Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Catatan Buruk Sebelum Peristiwa Berdarah di Pabrik GNI Morut
  • Uncategorized

Catatan Buruk Sebelum Peristiwa Berdarah di Pabrik GNI Morut

Adm Red. January 18, 2023

PALU- Ketua Komda HAM Perwakilan Sulteng, Dedi Askary SH menuturkan sebelum peristiwa berdarah di pabrik nikel GNI di Kabupaten Morut. Kata Dedy, sebelum terjadi aksi anarkis, pada  27 Desember 2022 digelar aksi damai oleh para pekerja yang meminta kesepakatan dan tindak lanjut sejumlah tuntutan mereka ke pihak manajemen PT GNI

Dari mogok kerja pada tanggal 22-24 September 2022, kemudian melakukan aksi damai menuntut hak-hak pekerja kemudian terjadi bentrokan pukul 11.20 Wita di Full Dump Truk yang mengakibatkan terjadinya penganiayaan terhadap pekerja lokal oleh TKA China.

WNI lakukan mogok kerja, dan ingin menerobos salah satu pos mengajak pekerja lainnya agar ikut mogok kerja sehingga dihalangi oleh WNA dan terjadi insiden kekerasan antara WNA dan WNI.

Kemudian bentrokan melebar ke Smelter 2 terjadi aksi saling lempar antar TKA China dengan pekerja lokal hingga memicu pembakaran motor milik TKA China oleh pekerja lokal. Aksi tidak berlangsung lama karena langsung diamankan oleh aparat.

Kemudian terjadi pergantian shift pada pukul 19.30 Wita, para pekerja di Full Dump Truk kemudian melakukan aksi solidaritas terhadap peristiwa penganiayaan pekerja lokal oleh TKA China.

Kapolres melakukan negosiasi dengan para pekerja namun tidak menemui kesepakatan sehingga pada pukul 20.00 Wita, kembali terjadi bentrokan antara TKA China dan pekerja lokal berlokasi antara smelter 1 dan 2.

Kondisi sempat berhasil ditangani oleh Kapolres dan tim gabungan. Namun pada pukul 21.00 Wita tiba ada jumlah masa yg cukup besar menyerang dan membakar mess TKA China dan berapa alat-alat berat. Hingga pada pukul 22.00 Wita terjadilah aksi anarkis secara bruntal dan massa Melaku pembakaran alat-alat berat dan lain-lain hingga pukul 02.30 Wita dini hari.

Melihat kronologis diatas sebelumnya Kami harus mengoreksi pernyataan-pernyataan sepihak terkait peristiwa di PT GNI kemarin.

Pertama perlu dipahami bahwa insiden yang terjadi di PT GNI kemarin hingga menewaskan tiga orang pekerja merupakan reaksi dari perlakuan pihak perusahaan terhadap pekerja yang tidak kunjung mendapat hak-haknya.

Kedua, pernyataan dari sejumlah pihak yang menyatakan bahwa tenaga kerja lokal yang memulai penyerangan adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta dan temuan di lapangan. Kami menduga pernyataan tersebut sengaja didesain untuk memojokkan tenaga kerja lokal. Ini sangat mencederai semangat para pekerja lokal yang telah berusaha memperjuangkan hak-hak mereka dari kesewenang-wenangan pihak perusahaan.

Ketiga, semua pihak-pihak terkait harus melihat secara jernih permasalahan yang ada di PT GNI. peristiwa bentrokan kemarin adalah imbas dari pihak perusahaan yang tidak pernah menjalankan kesepakatan-kesepakatan yang mereka sendiri telah setujui setiap melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah daerah, DPRD dan stakeholder lainnya jika terjadi malasah-masalah yang melibatkan tenaga kerja.

Keempat, semua pihak harus melihat bahwa peristiwa di PT GNI kemarin adalah bagian dari rentetan-rentetan kejadian yang sebelumnya sering terjadi dan berulang-ulang tanpa ada solusi dari manajemen PT GNI untuk menyelesaikannya.

Mulai dari kasus perekrutan dan pemagangan para pekerja di PT VDNI, penerapan K3 yang tidak sesuai aturan, kebutuhan APD untuk pekerja hingga persoalan pemotongan upah yang diluar ketentuan yang ada.

