengangkat tema “kuat dan tangguh untuk sulawesi tengah lebih sejahtera dan lebih maju” yang mana menjadi tekad dan tujuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ke depan untuk memantapkan Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Megalit menjadi daerah yang lebih sejahtera dan lebih maju lagi.

Kesempatan itu, Gubernur H.Rusdy Mastura menyuarakan Dirgahayu Provinsi Sulawesi Tengah ke-60 tahun 2024, sekaligus mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusinya dalam membangun Sulawesi Tengah dengan kerja keras dan keikhlasan.

Beliau pun berharap semoga dengan peringatan ini semakin menambah rasa cinta dan bangga kepada daerah, kampung halaman tercinta, yang diikuti semangat kebersamaan, rasa memiliki, kerjasama dan etos kerja yang tinggi untuk melaksanakan program-program pembangunan yang sudah dicanangkan.

Kemajuan pembangunan Sulawesi Tengah yang sudah diraih selama ini dapat dilihat pada sejumlah indikator capaian kinerja pembangunan sebagai berikut :

• laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2021 s.d. 2023 cukup baik yaitu pada tahun 2021 sebesar 11,70 persen, kemudian tahun 2022 15,17 persen, dan tahun 2023 sebesar 11,91 persen. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut Sulteng berada diatas rata-rata nasional yaitu 5,05 persen. Dan pada tahun 2023 ini menjadikan laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah berada di urutan ke-2 secara nasional di bawah maluku utara.

• Untuk persentase kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Maret tahun 2021 sebesar 13,00 persen, menurun menjadi 12,33 persen pada maret tahun 2022. Kemudian pada maret tahun 2023 sedikit mengalami kenaikan menjadi 12, 41 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan BBM pada september 2022 yang berdampak terhadap terjadinya lonjakan inflasi, namun demikian angka kemiskinan ekstrem dapat menurun signifikan yakni dari 3,02 persen pada tahun 2022 menjadi 1,44 persen pada tahun 2023.

• Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut yakni dari 3,75 persen pada Agustus tahun 2021 menurun menjadi 3,00 persen pada Agustus tahun 2022, kemudian pada Agustus tahun 2023 menjadi 2,95 persen.

• Selanjutnya indeks gini Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan yakni dari 0,316 point pada maret 2021, menjadi 0,308 poin pada maret tahun 2022, kemudian pada maret 2023 menurun menjadi 0,304 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa ketimpangan pendapatan masyarakat semakin mengecil atau distribusi pendapatan masyarakat semakin membaik.

• Indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Tengah mengalami peningkatan sepanjang tiga tahun terakhir yakni dari 70,54 poin pada tahun 2021 menjadi 71,01 poin pada tahun 2022, kemudian meningkat 71,66 poin pada tahun 2023, dengan status capaian kategori ipm tinggi.

• Stunting di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan yakni dari 29,7 persen pada tahun 2021 menurun menjadi 28,2 persen pada tahun 2022, kemudian pada tahun 2023 menurun menjadi 27,2 persen (sumber data: Survei Status Gizi Indonesia).

• Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2023 telah keluar dari wilayah yang memiliki kabupaten sangat tertinggal, dan pada saat ini Provinsi Sulawesi Tengah status desa sangat tertinggal telah berhasil di entaskan. (Sulawesi Tengah sudah tidak memiliki desa dengan status sangat tertinggal).

• Untuk capaian SAKIP Provinsi Sulawesi Tengah, dari tahun 2016-2021 (6 tahun berturut-turut) mendapatkan Predikat B, namun di tahun 2022 dan 2023 ini naik peringkat mendapatkan SAKIP BB;

• Selain itu pendapatan asli daerah dari tahun sebelumnya sejumlah 900 milyar rupiah meningkat pada tahun 2023 menjadi 2,059 triliun rupiah .

• Dan terakhir pada tahun 2023 ini realisasi investasi juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu sebesar 111,98 triliun, melebihi target yang diberikan oleh pemerintah pusat sebesar 111,68 triliun, sehingga menempatkan Sulawesi Tengah berada diperingkat 4 Nasional setelah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Atas capaian prestasi pembangunan dalam kurun waktu 3 tahun tersebut, Gubernur H.Rusdy Mastura mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya kepada para bupati dan walikota, seluruh stakeholder dan masyarakat Sulawesi Tengah yang telah bersinergi dalam membangun Sulawesi Tengah yang lebih Sejahtera dan lebih Maju.

