Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Tekan Inflasi, Pemprov dan Kejati Sulteng Kerjasama Buka Pasar Murah
  • Uncategorized

Tekan Inflasi, Pemprov dan Kejati Sulteng Kerjasama Buka Pasar Murah

Adm Red. April 1, 2024

Palu, trustsulteng – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah bersama Ikatan Adhyaksa Dharma Karini, menggelar pasar murah di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, selama 2 hari tanggal 1-2 April 2024.

Kegaiatan dibuka langsung oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Pipuk Firman Priyadi, S.H., M.H. Dalam sambutannya beliau menyampaikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H, dan penanganan pengendalian inflasi di daerah Sulawesi Tengah, yang mana pada moment seperti pada saat ini harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) ikut mengalami fluktuasi yang terjadi pada beberapa komoditi.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan murah dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan dan menyambut idul Fitri 1445 H, meningkatkan daya beli masyarakat, menekan terjadinya gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran serta untuk pengendalian inflasi daerah,” ujar Wakajati.

Selain kegiatan pasar murah beberapa langkah antisipasi yang telah dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan harian harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok sebagai deteksi dini kenaikan harga dan kelangkaan barang kebutuhan pokok. Melakukan komunikasi publik yang baik melalui berbagai forum dan media untuk menjaga psikologis pasar agar masyarakat tenang dan tidak panic buying serta mendorong kerjasama antar daerah untuk menjamin kemandirian pangan.

Kegiatan pasar murah merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan pemerataan dibidang ekonomi sebagai salah satu bentuk penanggulangan kemiskinan dengan cara membantu masyarakat mencukupi kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan terjangkau. Dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga masyarakat kecamatan palu timur dan sekitarnya dengan sebaik-baiknya, karena kegiatan ini hanya dilaksanakan selama dua hari.

Selanjutnya Wakajati menghimbau kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak, serta melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan pelanggaran seperti penimbunan dan harga tidak wajar. Dan bagi pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan stok dan menjual dengan harga yang wajar serta tidak melakukan penimbunan. “Mari bersama-sama kita ciptakan hari besar keagamaan nasional yang berjalan lancar dan kondusif, penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian serta memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,” pungkas Wakajati Sulteng Pipuk Firman Priyadi, S.H., M.H.**

TIM

DMI Sulteng Bangun 10 Masjid Mart, Ahmad Ali; Sebagai Pusat Ekonomi Umat
  • Uncategorized

DMI Sulteng Bangun 10 Masjid Mart, Ahmad Ali; Sebagai Pusat Ekonomi Umat

Adm Red. March 31, 2024

Masjid Mart, menjadi tempat alternatif yang dapat menumbuhkan perekonomian baik bagi masjid itu sendiri maupun umat muslim secara umum di Sulawesi Tengah

 

Oleh; Yusrin L. Banna

Ide lahirnya Masjid Mart bukan tanpa alasan. Gagasan brilian ini lahir dari Ketua Umum Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sulawesi Tengah, H. Ahmad Ali. Pembangunan Masjid Mart merupakan upaya DMI untuk membangun kesejahteraan umat. Itulah makna memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Ramai masjidnya dengan shalat lima waktu, sejahtera jamaahnya berbelanja di Masjid Mart.

Untuk tahap awal, akan dibangun 10 Masjid Mart di tiga daerah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala. Akan dialokasikan dana tahap awal sebanyak Rp 5 Miliar.

“Insya Allah akan dilaunching pada tanggal 20 Mei 2024 mendatang,” kata Ahmad Ali, usai shalat tarwih di Sekretariat DMI Sulteng, Ahad sore, 31 Maret 2024.

Masjid Mart adalah sebuah konsep pengembangan masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat ekonomi umat.

Di Masjid Mart, jamaah dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Masjid Mart juga akan menyediakan berbagai layanan lainnya, seperti zakat, infaq, dan sedekah.

