Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Menelisik Sosok Kombes Pol Dr Sirajuddin Ramly SH. MH, Direktur Binmas Polda Sulteng
  • Uncategorized

Menelisik Sosok Kombes Pol Dr Sirajuddin Ramly SH. MH, Direktur Binmas Polda Sulteng

Adm Red. April 19, 2025

Kombes Pol Dr Sirajuddin Ramly, SH.,MH saat ini menjabat sebagai Direktur Binmas Polda Sulteng, sebelumnya ia menjabat 3 (tiga) kali sebagai Wakil Direktur, yaitu Wadirbinmas Polda Sulteng, Wadirreskrimsus Polda Sulteng dan Wadirpolairud Polda Sulteng.

Pria kelahiran Ampibabo Kab. Parigi Moutong pada tanggal 4 Pebruari 1976 memulai karir di kepolisian pada tahun 2000, melalui jalur Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) dan mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, selanjutnya pada tahun 2019 mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri di Lemdiklat Selapa Polri Ciputat, Jakarta serta mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri pada tahun 2015 di Lembang, Bandung Barat, Jabar.

Kombes Pol Sirajuddin Ramly berpengalaman dibidang Reserse Kriminal dengan mengikuti Pendidikan Dasar Perwira (Daspa) Reskrim tahun 2002 dan Pendidikan Lanjutan Perwira (Lanpa) Reskrim tahun 2003 semua diikuti di Pusdik Reskrim Polri Megamendung Bogor, Jawa Barat.

Pada tahun 2017 sampai 2019 dipercayakan sebagai Kapolres Parigi Moutong dan berkesempatan melakukan pengamanan Pilkada Parimo 2018 dan juga melakukan kegiatan evakuasi dan pertolongan saat terjadinya bencana alam gempa bumi tanggal 28 September 2018 yang dampaknya dirasakan sampai di wilayah Parigi Moutong.

Pria yang ramah dan mudah bergaul tersebut selain dipercayakan beberapa jabatan di kepolisian, juga dipercayakan menduduki jabatan di masyarakat, seperti sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu, Ketua Ikatan Keluarga Alummi (IKA) Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu, Ketua Bidang Hukum KONI Propinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua Umum DPD Korps Alumni KNPI Sulteng dan Wakil Ketua MW KAHMI Sulteng.

Selain menyelesaikan pendidikan di internal Polri, Kombes Pol Sirajuddin Ramly juga menempuh pendidikan Strata Satu (S1) selesai tahun 1999 dengan gelar Sarjana Hukum, pendidikan Strata Dua (S2) selesai 2018 dengan gelar Magister Hukum dan pendidikan Strata Tiga (S3) selesai tahun 2023 dengan gelar Doktor, semua ditempuh dan diselesaikan di Universitas Tadulako Palu, Sulteng.

Selengkapnya inilah jabatan yang pernah disandang Kombes Pol Sirajuddin Ramly :

1. Kapolsek Moutong Polres Donggala

2. Kapolsek Palu Utara Polres Palu

3. Kasat Reskrim Polres Bangkep

4. Kabag Ops Polres Morowali

5. Wakapolres Parigi Moutong

6. Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Sulteng.

7. Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sulteng

8. Kapolres Parigi Moutong.

9. Wadirbinmas Polda Sulteng

10. Wadirkrimsus Polda Sulteng

11. Wadirpolairud Polda Sulteng

12. Dirbinmas Polda Sulteng (sejak 2024 – sekarang).**

 

Erwin-Sahid ‘Bersinar’ di Parigi, Raih 59,1 Persen Suara
  • Uncategorized

Erwin-Sahid ‘Bersinar’ di Parigi, Raih 59,1 Persen Suara

Adm Red. April 17, 2025

Palu, trustsulteng – Pasangan calon Erwin Burase dan Abdul Sahid dipastikan memenangkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Rabu, 16 April 2025.

Berdasarkan hasil real count dari Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan Erwin – Sahid, paslon ini unggul jauh dari tiga pesaing lainnya.

PSU Pilkada Parimo diikuti oleh empat pasangan calon yakni Badrun Nggai-Muslih, Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana, M Nizar Rahmatu-Ardi, serta Erwin Burase-Abdul Sahid.

Proses PSU yang digelar di 818 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilaporkan berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Dari data yang dikumpulkan hingga pukul 23.15 WITA, Paslon Erwin-Sahid berhasil mengumpulkan 119.113 suara atau 59,1% dari total suara sah sebanyak 201.590 suara.

Disusul oleh pasangan M Nizar Rahmatu-Ardi yang meraih 71.139 suara (35,3%).

Sementara itu, dua pasangan lainnya meraih suara jauh lebih sedikit: Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana memperoleh 7.008 suara (3,5%), dan pasangan Badrun Nggai-Muslih hanya mendapat 43 suara (2,1%).

