Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Limbah Udang Vaname EPU Cemari Laut. Erdan; Aneh Jika DLH Parimo Tidak Tahu
  • Uncategorized

Limbah Udang Vaname EPU Cemari Laut. Erdan; Aneh Jika DLH Parimo Tidak Tahu

Adm Red. June 18, 2023

PARIGI_trustsulteng.com- Tokoh masyarakat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Erdan Labanduna merasa aneh jika Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parimo tidak tahu ada limbah yang diduga mencemari lingkungan di Desa Donggulu Induk, Kecamatan Kasimbar.

Limbah yang diduga mencemari lingkungan itu berasal dari investasi tambak udang vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU)

Di mana limbah tersebut mengalir ke laut pascapanen udang vaname di Dusun Delapan Desa Donggulu Induk.

Limbah tersebut dikeluhkan warga sekitar, khusus Kelompok Nelayan Karya Bahari yang merasakan langsung akibat pembuangan limbah pascapanen.

Erdan Labanduna menekankan, tambak udang vanname milik PT EPU berlokasi di Desa Donggulu Induk, bukan hal yang baru bagi seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten Parimo apalagi DLH.

Artinya dampak lingkungan yang saat ini sedang meresahkan masyarakat nelayan Donggulu Induk, harusnya sudah diketahui oleh DLH Parimo.

“Semestinya DLH tanpa dibertahu oleh siapa pun mereka wajib harus tahu, karena itu lingkup kewenangannya,” tegas Tokoh Masyarakat Donggulu Bersatu yang juga dalam Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (AMPIBI) Parimo ini, Sabtu (17/6/2023).

Kalau hari ini sebut Erdan Labanduna, dari pihak DLH mengatakan belum tahu ada pencemaran lingkungan yang diduga akibat limbah tambak udang, maka sebaiknya DLH Parimo dibubarkan.

“Lebih sial lagi tidak tahu atau nanti di beritahu baru tahu, maka saya mengatakan sebaiknya DLH Parimo dilikuidasi saja,” tegas Erdan Labanduna.

Jadi, yang ia ingin tandaskan, di sini poinnya hanya ada dua, terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar tambak udang vanname di Desa Donggulu Induk milik PT EPU.

Satu, bahwa PT. EPU dari awal kegiatanya terlalu banyak mengabaikan tatanan prosedur yag sudah ditetapkan melalui peraturan pemerintah.

“Kedua, tidak adanya pengawasan yg intens dari seluruh pihak terkait terutama dari pihak DLH,” tandasnya.

Erdan Labanduna berpendapat pengawasan yang kurang maksimal, sehingga terkesan yang ada hanyalah pembiaran.

Benarkah DLH Parimo Belum Tahu ada Limbah Tambak Udang Resahkan Nelayan?

Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengaku belum mengetahui ihwal dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah tambak udang vaname di Desa Donggulu Induk, Kecamatan Kasimbar.

Seperti diketahui, PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) merupakan perusahaan tambak udang vaname yang berinvestasi di Desa Donggulu Induk sejak dua tahun lalu.

Di mana metode pembuangan limbah perusahaan milik keluarga Eddy Baramuli ini mendapat keluhan dari masyarakat nelayan di Dusun Delapan, Desa Donggulu Induk.

Keluhan itu disampaikan kelompok nelayan Karya Bahari melalui surat yang dikirimkan ke Direktur Utama PT EPU, Andi Bhakty Baramuli pada 28 April 2023 silam.

Dalam surat itu, Ketua Kelompok Nelayan Karya Bahari, Nasar Al Amri berharap agar semua keluhan mereka segera direspon oleh perusahaan.

Ia juga meminta agar Dirut PT. EPU, Bhakti Baramuli hadir di Desa Donggulu Induk untuk melakukan pertemuan dan dialog dengan para nelayan.

Merespon hal itu, Kepala Dinas DLH Parimo, melalui Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup, DLH Parimo, Muhamad Idrus yang dikonfirmasi Konsorsium Media Sulteng, Jumat (17/6/2023), mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut.

“Kami akan masukkan informasi ini sebagai aduan dan kami akan verifikasi ke lapangan,” katanya.

Muhamad Idrus menyampaikan segera menjadwalkan mengenai pengawasan sejumlah lokasi investasi PT EPU di wilayah Parimo.