Konsepnya Masjid Mart, bakal memanfaatkan halaman masjid seperti membangun supermarket. ” Yaa supermarket berbasis masjid. Dimana keuntungan dari masjid mart itu akan disumbangkan 10 persen ke masjid. Itulah bentuk komitmen DMI memakmurkan dan dimakmurkan masjid,” urai Ahmad Ali.

Selama ini supermarket atau sejenisnya hanya dikuasai oleh korporasi. Padahal segmen dari itu semua didominasi umat muslim.

“Kenapa kemudian kita tidak pindahkan pasar itu untuk masjid. Disamping bersedekah juga dapat bonus. Setiap datang belanja menyumbang di masjid dan sholat lima waktu,” demikian Ketum Ahmad Ali. **

Ketum Ahmad Ali Resmikan Depot Air Minum Isi Ulang DMI An Ni’mah 
  • Uncategorized

Ketum Ahmad Ali Resmikan Depot Air Minum Isi Ulang DMI An Ni’mah 

Adm Red. March 31, 2024

Palu, trustsulteng- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulteng, H. Ahmad Ali meresmikan depot air minum isi ulang DMI An Ni’mah, Ahad, 31 Maret 2024, ditandai dengan pengguntingan pita dimulainya berproduksi, di halaman Masjid An Ni’mah, jalan Juanda Palu.

Peresmian depot air minum DMI An Ni’mah menjadi inspirasi bagi masjid lain untuk menjadikan masjid bagian wadah penguat ekonomi ummat. “Dengan terbangunnya depot air minum isi ulang DMI, akan semakin menunjang rencana program masjid mart ke depan. Penguat ekonomi umat. Penunjang kebutuhan rumah tangga,” kata Ahmad Ali.

Sudah pasti lanjutnya, depot air minum isi ulang dewan masjid, terjamin kehalalan nya, dan higenis, karena terdaftar resmi di badan pengawas obat dan makanan sebagai pemberi izin lebel halal.

“Dewan masjid menjadi wadah untuk berbagi kebaikan, bukan untuk memonopoli kebaikan. Sehingga kami mengajak para dermawan untuk ambil bagian menebar kebaikan membangun ekonomi keumatan,” ajak Ahmad Ali.

Sambutan hangat dari pembina Masjid An Ni’mah yang juga Dandim 1306/KP, Letkol Inf. Rifan R. Rifai menyambut hangat kehadiran Ketua Umum DMI Sulteng, H. Ahmad Ali, dengan kebesaran hati meluangkan waktunya meresmikan Depot Air Minum isi ulang DMI An Ni’mah. “Atas nama jajaran pengelola dan pengurus masjid An Ni’mah menghaturkan terima kasih. Sambutan sederhana, ala kadarnya, tapi niat paling utama. Ini jadi pembelajaran kami di Kodim 1306 Palu, belajar dengan DMI Sulteng,” demikian Dandim Rifan R. Rifai.

Depot air isi ulang DMI adalah air yang mengalami pengolahan khusus melalui proses macropiltrasi, sterilisasi, dan penyinaran dengan sinar ultraviolet.

Ide depot air minum DMI, lahir dari gagasan  Ketua Biro zakat, infaq sedekah DMI Sulteng, Baso Mappatoba, sekaligus pemilik notaris Baso Mappatoba SH Mkn.

Turut hadir, jajaran pengurus DMI Sulteng, Sekum DMI Sulteng, H. Muchtar Ibnu, dan Ketua DMI Kota Palu, H. Sirajuddin Ramli. **

Menaruh Asa Pada Ahmad Ali Cup 2024
  • Uncategorized

Menaruh Asa Pada Ahmad Ali Cup 2024

Adm Red. March 30, 2024

Menurut saya, ini bukan turnamen biasa. Ada cerita panjang dibaliknya. Ada misi yang diembannya: Kebangkitan sepak bola Sulteng. 

 

Oleh; Nasution Camang

Ini bukan misi “tiba masa tiba akal”. Gagasannya sudah tersemai sejak 5 tahun lalu. Hanya karena terlampau sibuk di Jakarta lah, sipemilik gagasan belum sempat membumikannya.

