Jakarta, trustsulteng – Pemandangan berbeda nampak pada pelaksanaan gladi resik Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Serentak di kawasan Monas Jakarta pada Rabu pagi 19 Pebruari 2025.
Kali ini Monas sangat steril dan hanya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang mendapat akses masuk ke lokasi gladi bersih tanpa didampingi ajudan.
Seluruh kepala daerah dan wakil daerah terpilih wajib mengenakan dresscode yang sama, yaitu kemeja putih lengan panjang dan celana hitam.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng terpilih, Dr. Anwar Hafid, M.Si bersama dr.Hj. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes tampil kalem.
Tak sedikit pun nampak raut lelah di wajah keduanya walau lokasi gladi resik diguyur gerimis.
Panitia Kemendagri juga telah menyiapkan langkah antisipasi bagi peserta gladi yang kurang sehat.
Para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang merasa sakit diminta segera melapor ke panitia untuk mencegah kondisi makin memburuk selama berjalannya gladi resik.
Gubernur dan Wagub Sulteng terpilih Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido, menyatakan optimis pelantikan nanti di Istana Negara, Kamis 20 Februari 2025 berjalan lancar dengan persiapan yang matang.***
JAKARTA, trustsulteng – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, kembali menunjukkan produktivitasnya dengan meluncurkan buku terbaru berjudul “Reunifikasi Korea: Game Theory”.
Peluncuran buku ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Februari 2025. Sejumlah tokoh politik dan nasional tampak hadir.
Diantaranya Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Jurubicara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Mallarangeng, Faizal Akbar, Syahganda Nainggolan dan Adhie Massardi serta Hendri Satrio.
Buku ini merupakan pengembangan dari disertasinya di Program Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, yang membahas dinamika konflik dan prospek perdamaian di Semenanjung Korea.
Pengalaman Teguh sebagai wartawan membuat karya akademik ini dapat dikemas menjadi mudah dan enak diikuti oleh kalangan awam sekalipun.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Korea Utara, Teguh teringat film The Truman Show yang dibintangi Jim Carrey. Film itu menceritakan seorang pria yang tanpa sadar tinggal dalam sebuah studio raksasa, di mana semua yang dilihatnya hanyalah setting buatan.
“Ketika saya sampai di Pyongyang, saya melihat kota yang bersih, rapi, taman yang terawat, serta keluarga yang tampak bahagia. Saya langsung teringat The Truman Show dan berpikir, apakah ini ingin membuat saya terkesan,” seloroh Teguh.
Meskipun sekilas terlihat menonjolkan Korea Utara, Teguh menegaskan bahwa buku ini sebenarnya tidak berfokus pada negara tersebut.
Tema utamanya tetap tentang reunifikasi Korea, tetapi dalam proses analisisnya, ia menemukan adanya pengalihan isu yang membuat solusi justru mengarah pada state solution daripada reunifikasi yang selama ini didengungkan.
Teguh juga menulis buku wawancara dengan duta besar serta membahas konflik di Afghanistan dan Uzbekistan. Menurutnya, pengalaman langsung dalam berbagai konflik global memberikan perspektif yang lebih mendalam terhadap isu perdamaian.
“Kita tentu ingin hal baik yang terjadi di negara ini dan hal-hal buruk tidak kita alami,” pungkasnya.
Buku Reunifikasi Korea: Game Theory diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi akademisi, diplomat, dan pihak-pihak yang tertarik memahami dinamika politik dan strategi di kawasan tersebut.
Terima kasih untuk PT. Permodalan Nasional Madani (PNM), PT. PLN Persero dan BPJS Kesehatan yang telah mendukung dan mensupport acara ini. **
JAKARTA, trustsulteng – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih Anwar Hafid, dan dokter Reny A. Lamadjido, mengikuti rangkaian kegiatan gladi kotor pelantikan kepala daerah serentak di lapangan Monas Jakarta, Selasa pagi 18 Pebruari 2025.
Gubernur terpilih Anwar Hafid tampil dengan setelan kaos putih, celana training hitam dan topi hitam berdiri tegap di antara para kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024.