“Jadwal pengawasan untuk PT Esaputlii Tomoli, Donggulu dan Donggulu Selatan serta PT Graha Tambak Pinotu telah kami jadwakan di awal bulan Juli,” jelas Muhamad Idrus.

Keluhan kelompok nelayan di Donggulu Induk kata dia, sebagai landasan pihak DLH Parimo untuk melakukan pengawasan lingkungan investasi tambak udang di daerah tersebut.

“Aduan ini akan kami jadikan acuan sebagai bahan kami untuk pengawasan. Iye. Insya Allah kami akan turun dan tindaklanjuti,” ungkapnya.

Muhamad Idrus belum pastikan kapan mereka akan turun meninjau lokasi tambak udang vaname, sebab kata dia, belum menganggarkan.

“Kami ajukan dulu pendanaannya di keuangan. Tapi sekitar minggu pertama,” ujar Muhamad Idrus. ***

DLH Parimo Mengaku Belum Tahu Limbah Tambak Udang Vaname PT EPU Cemari Laut
  • Uncategorized

DLH Parimo Mengaku Belum Tahu Limbah Tambak Udang Vaname PT EPU Cemari Laut

Adm Red. June 17, 2023

PARIGI_trustsulteng.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengaku belum mengetahui ihwal dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah tambak udang vaname di Desa Donggulu Induk, Kecamatan Kasimbar.

Seperti diketahui, PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) merupakan perusahaan tambak udang vaname yang berinvestasi di Desa Donggulu Induk sejak dua tahun lalu.

Di mana metode pembuangan limbah perusahaan milik keluarga Eddy Baramuli ini mendapat keluhan dari masyarakat nelayan di Dusun Delapan, Desa Donggulu Induk.

Keluhan itu disampaikan kelompok nelayan Karya Bahari melalui surat yang dikirimkan ke Direktur Utama PT EPU, Andi Bhakty Baramuli pada 28 April 2023 silam.

Dalam surat itu, Ketua Kelompok Nelayan Karya Bahari, Nasar Al Amri berharap agar semua keluhan mereka segera direspon oleh perusahaan.

Ia juga meminta agar Dirut PT. EPU, Bhakti Baramuli hadir di Desa Donggulu Induk untuk melakukan pertemuan dan dialog dengan para nelayan.

Merespon hal itu, Kepala Dinas DLH Parimo, melalui Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup, DLH Parimo, Muhamad Idrus yang dikonfirmasi Konsorsium Media Sulteng, Jumat (17/6/2023), mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut.

“Kami akan masukkan informasi ini sebagai aduan dan kami akan verifikasi ke lapangan,” katanya.

Muhamad Idrus menyampaikan segera menjadwalkan mengenai pengawasan sejumlah lokasi investasi PT EPU di wilayah Parimo.

“Jadwal pengawasan untuk PT Esaputlii Tomoli, Donggulu dan Donggulu Selatan serta PT Graha Tambak Pinotu telah kami jadwakan di awal bulan Juli,” jelas Muhamad Idrus.

Keluhan kelompok nelayan di Donggulu Induk kata dia, sebagai landasan pihak DLH Parimo untuk melakukan pengawasan lingkungan investasi tambak udang di daerah tersebut.

“Aduan ini akan kami jadikan acuan sebagai bahan kami untuk pengawasan. Iye. Insya Allah kami akan turun dan tindaklanjuti,” ungkapnya.

Muhamad Idrus belum pastikan kapan mereka akan turun meninjau lokasi tambak udang vaname, sebab kata dia, belum menganggarkan.

“Kam ajukan dulu pendanaannya di keuangan. Tapi sekitar minggu pertama,” ujar Muhamad Idrus.

Diberitakan sebelumnya, Kelompok nelayan Karya Bahari Desa Donggulu Induk, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong menyampaikan keluhan terkait aktivitas tambak Undang Vaname milik PT Esaputlii Prakarsa Utama.

Keluhan kelompok nelayan tersebut, dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Esaputlii Prakarsa Utama pada 28 April 2023 silam.

Ada sejumlah poin dalam pernyataan sikap kelompok nelayan Karya Bahari tersebut yang diduga telah merugikan mereka.

Keluhan yang tertuang dalam surat itu, yakni masyarakat nelayan banyak mengalami kerugian, dalam hal ini jarak tempuh melaut.