“Sekarang saya sudah pulang kampung, saatnya gagasan itu ditumbuhkan,” kata sipemilik gagasan, Ahmad Ali di Hotel Santika, dihadapan komunitas sepak bola di Sulteng (25/03/2024).

Jadi, InsyaAllah pekan kedua Mei 2024 ini misi itu bakal dimulakan. Bentuknya, komiu sudah tau: Turnamen Sepak Bola Rakyat, bertajuk “Ahmad Ali Cup”. Total bonusnya, komiupun sudah tau, 1,5 Milyar.

Hmmm… sepak bola rakyat ? Kenapa pula pake kosa kata “rakyat” di belakang “sepak bola” ? Kenapa bukan turnamen sepak bola saja ?

Justeru disitulah ketidak biasaannya. Disitulah inti semangatnya, yang bikin turnamen ini bukan kaleng-kaleng. Ada spirit gerakan (movement) yang menjiwainya.

Pertama, turnamen ini harus berpusat pada rakyat: Bersumber dari potensi rakyat. Dikelola oleh rakyat. Dan bermanfaat untuk rakyat. Begitu sipemilik gagasan bilang.

“Kalianlah yang mengatur dan menentukan semuanya. Tanggung jawab saya hanya sebagai donatur saja,” katanya lagi.

Wow… ini MasyaAllah banget.

Karena sependek pengetahuanku, bertaburan orang punya gagasan memajukan sepak bola di daerah ini. Tapi terlalu sedikit yang mau menaburkan dananya. Apalagi sampe milyaran.

Itu yang pertama. Lantas yang kedua, ya itu tadi, ada misi yang diembannya: Membangkitkan kejayaan sepak bola Sulteng.

Memang di urusan sepak bola ini, Sulteng pernah berjaya, melalui Klub Persipal Palu (Persatuan Sepak Bola Indonesia Palu). Bahkan menjadi 10 besar klub terbaik di Indonesia.

Itu dulu, dulu sekali. Waktu saya masih SD sampe SMP. Berarti tahun 70-an sampe awal 80-an eranya.

Di era itu, Persipal adalah pujaan hati. Hampir tidak pernah absen menontonnya bertanding di Stadion Nokilalaki — sekarang sudah menjadi Palu Plaza. Entah bapanjat pohon mangga yang ada di luar stadion (ada juga yang panjat pohon kelapa). Atau “babonceng” (istilah dulu) orang dewasa yang punya tiket. Pokoknya bisa nonton.

Syarat babonceng: Pamit dulu dengan orang yang punya tiket. “Om boleh babonceng?” Kalo dia izinkan, maka peganglah tangannya, atau ujung bajunya. Pokoknya buat kesan kalo dirimu adalah anak atau adik siempunya tiket. Lalu jangan lupa berdoa, jika sudah mau melewati pintu masuk stadion. Hehehe…

Tapi ingat, memintanya harus sejauh mungkin dari pintu stadion. Saya dulu bacari boncengan di persimpangan Jl. Gajah Mada dan Jl. Danau Lindu. Kalo pertandingan sudah mau dimulakan, tapi jika tak juga ada yang mau kasi boncengan, maka apa boleh buat, terpaksa panjat pohon mangga.

Itu dulu, dulu sekali. Ketika Persipal bisa tembus 12 besar Liga Perserikatan PSSI (1979). Ketika Ramang jadi coachnya. Ketika Jack Donald, Erwin Sumampaow, Jaka Dewa, Yacobus Makanowae, Anwar Hadi, Dulla Wahid, Sukiman, Hendrik Montolalu jadi Scuad legendarisnya. Ketika Abdul Azis Lamadjido jadi Bupati Donggala (Ibukotanya masih Palu) dan Jadi Gubernur.

Itu dulu, dulu sekali. Sekarang? Ya… banyak juga pemain handal asal Sulteng yang muncul setelahnya. Sebut saja diantaranya: Sandi Darma Sute, Fadhil Sausu, Muh. Riflady, Rendy Saputra, Firmansyah, Fikri Adriansyah, Witan Sulaiman, Muh. Rifal dan Tri Setiawan.