Selanjutnya Ia berpesan dan mengajak semua stakeholder/masyarakat untuk jangan berpuas diri, teruslah berinovasi untuk pembangunan di Sulawesi Tengah tercinta. Apalagi prospek ke depan, dengan ditetapkannya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN), membuat kedudukan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi sangat strategis sebagai daerah penunjang IKN.

“Saat ini saya sedang berjuang agar disahkan Kepres dengan tujuan Sulawesi Tengah menjadi daerah penyangga IKN,”bebernya.

Oleh karena itu, dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, maka pada tahun 2022 sampai dengan tahun 2024 terdapat beberapa proyek prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai berikut :

• Pengembangan kawasan nusantara seluas 1.123,59 hektar di desa talaga, Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala, dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung destinasi pariwisata sunset city di Kabupaten Donggala;

• Rekonstruksi jalan ruas Tonusu – Pendolo di Kabupaten Poso;

• Rekonstruksi jalan ruas Salakan – Sambiut di Kabupaten Banggai Kepulauan;

• Rekonstruksi jalan ruas Beteleme – Nuha di Kabupaten Morowali Utara;

• Rekonstruksi jalan ruas Siuna – Bualemo di Kabupaten Banggai;

• Rekonstruksi jalan ruas Air Terang – Momunu di Kabupaten Buol;

• Pembangunan jalan ruas Bora – Pandere di Kabupaten Sigi;

• Rekonstruksi jalan Simpang Lampasio – Oyom di Kabupaten Toli-Toli;

• Rekonstruksi jalan ruas Tinakin – Mato di Kabupaten Banggai Laut;

• Pembangunan jalan pada Komunitas Adat Terpencil dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong;

• Rekonstruksi jalan pada wilayah kantong kemiskinan di Kabupaten Tojo Una-Una;

• Pembangunan pengaman pantai dan tanggul sungai di Kabupaten Morowali; serta

• Pembangunan Masjid Raya Sulawesi Tengah di Kota Palu.

“Dalam suasana bulan Syawal yang suci ini, saya mengucapkan selamat merayakan hari Idul Fitri 1445 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin,”pungkasnya.

Turut hadir, Ketua TP PKK Dr.Hj.Vera Rompas Mastura,S.Sos,M.Si, Ketua DPRD Prov.Sulawesi Tengah Dr.Hj.Nilam Sari Lawira, Wagub Ma’mun Amir, Wakil Ketua TP PKK Hj.Halima Amir, Unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, Pimpinan Partai Politik, Para bupati/walikota se Sulteng, Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Pelaksana, P3K serta tenaga PHL, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda.***

 

*Biro Adpim

Sulteng Baru; Lebih Adil, Sejahtera dan Penyangga IKN
  • Uncategorized

Sulteng Baru; Lebih Adil, Sejahtera dan Penyangga IKN

Adm Red. April 16, 2024

Berlayarlah ke laut, pulang dapat ikan. Dakilah gunung, pulang bisa bawa cengkeh, kopra, pala, kakao.

 

Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyimpan berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah. Provinsi terluas dan jumlah penduduk terbesar kedua di Pulau Sulawesi ini memiliki sejumlah sector potensial yang bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan warganya.

Di sektor perkebunan dan pertanian, Sulteng memiliki lahan yang subur dan iklim yang mendukung untuk pengembangan sektor perkebunan dan pertanian. Wilayahnya yang terletak di tepi laut, membuat Sulteng kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya perikanan. Sektor perikanan komoditi yang diunggulkan berupa perikanan tangkap, budidaya keramba, budidaya kolam, budidaya laut, dan budidaya tambak pariwisatanya yaitu wisata alam dan budaya.

Di bidang pertambangan dan energi, Sulteng memiliki kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, seperti nikel, emas, tembaga, besi, dan bauksit. Begitu juga dengan potensi energi terbarukan yang besar, seperti energi panas bumi, energi angin, dan energi surya.

Sektor pariwisata Sulteng juga tak kalah menjanjikan. Keindahan alam, seperti pegunungan, danau, pantai, dan keanekaragaman hayati, menawarkan potensi besar dalam sektor pariwisata. Wisata alam, budaya, dan petualangan menjadi daya tarik utama.