Sementara Wagub terpilih dr.Reny A.Lamadjido tampil feminin dengan setelan jilbab hijau dipadu baju kaos putih dan celana training hitam.
Setelah melaksanakan gladi kotor, Gubernur dan Wagub Sulteng terpilih Anwar Hafid dan dr.Reny A.Lamadjido mengaku telah siap secara fisik dan mental mengikuti rangkaian acara pelantikan serentak yang akan dilaksanakan Kamis 20 Februari 2025.
Sebelumnya pada Senin 17 Februari 2025, keduanya telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Kemendagri dengan semua hasil pemeriksaan normal sehingga mereka dalam kondisi sehat dan prima untuk mengikuti pelantikan kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak di Istana Negara 20 Februari 2025.
Sementara prosesi gladi bersih akan dilaksanakan pada Rabu 19 Februari 2025.
Turut mendampingi Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.**
Jakarta, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah terpilih Dr. Anwar Hafid, M.Si dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, M.Kes, menjalani pemeriksaan kesehatan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Senin17 Pebruari 2025.
Pada sesi pemeriksaan tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menjalani pemeriksaan dengan hasil baik dan semuanya normal. Insya Allah fit mengikuti tahapan selanjutnya.
Pemeriksaan ini merupakan tahapan wajib menjelang pelantikan serentak kepala daerah yang dijadwalkan pada Kamis, 20 Pebruari 2025 mendatang.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan bersama calon kepala daerah dari 16 kabupaten dan kota lainnya sebagai bagian dari prosedur sebelum pelantikan, yang bertujuan memastikan kepala daerah yang akan dilantik dalam kondisi sehat.
Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih pilkada 27 November tahun 2024, didampingi Imelda Sormin selaku Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah di Kemendagri.
Usai pemeriksaan kesehatan para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tetap berada di Jakarta, sebab dalam beberapa hari menjelang tanggal pelantikan 20 Februari akan ada gladi resik dan gladi kotor.
Selanjutnya, para kepala daerah ini nanti akan mengikuti program pembekalan khusus yang dikenal sebagai retreat di Akdemi Militer Magelang, Jawa Tengah.**
Palu, trustsulteng – Apel gabungan OPD lingkup Provinsi Sulteng yang dipimpin Gubernur Rusdy Mastura pada Senin 17 Pebruari 2025 terasa beda dari biasanya.
Apel di kantor gubernur tersebut menjadi panggung terakhir Gubernur Rusdy Mastura karena dalam hitungan kurang dari 3 hari lagi, beliau akan meletakkan jabatan pada 20 Februari 2025.
Dengan suara serak yang tertahan, Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang tulus di hadapan ratusan ASN yang telah membersamai membangun Sulteng.
“Dengan segala kerendahan hati, saya dan Bapak (wakil gubernur) Ma’mun Amir memohon maaf sebesar-besarnya jika selama menjalankan amanah kepemimpinan ini terdapat tutur kata, sikap atau kebijakan yang kurang berkenan sekaligus kami mohon pamit karena tinggal menghitung hari menuju akhir jabatan,” ungkapnya dengan ekspresi sedih dan mata berkaca-kaca.
Banyak ASN yang terenyuh, mengingat perjalanan sosok pemimpin, ayah dan kakak yang dicintai rakyat dengan kepribadian yang humanis, karismatik dan visioner menjadikan Sulteng Negeri Seribu Megalit pusat pertumbuhan ekonomi dan peradaban di Kawasan Timur Indonesia.
Dalam periodenya, Gubernur Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir banyak mengukir prestasi seperti menuntaskan pemulihan bencana 2018, menurunkan kemiskinan sebanyak lebih dari 21 ribu jiwa, inflasi terkendali hingga 0,02%, pertumbuhan ekonomi tertinggi nomor 2 nasional, membangun Masjid Raya Baitul Khairaat senilai 368 Miliar Rupiah murni dari APBD, meningkatkan layanan bedah jantung, kanker dan saraf pada RSUD Undata, dan paling bersejarah sukses mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hanya 900 Miliar menjadi 2,2 Triliun Rupiah.