Mungkin masih banyak lagi, tapi hanya itu yang saya tau. Dan setahu saya lagi, hampir semua mereka (jika tidak bisa disebut “semua”) hanya menjadi squad dan memperkuat Klub Luar.

Soal ini, terlalu naif jika menyalahkan mereka. Lantas salah siapa? Entahlah. Mungkin karena belum ada Bupati atau Gubernur yang sepeduli Azis Lamadjido. Atau mungkin karena belum ada sosok yang mau berkata: “Tanggung jawab kalian mengatur pembinaan dan kompetisi. Tanggung jawab saya menjadi donatur”. Ini mungkin.

Pada titik inilah saya, atau mungkin kita menyimpan harapan besar pada Ahmad Ali Cup. Harapan tentang kembalinya kejayaan sepak bola Sulteng. Semoga.**

 

Ratusan Honorer Pemrov Sulteng Terima SK P3K. Begini Pesan Gubernur Sulteng
  • Uncategorized

Ratusan Honorer Pemrov Sulteng Terima SK P3K. Begini Pesan Gubernur Sulteng

Adm Red. March 30, 2024

Palu, trustsulteng – Gubernur Rusdy Mastura melalui Asisten Administrasi Umum M. Sadly Lesnussa, S.Sos, M.Si mengucapkan selamat kepada penerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (P3K) Provinsi Sulteng formasi 2023 yang diserahkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada Kamis siang (28/3), bertempat di pogombo.

Jumlah penerima yang hadir sebanyak 559 orang dengan kualifikasi formasi meliputi tenaga pendidikan, kesehatan dan teknis.

Menurut asisten bukan perkara mudah bagi tenaga honorer untuk terus bekerja dengan baik walau belum terangkat menjadi pegawai.

Ia pun mengajak P3K yang terangkat untuk memperbanyak syukur dan menjadikan penyerahan SK pada bulan suci Ramadhan sebagai momentum meningkatkan pengabdian.

“Penerimaan SK P3K ini bukan lah akhir dari perjuangan akan tetapi dengan telah diterimanya SK ini menjadi legitimasi bapak ibu, saudara saudari untuk bekerja dan mengabdi dengan lebih produktif lagi seiring dengan adanya kepastian dalam hal pekerjaan, karir dan kesejahteraan yang lebih memadai,” terang asisten membandingkan kondisi sewaktu berstatus honorer dengan saat menjadi P3K.

Asisten berharap tenaga P3K tetap menjadi pribadi yang baik, tidak sombong dan mampu menempatkan diri dalam lingkungan pekerjaan dengan penuh semangat, kepatuhan dan integritas yang tinggi.

Ia juga menekankan bahwa orientasi menjadi P3K semata-mata hanya untuk mengabdi dan melayani.

Karena itu etika, karakter dan moralitas diharapnya betul-betul terjaga agar mampu memberikan pelayanan ramah, ikhlas dan tidak membeda-bedakan sebagai pelayan publik.

“Jangan berprinsip mau jadi kaya karena tidak cocok dengan prinsip ASN,” tegasnya bahwa pengabdian adalah jalan hidup abdi negara.

Dengan rampungnya tahapan pengadaan P3K formasi tahun 2023, diharapkan pula meningkatkan kepercayaan publik dengan terwujudnya proses pengadaan pegawai pemerintah yang akuntabel, transparan dan bebas KKN.

“Kita doakan semoga seluruh P3K Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah formasi tahun 2023 dapat memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik dalam mendukung gerak cepat membangun Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Kebahagiaan juga dirasakan 6 pegawai honorer Biro Administrasi Pimpinan yang siang itu resmi beralih ke P3K dan ikut menerima SK.

Diantaranya M. Syarif yang bertugas sebagai fotografer pimpinan.

Selain mengucap syukur karena telah terangkat, ‘Pirlo’ sapaan akrabnya, juga berterimakasih atas dukungan dan semangat dari keluarga besar Biro Adpim.