Karena itu, sudah selayaknya menjadikan Sulteng yang lebih baik dan masyarakatnya semakin sejahtera. Pemerintah daerah juga perlu menjaga dan memelihara stabilitas kehidupan masyarakat Sulteng yang lebih sejahtera dan lebih maju, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih meningkat, serta memprioritaskan pembangunan kesejahteraan sosial dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.

Namun, untuk mencapai tujuan tersebut tentu tak mudah. Sejumlah tantangan dan hambatan menghadang. Perbedaan sebaran sumber daya alam dan iklim membuat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di provinsi ini tidak merata. Tantangan yang dihadapi adalah terjadinya ketimpangan pembangunan antardaerah.

Sulteng membutuhkan perbaikan dan pembenahan infrastruktur darat, laut, dan udara sebagai kunci untuk membangun pemerataan pembangunan. Hal ini dapat memacu keunggulan komparatif dari tiap-tiap wilayah untuk kepentingan generasi akan datang.

 

Penyangga IKN

Dengan letak geografis yang strategis dan potensi yang komparatif, Sulteng memiliki banyak peluang, apalagi Sulteng memiliki posisi stategis setelah ibukota negara pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. IKN ibarat rumah baru untuk Sulteng. Banyak hal yang bisa difasilitasi oleh Provinsi Sulteng, sebagai salah satu provinsi terdekat dengan IKN.

Sulteng dapat memosisikan diri sebagai pintu gerbang sekaligus penopang/penyangga IKN di Kalimantan. Posisi itu membawa harapan baru berupa kemajuan daerah dan pemerataan pembangunan. Bahkan, Sulteng menjadi tulang punggung atau kawasan penunjang IKN, khususnya dalam hal penyediakan bahan bangunan hingga penyediaan pangan.

Penetapan IKN memberikan dampak kepada daerah-daerah yang berada di sekitarnya, termasuk Sulteng. Untuk itu, Sulteng harus segera berbenah dan bersiap dengan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya untuk mendukung pembangunan IKN dan terciptanya pemerataan pembangunan di Indonesia.

Sulteng sebagai pintu gerbang kawasan Timur Indonesia yang akan berpartisipasi menyukseskan IKN. Dengan luas wilayah 61.841,29 kilo meter persegi dan luas perairan 77.295 Kilo meter persegi, serta memilki 4 perairan yaitu Selat Makasar, Laut Sulawesi, Teluk Tolo, dan Teluk Tomini sangat berpotensi berperan menopang kebutuhan IKN.

Sulteng memiliki 12 peluang investasi bahkan bisa lebih untuk setiap kabupaten, dan di Kabupaten Sigi memiliki peluang investasi kawasan agro industri dengan pola pertanian modern (modern farming) atau pertanian sistem kontrak/ kerja sama bagi hasil (contract farming).

Sulteng juga menyiapkan lahan sebesar 30.017 HA untuk tanaman pangan dan holtikultura yang tersebar di lima Kabupaten termasuk salah satunya Kabupaten Sigi. Sektor pertanian di Sulteng harus menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Pemprov Sulteng harus fokus menggarap potensi pertanian dengan membuka Kawasan Pangan Nusantara (KPN) yang disiapkan untuk mengantisipasi krisis pangan global. Selain itu, KPN juga dipersiapkan untuk memasok kebutuhan pangan di IKN sebagai wilayah baru yang akan berkembang.

Bahkan, kehadiran IKN bisa menjadi barometer pembangunan di Sulteng. IKN sebagai simbol pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bisa menginspirasi daerah-daerah di Indonesia, khususnya Sulteng, untuk turut melakukan pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan mensejahterakan, serta melibatkan partisipasi aktif 12 kabupatan dan 1 kota di Sulteng.

Sulteng yang lebih adil dan sejahtera

Sebenarnya pada 2023 lalu pertumbuhan ekonomi Sulteng berada di angka 15,17 persen. Capaian tersebut menempatkan provinsi ini menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia setelah Maluku Utara.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah (PAD) juga meningkat signifikan dari Rp900 miliar pada 2021 menjadi lebih dari Rp1,7 triliun tahun lalu. Angka-angka pertumbuhan ini diakui banyak disumbang sektor tambang terutama nikel. Ini pula yang membuat Pemprov Sulteng membuka lebar pintu untuk tambang.

Mestinya paradigma pembangunan itu sudah menuju pada pertumbuhan berkeadilan, dari growth oriented menjadi equity for growth. Jika paradigmanya pertumbuhan dan angka-angka, pasti orientasinya sumber daya alam, salah satunya pertambangan.