Berbagai kesaksian dan testimoni yang disampaikan masyarakat yang berada disekitar kawasan PT. GNI menyebutkan bahwa peristiwa yang terjadi adalah imbas dari kelalaian perusahaan PT GNI dalam menyikapi sejumlah poin-poin penting yang telah pemerintah daerah dan DPRD Morut sampaikan baik dalam RDP ataupun kunjungan langsung ke PT GNI beberapa waktu lalu serta sejumlah tuntutan dari para rekan-rekan pekerja yang telah lama mereka suarakan.

Ini merupakan imbas dari kelalaian mereka sendiri karena telah mengabaikan sejumlah poin-poin penting yang pemda dan DPRD Morut sampaikan di berbagai kesempatan serta beberapa tuntutan yang disuarakan oleh para pekerja. PT GNI acuh sehingga peristiwa yang terjadi kemarin itu adalah bagian dari akumulasi kesalahan-kesalahan mereka yang tidak disadari.

PT GNI tidak serius dalam mengaplikasikan semua hasil-hasil pertemuan yang telah disepakati antar perusahaan, pemerintah daerah dan DPRD Morowali Utara serta stakeholder lainnya.

Sikap PT GNI yang tidak komitmen dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama antara lain pola perekrutan tenaga kerja, penerapan K3, penggunaan APD, adanya pemotongan-pemotongan upah di luar ketentuan yang ada hingga persoalan PHK sepihak..

Pada beberapa momentum pertemuan bersama, aemua pihak telah bersepakat untuk mematuhi sejumlah poin-poin penting seperti pola perekrutan tenaga kerja, penerapan K3 yang sesuai aturan, penggunaan APD yang sangat penting untuk pekerja, adanya potongan-potongan upah di luar ketentuan yang ada hingga persoalan PHK sepihak oleh perusahaan. Ini jauh-jauh hari telah kita rapatkan bersama untuk dicarikan solusinya namun tidak diaplikasikan di lapangan. Akibatnya muncul banyak insiden-insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi jika perusahaan taat aturan. **

PETI Sungai Tabong, Pemkab Buol Janji Siap Cek Lokasi Bersama Aparat Hentikan Aktivitas
  • Uncategorized

PETI Sungai Tabong, Pemkab Buol Janji Siap Cek Lokasi Bersama Aparat Hentikan Aktivitas

Adm Red. January 18, 2023

PALU-Dugaan maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Tabong Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol direspon Penjabat Bupati Buol, Muchlis Yojodolo.

Melalui pesan aplikasi WatsApp, Muchlis menjelaskan bahwa ia belum melihat secara langsung terkait aktivitas kegiatan PETI di wilayah Sungai Tabong.

Namun, Muchlis akan mengonfirmasinya kepada pejabat Kecamatan Tiloan ihwal dugaan aktivitas PETI tersebut.

“Nanti akan kami konfirmasikan dengan Camat Tiloan dan Kades Kokobuka terkait dengan kebenaran aktivitas PETI dimaksud,” ujar Pj Bupati Buol, Muchlis Yojodolo kepada Tim Media, Rabu 18 Jamuari 2023.

Jika benar, kata dia, Pemkab Buol bersama aparat keamanan terkait akan melakukan peninjauan di lokasi Sungai Tabong.

Muchlis mengakui sedikit terkendala soal akses jalan menuju ke Sungai Tabong, sebab hanya bisa melintas lewat wilayah Kabupaten Tolitoli.

“Memang sedikit kendala untuk menuju ke lokasi tersebut infonya bahwa hanya bisa dilalui dengam menggunakan kendaraan roda dua dengan memutar pada wilayah Kabupaten Tolitoli,” katanya.

Jika nanti ternyata benar adanya aktivitas PETI di wilayah Sungai Tabong, lanjut Muchlis, tentunya Pemda akan melakukan koordinasi dengan aparat terkait.

Kemudian melaporkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani soal pertambangan untuk mengambil tindakan penghentian atas aktivitas PETI di Sungai Tabong.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto akan menelusuri mengenai dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Tabong Kabupaten Buol.

Didik mengaku baru dapat informasi dugaa PETI di Sungai Tabong Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal itu ia sampaikan saat dikonfirmasi Tim Media mengenai dugaan maraknya PETI di wilayah tersebut. ***

Pemain Baru di PETI Sungai Tabong. Diduga Dibekengi Oknum Aparat
  • Uncategorized

Pemain Baru di PETI Sungai Tabong. Diduga Dibekengi Oknum Aparat

Adm Red. January 17, 2023

TOLITOLI – Sumber daya alam di Sulteng menjanjikan. Tapi pemodal dan pengolah suka membuat jalan pintas. Tanpa mengantongi izin, mengeruk dengan cara ilegal, dengan gunakan kekuatan oknum aparat menjalankan aktivitas terlarang.  Seperti yang kembali marak penambanban ilegal di Sungai Tabong, Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol yang sempat ditertibkan aparat kepolisian dari Polda Sulteng, Polres Tolitoli dan Buol.