“Terima kasih, semoga bisa berbuat yang terbaik,” harapnya.**

 

Sumber Biro Adpim

Kehidupan Ahmad Ali, “SD Jualan Es Mambo”
  • Uncategorized

Kehidupan Ahmad Ali, “SD Jualan Es Mambo”

Adm Red. March 30, 2024

“Bahagia itu hak kita, jangan pernah berharap orang lain dapat membahagiakan diri kita” Kalimat ini diucapkan seorang H. Ahmad Ali, saat ditanya wartawan tentang sisi kehidupannya semasa kecil. 

 

Oleh; Yusrin. L. Banna

Ahmad Ali, terlahir dari keluarga mapan, tapi hidupnya tidak dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Dididik untuk hidup disiplin, jadi pekerja keras. Orang tua mempersiapkan dirinya, untuk menjadi kebanggaan adik adiknya. Karena dia putra tertua dari saudaranya. Masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) sudah diajar bagaimana membantu orang tua mencari uang.

“Sejak kelas 3 SD, saya setiap pulang sekolah, belum bisa makan siang sebelum mengangkat dua termos berisi es mambo berkeliling kampuang untuk jualan. Luas kampungku di Wosu, bisa sampai tiga kilo saya jalan,” kisahnya.

Tamat SD, Ahmad Ali melanjutkan pendidikan SMP di Desa Marsaole (sekarang kota bungku) Kabupaten Morowali. Disana dia tinggal bersama tantenya. Saudara kandung ayahnya.

Dia tidak seperti anak – anak kebanyakan. Pergi pulang sekolah jalan kaki. Orang tuanya tidak mengizinkan pakai motor. Pulang sekolah, habis makan, dilarang tidur siang. Karena harus ke kebun. Berjalan sejauh 4 kilo pulang pergi (pp). Begitu setiap hari dia jalani sampai menamatkan sekolah menengah atas (SMA).

Ditanya, apakah pernah alami susah dari sisi ekonomi.? Sebagai keluarga mapan, Ahmad Ali mengaku bahwa dia dididik ayahnya untuk adaptif dengan lingkungan.

Saat duduk di bangku SMA, hidupnya lebih tragis. Jalan ke sekolah sepanjang dua kilo PP. Pulang sekolah tetap ke kebun. Begitu tiap hari ia geluti. Nanti tamat SMA melanjutkan kuliah di Universitas Tadulako (untad) Palu, baru ayahnya izinkan pakai motor. Tinggal di perumahan bersama tantenya. Sampai selesesai kuliah tahun 92.

Pada semester III, tahun 88, ayahnya telah menugasinaya mengelola uang miliaran rupiah. Tapi dia dibatasi gunakan uang. Dia hanya bisa menggunakan uang tidak boleh lebih dari Rp150 ribu perbulan. Dan setiap bulan harus memberikan laporan ke ayahnya.

“Saya terkadang komplen dalam hati, ini ayah sayang saya atau sengaja menyiksa saya. Harta banyak kok dibatasi pakai uang. Nanti setelah selesai kuliah, baru saya tau, ini tujuan dan manfaatnya,” akunya.

Kembali dia menjawan pertanyaan apakah pernah alami kesusahan secara ekonomi, putra tertua pasangan H. Sun dengan Hj. Sa’adia binti H. Himran (almarhumah) ini, H. Ahmad Ali mengatakan, bahwa ketika tamat kuliah dia yang tidak punya bakat jadi pengusaha, memilih menjadi dosen. Ayahnya yang tidak setuju, meminta dirinya harus menjadi pengusaha.

Karena dia tidak menjiwai sebagai pengusaha, ayahnya memberi modal. Apa yang terjadi, hanya tiga bulan modal usahanya habis. Semua kendaraan habis terjual. Dia pun hari-harinya hanya sewa ojek. Ketika itu dia hidup di Kabupaten Poso.