Inilah yang membuat pemerintah begitu mengagungkan tambang. Namun, nyatanya tambang tak bisa menekan angka kemiskinan dan bahkan menciptakan kesenjangan.

Pertanian kalah pamor oleh tambang. Padahal pertanian, perkebunan, dan perikanan adalah potensi besar di Sulteng, namun saat ini kalah pamor oleh tambang. Untuk pembangunan berkelanjutan, pemerintah harus mengoptimalkan sektor ini, meningkatkan produktivitas pertanian, dan lebih mengangkat harkat petani.

Sebaran petani miskin ekstrem itu ada di semua kabupaten di Sulawesi Tengah dengan jumlah terbesar terdapat di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 10.894 KK. Karena itu, pengentasan kemiskinan di sektor pertanian harus menjadi salah satu fokus yang harus dibenahi. Pasalnya dari puluhan ribu petani miskin tersebut di tahun 2023 intervensi pemberdayaan yang dilakukan baru menjangkau sebanyak 2.050 petani.

SDM yang minim serta sulitnya akses keperalatan pertanian menjadi salah satu sebab terjadinya kemiskinan ekstrem petani. Karenanya pemberdayaan dengan pendampingan juga menjadi fokus di tahun 2024 sebagai upaya pengentasan kemiskinan.

Naiknya angka kemiskinan di sentra pengolahan nikel itu kontras dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicapai wilayah-wilayah itu akibat hilirisasi. Hilirisasi tambang yang gencar dijalankan selama tiga tahun terakhir belum berhasil mengerek kesejahteraan warga setempat. Efek ganda hilirisasi masih belum optimal.

Industri pengolahan, pertambangan, dan penggalian, serta perdagangan menjadi tiga sektor utama sumber pertumbuhan di Sulteng. Industri olahan tambang, terutama feronikel, menjadi sumber ekonomi terbesar di kedua provinsi ini.

Dampak dari hilirisasi itu tercermin pada kinerja sumber pertumbuhan kedua provinsi, di mana Sulteng memberikan sumber pertumbuhan 2,58 persen dan Maluku Utara 2,67 persen. Karena itu, sudah seharusnya program hilirisasi ini lebih diseriuskan dan dimaksimalkan di masa mendatang.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu juga harus dikelola secara maksimal untuk membangun industri hilir dari semua potensi yang berada di Sulteng. KEK Palu perlu dimaksimalkan untuk meningkatkan kegiatan industri dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain itu KEK Palu ke depan diharapkan membangun fasilitas pendukung, diantaranya, gudang. Gudang, merupakan fasilitas yang sangat diperlukan dalam dunia logistik, baik digunakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Status Sulteng sebagai Kawasan Pangan Nusantara (KPN) juga begitu strategis. Sulteng perlu lebih serius menggarap potensi pertanian dan perkebunan dengan membuka KPN untuk menopang kebutuhan pangan di IKN dan mendukung ketahanan pangan nasional. Sulteng yang berjarak relatif dekat diproyeksi menjadi pemasok komoditas pangan, hasil pertanian dan perkebunan.

Peluang Sulteng untuk lebih maju dan sejahtera sangat terbuka dengan memaksimalkan pengelolaan Sulteng sebagai Kawasan Forum Selat Makasar dan Kawasan Negeri Seribu Megalith. Di tangan pemimpin yang cerdas dan mumpuni, kemajuan dan kesejahteraan Sulteng terjadi. Pembangunan bisa menuju pemerataan dan berkeadilan.

*Wakil Ketua Umum Partai NasDem

 

Rusdy Mastura Daftar ke PDIP dan PKB Sulteng
  • Uncategorized

Rusdy Mastura Daftar ke PDIP dan PKB Sulteng

Adm Red. April 16, 2024

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura, melalui timnya mengambil formulir bakal calon gubernur ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Selasa siang 16 April 2024. Tim Cudy, Sangganipa Bosku, Mohammad Safri Laupa didampingi Andi Ariel Pattalau di kantor PDIP Sulteng di Jalan Ogomojolo Palu Barat.

Kata Safri, dengan pengambilan formulir di partai politik, dimulakan dari PDIP. Selanjutnya ke PKB Sulteng. Ini memastikan bahwa incumbent Rusdi Mastura maju kembali di Pilgub 2024. Desas- desus bahwa Cudy tidak akan maju pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2021 – 2026.