Jumlah total suara yang masuk mencapai 202.671, dengan 1.081 suara tidak sah. Dengan keunggulan signifikan tersebut, Paslon Erwin-Sahid dipastikan memenangkan PSU dan akan memimpin Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami mengapresiasi dukungan seluruh masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya secara damai dan tertib. Hasil ini menunjukkan kepercayaan besar masyarakat kepada Paslon Erwin-Sahid,” ujar perwakilan Sekber Tim Pemenangan dalam keterangannya, Rabu malam.

PSU Pilkada Parigi Moutong digelar sebagai bagian dari tindak lanjut keputusan penyelenggara pemilu untuk menjamin proses demokrasi yang bersih dan adil. Pelaksanaan ulang ini mendapat perhatian publik setelah munculnya sejumlah temuan pelanggaran pada pemilihan sebelumnya.

Kemenangan Erwin-Sahid disebut sebagai representasi dari aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan dan kepemimpinan baru di Parigi Moutong.

Meski masih menunggu penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), hasil real count ini sudah cukup kuat menjadi dasar pengakuan atas kemenangan pasangan tersebut.

“Kami akan tetap mengawal proses hingga tahap akhir dan memastikan semua berjalan sesuai dengan regulasi,” tambah Sekber Tim Pemenangan.

Selanjutnya, KPUD Kabupaten Parigi Moutong dijadwalkan akan mengumumkan hasil resmi setelah proses rekapitulasi manual dan pleno tingkat kabupaten selesai dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan. ***

Hasil Hitung Cepat, Erwin Sahid Meraih Kemenangan Telak
  • Uncategorized

Hasil Hitung Cepat, Erwin Sahid Meraih Kemenangan Telak

Adm Red. April 16, 2025

Parigi, trustsulteng – Pasangan calon nomor urut 4, Erwin-Sahid meraih kemenangan telak dalam pemilihan suara ulang (PSU) Pilkada Parigi Moutong (Parimo) dengan perolehan suara mencapai 62,2 persen.

Hasil ini berdasarkan data real count tim internal Pasangan Erwin – Sahid sekira pukul 19.00 Wita dengan total suara sah untuk sementara yang sudah masuk sebanyak 104.730 suara.

Dari total suara itu, pasangan Erwin-Sahid berhasil mengumpulkan 65.161 suara, atau setara dengan 62,2 persen dari total suara sah.

Sementara itu, pasangan nomor urut 3, Nizar-Ardi, berada di posisi kedua dengan perolehan 34.002 suara atau 32,8 persen.

Di posisi ketiga ada pasangan Nur-Arman dengan 3.024 suara (2,9 persen), diikuti oleh Badrun-Muslih dengan 2.243 suara (2,1 persen).

Selisih suara antara pasangan Erwin-Sahid dan Nizar-Ardi mencapai 30.857 suara atau sekitar 29,5 persen. Angka ini menegaskan keunggulan signifikan pasangan nomor urut 4 dibandingkan pesaing terdekatnya.

Selain hasil perolehan suara, data juga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 33,84 persen dari total DPT yang mencapai 311.835 jiwa.

Dari jumlah tersebut, suara sah tercatat sebanyak 104.730 suara (33,67 persen), sementara suara tidak sah mencapai 530 suara (0,17 persen). Tingkat golput pun tergolong tinggi, yakni sebesar 65,2 persen atau sekitar 211.755 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya.

Kemenangan pasangan Erwin-Sahid ini sudah diperkirakan karena kombinasi antara strategi kampanye yang masif dan pengenalan figur yang kuat di tengah masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pasangan pemenang maupun pesaingnya.

Pihak penyelenggara menyatakan proses rekapitulasi suara berjalan lancar dan transparan.

Dengan hasil ini, pasangan Erwin-Sahid dipastikan melaju sebagai pemimpin terpilih, menunggu tahapan penetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum setempat. ***

Pasangan Erwin Said Unggul PSU Pilkada Parimo
  • Uncategorized

Pasangan Erwin Said Unggul PSU Pilkada Parimo

Adm Red. April 16, 2025

Parigi, trustsulteng-Hingga pukul 16.00 wita, raihan suara pasangan Erwin Said pada PSU Pilkada Parigi Moutong (Parimo) masih teratas. Disusul pasangan Nizar Ardi (BERSINAR).

Hal ini disampaikan Thalib, Sahabat Erwin Burase dari Markas Pemenangan Erwin Said di Parigi, Rabu sore 16 April 2025.

Dari hasil tabulasi penghitungan cepat, pasangan Erwin Said memimpin sementara dengan raihan 61,8 persen. Sementara pasangan BERSINAR diposisi 32,4 persen.