Informasi yang diperoleh sejumlah wartawan dari sumber yang bisa dipercaya, pemodal PETI yang kembali beroperasi di Sungai Tabong diduga berasal dari Kabupaten Buol. Bahkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat yang beraktivitas di Sungai Tabong ini ditangani aparat keamanan.
Sejumlah alat berat yang dipergunakan berupa Excavator untuk mengeruk material, telah diangkut menuju lokasi dari arah Desa Salusu Pande, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli dikarenakan dari arah Desa Kokobuka Kabupaten Buol menuju ke lokasi di Sungai Tabong tidak dapat diakses, karena melewati hutan belantara dan tanjakan yang terjal.

Informasi yang berkembang di kalangan wartawan di Tolitoli, BBM Solar untuk kebutuhan alat berat itu mereka menggunakan kekuatan oknum aparat berseragam hijau. Namun informasi ini masih akan dilakukan verifikasi terkait benar dan tidaknya.

“Mess mereka ada di depan Kantor Camat Baolan. Bahkan alat berat yang diangkut ke lokasi, mendapat pengawalan dari oknum aparat berbaju hijau,” tutur sumber terpercaya dengan nada meyakinkan yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, untuk menuju ke lokasi tambang ilegal di Sungai Tabong jalur satu-satu yang mereka lintasi adalah jalur perusahaan kayu milik PT Pitu Lempa di sekitar Desa Salusu Pende. Alat berat Eksavator yang diangkut hanya bisa melintas dijalur tersebut, sementara BBM solar pengangkutannya melintasi jalur sungai di Desa Janja.
Kelompok penambang emas ilegal itu baru kali ini masuk ke lokasi tabong, mereka sudah pernah melakukan kegiatan di lokasi Kokobuka, perkiraan15 km dari Kokobuka, karena kurang hasil akhirnya mereka naik di Tabong,” ceritanya.

Kepala Desa (Kades) Janja, Kecamatan Lampasio, H Mihra Arrabi yang dihubungi wartawan membenarkan kalau di desanya merupakan jalur yang paling singkat menuju lokasi tambang di Tabong. Bahkan BBM Solar juga diangkut menggunakan perahu mesin tempel milik warga.

“Beberapa bulan lalu ada juga yang angkut solar lewat sini, tapi kabarnya mereka sudah angkat kaki karena merasa ada yang ganggu, mungkin ada kelompok baru lagi yang datang dari Buol,” terangnya kepada wartawan.

Menurutnya, Desa Janja adalah jalur yang dimungkinkan paling strategis untuk dilintasi menuju ke lokasi tabong. Selain jangkauan yang dekat juga waktu perjalanan tidak terlalu lama sudah tiba di lokasi.

“Kalau naik perahu tibanya di Sungai Labantik, dari situ naik darat menuju lokasi areal tambang,” katanya. TIM

Sikap Komnas HAM Atas Tragedi Berdarah di GNI Morut
  • Uncategorized

Sikap Komnas HAM Atas Tragedi Berdarah di GNI Morut

Adm Red. January 17, 2023

Pada hari Sabtu malam tanggal 14 Januari 2023, terjadi peristiwa kekerasan yang memakan dua korban jiwa di fasilitas pengolahan pemurnian (smelter) PT. Gunbuster Nickel Industry di Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Komnas HAM RI Perwakilan Sulawesi Tengah memberikan perhatian khusus terhadap situasi HAM di Sulawesi Tengah dengan melakukan pengamatan situasi HAM, merespon berbagai peristiwa dan permasalahan di Sulawesi Tengah dan mengidentifikasi strategi alternatif penyelesaian sesuai dengan prinsip hak asasi manusia.