Safri dikenal sebagai loyalis Cudy, dan sekarang komando lapangan Sangganipa Bosku, menyebut bahwa seluruh relawan Rusdi Mastura kembali konsolidasi ke 13 kabupaten/kota. ‘’Kita akan mendaftar juga di partai politik yang membuka pendaftaran. Kita mengikuti mekanisme dan prosedur semua parpol,’’ katanya. ***

Ahmad Ali; Saatnya Bangun Sulteng dan Sejahterakan Masyarakat
  • Uncategorized

Ahmad Ali; Saatnya Bangun Sulteng dan Sejahterakan Masyarakat

Adm Red. April 16, 2024

Palu, trustsulteng – Keinginan Ahmad Ali (AA) menjadi Gubernur Sulawesi Tengah telah diniatkan sejak sembilan tahun lalu yakni tahun 2015. Dia menghargai dan menghormati nasehat para seniornya sekaligus menjaga amanah tanggung jawabnya sebagai politisi nasional, sehingga menunda mencalonkan diri kala itu.

Sekaligus Ahmad Ali menepis isyu bahwa dirinya tidak mesra dengan Rusdy Mastura, Gubernur Sulteng. Dirinya kata Ahmad Ali, tidak pernah pecah kongsi dengan Rusdy Mastura. Walaupun Partai Nasdem pengusung Rusdy Mastura.

“Jadi tidak ada pecah kongsi. Karena kita tidak pernah membuat kongsi bersama. Yang ada hanyalah beda pandangan politik saja, “ tegas Wakil Ketua Umum Partai NasDem, H Ahmad Ali dikutip dari Podcast Kabar68, Sabtu 13 April 2024.

Namun pada tahun 2024 ini, niatannya untuk bertarung pada pemilihan Gubernur pun semakin bulat. Dihadapan H. Kamil Badrun AR, SE., M.Si, dalam sesi wawancara pada podcast Kabar68, secara terbuka elit partai NasDem ini mengungkapkan alasannya untuk bertarung di Pilgub Sulteng 2024.

Ketika itu, ada semangat dan komitmennya jika jadi Gubernur Sulteng. Insya Allah kstanya, dia akan mengangkat harga diri rakyat Sulteng. “Saya punya keinginan melihat hidup masyarakat Sulteng lebih bahagia dan sejahtera,” tuturnya.

Ahmad Ali menceritakan, bahwa rasa tanggungjawabnya sebagai putra Sulawesi Tengah membawa daerah ini menjadi sejahtera tetap masih ada. Maka di Pilgub 2020, dirinya meminta Rusdi Mastura untuk maju bertarung sebagai Calon Gubernur bersama Ma’mun Amir sebagai Calon Wakil Gubernur.

Kami dukung beliau untuk sungguh-sungguh untuk bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini. Bisa dilihat bagaimana dirinya, ibu Nilam dan Partai NasDem di daerah ini berjuang hingga Cudy menang dalam Pilgub 2020. Walaupun sekarang katanya itu bukan kerja partai tapi capaian pribadi beliau. Itu tidak masalah.

Dia juga mengaku, tidak ingin mengkambinghitamkan kepemimpinan Rusdi Mastura. Jika hingga kini apa yang diimpikannya melihat seluruh masyarakat Sulteng sejahtera, belum terwujud. Sehingga tekadnya maju Pilgub 2024 ini sudah bulat, dengan maksud mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tengah.

“Ini tanggungjawab partai yang harus saya tuntaskan, dan sekarang saya rela meninggalkan segala kemewahan sebagai politisi nasional untuk kembali membangun Sulawesi Tengah. Saya juga mengajak para tokoh-tokoh di Sulteng ini ayo berkompetisi, adu gagasan dan program biar masyarakat yang menilai,” demikian Ahmad Ali.*

Mendaftar ke Parpol, Aristan; Bukti Kesungguhan Ahmad Ali Maju Rebut 01 Sulteng
  • Uncategorized

Mendaftar ke Parpol, Aristan; Bukti Kesungguhan Ahmad Ali Maju Rebut 01 Sulteng

Adm Red. April 16, 2024

Palu, trustsulteng – Bakal Calon Gubernur Sulteng, H. Ahmad Ali mendaftar ke sejumlah partai politik.