Di mana sebelumnya para nelayan Desa Donggulu Induk, khususnya nelayan Dusun Delapan melaut memakan waktu hanya 30 menit untuk bisa memancing ikan, tetapi dengan adanya proyek investasi tambak udang vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama, maka saat ini nelayan melaut memakan waktu 2-3 jam untuk bisa memancing ikan.

Dengan jarak tempuh yang menyita waktu 2-3 jam akan menguras Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin ketinting lebih banyak lagi.

“Kemudian kami menduga air laut sudah tidak steril lagi, karena adanya sisa-sisa pembuangan limbah pakan,” tutur Koordinator Nelayan, Nasar mewakili seluruh anggota kelompok nelayan Karya Bahari saat dihubungi tim Media Konsorsium Sulteng.

Selain sisa pembuangan limbah, lanjut dia air juga diduga tercemar akibat adanya pembuangan air pembersih kolam terindikasi menggunakan kaporit.

“Diduga yang mengandung kimia. Sudah mencemari air laut,” katanya.

Lanjut Nasar, aroma limbah pascapanen sangat menyengat dan menggangu masyarakat di seputar tambak, khususnya nelayan di Dusun Delapan Desa Donggulu Induk.

Selain itu katanya, di tepi perairan laut tempat nelayan melabuh perahu sepulang melaut sudah banyak tercemar lumpur setinggi orang dewasa.

“Dan juga sudah banyak kerang-kerang tajam yang hidup di perahu para nelayan. Di mana kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Bahkan  dampaknya dapat melukai telapak kaki nelayan jika tidak menggunakan alas kaki,” katanya.

Selanjutannya, mata air yang biasanya dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mandi, mencuci, dan lain-lain sudah tidak ada karena adanya tambak.

Kalaupun ada mata air yang masih mengalir, nelayan tidak dapat memanfaatkannya dikarenakan bercampur dengan air limbah hasil pembuangan dari tambak. Mata air bersih sudah tidak ada lagi.

“Pipa pembuangan limbah tepat berada di samping salah rumah keluarga nelayan sangat menggangu,” jelas Nasar.

Lalu katanya, jembatan yang dijanjikan sebagai sarana nelayan sepulang melaut tidak kunjung dibangunkan oleh pihak perusahaan.

Dengan demikian, kelompok nelayan Karya Bahari Desa Donggulu Induk menyatakan kurang nyaman akibat aktivitas tambak udang vaname, lantaran kurangnya perhatian dari perusahaan mengenai dampak sosial yang ditimpulkan.

“Olehnya, kami kelompok Nelayan Karya Bahari meminta kepada pihak perusahaan tambak udang vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama untuk memberikan jalan keluarnya,” tandasnya.

Kelompok nelayan Karya Bahari menuntut kepada pihak perusahaan sejumlah poin.

1. Apa kompensasi kami sebagai nelayan yang sudah melaut dengan jarak tempuh 2-3 jam yang sebelnya hanya 30 menit untuk memancing ikan.

2. Solusi mengenai air limbah dan aroma limbah.

3. Solusi air bersih.

4. Jamban atau MCK.

5. Jemebatan (dermaga mini).

6. Solusi mengenai lumpur dan karang tajam yang menempel di perahu nelayan.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Bhakti Baramuli yang dikonfirmasi menyarankan media untuk menghubungi Kepala Cabang PT. Esaputlii Prakarsa Utama.

“Mohon maaf sebelumnya pak…utk hal tersebut di atas, agar di komunikasikan dengan Kepala Cabang perusahaan karena Beliau yg lebih mengetahui secara mendalam masalah ini,” tulis Bhakti Baramuli melalui pesan WhatsApp Rabu (14/6/2023).

Sementara Kepala Cabang PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Effendy yang dikonfirmasi dari Rabu (14/6/2023) pukul 12.49 hingga hari ini Kamis (15/6/2023) tidak memberikan respon sama sekali.