Berikut pernyataan sikap Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah, Dedy Askari SH, terhadap beberapa isu terkait insiden karyawan GNI yang menelan korban jiwa di Kabupaten Morut-Sulteng sebagai berikut:

1) Meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan meningkatnya konflik dan kekerasan semakin meluas di PT. GNI;

2) Meminta Kapolda Sulteng untuk melakukan proses hukum guna mengungkap kematian dua orang pekerja PT. GNI secara profesional, obyektif dan akuntabel;

3) Meminta aparat keamanan untuk tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan dalam penanganan aksi massa dan mengedepankan langkah-langkah yang humanis sesuai dengan prinsip hak asasi manusia;

4) Meminta Pemerintah Kabupaten Morowali Utara melakukan koordinasi dengan PT. Gunbuster Nickel Industry dan stakeholders terkait untuk mengupayakan (trauma healing) terhadap para korban kekerasan

5) Mengecam tindakan kekerasan, pengrusakan dan provokasi yang memperparah konflik di PT. Gunbuster Nickel industry

6) Meminta kepada para pihak dan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi provokatif yang akan memunculkan sentimen negatif dan memperkeruh keadaan;

Selanjutnya terkait hal ini, Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah akan terus melakukan upaya pengawasan dan mendorong upaya-upaya pemenuhan hak asasi manusia bagi para korban.

Terkait sengketa ketenagakerjaan antara Serikat Pekerja dengan Direksi PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI), bahwa analisis awal Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah mendapati bahwa awal mula konflik berasal dari masalah ketenagakerjaan industrial antara pekerja perusahaan dimana terdapat kesenjangan privilese sosial dan ekonomi antara pekerja asing dan pekerja lokal serta persoalan kenaikan upah, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Hal ini menyebabkan serikat pekerja (SP) yang mewakili kepentingan pekerja-pekerja di PT. GNI melakukan demonstrasi dan mogok kerja agar Direksi PT. GNI dapat diajak bermediasi dengan Serikat Pekerja. Selain itu, diduga gagalnya upaya SP untuk bermediasi dengan Direksi PT. GNI memperparah kekondusifan situasi sehingga aksi mogok kerja menjadi tak terelakkan serta terdapat aksi-aksi provokasi seperti pembakaran motor pekerja PT. GNI dan aksi pemukulan oleh pekerja asing terhadap pekerja lokal yang tersebar viral di media.

Berdasarkan analisis tersebut, Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah menyampaikan sikap sebagai berikut:

1) Meminta semua pihak untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengakibatkan meningkatnya konflik dan kekerasan semakin meluas di PT. GNI;

2) Meminta Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk bersikap adil dan membantu dalam proses mediasi ketenagakerjaan antara Serikat Pekerja PT. GNI dengan Direksi PT. GNI;

3) Meminta aparat keamanan setempat untuk bersikap adil dan netral untuk menjaga kekondusifan dalam sengketa ketenagakerjaan antara serikat pekerja dengan PT GNI dan tidak menggunakan kekuatan-kekuatan berlebihan dan mengedepankan pendekatan humanis dan berbasis hak asasi manusia;

4) Meminta Disnaker, Kapolda Sulteng dan Gubernur Sulteng untuk menginvestigasi PT. GNI terkait kesejahteraan buruh (upah) serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) mengingat perusahaan tambang yang bersangkutan telah beberapa kali menjadi sorotan publik karena kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa, serta pula isu-isu hak buruh lainnya seperti standar upah, waktu kerja yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, cuti dan hak-hak buruh lainnya;

5) Meminta keterbukaan dan sikap kooperatif dari PT. Gunbuster Nickel Industry agar akuntabel dalam menangani permasalahan sengketa pekerjaan serta tragedi kekerasan yang muncul. **

 

 

 

​ DEDI ASKARY, SH

Menkopolhukam Imbau PT GNI Lebih Terbuka Terkait Tenaga Kerja 
  • Hukum

Menkopolhukam Imbau PT GNI Lebih Terbuka Terkait Tenaga Kerja 

Adm Red. January 17, 2023

 

JAKARTA-Menteri Koordinator bidang Polhukam (Menkopolhukam) Mahfud MD mengimbau PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) lebih terbuka terkait ketenagakerjaan.

“Pemerintah menghimbau PT GNI bisa bersikap lebih terbuka, sehingga pemerintah dapat mempunyai data, tentang semua tenaga kerja dan pelaksanaam pengamanan di dalam lingkungan perusahaan yang beroperasi di dalam wilayah RI,” katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin malam.

Hal itu disampaikan Mahfud terkait bentrokan di pabrik smelter PT GNI dii Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Sabtu (14/1) malam.

Dia menegaskan perusahaan harus lebih profesional dalam menjamin terjadinya kerja-kerja yang kondusif agar tidak terjadi bentrok antar kelompok-kelompok pekerja.

“Pemerintah menyesalkan terjadinya peristiwa itu,” ujarnya.

Kata dia, pemerintah berharap agar seluruh masyarakat tenang dan kembali kehidupan normal seperti biasa.