Sebelumnya, Ahmad Ali (AA) mendaftar di PKB pada 7 April 2024. AA diwakili pengurus DPW NasDem Sulteng mengembalikan formulir pendaftaran di Kantor DPW PKS Sulteng, Senin 15 April 2024.

“Pendaftaran ini sekaligus menjawab pertanyaan apakah beliau (Ahmad Ali) serius maju sebagai calon gubernur,” ujar Aristan, Sekretaris DPW NasDem Sulteng.

Ahmad Ali tidak hadir saat pengembalian formulir di PKS, seperti saat mengembalikan formulir di PKB beberapa waktu lalu.

Kata Aristan, tak hanya di PKB dan PKS, pihaknya juga telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur di PDIP dan PAN.

“Artinya, Ahmad Ali hingga kini telah mendaftar sebagai bakal calon gubernur di empat partai politik yang punya kursi di DPRD Sulteng,” ucap Aristan, yang terpilih menjadi anggota DPRD Sulteng pada pileg 14 pebruari 2024 silam.

Aristan meyakinkan, bahwa Waketum Ahmad Ali akan hadir kembali saat mengembalikan formulir ke PDIP dan PAN.

Kedatangan rombongan pengurus DPW Partai Nasdem Sulteng yang dipimpin Sekretaris DPW Partai Nasdem Aristan itu, disambut oleh Sekretaris DPW PKS Sulteng Rusman Ramli, di aula pertemuan kantor DPW PKS Sulteng hari ini, Senin 15 April 2024.

Sekretaris DPW PKS Sulteng Rusman Ramli, mengatakan, bahwa DPW PKS Sulteng selalu membuka diri terhadap seluruh partai politik yang ada di Sulteng. Yang sebelumnya telah menerima salah satu calon wakil gubernur mengambil formulir pendaftaran. **

Halal bihalal Akbar Ajang Mendekatkan DMI ke Komponen Umat
  • Uncategorized

Halal bihalal Akbar Ajang Mendekatkan DMI ke Komponen Umat

Adm Red. April 16, 2024

Palu, trustsulteng – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Tengah mengagendakan acara halal bi halal akbar, Sabtu 20 April 2024  mendatang. Kegiatan dikemas sebagai sarana silaturrahmi dengan menghadirkan organisasi masyarakat dan mejelis taklim kota palu, sigi dan sebagian parigi moutong (parimo). Ustadz DR Das’ad Latif, sebagai pembawa hikmah halal bi halal akbar.

“Melalui arahan petunjuk Ketua PW DMI Sulteng, bapak Ahmad Ali, membentuk panitia halal bi halal. Tujuannya mengeratkan silaturrahmi paska puasa ramadhan. Dengan mengundang seluruh ormas dan majelis taklim dan masyarakat umum,” ujar Ketua Panitia Pelaksana halal bi halal DMI, Muh. Rizal Yasin, SH. MH.

Pihaknya memilih Sriti Convention Hall sebagai tempat pelaksanaan acara. Dengan kapasitas ruangan menampung sekira 2.500 orang. Panitia berupaya maksimal menyiapkan tempat bagi undangan yang hadir, jika ruangan telah penuh.

“Kapasitas ruangan gedung sriti sekira 2500 orang. Jika undangan membludak kita sudah antisipasi menyiapkan kursi di luar ruangan, tapi tetap nyaman bagi warga yang hadir,” ujarnya optimis.

Tujuan utama halal bi halal katanya, selain sebagai sarana silaturahmi, menjaga keharmonisan individu, juga wadah untuk mendekatkan dewan masjid (DMI) dengan seluruh komponen umat pasca ramadhan.**

Calon Walikota Ridha Saleh; “Saya Punya Konsep Merubah Wajah Kota Palu”
  • Uncategorized

Calon Walikota Ridha Saleh; “Saya Punya Konsep Merubah Wajah Kota Palu”

Adm Red. April 14, 2024

Palu, trustsulteng – M Ridha Saleh, satu dari beberapa nama santer bakal calon walikota palu yang sangat diperhitungkan. Tim ahli gubernur sultenh membidangi kemasyarakatan, antar lembaga dan hak asasi manusia ini sudah menyiapkan diri lahir bathin baik fisik, psikis, mental, intelektual dan finansial untuk merebut kursi 01 kota palu.

Edank, begitu sapaan M. Ridha Saleh, tercatat sebagai kader Partai NasDem Sulteng, yang sangat familiar dikalangan warga kota palu.

