Arnila M. Ali foto: ist
Morowali, trustsulteng – Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Arnila M. Ali, ‘pulang kampung’ di kota kelahirannya, yakni Kabupaten Morowali. Pulkamnya membawa pesan dan harapan bagi masyarakat. Bersinergi dengan Pemda dalam bentuk kemasan kunker (kunjungan kerja).
Pemda Morowali sangat antusias. Senang menyambut politisi Partai NasDem ini. Pertemuan penuh keakraban berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Morowali, Jumat 6 Pebruari 2026. Yaa, memperkuat sinergi antar lembaga. Kata haji Chica, begitu sapaan ibu Arnila, bersinergi berkomunikasi aktif dan terbuka serta berkelanjutan antar lembaga akan menghasilkan percepatan pembangunan .
Asisten III Setda Kabupaten Morowali mewakili Bupati Morowali, menerima wakil rakyat ini secara resmi. Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Morowali bersama para pemangku kepentingan.
Asisten III menyampaikan ucapan selamat datang serta apresiasi atas perhatian anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah terhadap Kabupaten Morowali. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membangun kerja sama lintas pemerintahan secara konstruktif. Dengan demikian, hubungan kelembagaan dapat berjalan selaras dan saling menguatkan.
Haji Chica mengapresiasi sambutan Pemkab Morowali. Dia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Morowali atas sambutan yang diberikan. Ia menilai penerimaan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif provinsi.
Selain itu, Arnila menekankan pentingnya dialog terbuka dalam setiap kunjungan kerja. Menurutnya, komunikasi langsung dengan pemerintah daerah memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan, tantangan, serta potensi pembangunan di Morowali. Oleh sebab itu, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan kunjungan kerja tersebut disela dengan sesi diskusi bersama, yang berlangsung aktif dan dinamis. Dalam sesi ini, seluruh peserta menyampaikan pandangan, masukan, serta usulan strategis terkait pembangunan daerah. Dengan begitu, proses pertukaran informasi berjalan efektif dan terarah, demi kemajuan daerah. (*)
editor: omyus