Suatu ketika pada moment bertemu orang tua, Ahmad Ali menyatakan tekadnya kepada kedua orang tuanya, bahwa dia tidak perlu dibantu secara materi. Dia minta kepada orang tuanya, khusus mamanya untuk didoakan. Dia tidak akan pulang kampung jika tidak sukses secara ekonomi.

Di tahun 97, Ahmad Ali menikah dengan  Nilam Sari Lawira. Membangun rumah tangga dengan kehidupan pas pasan, walaupun istrinya Nilam Sari saat itu bekerja sebagai pegawai bank swasta.

Diperjalanan kehidupan rumah tangganya, dia meminta istrinya meninggalkan pekerjaan sebagai pegawai bank.

“Saya bertekad tidak akan menyerah. Satu prinsipku, jangan sampai menipu orang saat berusaha, apalagi mencuri. Itulah hingga saya sampai pada level saat ini,” kisahnya, Diapun mengutip kalam Allah, ” Bahwa Allah tidak akan memberikan beban kepada hambaNya melebihi kemampuannya. Dan tidak ada proses yang mengingkari hasil.

Kini Ahmad Ali membangun usahanya. Ada usaha perkebunan dan perikanan. Juga membangun pesantren Modern Insan Cita beralamat di Kabupaten Sigi. Dia berharap, pesantren tetap eksis, tidak boleh mati walau kelak dia telah meninggal dunia. **

Presiden Jokowi Resmikan PSN Hasil Karya Gubernur Sulteng 2009 – 2019 “bukan” Gubernur 2019 – 2024
  • Uncategorized

Presiden Jokowi Resmikan PSN Hasil Karya Gubernur Sulteng 2009 – 2019 “bukan” Gubernur 2019 – 2024

Adm Red. March 29, 2024

Oleh: Yusrin L. Banna

Presiden Jokowi pekan lalu dalam lawatannya di Sulteng, meresmikan 23 proyek infrastruktur sebagai proyek strategis nasional (PSN).

Jokowi juga menyetujui pembangunan 14 PSN di Indonesia, di mana dua mega proyek tersebut berada di Sulteng. Dua proyek yang diklaim bakal didanai pihak swasta itu ialah Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali dan Kawasan Neo Energy Parimo Industrial Estate.

Semua proyek itu dari hutang pemerintah pusat yang diberikan ke daerah, termasuk badan usaha yang memiliki sifat strategis.

Rakyat menanggung hutang itu, termasuk rakyat Sulawesi Tengah untuk melunasinya.

Dikutip di media TUTURA. ID, keberadaan PSN bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.

PSN mencakup pembangunan pada sektor jalan, bendungan, kawasan, kereta api, energi, pelabuhan, pengolahan air minum dan air limbah, bandar udara, irigasi, pariwisata, smelter, teknologi, perumahan, pos lintas batas negara, infrastruktur pendidikan, kelautan, dan tanggul laut.

Proyek strategis nasional itu semua pendanaan nya melalui pinjaman dana LOAN world bank, dengan pembiayaan JICA, ADB, WIRIP, CSRR dan CSRP.

Di Sulteng, proyek-proyek itu adalah buah karya Gubernur Sulteng periode 2009 – 2019, bukan Gubernur Sulteng periode 2019 – 2024. Sehingganya kita boleh bertepuk dada dengan bangga tapi harus “malu” sebab bukan karya hasil program dari visi misi Gubernur Sulteng yang menjabat saat ini.

Pernyataan kritikan tersebut dilontarkan pegiat sosial dan anti korupsi Sulteng, Mohammad Raslin. Dia menyebutnya, karena seolah bahwa apa yang diresmikan Presiden Jokowi adalah hasil karya program Gubernur Sulteng saat ini. Padahal kata dia, rakyat Sulteng tau, bahwa proyek yang menelan anggaran ratusan miliar bahkan triliunan itu, sudah dianggarkan pemerintah pusat melalui usulan Gubernur sebelumnya yakni Bapak Longki Djanggola.

“Itukan proyek paska bencana 2018. Pak Longky berakhir 2019. Dan beliau yang mengusulkan ke pemerintah pusat. Jadi jangan ada yang merasa eforia bahwa itu program gubernur menjabat saat ini,” kritik Raslin mengingatkan.