“Suara masuk pada tabulasi pemenangan, akan terus bertambah raihan Erwin Said. Kami memastikan hingga akhir perhitungan akan dimenangkan pasangan Erwin Said,” Thalib meyakinkan.

Berdasar data diterima, proses pengimputan dari saksi saksi di TPS masih terus berlangsung.**

Gubernur Anwar Hafid Bertukar Pikiran dengan Anggota DPR RI Longky Djanggola
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Bertukar Pikiran dengan Anggota DPR RI Longky Djanggola

Adm Red. April 16, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si menerima kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Drs.H.Longki Djanggola,M.Si dalam rangka Masa Reses di Sulteng, bertempat di ruang kerja gubernur, pada Selasa 15 April 2025.

Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2016 dan 2016-2021 ini merupakan momen penting untuk memperkuat sinergitas kelembagaan serta membahas isu-isu strategis di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di bidang Pemerintahan.

Turut hadir Karo Administrasi Pimpinan Eddy Nicolas Lesnusa,S.Sos serta Tenaga Ahli DPR RI, yakni : Jafar G.Bua, Ibrahim, Fahrianto dan Naraya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Dr.Anwar Hafid,M,Si menyampaikan beberapa usulan yang perlu mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Komisi II DPR RI.

Antara lain : 1). Penyelesaian konflik agraria, 2). Usulan rotasi jabatan, 3). Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 lingkup provinsi.

Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penyelesaian Konflik Agraria Sulawesi Tengah merupakan langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai konflik agraria yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

Persoalan agraria di Sulawesi Tengah melibatkan berbagai sektor, mulai dari perkebunan sawit dan industri lainnya yang berdampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

Pengusulan rotasi jabatan di daerah ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) perlu ditinjau kembali dengan mempertimbangkan beberapa aspek, terutama percepatan pelayanan.

Dalam proses ini, terang Gubernur Anwar Hafid, BKN memiliki peran penting dalam memberikan Persetujuan Teknis (Pertek) yang menjadi salah satu syarat bagi pemerintah daerah dalam merotasi jabatan.

Mengingat banyaknya kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang mengusulkan rotasi pejabat, sehingga dibutuhkan solusi alternatif untuk memfasilitasi jumlah pengusulan yang banyak dan memastikan prosesnya tepat waktu.

Selanjutnya diungkapkan tentang finalisasi pengangkatan CPNS dan PPPK 2024 yang seharusnya dilakukan pada awal tahun ini. Namun Ia memastikan kesiapan untuk mengikuti apapun keputusan BKN dan berharap proses pengangkatan dapat dilakukan secepatnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisi II DPR RI Drs.H.Longki Djanggola,M.Si mengapresiasi atas kebijakan dan berbagai masukan yang telah diungkapkan Gubernur Dr.Anwar Hafid.

Selanjutnya Ia menyatakan dukungannya atas pembentukan Satgas Penyelesaian Konflik Agraria Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Dr.Anwar Hafid,M.Si dan Wagub dr.Reny A.Lamadjido,Sp.PK,M.Kes, dengan harapan dapat memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan menyelesaikan konflik agraria di Sulawesi Tengah secara efektif dan efisien.

Terkai persetujuan teknis untuk merotasi pejabat, Ia pun menyampaikan opsi solusi yang dapat dipertimbangkan, dengan mendelegasikan kewenangan kepada BKN Regional Makassar untuk mengelola usulan rotasi jabatan di wilayah timur Indonesia.

Pendelegasian ini juga dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah timur dengan memastikan bahwa rotasi jabatan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah.

sumber: biro Adpim

Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Paling Aman
  • Uncategorized

Dirut BSI: Emas Solusi Investasi Paling Aman

Adm Red. April 16, 2025

Jakarta, trustsulteng – PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menilai emas sebagai solusi instrumen investasi saat ini, karena merupakan aset safe haven terlebih di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Bertransaksi logam mulia melalui layanan perbankan syariah dari BSI pun dipastikan bebas antrian.

Hal tersebut diungkapkan Plt. Direktur Utama BSI Bob T. Ananta saat halal bi halal bersama jurnalis dari berbagai media massa terkemuka di kantor pusat BSI, The Tower, Jakarta, Selasa 15 April 2025.

Bob lanjut menjelaskan, kondisi tersebut didukung pula proyeksi harga emas yang dalam jangka menengah maupun panjang masih meningkat terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang. Adapun dalam jangka menengah harga emas diproyeksi naik hingga US$3.200 per troy ounce, bahkan bisa mencapai US$4.500 per troy ounce pada penghujung 2025 menurut Goldman Sachs.

‘’Kami sangat optimistis dengan potensi bisnis emas ke depan bagi pertumbuhan BSI dan tentu saja benefit untuk masyarakat. Dan insyaAllah dengan inovasi layanan bisnis emas dari BSI, masyarakat tidak perlu mengantri saat bertransaksi,’’ kata Bob menekankan.

