Ketua HIPKA Sulteng, H. Ambo Dalle tiba di bandara Syukran Amiruddin Amir Banggai, Minggu 26/4, disambut Ketua BPD HIPKA Banggai, M. Arfan foto: IST
Luwuk, trustsulteng – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah, H. Ambo Dalle, tiba di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir dan disambut langsung oleh Ketua HIPKA Banggai terpilih, Muh Arfan Syahputra, pada Minggu, 26 April 2026.
Kedatangan Ketua BPW HIPKA Sulteng tersebut dalam rangka agenda pelantikan Ketua HIPKA Banggai terpilih yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam ini di Luwuk, Kabupaten Banggai.
Penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi bagian dari konsolidasi organisasi antara pengurus wilayah dan daerah. Momentum ini sekaligus menandai kesiapan HIPKA Banggai dalam memasuki fase kepengurusan baru pasca Musyawarah Daerah (Musda) I.
Muh Arfan Syahputra menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal dalam menjalankan roda organisasi secara lebih terstruktur dan berdampak.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi kami untuk menghadirkan program kerja yang nyata bagi pengusaha lokal,” ujarnya.
Sementara itu, H. Ambo Dalle menegaskan pentingnya soliditas organisasi dan sinergi antaranggota dalam memperkuat peran HIPKA di daerah.
“HIPKA harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi, memperkuat jaringan usaha, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” tegasnya.
HIPKA sebagai organisasi pengusaha alumni HMI memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas kewirausahaan, serta membuka peluang investasi di daerah.
Kabupaten Banggai sendiri memiliki potensi unggulan di sektor perikanan, pertanian, dan industri migas yang dinilai dapat dikembangkan melalui kolaborasi antaranggota HIPKA untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan pelantikan yang dijadwalkan berlangsung malam ini, diharapkan kepengurusan baru HIPKA Banggai mampu segera bekerja dan menghadirkan program-program konkret yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. (*)
tim