“Karena pada saat ini, situasi di Morowali sudah kondusif,” ungkapnya.

Mahfud menegaskan aparat keamanan bersama pemerintah daerah dan PT GNI terus mencari penyelesaian dengan sebaik-baiknya atas apa yang telah terjadi.

Pemerintah setelah mempelajari latar belakang peristiwa, maka pemerintah menegaskan berdasarkan konstitusi, setiap warga negara berhak untuk mendapat pekerjaan yang layak dan perlakuan yang adil.

Mahfud berharap perusahaan hendaknya menyikapi tuntutan pekerja dengan arif, sebaliknya para pekerja harus bisa menyampaikan aspirasi dan menuntut hak-haknya secara proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Pemerintah akan menjamin hak-hak pekerja, sesuai dengan ketentuan konstitusi,” katanya menegaskan.**

GNI Morut Rusuh. Dua Tewas Sejumlah Alat Berat Terbakar
  • Uncategorized

GNI Morut Rusuh. Dua Tewas Sejumlah Alat Berat Terbakar

Adm Red. January 15, 2023

KODAL-Pabrik Nikel GNI (Gombuster Nickl Industri) di Desa Bunta Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut) Sulteng terbakar. Pekerja lokal menggelar aksi protes dengan mogok kerja, berakhir bentrok dengan karyawan China. Saling serang tak terelakan sehingga berakhir anarkis. Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 wita, Sabtu 14 Januari 2023, di area smelter 1, 2 dan 3. Masa aksi berkiasar seratusan orang. Berikut kronologisnya.

Sekira pukul 20.30 Wita karyawan yang berada diluar site semakin bertambah merangsek maju memasuki area site dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan yang sedang siaga dengan cara melempari batu sehingga mengakibatkan kerusakan pos pengamanan

Pukul 21.20 Wita masa aksi melakukan penyerangan di mes China dengan melakukan pembakaran pos scurity

Pada tanggal 15 Januari 2023 Pukul 00.45 Wita Tambahan personil pengamanan dari Kipan B Yonif 714/SM tiba di lokasi sebanyak 27 Org.

Pukul 00:55 Wita Dandim 1311/Mrw Tiba di lokasi

B. Kerugian.
1) Personil :
– Korban Jiwa : 2 Orang

1. Orang Karyawan lokal meninggal dunia ( identitas belum diketahui )

1. Orang TKA ( Identitas belum diketahui)
– Korban luka : sudah di izinkan kembali

2) Materiil .
– 1 Blok Mess Pam Obvit beserta pelengkapan perorangan Habis terbakar.
– 3 Blok Mess TKA china habis terbakar.
– 8 Unit Kendaraan Rusak terbakar :
1 Unit Toyota Hilux
3 Unit Trailer
4 Unit Loader

C. Adapun tuntutan masa aksi sbb;

1. Menuntut perusahaan wajib menerapkan prosedur K3 sesuai dgn peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Menuntut perusahaan wajib memberikan APD lengkap kepada pekerja sesuai standarisasi jenis pekerjaannya atau resiko kerja yang ada dilokasi kerja tersebut
3. Menuntut perusahaan segera membuat peraturan perusahaan.
4. Stop pemotongan upah yang sifatnya tidak jelas
5. Stop PKWT untuk pekerjaan yang bersifat tetap.
6. Menuntut perusahaan mempekerjakan kembali anggota SPN yang di-end kontrak sebagai akibat dari pelaksanaan mogok kerja sebelumnya.
7. Menuntut perusahaan agar memasang sirkulasi udara di setiap gudang atau smelter agar tidak berdebu
8. Menuntut perusahaan agar memperjelas hak-hak yang telah diberikan kepada keluarga alm. Made dan almh. Nirwana Selle sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

d. Personil Pengamanan
– Yonif 714/ SM : 31 Org + 27 Org
– Kodim 1311/Mrw : 18 Org
– Tim Intelrem 132/TDL : 2 Org
– Polri : 2 SSK

Pukul 01.30 Wita Masa aksi dipukul mundur oleh pasukan TNI – Polri

Pukul 03.00 Wita Situasi dapat dikuasai oleh aparat keamanan TNI – Polri.