Menurut Bob, pasca penetapan sebagai bank emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 lalu, BSI terus memperkuat infrastruktur serta menyosialiasikan layanan bisnis emas kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam kurun satu bulan setelah diluncurkan bisnis BSI Emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan terdorong oleh tren harga yang berkilau dan kesiapan produk.

Dengan demikian menurut Bob, sebagai instrumen investasi safe haven nasabah yang memiliki emas saat ini telah mendapatkan benefit dari kenaikan harga emas. Dia juga menjelaskan bahwa cara paling ideal untuk masyarakat agar memiliki atau menambah emas adalah melalui cicil emas Bank BSI.

Karena melalui produk cicil emas, nasabah melakukan akad pembiayaan pembelian emas dengan harga saat ini dan dicicil sesuai jangka waktu yang disepakati. ‘’Awal 2024 harga emas masih sekitar Rp1 juta per gram dan saat ini sempat menyentuh Rp1,89 juta per gram. Mereka yang membeli emas lewat cicilan, sudah bisa menikmati kenaikan harga emasnya. Ibaratnya dengan cicil emas nasabah membeli emas pada masa depan dengan harga sekarang,” ujarnya.

*Ragam & Kemudahan Layanan*

Bob merinci, perseroan juga menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki emas melalui layanan digital. Layanan tersebut antara lain BSI Emas yang merupakan jual beli dan titip emas melalui BYOND by BSI. Layanan ini memungkinkan nasabah membeli emas kapan saja dan di mana saja dengan harga yang kompetitif dan murah karena bisa diperoleh mulai dari 0,1 gram.

‘’Jadi tidak perlu antri untuk mendapatkan logam mulia. Belum lagi repot harus menyimpan fisiknya,’’ tuturnya.

Jika nasabah ingin menjual emasnya, mereka akan mendapat penawaran gap harga jual dan beli yang tidak terlalu besar. Sementara jika ingin mencetak emasnya, nasabah tinggal menghubungi kantor layanan terdekat.

BSI telah lebih dulu mengembangkan layanan BSI cicil emas dan BSI Gadai Emas. BSI Cicil Emas merupakan pembiayaan kepemilikan emas Logam Mulia dan BSI Gold dengan keunggulan dapat membeli emas dengan harga saat akad, serta dapat dicicil dengan angsuran Tetap.

Proses cicil emas disiapkan BSI bagi nasabah secara mudah dan cepat dengan tenor 1-5 tahun. Selain itu, emas fisik tersimpan aman dan diasuransikan selama masa pembiayaan. Sehingga masyarakat mendapat manfaat investasi emas jangka panjang. Adapun layanan cicil emas dapat dilakkukan secara offline di seluruh Kantor Cabang BSI dan online melalui BYOND by BSI.

Sedangkan untuk layanan BSI Gadai Emas adalah fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas untuk memperoleh uang tunai dengan proses mudah dan cepat. Layanan ini juga memiliki keunggulan taksiran emas tinggi, biaya lebih murah, dapat melakukan perpanjangan juga Top Up melalui BYOND by BSI, serta dapat melayani take over dari institusi gadai lain.

“Saat ini BSI juga menyosialisasikan emas sebagai instrumen investasi bagi yang mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah. Dengan masa tunggu yang relatif lama bagi calon jamaah Indonesia maka pemenuhan biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat dipenuhi dengan cicilan emas,” pungkas Bob.**

Sumber: humas BSI

Gubernur Anwar Hafid Hilangkan Tradisi ‘Ban Serep’
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Hilangkan Tradisi ‘Ban Serep’

Adm Red. April 15, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si punya resep manjur menjaga keharmonisan dengan wakilnya dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.

“Di Sulawesi Tengah ini ada dua gubernur, jadi kalau ibu wakil ini kita panggil ‘gubernur kesehatan’. Jadi kalau urusan kesehatan beliau gubernur, saya wakil, ijin pak wamen ini sudah kesepakatan,” ujar gubernur sambil tersenyum.

Demikian penyampaian gubernur pada acara Musrenbang RKPD Provinsi Sulteng Tahun 2026 yang dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Bima Arya Sugiarto pada Senin 14 April 2025 di aula Bappeda.

Pemberian julukan ‘Gubernur Kesehatan’ merupakan bentuk rekognisi kepada wagub sebagai garda kesehatan dengan spesialisasi patologi klinik.

Selain itu, sebagai simbol kepercayaan bahwa segala kewenangan dan kebijakan kesehatan harus diambil oleh tangan profesional.

“Sehingga jangan berkembang lagi istilah ban serep supaya wakil itu hepi-hepi juga,” sambungnya yang mendelegasikan urusan kesehatan kepada wagub dr. Reny Lamadjido.

