Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si. | foto: ist | trustsulteng
Palu, trustsulteng -Kalau tidak ada aral melintang, Minggu besok 10 Mei 2026, sekitar pukul 13:30 wita, Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si dijadwalkan membuka resmi musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Demokrat (DP) Sulawesi Tengah.
“Sesuai jadwal besok yang buka Musda DPD Partai Demokrat Sulteng adalah Sekjen DPP PD bapak Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si,”kata Syarifudin Hafid, SH, MM menjawab media ini Sabtu sore (9/5-2026) via chat di aplikasi whatsAppnya.
Diketahui Herman ditunjuk oleh Ketua Umum DPP PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menggantikan Teuku Riefky Harsya setelah diangkat sebagai Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sejak 21 Oktober 2024-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan menggunakan pesawat pagi dari Jakarta ke Palu. Rombongan Sekjen DPP Partai Demokrat itu dijadwalkan tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu pada pukul 6 pagi.
Dan akan dijemput oleh para pengurus. Tiba di Palu rombang Sekjen rencananya ngobrol produktif (ngopi) dan sarapan pagi di warkop roemah Balkot.
“Besok pagi Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan tiba di Palu. Dan sebelum ketempat Musda akan mampir ngopi dan sarapan pagi di warkop roemah balkot,”jelas ketua DPC Partai Demokrat Morowali itu.
Sebagai informasi ada tiga kandidat ketua yang mendaftar dalam Musda DPD Partai Demokrat kali ini, yakni Dr.Anwar Hafid, S.Sos, M.Si, Dr.Abdurrahman Thaha, SH, MH dan Ikbal Khan. Ketiganya telah mengembalikan formulir pendaftaran beberapa waktu lalu.
Namun dalam tradisi Musda DPD Partai Demokrat yang diikuti DPC Kabupaten dan Kota se Sulteng selalu aklamsi sepanjang ketua yang menjabat masih maju mencalonkan diri atau dicalonkan oleh ketua – ketua DPC dari kabupaten dan kota.
Anwar Hafid sudah ke tiga kalinya mengikuti Musda DPD Partai Demokrat Sulteng dan selalu mulus terpilih secara aklamasi.
Apalagi sepanjang sejarah pencalonannya selalu ada jabatan yang melekat sebagai kepala daerah. Dua periode sebelumnya saat masih menjabat sebagai bupati Morowali. Dan kali ini melekat jabatan sebagai Gubernur Sulteng.
Sekalipun tidak ada ketentuan baik dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bahwa harus memilih ketua secara aklamasi karena ada jabatan di pemerintahan, namun kenyataannya para kader Partai Demokrat solid mendukung, mencalonkan dan memilih Anwar Hafid kembali memimpin Partai Demokrat Sulteng. (*)
editor: zudan