Situasi saat ini belum kondusif. TKA china diamankan dimes kantor PT. GNI. Sementara 52 Orang masa aksi diamankan yang diduga pelaku penyerangan. Dan saat ini aktivitas karyawan PT. GNI dihentikan. **

Optimalkan Pembinaan Bacaan Alquran 72 Imam Dai Ikut Pelatihan
  • Organisasi

Optimalkan Pembinaan Bacaan Alquran 72 Imam Dai Ikut Pelatihan

Adm Red. January 14, 2023

PALU-Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia ( PW DMI) Sulawesi Tengah mengoptimalkan pembinaan bacaan Alquran 72 orang calon imam dan dai penceramah. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan imam dan dai.

“Salah satu materi inti atau fokus materi dalam pembinaan atau pelatihan ini adalah perbaikan bacaan Alquran,” kata Sekretaris Umum PW DMI Sulawesi Tengah H. Muchtar Ibnu Mas’ud, Sabtu 14 Januari 2023.

Kata Muchtar, Pembinaan terhadap 72 orang calon imam dan dai dilakukan oleh PW DMI Sulawesi Tengah melalui kegiatan pelatihan imam dan dai.

Untuk teknis pelaksanaannya bekerja sama dengan Pondok Pesantren Insan Cita Indonesia (ICI) di Dolo, Kabupaten Sigi.

Muchtar menuturkan, pelatihan imam dan dai merupakan program pembinaan prioritas PW DMI Sulteng yang dilakukan berbasis masjid.

“Saat ini pembinaan terhadap imam dan dai yang dilakukan melalui pelatihan tersebut telah memasuki angkatan ke lima sejak digagas pada tahun 2022,” ujar Sekretaris DMI Sulteng itu.

Menurut Muchtar, hingga saat ini PW DMI Sulteng telah mencetak 233 imam dan dai melalui pelatihan tersebut terhitung mulai angkatan pertama sampai angkatan empat.

Untuk angkatan ke lima berjumlah 72 orang masih dalam proses pembinaan dan pelatihan, sehingga jumlah 233 tersebut tidak termasuk 72 orang tersebut,” sebut Muchtar.

Muchtar Ibnu Mas’ud menambahkan, terhadap 72 calon imam dan dai tersebut akan melewati proses pembinaan selama 15 hari di Pondok Pesantren ICI di Sigi.

Materi yang akan diberikan antara lain perbaikan bacaan Alquran, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih, Akhlak, Perbandingan Mazhab, dan kemampuan berbicara di publik/publik speaking.

“Pelatihan untuk angkatan ke lima akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2023, sejak dimulai beberapa hari kemarin,” kata Sekretaris DMI Sulteng itu.

Sementara itu Koordinator Pelatihan Imam dan Dai Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sulawesi Tengah Hartono M Yasin Anda mengatakan, pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari visi besar DMI yaitu memakmurkan dan dimakmurkan masjid.

Kata Hartono, Kegiatan pelatihan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan target capaian sebanyak 800 imam dan dai dari 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah dalam 10 angkatan.

Ia menambahkan bahwa untuk 72 orang peserta angkatan lima berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Tolitoli dan Buol.

“Kegiatan pembinaan imam dan dai tersebut, merupakan program yang diinisiasi oleh Ketua Umum PW DMI Sulteng Ahmad M Ali,” tutur Hartono. **

editor yusrin/media dmi

Gubernur Rusdy Mastura Laporkan Perusahaan Tak Miliki HGU. Menteri ATR/BPN Segera Turunkan Tim Terpadu
  • Uncategorized

Gubernur Rusdy Mastura Laporkan Perusahaan Tak Miliki HGU. Menteri ATR/BPN Segera Turunkan Tim Terpadu

Adm Red. January 11, 2023

JAKARTA- Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura, menemui Menteri ATR/BPN RI, Hadi Tjahjanto, di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2023.

Gubernur didampingi Tim Ahli Gubernur Bidang  Investasi, Rony Tanusaputra, TA Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan HAM Ridha Saleh, Bupati Morut, Delys dan Walikota Palu, Hadiyanto Rasyid.

Dipertemuan dengan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Gubernur Cudy, sapaan Rusdy Mastura menyampaikan sejumlah permasalahan agraria di Sulteng, yang harus mendapat perhatian serius pihak pertanahan dari Kementerian ATR-BPN. Sebab masalah pertanahan atau konflik agraria memicu banyak sekali masalah ikutan yang terjadi di level masyarakat yang juga berakibat pada instabilitas sosial.

Diantara konflik agraria di Sulawesi Tengah yaitu terjadi di areal perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki HGU, selain konflik agraria, perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki HGU juga mengakibatkan kerugian negara, karena perusahaan perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki HGU itu tidak melaksanakan kewajiban keuangannya pada negara, ini modus sebagai kejahatan keuangan di bidang perkebunan kelapa sawit.