Gebrakan gubernur ini sekaligus mendobrak tradisi lama yang kerap menempatkan wakil kepala daerah sebagai ‘ban serep’ atau cadangan.

Padahal konsep tersebut sejatinya sudah usang di era kepemimpinan transformatif.

“Mudah-mudahan pak bupati dengan wakilnya bisa bikin begitu yang sesuai keahlian wakilnya,” harapnya.

Langkah progresif Gubernur Anwar Hafid ini dipuji Wamen Bima Arya yang menilai harmoni kepala daerah-wakil kepala daerah selaras dengan spirit Retreat Kepemimpinan di Akmil Semarang pascapelantikan serentak.

Jelasnya lagi, retreat dirancang sebagai inkubator kebersamaan dan komunikasi antara gubernur, bupati dan walikota dari satu wilayah guna menyelesaikan masalah pembangunan daerah.

Wamen Bima Arya juga berharap hubungan kepala daerah-wakil kepala daerah di Sulteng tetap harmonis dengan menerapkan resep kolaborasi ala Gubernur Anwar Hafid.

“Semoga bapak gubernur-ibu wakil gubernur mesra, sama-sama sampai di ujung pemerintahan,” harapnya mendoakan.

sumber: biro adpim

Anwar Hakim; Almarhum Situr Wijaya Kawal Sengketa Lahan Morut Hingga ke Jakarta
  • Uncategorized

Anwar Hakim; Almarhum Situr Wijaya Kawal Sengketa Lahan Morut Hingga ke Jakarta

Adm Red. April 15, 2025

Palu, trustsulteng – Koordinator Nasional Corruption Watch (NCW) Sulawesi, Anwar Hakim menduga ada kejanggalan dalam kematian jurnalis Situr Wijaya yang ditemukan meninggal dunia di Hotel D’Paragon, Jakarta Barat, pada Jumat, 4 April 2025.

Anwar Hakim mengatakan, Situr Wijaya adalah sosok yang aktif dan vokal dalam mengungkap berbagai persoalan agraria, termasuk kasus yang bergulir di Morowali Utara.

“Dia ikut dalam proses pengumpulan data, verifikasi dan mendampingi pelaporan ke Kejaksaan Tinggi. Anak ini sangat aktif dan Agresif, bahkan saya pernah minta dia bantu buat narasi dan lengkapi dokumen pendukung,” kata Anwar Hakim, Senin 14 April 2025.

Anwar Hakim mengungkapkan bahwa dia pernah meminta Situr Wijaya ke Jakarta bersama dua rekannya.

Kurang lebih setengah bulan mereka di Jakarta, rencana mau ketemu Mafud MD pada saat itu. Namun dalam perjalanannya, masalah belum selesai mereka pulang dulu karena mungkin faktor biaya selama di Jakarta.

“Satu bulan kemudian saya ketemu di Palu, karena saya dari Sulbar. Saya bilang kamu tidak pernah berobat ya, jalan terus. Iya katanya karena itu hari webnya tersendat – sendat pembayaran,” ujar Anwar Hakim melalui WhatsApp, Selasa 15 April 2025.

Setelah pertemuan itu, Situr Wijaya berangkat lagi ke Morowali bersama pengacara bernama Dayat dan anak Anwar Hakim. Setelah itu, los kontak.

Anwar Hakim juga pernah meminta almarhum Situr Wijaya naikkan berita masalah hasil verifikasi dan validasi terkait masalah perusahaan sawit di Morut.

“Itu hari dia kontak dengan saya, ya saya krimkan. Setelah itu, tidak ada kabar. Tiba – tiba saya dengar kabar alamarhum ini meninggal di Jakarta,” ujar Anwar Hakim kaget.

Anwar Hakim juga pernah meminta almarhum Situr Wijaya mendampingi pelaporan salah seorang warga inisial Hi. A ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng.

“Dia memang agresif, satu dua poin saja narasi dia bisa kembangkan sepenjang datanya jelas,” kenang Anwar Hakim.

Anwar Hakim mengaku, sangat kepingin mau ketemu sebenarnya sebelum lebaran, tapi karena dia juga operasi mata di Makassar, tidak sempat bertemu.

“Saya kaget tiba – tiba saya dengar sudah meninggal. Saya tanya teman, saya bilang siapa temani kesana dia bilang sendiri,” tandasnya.

Kini, publik menanti hasil autopsi yang telah dilakukan pihak Polda Metro Jaya untuk mengungkap penyebab pasti kematian almarhum Situr Wijaya. ***

TIM

Berikut Fakta Kejanggalan Kematian Jurnalis Situr Wijaya
  • Uncategorized

Berikut Fakta Kejanggalan Kematian Jurnalis Situr Wijaya

Adm Red. April 15, 2025

Palu, trustsulteng – Kematian jurnalis Situr Wijaya (SW) di kamar Hotel D’Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta, pada Jumat 4 April 2025, masih terus menimbulkan banyak pertanyaan.