Bahkan kata Raslin proyek proyek yang sudah diresmikan Presiden Jokowi itu, masih menyisakan sejumlah masalah, yang se waktu waktu akan terungkap ke publik.

Dia pun katanya sudah menyampaikan ke Menteri PUPR, Basuki Hadimulyono di Jakarta.

Dia mewakili warga terdampak penyintas korban bencana (pasigala) Palu, Sigi Donggala, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Basuki dengan sangat mengapresiasi prestasi kolaborasi antara Menteri PUPR dan Gubernur Sulteng periode 2009 – 2019, bukan Gubernur Sulteng 2019 – 2014.

“Saya mewakili warga penyintas dan petani mengucapkan apresiasi setinggi2nya atas prestasi dan dedikasinya pak Menteri Basuki, bahwa suksesnya sejumlah proyek proyek strategis nasional penanggulangan bencana Sulteng adalah murni prestasi dan Kolaborasi Mentri PUPR Basuki Hadimulyono dan Gubernur Sulteng 2009 – 2019, serta sejumlah Balai Kementerian PUPR dan BUMN atas Kolaborasi menggelontorkan Dana Loan Work Bank melalui pembiayaan JICA, ADB, WINRIP,CSRR dan CSRRP,” tulis Raslin saat dikonfirmasi, Jumat 29 Maret 2024.

Lanjut Raslin, bahwa partisipasi dan dedikasi yg tinggi telah sukses menuntaskan rehabilitasi dan Rekonstruksi sejumlah kerusakan infrastruktur pasca teagedi gempa bumi tsunami dan likuifaksi pada 18 September 2018 silam. Sehingga pada 26 maret 2024 Presiden RI Joko Widodo meresmikannya.

Dari sisi anggaran katanya, Bandar Mutiara sis Aljufri dan Pelabuhan Teluk Palu menelan biaya masing-masing Rp567 miliar dan Rp233 miliar lewat skema hutang dari Asian Development Bank (ADB).

Sementara Daerah Irigasi Gumbasa menghabiskan dana lebih fantastis, mencapai Rp1,25 triliun, di mana ada wilayah seluas 142 hektare juga bersumber dari pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Proyek peningkatan 15 ruas jalan daerah di Sulteng terdiri, Bandar Udara Mutiara SIS Aljufri dan Bandar Udara Banggai Laut (balut), Pelabuhan Teluk Palu, Anutapura Medical Center, Gedung Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, dan Irigasi Gumbasa Kabupaten Sigi. **

Pemkab Morowali Teken Kerjasama dengan Pemkot Palu. Berikut Kesepakatannya
  • Uncategorized

Pemkab Morowali Teken Kerjasama dengan Pemkot Palu. Berikut Kesepakatannya

Adm Red. March 28, 2024

Palu, trustsulteng – Pemerintah Kabupaten (Pemda) Morowali menjalin kerjasama dengan Pemkot Palu, dibidang pelayanan perdagangan dan indusri. Bentuk kerjasama mereka diteken oleh Penjabat (Pj) Bupati Morowali, Rachmansyah Ismail dengan Walikota Palu, Hadianto Rasyid. Berlangsung di rumah jabatan (rujab) Walikota Palu, pada Kamis, 28 Maret 2024.

“Ini awal umum untuk kerjasama pemda kabupaten Morowali dengan Pemkot Palu. Dimana sangat berkait erat dengan wilayah kawasan industri yang ada di Morowali,” tulis Pj Bupati Rachmansyah, Kamis sore (28/3).

Lanjut Kadis ESDM Sulteng ini mengatakan bahwa memorandum off understanding (MoU) antar kedua daerah dianggap sangat penting, mengingat kawasan industri ada di Morowali juga ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Palu.