Perushaan perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Tengah yang terdaftar resmi di Pemda provisi Sulawesi Tengah berjumlah 61 perusahaan, dari 61 perusahaan tersebut ada 43 perusahaan yang tidak memiliki HGU, jadi total luas lahan yang dikuasai oleh perusahaan tanpa memiliki alas hak atau tanpa HGU tersebut berjumlah 411.000 Ha tersebar di Kabupaten Donggala, Parigi Mautong, Banggai, Banggai Kepulauan, Morowali Utara dan Morowali dan Poso.

“Data yang kami miliki perusahaan-perusahaan tersebut hanya memiliki Izin Lokasi. Oleh karena itu pemerintah provinsi akan segera bertindak untuk menyelesaiakan masalah tersebut. Seperti halnya Pemda telah mengambil langkah dalam menyelesaiakan masalah konflik lahan perkebunan PT. ANA dengan Masyarakat di 5 desa,” beber gubernur.

Pasa kesempatan itu Gubernur Cudy meminta kepada menteri untuk segera membentuk tim terpadu terdiri dari Kementerian ATR/BPN, pemda sulteng dan Pemkab/pemkot untuk bekerja mengurai dan mencari strategi penyelesaian masalah tersebut.

Selain itu,  gubernur juga bermohon untuk membantu mempercepat redistribusi dan sertifikasi tanah seluas 400 ha di KPN untuk dibagikan kepada 400 keluarga petani yang ada di Desa Talaga, Kecamatan Balaesang Kabupaten Donggala.

Menteri ATR/BPN merespons baik dan memberikan apresiasi atas kesungguhan gubernur sulteng untuk menyelesaiakan masalah-masalah rumit yang juga menjadi perhatian khusus oleh Bapak Presiden. Menteri ATR berharap agar gubernur-gubernur yang lain juga bisa mengikuti langkah dan kesungguhan gubernur sulteng menyelesaiakan dan mau terbuka atas konflik tanah dan masalahnya di wilayahnya.

Oleh karena itu pak menteri memerintahkan Dirjen PHT BPN, Suyus untuk mempersiapkan tim terpadu dan segera berkoordinasi dengan tim pemprov Sulteng

Terkait dengan redistribusi dan sertifikasi tanah, Menteri ATR juga mengpresiasi dan mendukung bahkan akan memerintahkan untuk segera menyiapkan sertifikat komunal bagi petani yang ada di Kawasan Pangan Nusantara, dan segera di jadwalkan untuk mengunjungi lokasi.**

editor yusrin/biro adpim

Ada Pabrik Tembaga di KEK Palu. Ketua Kosgoro 1957; Tepis Adanya Smelter Mini Sekaligus Redam Konflik Warga 
  • Uncategorized

Ada Pabrik Tembaga di KEK Palu. Ketua Kosgoro 1957; Tepis Adanya Smelter Mini Sekaligus Redam Konflik Warga 

Adm Red. January 7, 2023

PALU- Ketua Kosgoro 1957 Tolitoli, Gunardi menegaskan, proses pembangunan smelter tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Kecamatan Tawaeli, bentuk kemajuan daerah, sekaligus menepis rumor rencana pembangunan smelter mini di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Kepada sejumlah wartawan yang tergabung dalam Konsorsium Media Sulteng, Gunardi yang juga Inspektur Tambang Sulteng ini menyampaikan, dengan adanya pembangunan smelter tembaga di KEK Palu bisa meredam konflik ditengah-tengah masyarakat di Tolitoli khususnya di Desa Oyom yang memiliki potensi tembaga dengan kualitas terbaik.

“Saya menyambuat baik pembangunan smelter tembaga di KEK Palu, karena ini bisa meredam konflik ditengah masyarakat pasca masuknya doktrin pihak – pihak lain ke masyarakat Oyom, Tolitoli,” ujar Gunardi kepada wartawan di lokasi smelter tembaga di KEK Palu, Jumat

Menurut Gunardi, masyarakat di Tolitoli khususnya di Desa Oyom, masih menunggu kepastian kebenaran pembangunan smelter tembaga di KEK Palu ini. Sebab, beberapa bulan sebelumnya ada juga informasi bahwa di Tolitoli akan dibangun juga smelter mini.

“Informasi smelter mini itu, tersebar luas ditengah – tengah masyarakat. Namun dengan adanya smelter tambaga di KEK Palu ini, secara tidak langsung sudah menghapus informasi akan adanya smelter mini itu. Ini berarti, tidak ada lagi itu smelter mini,” terang Gunardi.