Hal ini membuat Sulteng termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang mandiri dan tidak terlalu mengandalkan dana transfer daerah untuk mendanai belanjanya.
“Tolong jaga semua yang sudah kami buat dan ke depan kita harus meningkatkan PAD sampai 5 Triliun. Kalau ini bisa kita dapatkan, kita bisa membangun sendiri negeri ini tanpa bergantung,” imbuhnya.
Ia pun berharap semoga agenda peningkatan PAD tetap menjadi prioritas utama pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Gubernur Dr.H.Anwar Hafid, M.Si dan Wakil Gubernur dr.Reny A.Lamadjido, Sp.PK,M.Kes, khususnya dalam menyiasati peluang dan tantangan efisiensi anggaran.
“Tanpa PAD apa yang bisa kita buat, kalau kita tidak kreatif apa jadinya. Syukur yang mengganti saya adalah seorang Doktor dan dokter yang jauh lebih pintar,” ujarnya dengan nada optimis bahwa kedua suksesor mampu berinovasi dan melakukan loncatan pembangunan.
Dengan semangat yang tak pernah padam, Gubernur Rusdi Mastura mengajak ASN tetap bersatu, kompak dan mendukung penuh pemimpin baru dalam membangun daerah tercinta.
“Mari membangun tekad karena kita negeri kaya yang banyak potensi dan semua harus bisa kita kembangkan,” pungkasnya.
Pada apel tersebut, gubernur menyerahkan simbolis SK pensiun kepada pejabat administrator dari dinas kesehatan yang memasuki masa purnabakti.
Setelah apel usai, para kepala perangkat daerah dan ASN langsung berebut menjabat tangan beliau dan foto bersama.
Selamat jalan Bapak Gubernu Rusdy Mastura dan Bapak Wakil Gubernur Ma’mun Amir. Terima kasih atas segala bakti dan jasamu untuk Sulawesi Tengah.**
Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdi Mastura menerima gelar ‘Bapak Moderasi Beragama’ yang diterjemahkan dalam bahasa kaili yang artinya “Totua Panjalunggu Agama Antesareana” dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah Profesor KH Zainal Abidin, mengatakan gelar ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Gubernur H.Rusdi Mastura dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Sulawesi Tengah.
“Bapak Gubernur Rusdi Mastura telah berhasil menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah keberagaman agama di Sulawesi Tengah,” kata Zainal Abidin, Senin 17 Pebruari 2025 di Ruang kerja Gubernur.
“Bapak Gubernur telah memberikan perhatian serius terhadap kerukunan umat beragama, di era pemerintahan yang beliu pimpin, alokasi anggaran FKBU Sulteng cukup besar,” tambahnya
Zainal Abidin juga menyoroti proses transisi kepemimpinan dari Gubernur Rusdi Mastura kepada Gubernur Terpilih 2024 Anwar Hafid. Suasana proses transisi kepemimpinan tersebut dirasakannya begitu sejuk dan tidak menimbulkan kegaduhan.
“ketokohan dan keteladanan bapak harus jadi panutan, bapak telah memperlihatkan suasana yang sejuk di masa transisi pemerintahan, ” Tambah Ketua FKUB
Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Matura menegaskan bahwa menjaga kerukunan beragama adalah kunci untuk membangun dan membentuk karakter masyarakat yang damai dan harmonis dalam keberagaman.
dalam pertemuan tersebut Rusdi Mastura banyak bercerita dan berdiakusi sejarah dan wawasan kebangsaan diantaranya pemilu Tahun 1955 dan Piagam Jakarta
“Piagam Jakarta adalah kesepakatan bersama antara kelompok Islam dan nasionalis yang berisi rumusan Pancasila sebagai dasar negara, Piagam Jakarta menekankan pentingnya menghormati dan melindungi kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah. Hal ini bertujuan agar setiap orang dapat menjalankan keyakinan dan beribadahnya tanpa diskriminasi,”Ujar Rusdi Mastura
selain itu Gubernur pun mengungkapkan bahwa di era kepemimpinan nya, dirinya cukup banyak memperoleh penghargaan
“Alhamdulillah Di Era pemerintah saya tidak sampai 5 Tahun, saya telah cukup banyak menerima penghargaan, hal inipun tidak terlepas dari dukungan semua pihak,” Tutup Rusdi Mastura.