Meskipun pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp tercentang dua ang menandakan pesan itu masuk dan dibaca, nama Effendy sama sekali tidak memberikan respon. ***

16 Orang Pramuka Penggalang Diberangkatkan. Berikut Harapan Gubernur
  • Uncategorized

16 Orang Pramuka Penggalang Diberangkatkan. Berikut Harapan Gubernur

Adm Red. June 15, 2023

PALU_trustsulteng- Gubernur Sulawesi Tengah diwakili Asisten Administrasi Umum M.Sadly Lesnusa,S.Sos,M.Si melepas 16 orang Kontingen Provinsi Sulawesi Tengah guna mengikuti kegiatan Lomba Tingkat Regu Penggalang V pada tanggal 17 Juni s/d 23 Juni 2023 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur

Kegiatan pelepasan berlangsung di Lobby Utama Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Kamis, 15 Juni 2023.

Turut hadir Para Pengurus Kwarda Pramuka Sulteng, Pengurus Kwarcab Pramuka Kota Palu dan Pengurus Kwarcab Pramuka Kab.Morowali Utara.

Melalui Asisten Administrasi Umum, Gubernur H.Rusdy Mastura mengucapkan selamat kepada Pramuka Penggalang yang telah terpilih untuk mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di tingkat Nasional.

Beliau berharap pelatihan yang telah diberikan pembina pramuka dapat dilaksanakan dengan baik di Cibubur.

“Sebagai seorang Pramuka tunjukkan keterampilan dan kedisplinan,”pungkasnya.

Terakhir, Gubernur Sulawesi Tengah menyerahkan Bendera Pataka Pramuka kepada Ketua Kontingen Sulawesi Tengah.**

 

sumber biro adpim

Aktivitas Tambak Udang Vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama Meresahkan Warga. Berikut Kronologisnya
  • Uncategorized

Aktivitas Tambak Udang Vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama Meresahkan Warga. Berikut Kronologisnya

Adm Red. June 15, 2023

PARIMO_trustsulteng.com- Aktivitas tambak Udang Vaname milik PT Esaputlii Prakarsa Utama, yang berada di Desa Donggulu, Kecatamatan Kasimbar Kabupaten PARIMO meresahkan warga.

Hal ini diungkapkan Kelompok nelayan Karya Bahari Desa Donggulu Induk, yang tertuang dalam surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Esaputlii Prakarsa Utama pada 28 April 2023 silam.

Ada sejumlah poin dalam pernyataan sikap kelompok nelayan Karya Bahari tersebut yang diduga telah merugikan mereka.

Keluhan yang tertuang dalam surat itu, yakni masyarakat nelayan banyak mengalami kerugian, dalam hal ini jarak tempuh melaut.

Di mana sebelumnya para nelayan Desa Donggulu Induk, khususnya nelayan Dusun Delapan melaut memakan waktu hanya 30 menit untuk bisa memancing ikan, tetapi dengan adanya proyek investasi tambak udang vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama, maka saat ini nelayan melaut memakan waktu 2-3 jam untuk bisa memancing ikan.

Dengan jarak tempuh yang menyita waktu 2-3 jam akan menguras Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin ketinting lebih banyak lagi.

“Kemudian kami menduga air laut sudah tidak steril lagi, karena adanya sisa-sisa pembuangan limbah pakan,” tutur Koordinator Nelayan, Nasar mewakili seluruh anggota kelompok nelayan Karya Bahari saat dihubungi tim Media Konsorsium Sulteng.

Selain sisa pembuangan limbah, lanjut dia air juga diduga tercemar akibat adanya pembuangan air pembersih kolam terindikasi menggunakan kaporit.

“Diduga yang mengandung kimia. Sudah mencemari air laut,” katanya.

Lanjut Nasar, aroma limbah pascapanen sangat menyengat dan menggangu masyarakat di seputar tambak, khususnya nelayan di Dusun Delapan Desa Donggulu Induk.

Selain itu katanya, di tepi perairan laut tempat nelayan melabuh perahu sepulang melaut sudah banyak tercemar lumpur setinggi orang dewasa.

“Dan juga sudah banyak kerang-kerang tajam yang hidup di perahu para nelayan. Di mana kami belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Bahkan dampaknya dapat melukai telapak kaki nelayan jika tidak menggunakan alas kaki,” katanya.

Selanjutannya, mata air yang biasanya dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mandi, mencuci, dan lain-lain sudah tidak ada karena adanya tambak.

Kalaupun ada mata air yang masih mengalir, nelayan tidak dapat memanfaatkannya dikarenakan bercampur dengan air limbah hasil pembuangan dari tambak. Mata air bersih sudah tidak ada lagi.