Dikatakan, dengan adanya smelter tembaga di KEK Palu, masyarakat Oyom bisa bernafas legah karena potensi tembaga di Desa Oyom bisa dikelola setelah Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk koperasi di desa itu sudah keluar, karena wilayah Desa Oyom sudah ditetapkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari Kementrian ESDM RI.

“Konsep koperasi untuk mengelola tembaga di Oyom, sangat luar biasa. Itu sangat sejalan dengan visi Kosgoro 1957 yakni gerakan ekonomi berazaskan kekeluargaan, sehingga konsep koperasi ini sangat tepat diterapkan,” katanya.

Gunardi yang juga Inspektur Tambang di Sulteng ini berharap, masyarakat Oyom yang tergabung dalam koperasi, bisa bermitra langsung dengan smelter tembaga di KEK Palu, sehingga bisa menghindari adanya cukong – cukong yang bisa memanfaatkan koperasi masyarakat untuk mengeruk keuntungan dari masyarakat.

“Koperasi harus bermitra langsung dengan pabrik smelter, supaya tidak ada cukong – cukong yang bermain dengan memanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Saat ini, proses pembangunan smelter tembaga sudah memasuki 80 persen pekerjaan, sehingga tinggal 20 persen lagi sudah rampung dikerjakan dan akan segera dioperasikan. **

editor yusrin/konsorsium media

Smelter Tembaga KEK Segera Beroperasi. Begini Penegasan Komisaris PT Wanhong, Andre Pahlevi
  • Uncategorized

Smelter Tembaga KEK Segera Beroperasi. Begini Penegasan Komisaris PT Wanhong, Andre Pahlevi

Adm Red. January 6, 2023

PALU- Komisaris PT Wanhong, Andre Pahlevi mengatakan Recycling Utilization/PAM Group berharap pertengahan Januari raw material tembaga sudah masuk di smelter.

Kepada awak media, saat berada di lokasi Smelter PT Wanhong areal KEK Palu, Jumat 6 Januari 2023, Andr beserta petinggi PT Wanhong/PAM Group menerima kunjungan Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura bersama rombongan.

Selain petinggi PT Wanhong, ada juga investor yang hadir meninjau areal smelter.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Rusdy Mastura didampingi Plt. Kadis PU Bina Marga dan Penataan Ruang, Basir Tanase dan TA Gubernur, Rony Tanusaputra.

Andre Pahlevi optimis bahwa pada Februari smelter sudah mulai berjalan dengan raw marerial yang ready.

“Insya Allah awal Maret kita resmikan. Insya Allah kalau tidak ada halangan kita running awal Februari,” tutur Andre Pahlevi.

Harapannya, sebelum running, raw material tembaga sudah ada di smelter.

Jika material sudah ada, maka uji coba dua tungku smelter awal Maret mendatang diharapkan berjalan lancar.

“Pertengahan bulan ini raw material harus ada di sini,” katanya.

Raw material tersebut, ungkap Andre Pahlevi berasal dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wanhong/PAM Group.

“Tolitoli, khususnya Oyom, Gorontalo, Parigi Moutong, itu ready karena saya sudah siapkan,” jelas Andre Pahlevi.

Ia juga mengatakan bahwa di areal smelter sudah tersedia karbon aktif campuran 10 persen dan 90 persen tembaga.

“Karbon aktif, impor sementara dari Malaysia,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura menegaskan PT Sulteng Mineral Sejahtera (SMS) hanya untuk pertambangan emas.

Hal itu diungkapkan Gubernur Rusdy Mastura saat mengunjungi Smelter PT Wanhong Nonferrous Recycling Utilization di KEK Palu, Jumat (6/1/2023).

Pada kesempatan itu, Gubernur Cudy sapaan Rusdy Mastura menekan PT SMS tidak direkomendasikan untuk urusan koperasi tembaga.

PT SMS kata dia, hanya sebagai bapak angkat di sejumlah koperasi tambang emas di Desa Oyom Kabupaten Tolitoli.

“Yang di Oyom sana emas, jadi jangan dicampur baurkan antara tembaga dengan emas,” jelas Gubernur Cudy.**

sumber media konsorsium

Posts pagination

Previous 1 … 175 176 177 178 179 180 181 … 260 Next

Recent Posts

  • Daffa Syahmi Hilmiyah: Pelajar Tenang dengan Prestasi Gemilang di Panggung Nasional
  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.