Selama puasa ramadhan, Edank sudah membuat kegiatan rutin sebagai bagian programnya jika dia diberi amanah warga palu memimpin sebagai wali kota 2024 – 2029.

Ditemui dikediamannya seperti dikutip dari filesulawesi.com, Edank bercerita banyak tawaran program rencana maju sampai jika terpilih menjadi walikota palu.

“Secara psikis, secara intelektual, finansial, saya siap maju ke Pilwalkot, saya sudah belajar tentang kota. Kota ini tidak rumit tapi tidak mudah untuk membangun kota ini,” urainya.

Edank menjelaskan faktor penting dalam membangun kota adalah membangun kulture atau membentuk budaya dalam peradaban kota.

Membangun kota lanjut Edank, yaa dimulai dari desentralisasi dalam pengelolaan sampah, pemberdayaan padat karya (menggunakan istilah saya, sebagai retrasinsisi padat karya), resisi development serta ekonomi sekuler.

“Banyak orang pintar tapi untuk membangun budaya kota itu sangat sulit. Kalau ingin mau merubah kota ini harus menjadi nomor satu. Saya harus membenahi lagi terkait dengan system dari pengelolaan sampah atau kebersihan, dalam hal ini mekanismen atau sistemnya yang harus kita ubah,” katanya.

“Menurut saya kita harus apresiasi terkait dengan penerimaan ADIPURA. Menurutku, ADIPURA itu bukan simbol dari budaya bersih, itu sebagai simbol fisik dari kota bersih. Dia tidak pernah memberikan nilai terhadap budaya orang. Saya mau tanya, pertisipasi masyarakat dalam membersihan sampah di kota Palu ini apakah sudah berdasarkan hati, keikhlasan atau masih berkutat terhadap pengenaan retribusi,” kata M Ridha Saleh lagi.

Menurutnya, bangun kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah bukan karena berdasarkan pengenaan retribusi namun karena berdasarkan keikhlasan nyata yang diberikan warga dalam menjaga kebersihan itu sendiri.

“Jadi, retribusi ini sebenarnya tidak memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap budaya menjaga kebersihan masyarakat. Kita kalau ke kota-kota besar, mereka sudah takut, sadar kalau membuang sampah di sembarangan tempat. Ini yang kita mau, apa yang kita ubah adalah sistemnya,” sebutnya.

Misalnya, lanjut dia, sampah itu merupakan manfaat, sampah itu harus dijadikan manfaat. Jadi, makanya sampah itu harus kita olah, bukan malah dibuang.

Bagaimana cara mengelola sampah tentu dibuat sistemnya. Salah satunya ialah desentralisasi pengelolaan sampah. Jadi, kelurahan-kelurahan itu harus memiliki bank sampah. Salah satunya, tidak ada sampah yang dibuang langsung ke TPA. Namun diolah dulu, nanti ada yang tidak bisa diolah baru dibawah ke TPA.

“Memang ini ada kaitannya dengan anggaran. Makanya, kedepan kita harus alokasikan anggaran yang cukup, bagi pengelolaan sampah. Jadi, isitilahnya kita sudah tidak lagi membenani melalui retribusi akan tetapi tetap kita minta partisipasi masyarakat bukan retribusinya. Saya tidak minta kepada masyarakat, tetapi kelurahan yang berinovasi dalam membangun satu mekanisme komunal di dalam kelurahan itu untuk memanfaatkan sampah,” jelas M Ridha Saleh.

Sekali-lagi ia tegaskan, terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tentu ada pemangkunya. Ada rekomendasi dari partai kepada siapa kandidat atau calon yang diusungnya nanti, inilah yang sementara ditunggu.

Tentu, rekomendasi dari partai berdasarkan dari hasil survei internal maupun survei independen terhadap elektabilitas dari masing-masing calon atau kandidat yang bakal diusung.

“Kita mau tidak mau harus mendapatkan rekomendasi dari partai. Saya sekarang ini sedang menunggu rekomendasi. Kalau untuk siap mendaftar, Insya Allah pada saatnya saya akan mendaftar dengan menyampaikan visi-misi saya, secara lahir bathin saya sudah tidak ada masalah. Saya sudah mengerti dalam menyelesaikan permasalahan kota, membangun kota, membangun sosial religius dengan masyarakat. Insya Allah, saya telah memahami permasalahan kota ini,” tutup Edank.