“Pipa pembuangan limbah tepat berada di samping salah rumah keluarga nelayan sangat menggangu,” jelas Nasar.

Lalu katanya, jembatan yang dijanjikan sebagai sarana nelayan sepulang melaut tidak kunjung dibangunkan oleh pihak perusahaan.

Dengan demikian, kelompok nelayan Karya Bahari Desa Donggulu Induk menyatakan kurang nyaman akibat aktivitas tambak udang vaname, lantaran kurangnya perhatian dari perusahaan mengenai dampak sosial yang ditimpulkan.

“Olehnya, kami kelompok Nelayan Karya Bahari meminta kepada pihak perusahaan tambak udang vaname PT Esaputlii Prakarsa Utama untuk memberikan jalan keluarnya,” tandasnya.

Kelompok nelayan Karya Bahari menuntut kepada pihak perusahaan sejumlah poin.

1. Apa kompensasi kami sebagai nelayan yang sudah melaut dengan jarak tempuh 2-3 jam yang sebelnya hanya 30 menit untuk memancing ikan.

2. Solusi mengenai air limbah dan aroma limbah.

3. Solusi air bersih.

4. Jamban atau MCK.

5. Jemebatan (dermaga mini).

6. Solusi mengenai lumpur dan karang tajam yang menempel di perahu nelayan.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Bhakti Baramuli yang dikonfirmasi menyarankan media untuk menghubungi Kepala Cabang PT. Esaputlii Prakarsa Utama.

“Mohon maaf sebelumnya pak…utk hal tersebut di atas, agar di komunikasikan dengan Kepala Cabang perusahaan karena Beliau yg lebih mengetahui secara mendalam masalah ini,” tulis Bhakti Baramuli melalui pesan WhatsApp Rabu (14/6/2023).

Sementara Kepala Cabang PT. Esaputlii Prakarsa Utama, Effendy yang dikonfirmasi dari Rabu (14/6/2023) pukul 12.49 hingga hari ini Kamis (15/6/2023) tidak memberikan respon sama sekali. Meskipun pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp tercentang dua yang menandakan pesan itu masuk dan dibaca, nama Effendy sama sekali tidak memberikan respon. ***

Besok Kloter 12 Diterbangkan ke Mekkah. Berikut Penjelasan Kondisi Jamaah Haji Sulteng
  • Uncategorized

Besok Kloter 12 Diterbangkan ke Mekkah. Berikut Penjelasan Kondisi Jamaah Haji Sulteng

Adm Red. June 10, 2023

PALU_trustsulteng.com- Sampai hari ketiga pemberangkatan jamaah haji asal Sulteng dari embarkasi Balikpapan ke Jeddah berjalan sukses dan aman. Kloter 9 tiba di Madinah tanggal 8 Juni, Kloter 10 tiba di Mekkah, tanggal 9 Juni dan Kloter 11 hari sabtu, 10 Juni 2023 di Mekkah.

Dan besok, Ahad (11/6) akan diberangkatkan Kloter 12. Gabungan jamaah haji Kota Palu, Kabupaten Sigi, Banggai Laut (balut) dan Banggai Kepulauan (bangkep).Total 299 jamaah tambah 5 orang petugas kloter. Namun ada 3 jamaah yang belum bisa diberangkatkan dari Palu ke embarkasi Balikpapan. Masing masing dari Sigi, kota Palu dan Balut, karena berhalangan sakit dan satunya dinyatakan positif hamil oleh dokter.

Sebelumnya, ada 4 jamaah haji kloter 10 tidak bisa diberangkatkan ke Jeddah karena sakit. “Yang sakit sedang dirawat di RS Balikpapan. Yang hamil dipulangkan ke Bangkep,” sebut H. Arifin, petugas haji Kanwil Kemenag Sulteng, bertugas di embarkasi Balikpapan.

Kloter 12 sesuai schedul akan diterbangkan pada pukul 09.00 wita. Dan sepertinya akan alami pergeseran waktu tiga sampai empat jam, disebabkan tundanya penerbangan kloter pertama sehingga merubah jadwal penerbangan sampai pemulangan ke tanah air.