Palu, trustsulteng – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi peran Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) setelah pelaksanaan Pilkada.
Keberhasilan ini dengan terciptanya suasana aman, damai, dan harmonis menjelang pelantikan gubernur, wali kota, dan bupati terpilih.
Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Profesor KH Zainal Abidin, dalam pernyataannya di Kota Palu, Sabtu, 15 Pebruari 2025 menekankan pentingnya peran aparat keamanan dalam melindungi masyarakat.
“FKUB Sulteng mengucapkan terima kasih kepada Polri dan TNI, serta mengajak semua pihak untuk mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kepolisian dan TNI,” ujarnya.
Operasi Pengamanan Berhasil
Zainal Abidin menilai pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI selama Pilkada hingga pasca-pelaksanaan dapat dikategorikan berhasil.
Sepanjang proses pemilu, tidak ada peristiwa yang mengganggu harmonisasi dan kerukunan antarumat beragama.
Hal ini, menurutnya, menjadi bukti keberhasilan aparat dalam menjaga stabilitas sosial.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah kunci utama dalam menyukseskan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” kata Profesor Zainal.
Ia menambahkan, semua elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kamtibmas.
Toleransi dan Kerukunan
Menurut Profesor Zainal, toleransi dan kerukunan antarumat beragama harus terus dijaga oleh semua pihak.
FKUB Sulteng mengusung tagline “Bahagia Beragama, Beragama Bahagia” sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mempromosikan toleransi dan keharmonisan.
“Inilah tujuan utama dari FKUB Sulteng, yaitu bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan demi terciptanya keamanan yang berkelanjutan,” tutupnya.***
Palu, trustsulteng – Kepala UPT Puskesmas Anutoluwu, Susni Toadji SKM, M. Kes, memecat secara sepihak pegawai kontrak daerah tenaga perawat atas nama Putri Patria Sia, diduga karena mengusulkan nama yang belum pernah mengabdi atau honor.
Hal ini dapat dilihat dari daftar lampiran pengangkatan tenaga kesehatan/tenaga penunjang pelayanan kesehatan kontrak daerah pada UPT Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali Utara tahun anggaran 2025.
Hasil penelusuran media ini, ditemukan dari 9 nama terlampir untuk pegawai kontrak daerah di wilayah kerja Puskesmas Anutoluwu, ada satu orang tercatat belum pernah mengabdi. Sedangkan lainnya sudah mengabdi. Ada yang sudah 6 tahun, paling rendah 7 bulan mengabdi.
Jika dilihat dari surat rekomendasi Kapus Anutoluwu, Susni Toadji, ditujukan kepada Kadis Kesehatan, pertanggal 7 Januari 2025, poin pertama menyebutkan honorer atas nama Putri Patricia, tidak lagi dapat direkomendasi untuk melanjutkan kontrak karena tempat dia bertugas akan ditempatkan PNS atau PPPK yang ada di Puskesmas Anutoluwu.
Untuk mengalabui, nama yang tidak mengabdi, yang oleh sejumlah pengakuan pegawai di Puskesmas, bahwa selama ini yang bersangkutan bekerja di GNI perusahaan nikel. Karena ada rencana penerimaan P3K, maka dimasukkan dalam daftar pengangkatan pegawai daerah tahun 2025, dan ditempatkan di Dusun Peilia Desa Moleono sebagai tenaga perawat. Dan masuk dalam lingkup tanggung jawab Kapus Anutoluwu, Susni Toadji.
Diberitakan sebelumnya, Pemda Morut melalui Dinas Kesehatan Daerah, memberikan Surat Penugasan kepada pegawai kontrak daerah tenaga perawat atas nama Putri Patria Sia, A. Md, Kep. Dengan nomor: 440/1899/DINKES/V/2024, ditanda tangani Kadis Kesehatan, Drs. Romelius Sapara, tertanggal 13 Mei 2024. Putri bertugas di Desa Maralee, pada wilayah kerja UPT Puskesmas Anutoluwu.