Semoga kerjasama dalam bentuk pelayanan perdagangan dan perindustrian bisa berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. **

 

Bakti Ridha Ramadhan Gandeng Inovator Muda Kota Palu
  • Uncategorized

Bakti Ridha Ramadhan Gandeng Inovator Muda Kota Palu

Adm Red. March 28, 2024

Palu, trustsulteng – Program BRR (Bakti Ridha Ramadhan) digagas dan didedikasikan untuk pencerahan warga diwilayah pinggiran kota pak selama menjalankan bulan suci ramadhan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di 15 masjid masjid kecil wilayah pinggiran kota Palu seperti Masjid di Uwentumbu Baiya Palu Utara, Masjid Salena Bolonggima Buluri, Masjid di Kintabaru Pengavu, Masjid di Petobo, Masjid Tagari Lonjo, Masjid Padanjese dan Masjid Watusampu atas dan beberapa masjid lainya di pinggiran kota Palu.

Kegiatan ini akan melibatkan 15 dai muda dan kawan-kawan inovator muda Kota Palu

“Kami telah melakukan survey dan komunikasi dengan pengurus masjid dan orang tua masing-masjid dilingkungan masjid, Alhamdulillah responnya baik,” ujar ustadz Hasanuddin, kordinator BRR.

Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan lanjutnya, seperti pesantren kilat durasinya 10 hari, di jam antara dzuhur dan ashar dipandu oleh dai muda sedangkan materinya tentang Dinul Islam, tahsin dan akhlakul karimah. Prinsipnya dengan materi ini diharapkan menambah kemampuan membaca alquran, pemahaman dasar keagamaan serta perubahan etika.

Menurut ustad Hasanudin yang menjadi kordinator program ini sangat penting mengingat hal-hal yang seperti ini harus menjadi perhatian karena masalah tersebut adalah inti dari ajaran dan kebutuhan kita didalam beribadah serta bermasyarakat, karena kegiatan ini sifatnya besik sekali dan sangat penting

Senada dengan itu, Abdul Rahman Ketua Inovator Muda Kota Palu program ini sudah didiskusikan secara rutin selama dua hari dengan Bapak Ridha Saleh dan juga dilakukan survey ketempat tempat tersebut dan yang dilakukan ini adalah yang jadi kebutuhan dasar dan mendasar dari warga.

Ridha Saleh sebagai menginisasi program tersebut, berharap kegiatan ini bisa menjangkau lebih banyak anak-anak. “Kalau tahun lalu 400 anak, dan tahun ini target kita 800 anak. Semoga program ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi warga, Amin,” kata Abd Rahman.

Insya Allah lanjutnya kegiatan ini akan dibuka atau diluncurkan malam ini (kamis 28 Maret 2024,RED) di Masjid Watusampu atas dan dirangkaikan dengan peringatan nuzul quran. **

Berikut Agenda Presiden Jokowi di Kabupaten Tolitoli
  • Uncategorized

Berikut Agenda Presiden Jokowi di Kabupaten Tolitoli

Adm Red. March 27, 2024

Palu, trustsulteng – Usai meresmikan dua pelabuhan di Kabupaten Donggala dan di Gumbasa Kabupaten Sigi, Presiden Jokowi bertolak menuju Kabupaten Tolitoli dengan menggunakan Pesawat Citylink melalui Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Rabu (27/3), sekitar pukul 13.45 Wita.

Setibanya di Bandar Udara Sultan Bantilan, Kabupaten Toli-toli, Presiden Jokowi diagendakan meninjau RSUD Mokopido dan Gudang Bulog sekaligus menyerahkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Setelahnya, Presiden Jokowi beserta rombongan dijadwalkan langsung kembali ke Kota Palu dan melanjutkan penerbangan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Jakarta, sekitar pukul 16.20 Wita.

Tampak hadir di bandara, Gubernur H.Rusdy Mastura, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanian Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman,M.P, Unsur Forkopimda Sulteng, Jajaran Pemprov Sulteng.**

 

*biro adpim

Posts pagination

Previous 1 … 139 140 141 142 143 144 145 … 260 Next

Recent Posts

  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Adab & Keteladanan Awaludin di Ujung Masa Jabatan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.