Jenazah almarhum ditemukan dengan lebam di wajah dan pembengkakan di dahi yang diduga akibat benturan benda tumpul. Kejanggalan tersebut memicu spekulasi bahwa kematian SW mungkin bukan alami.

Tak hanya itu, terdapat pula sejumlah kejanggalan dari sejak awal jenazah ditemukan di kamar hotel tersebut.

1. Kondisi Kamar

Dari foto awal yang beredar menunjukkan lantai dalam keadaan retak. Hal itu bagi sebagian orang menjadi ragu apakah itu sesuai dengan standar interior Hotel D’Paragon.

Hal ini pun membuka spekulasi mengenai dugaan apakah lokasi kematian sesuai dengan yang dilaporkan.

2. Jenazah difoto dalam posisi miring

Foto awal yang diterima istri almarhum SW, Selviyanti di Palu dari seseorang memperlihatkan posisi jenazah layaknya orang tidur dengan posisi miring.

Foto tersebut diduga untuk menyembunyikan kondisi wajah yang lebam dan bengkak.

Kondisi wajah lebam dan bengkak baru diketahui setelah diperoleh foto saat jenazah ditemukan di dalam mobil ambulance yang terparkir di RS Duta Indah.

Bahkan, jenazah almarhum SW baru ditemukan berkat bantuan salah seorang anggota TNI yang merupakan saudara dari tetangga istri almarhum, yang sedang bertugas di Jakarta.

“Kebetulan ada tetangga yang punya sepupu anggota TNI bertugas di Jakarta. Berkat beliau jenazah almarhum berhasil ditemukan,” sebut Selviyanti saat ditemui pada Minggu malam (13/4/2025).

“Setelah menemukan lokasi jenazah, anggota TNI bernama Rafli langsung telpon saya dan bilang bahwa jenazah sudah ditemukan. “Tante, ini jenazah om Situr sudah ketemu tapi masih di dalam mobil Ambulace. Di sini hanya ada orang foto-foto saja,” tutur Selviyanti menirukan ucapan anggota TNI yang saat itu berusaha keras mencari keberadaan jenazah SW.

“Kalau tidak ada anggota TNI saudara tetangga saya itu, mungkin jenazah alamarhum suami saya itu tidak ketemu. Makanya, saat pemulangan jenazah, saya langsung mempercayakan dia untuk mengurus sampai mengantarkan untuk dibawa ke Palu,” tambahnya.

3. Petugas Hotel Tidak Lapor Polisi

Mengutip berita Tempo, jenazah pertama kali ditemukan oleh pihak hotel, tetapi mereka tidak segera melapor kepada pihak kepolisian terkait penemuan jenazah Situr Wijaya tersebut.

Lazimnya, jika menemukan orang dalam keadaan meninggal dunia langsung melaporkan ke pihak kepolisian dipasangkan police line untuk olah TKP.

Bahkan Situr Wijaya diduga meninggal pada Jumat malam sekitar pukul 22.25 WIB. Namun, pengelola hotel baru memanggil ambulans untuk mengangkut jenazah keesokan harinya. “Informasi dari pihak hotel kami terima pukul 12.57, mereka pesan Ambulans bilang atas nama pasien Situr Wijaya mau dibawa ke RS Ukrida yang terdekat dari lokasi,” ujar sopir ambulance yang tidak mau disebutkan namanya seperti dilansir Tempo.

Menurutnya, tim ambulance yang bertugas mengangkut tubuh korban melihat posisi Situr sudah tergeletak di bawah kasur hanya mengenakan celana boxer. Tim segera membawa pria itu ke RS Duta Indah untuk diperiksa. “Sampai di sana, korban dinyatakan meninggal dan badan sudah biru semua.”

4. Handphone masih Aktif

Kejanggalan lainnya adalah saat istri almarhum Selviyanti menerima kabar duka melalui panggilan telepon dari handphone Realme milik suaminya, Jumat (4/4/2025) siang, sekitar pukul 13.10 WITA atau pukul 12.10 WIB.

Seorang perempuan yang mengaku sebagai teman Situr mengabarkan kematian tersebut, sambil menyebut tidak ada biaya untuk membawa jenazah ke rumah sakit.

Tak lama setelah itu, Selviyanti kembali dihubungi via video call menggunakan iPhone milik almarhum. Kali ini, seorang pria yang mengaku dari pihak hotel menyampaikan kabar duka. Namun saat ia meminta melihat kondisi jenazah secara langsung, permintaan itu ditolak.

“Dia hanya mengirimkan foto dan menolak menunjukkan jenazah secara live,” ungkap Selviyanti.