Berdasar penuturan Putri Patricia, bahwapada 31 Desember 2024, dirinya mendadak diundang masuk ke ruangan Kapus, Susni Toadji. Dia menyampaikan bahwa terhitung tanggal 31 Desember 2024, honorer sudah tidak ada. Dengan alasan tidak ada lagi anggaran daerah membiayai pegawai honor. Jadi sebaiknya Putri tidak usah masuk bahonor. Karena tidak akan dibayar honor kalau tetap masuk kerja.
“Jadi saya dipaksa berhenti bahonor saat diundang diruangan Kapus Susni pada tanggal 31 Desember 2024. Alasannya PTT Maralee, hanya sampai 31 Desember saja. Sangat jelas dia istrahat kan saya. Dan Kapus Susni mengaku akan menghadap Kadis Kesehatan agar saya dipindahkan ke PTT daerah lain,” tutur Putri, saat dikonfirmasi sore, Kamis 13 Pebruari 2025.
Kepala UPT Puskesmas Anutoluwu, Susni Toadji, membantah memecat pegawai honorer kesehatan di Puskesmas dipimpinnya. Tapi masa kontraknya sudah habis. “Bukan pemecatan, tapi memang kontraknya sudah habis,” tulis Susni. Tindakan Kapus Anutoluwu sepihak mendapat reaksi dari Staf Khusus Bupati Morut, Asnawi Rasyid. Dia menilai kebijakan tidak populis dan terkesan arogan dipertontonkan Kapus Susni harus segera dievaluasi. Sebab tindakan itu tidak hanya merugikan yang bersangkutan (honorer), justru berdampak pada pelayanan kesehatan di masyarakat.
“Urusan kesehatan adalah diskusi awal saya dengan pak dokter Delis sewaktu mau maju bupati periode pertama. Jadi, jika ada yg bermain untuk urusan pelayanan kesehatan, tentu menjadi evaluasi,” tulis Asnawi, Kamis 13 Pebruari 2025. Kata Asnawi, sikap seorang Kepala Puskesmas bentuk tindakan dzolim. Kinerja orang baik diberhentikan sepihak dan dibuatkan alasan pembenaran yang tidak masuk di akal. Harusnya ada tahapan jika bawahan melanggar. Jika tetap tidak diindahkan teguran dan peringatan baru diusul untuk diberhentikan.
Kepala UPT Puskesmas Anutoluwu, Susni Toadji, membantah memecat pegawai honorer kesehatan di Puskesmas dipimpinnya. Tapi masa kontraknya sudah habis. “Bukan pemecatan, tapi memang kontraknya sudah habis,” tulis Susni. Ketika dikonfrontir pengakuan pegawai honorer dengan pernyataan kasubag kepegawaian, bahwa SK diterbitkan berdasarkan usulan dari Kapus Anutoluwu, Susni membalas dengan mengatakan, bahwa yang bersangkutan (Putri) tiba-tiba berhenti di masa kontrak.**
Kodal, ttrustsulteng – Tindakan sepihak Kepala UPT Puskesmas (Kapus) Anutoluwu Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara (Morut) memberhentikan Pegawai Kontrak Daerah alias honorer menjadi perhatian serius staf khusus Bupati Morut, Asnawi Rasyid. Sikap Kapus Anutoluwu memecat honorer yang aktif jalankan tugas dengan baik harus segera dievaluasi. Sebab tindakan itu tidak hanya merugikan yang bersangkutan (honorer), justru berdampak pada pelayanan kesehatan di masyarakat.
“Urusan kesehatan adalah diskusi awal saya dengan pak dokter Delis sewaktu mau maju bupati periode pertama. Jadi, jika ada yg bermain untuk urusan pelayanan kesehatan, tentu menjadi evaluasi,” tulis Asnawi, Kamis 13 Pebruari 2025.
Sikap tegas disampaikan Asnawi bukan tidak beralasan. Sebab laporan dia terima, ada honorer yang sudah bekerja 10 bulan, melayani pasien di kampung siang malam begitu baik, hanya karena persoalan pilkada bertindak semuanya sendiri.