“Kloter 12 baru akan diberangkatkan menuju Mekkah melalui bandar udara King Abdul Azis Jeddah, Ahad, 11 Juni 2023 besok. Secara keseluruhan, jamaah haji asal Sulteng dilaporkan dalam kondisi sehat, ” tulis Kabid Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis. **

YLB

 

 

 

Dua Jamaah Haji Batal Berangkat. Begini Penjelasan Kabid Haji
  • Uncategorized

Dua Jamaah Haji Batal Berangkat. Begini Penjelasan Kabid Haji

Adm Red. June 9, 2023

PALU_trustsulteng.com- Dua calon jamaah  haji Sulteng batal berangkat. Yang pertama atas nama Anisa binti Sardin umur 27 asal Kabupaten Parigi Moutong. Masuk Kloter 10 Balikpapan.

Hasil diagnosa dokter, jamaah tersebut terindikasi depresi berat dengan gejala psikotik akut. “Hari ini sudah dipulangkan oleh panitia daerah dari Balikpapan ke Parigi Moutong,” tulis Kabid Haji Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis Aseng, Jumat, 9 Juni 2023.

Kedua, Sriwanti Umar Karim. Umur 39 tahun asal Kabupaten Banggai Laut. Kloter 12 Balikpapan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Transit Palu, jamaah tersebut dinyatakan positif hamil berdasarkan hasil USG tampak gestasi umur kehamilan 4 minggu.m

“Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no 15 Tahun 2016 huruf H, bahwa hamil yang diprediksi usia kehamilan pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu tidak memenuhi syarat isthithaah kesehatan haji sementara sehingga jamaah tersebut ditunda keberangkatannya,” tegas Muchlis. **

YLB

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tiba di Palu
  • Uncategorized

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tiba di Palu

Adm Red. June 8, 2023

 

PALU_trustsulteng.com- Ketua Tim Penggerak PKK Dr.Hj.Vera Rompas Mastura,S.Sos,M.Si serta Sekda Dra.Novalina,MM menjemput kedatangan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Menggunakan pesawat komersil, Menteri I Gusti Ayu Bintang Darmawati beserta rombongan tiba di Palu pukul 06.10 WITA, pada Jum’at 9 Juni 2023.

Turut hadir Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr.Zubair S.Sos, M.Si, Kadis Sosial Dra. Sitti Hasbiah N. Zaenong, M.Si serta pejabat teknis terkait.**

 

sumber biro adpim

Wagub Sulteng Lepas Kontingen PENAS KTNA. Begini Pesannya
  • Uncategorized

Wagub Sulteng Lepas Kontingen PENAS KTNA. Begini Pesannya

Adm Red. June 8, 2023

PALU_trustsulteng.com- Wagub Sulteng H.Ma’mun Amir secara resmi melepas Kontingen Sulawesi Tengah dalam rangka PENAS KTNA ke XVI Tahun 2023.

Pelepasan tersebut ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka KTNA dari Wagub kepada koordinator di Tribun Lapangan Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, pada Senin (5/6) lalu.

Turut menyaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Dr.Fachrudin D Yambas, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Nelson Metubun,SP dan Karo Umum Dr.Suandi,S.Ti.

Pekan Nasional Petani Nelayan KTNA XVI dilaksanakan pada tanggal 10 – 15 Juni 2023 di Padang Provinsi Sumatera Barat dan diagendakan akan dibuka langsung oleh Presiden Ir.Joko Widodo.

Kesempatan itu, Wagub Drs.H.Ma’mun Amir menuturkan event PENAS KTNA merupakan momentum petani dan nelayan untuk belajar sekaligus menambah ilmu guna memajukan sektor pertanian maupun nelayan di Sulawesi Tengah.

“Petani dan nelayan adalah tulang punggung di Sulawesi Tengah,”ungkapnya.

Untuk itu, Beliau berpesan panitia KTNA Sulawesi Tengah meningkatkan koordinasi dengan petani dan nelayan.

Ia pun berharap kontingen tetap kompak dan bersilaturahmi yang baik agar Sulawesi Tengah dikenal dengan tata karma yang bagus.

Terakhir, Wagub Drs.H.Ma’mun Amir mengucapkan permohonan maaf lahir dan batin kepada KTNA Sulawesi Tengah.***

 

sumber biro adpim

Apresiasi CCIF, Asisten; Dampak CCIF Sangat Investatif Buat Sulteng
  • Uncategorized

Apresiasi CCIF, Asisten; Dampak CCIF Sangat Investatif Buat Sulteng

Adm Red. June 8, 2023

Palu_trustsulteng.com-Upaya mewujudkan Sulteng sebagai ‘surga’ destinasi investasi lewat ajang Central Celebes Investment Forum (CCIF) diapresiasi Gubernur Rusdy Mastura.