Dalam video call itu, Selviyanti melihat ciri-ciri pria tersebut mengenakan jaket dan topi, sementara di latar belakang tampak seorang wanita memakai helm.

Lebih membingungkan lagi, tiga ponsel milik almarhum tetap aktif setelah ia dinyatakan meninggal. Padahal, hanya almarhum yang mengetahui kode akses ponsel tersebut. Bahkan Selviyanti pun sebagai istri selama ini tidak mengetahui kode aksesnya.

Hal itu juga diakui sejumlah rekan almarhum Situr Wijaya, yang dinilai tergolong saffety dalam berbagai hal.

“Bukan hanya untuk buka HP yang pakai kode akses, untuk membuka aplikasi WhatsApp (WA) almarhum juga pasang sandi,” sebut Hidayat, salah satu rekan dekat SW.

5. Kacamata, Keset dan Sepatu

Foto-foto awal yang beredar termasuk yang diterima istri almarhum SW, terlihat kacamata tergeletak di dekat kepala korban. Hal itu seperti menunjukkan terlepas saat almarhum SW terjatuh.

Menurut Selviyanti, almarhum SW memiliki kebiasaan saat sudah naik ke pembaringan pasti akan melepas kacamata dan meletakkannya di sisi kanan atau di rak yang ada di kamar.

“Tidak pernah dia naik ke tempat tidur pakai kacamata. Pasti dia lepas saat akan naik ke pembaringan. Jadi sangat aneh kalau dia terjatuh dari tempat tidur dengan kacamatanya,” tutur Selviyanti saat ditemui usai tahlilan dan baca doa untuk almarhum SW di rumah yang belum lama ditempati itu, pada Minggu malam (13/4/2025).

Selain kacamata, dalam foto tersebut juga terlihat sepatu yang tergeletak tak beraturan dan terkesan asal. Sementara kebiasaan almarhum SW, setiap memasuki kamar hotel atau penginapan ia akan meletakan sepatu atau sandalnya dengan rapi sebagaimana kebiasaannya di rumah.

Hal itu juga diamini salah satu rekannya. Hidayat yang beberapa kali melakukan perjalanan dan menginap bersama. Menurutnya, bukan tipikal almarhum SW yang membiarkan keadaan kamar terlihat berantakan sebelum dia tidur.

“Bahkan keadaan keset yang bergeser dari tempat semestinya seperti yang ada dalam foto itu tak akan dia biarkan. Saya teringat beberapa kali menginap bersama dengan almarhum, melihat prilakunya saat memasuki kamar hotel. Dia akan merapikan hal-hal yang bagi sebagian mungkin dianggap tidak terlalu penting,” ujarnya sembari mengamini kebiasaan-kebiasaan SW seperti dituturkan istrinya.

Seperti diberitakan, Situr Wijaya bernagkat ke Jakarta pada Kamis (3/4/2025) dengan berpamitan kepada istrinya untuk mudik ke Jawa sekaligus ada urusan di Jakarta. Namun Situr ditemukan meninggal dunia di kamar hotel D’Paragon Kebon Jeruk Jakarta pada Jumat, 4 April 2025.

Informasi terbaru menyebutkan, bahwa Situr Wijaya janjian dengan seseorang akan berangkat ke Jakarta untuk membawa laporan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah lebaran Idul Fitri.

Belum diketahui apakah laporan yang akan dibawa ke Kejagung itu terkait dengan kasus sengketa lahan di Morowali Utara, yang 2 tahun terakhir ia dampingi.

Beragam kejanggalan ini memicu pertanyaan besar bagi keluarga dan sejumlah teman dekatnya. Apakah kondisi kamar sengaja diatur sedemikian rupa? Mengapa pihak hotel tidak segera melapor ke polisi? Dan yang paling utama, apakah kematian SW adalah hasil rekayasa dari pihak tertentu?

Hingga kini, misteri kematian Situr Wijaya terus menjadi perhatian dan masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab. ***

TIM

Misteri Kematian Jurnalis Situr Wijaya: Sebelumnya Tiga Rekan Almahum Juga Mendadak MD
  • Uncategorized

Misteri Kematian Jurnalis Situr Wijaya: Sebelumnya Tiga Rekan Almahum Juga Mendadak MD

Adm Red. April 14, 2025

Palu, trustsulteng – Jurnalis Situr Wijaya (SW) yang ditemukan meninggal dunia (MD) di kamar Hotel D’Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta, pada Jumat 4 April 2025 lalu, masih

misteri dan menjadi perhatian sejumlah pihak.

Saat jenazah almarhum SW ditemukan, terlihat dari foto-foto yang diterima keluarga memperlihatkan adanya lebam di wajah.

Selain terdapat lebam, terlihat juga pori-pori di tengah jidat membesar, yang diduga mengalami bengkak akibat benturan benda tumpul.