“Itu namanya tindakan dzolim. Jangan dzolimlah. Masa orang yang kinerjanya baik, diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Jangan jangan hanya urusan politik lagi,” tegasnya.
Diketahui, Pemda Kabupaten Morut melalui Dinas Kesehatan Daerah, memberikan Surat Penugasan kepada pegawai kontrak daerah tenaga perawat atas nama Putri Patria Sia, A. Md, Kep. Dengan nomor: 440/1899/DINKES/V/2024, ditanda tangani Kadis Kesehatan, Drs. Romelius Sapara, tertanggal 13 Mei 2024. Putri bertugas di Desa Maralee, pada wilayah kerja UPT Puskesmas Anutoluwu.
Berdasar penuturan Putri, tenaga honorer, pada 31 Desember 2024, dirinya mendadak diundang masuk ke ruangan Kapus, Susni Toadji. Dia menyampaikan bahwa terhitung tanggal 31 Desember 2024, honorer sudah tidak ada. Dengan alasan tidak ada lagi anggaran daerah membiayai pegawai honor. Jadi sebaiknya Putri tidak usah masuk bahonor. Karena tidak akan dibayar honor kalau tetap masuk kerja.
“Jadi saya dipaksa berhenti bahonor saat diundang diruangan Kapus Susni pada tanggal 31 Desember 2024. Alasannya PTT Marale, hanya sampai 31 Desember saja. Sangat jelas dia istrahat kan saya. Dan Kapus Susni akan menghadap Kadis Kesehatan untuk saya dipindahkan ke PTT daerah lain,” tutur Putri, saat dikonfirmasi sore, Kamis 13 Pebruari 2025.
Kepala UPT Puskesmas Anutoluwu, Susni Toadji, membantah memecat pegawai honorer kesehatan di Puskesmas dipimpinnya. Tapi masa kontraknya sudah habis. “Bukan pemecatan, tapi memang kontraknya sudah habis,” tulis Susni.
Ketika dikonfrontir pengakuan pegawai honorer dengan pernyataan kasubag kepegawaian, bahwa SK diterbitkan berdasarkan usulan dari Kapus Anutoluwu, Susni membalas dengan mengatakan, bahwa yang bersangkutan (Putri) tiba-tiba berhenti di masa kontrak.
Dia juga ga nyambung kontrak PTT yg tiba2 berhenti dimasa kontrak,” balas Susni. **
Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Zikir Akbar Syukuran atas penetapan Gubernur terpilih Dr. H. Anwar Hafid M.Si dan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido Sp.PK, M.Kes periode 2025-2030.
Acara yang berlangsung di halaman Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Jl.Samratulangi,Palu, Senin 10 Pebruari 2025 malam dihadiri ribuan masyarakat, tokoh agama, serta para pejabat daerah.
Hari ini adalah momen yang sangat bersejarah dan penuh makna bagi kita smua.”Ujar Rusdy Matura
Menurutnya penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih adalah sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang harus di jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Saya percaya dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki bapak Anwar Hafid dan reny A. Lamadjido akan dapat memimpin Provinsi ini menuju arah yang lebi baik.”Pungkas Gubernur
Sementara itu, Gubernur Periode 2025-2030 Terpilih H. Anwar Hafid melalui sambutannya menegaskan pentingnya kebersamaan dalam membangun daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bekerja sama, karena pembangunan daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama, Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, kita dapat mewujudkan Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera, melanjutkan apa yang suda baik dan melakukan perbaikan yang belum baik, dan itulah tugas dari Gubernur terpilih dan wakil gubernur.”Tegas Anwar Hafid
Di akhir sambutannya, Sebagai Gubernur terpilih, Ia memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah kita untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih baik.”Tutup Anwar Hafid
Acara ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan daerah, diiringi dengan suasana penuh kekhusyukan dan harapan baru bagi masa depan Sulawesi Tengah.
Turut hadir Sekdaprov Sulteng, Forkopimda Provinsi Sulawesi, Kepala OPD Sulawesi Tengah pengurus PB Alkairaat pusat palu, Pengurus Besar Organisasi masyarakat Islam Sekota Palu, para Alim Ulama.***