“Semoga CCIF 2023 sukses memberi dampak investatif bagi pembangunan Sulawesi Tengah,” kata gubernur dalam sambutan tertulis, dibaca Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, SE, MM pada acara sosialisasi dan rapat persiapan CCIF di gedung pogombo, Kamis 8 Juni 2023.

Ditambahkan asisten bahwa pemerintah daerah sangat konsen terhadap investasi karena investasi merupakan diantara 4 variabel penyumbang pertumbuhan ekonomi Sulteng, khususnya dari investasi tambang.

Olehnya Ia berharap agar para leading sector CCIF bekerjasama dan teliti dalam mempersiapkan ajang ini supaya dapat betul-betul memikat hati para investor yang akan menanamkan modal di Sulteng.

Termasuk potensi pariwisata agar ikut dipromosikan dalam CCIF dengan memperkenalkan wisata negeri seribu megalith atau land of thousand megaliths.

“(CCIF) Salah satu opsi agar investasi masuk, pembangunan ada dan kesejahteraan meningkatkan semaksimal mungkin,” tutur asisten mendorong agar potensi pariwisata Sulteng dilirik dalam CCIF.

CCIF sendiri adalah Iven yang dirintis oleh Badan Investasi Ekonomi Pariwisata (BIEP) Sulteng dan rencananya dihelat pada 6 s.d 7 September nanti di Jakarta.

Adapun tema CCIF kata Ketua BIEP Ishak Basir yakni Realizing Central Sulawesi as a Small Paradise That Fell on the Earth Through Investment and Economic Growth, yang diterjemahkan menjadi, “Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai surga kecil yang Jatuh ke bumi melalui investasi dan pertumbuhan ekonomi”

Diantaranya yang hadir Wakil Bupati Banggai Laut Albit Hi Ilyas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu dr. Husaema, MM, Plt Kadis Kehutanan Provinsi Sulteng Muh Neng, ST, MM, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulteng Nurhalis Lauseng, S.Pd, M.Pd serta pengusaha dan direksi perusahaan yang beroperasi di Sulteng.

sumber biro adpim

Wagub Ma’mun Amir Lepas 2.125 Calon Jamaah Haji Sulteng
  • Uncategorized

Wagub Ma’mun Amir Lepas 2.125 Calon Jamaah Haji Sulteng

Adm Red. June 7, 2023

PALU_trustsulteng.com- Wagub Sulteng, Drs. Ma’mun Amir secara resmi melepas jamaah haji asal Provinsi Sulawesi Tengah tahun 1444 H/2023 M yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Balikpapan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Transit Palu, pada Senin malam (5/6).

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Karo Kesra, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, Ka. Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Kepala Bandara Mutiara Sis Aldjufri, PPIH Provinsi Sulawesi Tengah, Rektor UIN, Perwakilan Pemda Banggai dan Perwakilan Pemda Parigi Moutong.

Kesempatan itu, Wagub Drs.H.Ma’mun Amir mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan jamaah haji.

Beliau berpesan agar petugas pendamping dan jamaah haji asal Provinsi Sulawesi Tengah menjaga kekompakan dan menjaga silaturahmi selama melaksanakan ibadah di tanah suci.

“Semoga Bapak/Ibu calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,”pungkas berharap.

Kloter BPN-9 merupakan jamaah asal Kab Parigi Moutong dan Kab.Banggai (Kloter pertama asal Sulawesi Tengah) terdiri 294 orang jamaah dijadwalkan berangkat menuju Embarkasi Balikpapan pada Selasa (6/6), Selanjutnya Kloter tersebut diberangkatkan menuju Madinah dari Embarkasi Balikpapan pada Rabu (7/6).

Berdasarkan data dari Biro Kesra bahwa jamaah haji Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 2.125 jamaah.***

 

sumber biro adpim

Posts pagination

Previous 1 … 162 163 164 165 166 167 168 … 260 Next

Recent Posts

  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Adab & Keteladanan Awaludin di Ujung Masa Jabatan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.