Kematian SW banyak mengundang tanya. Hal ini karena sejumlah kejanggalan yang ditemukan saat jenazah almarhum ditemukan.

Mungkinkah kematian almarhum Situr Wijaya yang selama ini dikenal sebagai jurnalis kritis terdapat unsur pembunuhan?

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, jurnalis SW dalam dua tahun terakhir aktif melakukan pendampingan non litigasi terhadap masyarakat yang tengah mengalami konflik agraria atau sengketa lahan di Kabupaten Morowali Utara (Morut) Provinsi Sulawesi Tengah.

Pendampingan tersebut dilakukan almarhum SW bersama beberapa aktivis LSM dan praktisi hukum. Salah satu advokasi non litigasi adalah dengan melakukan pelaporan ke sejumlah pihak, termasuk ke Kementerian di Jakarta.

Sebelumnya, tiga rekan SW yang sebelumnya sama-sama melakukan pendampingan tersebut juga dikabarkan meninggal dunia (MD) mendadak.

1. Inisial AL Meninggal di Jakarta

Almarhum inisial AL dikabarkan meninggal dunia secara mendadak di hotel saat akan melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Dilaporkan, AL yang asal Tojo Unauna ini meninggal dunia karena serangan jantung pada 29 Oktober 2024 dan dimakamkan kampung halaman istrinya di Lampung.

Dalam pendampingan kasus sengketa lahan di Kabupten Morut itu, almarhum AL yang juga berlatar belakang jurnalis ini disebutkan menjadi mitra jurnalis SW untuk menjadi narahubung di Jakarta dalam upaya advokasi non litigasi, karena AL sudah lama berdomisli di Jakarta.

Kepada salah satu rekannya, almarhum SW sempat menyebutkan bahwa kematian memdadak AL sangat mencurigakan.

“Waktu dapat kabar AL meninggal mendadak, almarhum Situr pernah bilang bahwa kematian AL ini mencurigakan,” sebut salah satu teman dekat SW yang berinisial DY.

2. Inisial TM

Almarhum TM juga dilaporkan meninggal mendadak dan disebut-sebut terkena serangan jantung.

Almarhum TM disebut-sebut tergabung dalam salah satu LSM yang turut mengadvokasi konflik lahan bersama almarhum jurnalis SW.

3. Inisial HH

Almarhum HH juga dikabarkan meninggal dunia sekira satu bulan sebelum kematian TM.

Meski belum terkonfirmasi secara pasti, dalam kasus pendampingan konflik lahan bersama SW, almarhum HH disebut-sebut beberapa kali membantu pembiayaan keberangkatan almarhum SW ke Jakarta untuk melaporkan kasus sengketa lahan di Morowali Utara itu.

Informasi diperoleh setelah kematian almarhum SW, HH sempat 2 kali mengirimkan dana yang diduga untuk keberangkatan ke Jakarta.

Salah satu rekan SW inisial HR mengaku sempat diperlihatkan nominal dana yang masuk dari dari HH. Sayangnya HR mengaku lupa nominal pastinya.

“Pastinya saya lupa nominalnya, yang jelas waktu di atas Rp100 juta,” sebut HR beberapa hari lalu.

Diduga, keberangkatan SW ke Jakarta sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di kamar Hotel D’Paragon pada Jumat (4/4/2025), selain untuk mudik menjenguk ibu di Jogyakarta, ia juga akan membawa laporan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian ATR/BPN terkait sengketa lahan di Morut itu.

“Katanya dia mau menjenguk ibunya dulu di Jawa, setelah itu ada urusan di Jakarta,” istri almarhum SW, Selviyanti yang ditemui di Palu, Jumat 11 April 2025.

Anehnya kata Selviyanti, selama ini jika hanya transit di Jakarta, almarhum pasti menginap di hotel atau penginapan yang tidak jauh dari bandara atau terminal akan jika ke Jawa via darat.

Lantas, mungkinkah ada pihak yang mengarahkan SW untuk menginap di Hotel D’Paragon yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu?

Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil lengkap dari pemeriksaan toksikologi dan histopatologi untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.

Lalu, apakah kejanggalan kondisi jenazah almarhum Situr Wijaya yang lebam-lebam diduga akibat kekerasan hingga menjadikannya korban pembunuhan?

Apakah kematian ketiganya ada kaitan dengan pekerjaan mereka dalam advokasi agraria? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi kunci dalam mengungkap fakta sebenarnya. Wallahu a’lam bishawab. ***

Posts pagination

Previous 1 … 57 58 59 60 61 62 63 … 260 Next

Recent Posts

  • Daffa Syahmi Hilmiyah: Pelajar Tenang dengan Prestasi Gemilang di Panggung Nasional
  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.