 

 

Bertemunya Tiga Politisi Sulteng di Hari Fitri, Longky; Hanya Kebetulan
  • Uncategorized

Bertemunya Tiga Politisi Sulteng di Hari Fitri, Longky; Hanya Kebetulan

Adm Red. April 11, 2024

ruang publik adalah suatu diskursus yang memungkinkan perseteruan argumentasi dalam kondisi kesetaraan. Habermas menggambarkan, bahwa ruang ini meliputi kritik kritik politik dibincangkan. Panduannya, argumentasi rasional dan diskusi kritis yang menjadi kekuatan argumen yang lebih penting dibandingkan identitas (Habermas, 2007)

Oleh; Yusrin L. Banna

Titiba bertemu atau direncanakan.? Itulah kira kita pertanyaan awal ketika melihat menganalisa foto pertemuan tiga politisi Sulawesi Tengah yang sudah menasional itu. Yaitu Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Nasdem dengan Longky Djanggola, Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, di kediaman Arus Abdul Karim, Ketua DPD Partai Golkar, Rabu 10 April 2024.

Jika Longky menyebutnya pertemuan mereka, tidak direncanakan, hanya kebetulan. Bisa dibenarkan, karena memang momentum di hari fitri, bersilaturrahim, merayakan kemenangan sebulan berpuasa.

Tapi banyak kalangan menganggap ada aroma politisnya. Sebab publik sudah disuguhi cerita, diskusi di warkop warkop, bahkan di dego dego kampung, tidak lama lagi kita akan memilih bupati, walikota dan gubernur sulteng. Merujuk jadwal tahapan KPU, pilkada serentak akan ditabuh 22 September 2024 mendatang.

Tak heranlah anggapan pertemuan tiga tokoh sulteng yang sangat dikenal di kalangan organisasi Pemuda Pancasila (PP) sebagai toaka mereka, bukan  pertemuan biasa. Dinilai ada agenda politik super besar.

Dikutip dari KabarSelebes.id, Longki Djanggola mengaku pertemuan ketiganya tidak disengaja hanya karena kebetulan dia dan Istrinya yang juga Wakil Ketua DPRD Sulteng akan bersilaturahmi dengan Wakil Ketua 1 DPRD Sulteng Arus Abdul Karim di Rumah Dinas DPRD Sulteng.

Saat itu, kata mantan gubernur Sulteng dua periode itu, dia bermaksud untuk bersilaturahmi dengan para wakil ketua DPRD yang tinggalnya berdekatan termasuk Wakil Ketua lainnya Muharram Nurdin.

“He he he pertemuan itu hanya kebetulan ketemu dirumahnya pak arus waket 1 dprd prop . Sy dan istri dtg utk silaturahmi dgn tetangga pak muharam dan pak arus. Rupanya di rumah pak arus sdh ada pak ahmad ali dkk. Yah sekadar bersilaturahmi n berminal aidin walfaizin , tdk ada pembicaraan politik bhkan sy dan istri tdk sempat duduk lgs pamit krn dirumah juga sdh ada tamu . Tks,” jelas Longki Djanggola melalui pesan singkat di aplikasi WA.

Sebelumnya, foto pertemuan Waketum DPP  Nasdem Ahmad M. Ali dengan Ketua DPD Partai Golkar Arus Abdul Karim dan Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola, Rabu (10/4/2024), menjadi perbincangan.

Dalam postingan di akun facebook pribadinya, Ahmad Ali memposting foto sedang bersalaman dengan Arus Abdul Karim dan Longki Djanggola.

“Alhamndulilah bersilaturahmi dgn senior n guru politik… siap menerimah arahan,” tulis Ahmad Ali dalam caption fotonya.

Postingan itu memang terlihat seperti momentum biasa, bersilaturrahim di hari idul fitri, tapi melihat keinginan Ahmad Ali untuk bertarung memperebutkan kursi 01 Sulteng, maka pertemuan itu sangat kental aroma lobi lobi politiknya.

Dalam teori rasionalitas komunikatif, Habermas menekankan tiga klaim validitas komunikasi yakni kejujuran, ketepatan dan kebenaran. Peran pertemuan berkomunikasi membantu perkembangan demokrasi yang berkualitas dan bermartabat. (**)

Posts pagination

Previous 1 … 136 137 138 139 140 141 142 … 260 Next

Recent Posts

  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Adab & Keteladanan Awaludin di Ujung Masa Jabatan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.