Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Jobfit Mulai 17 April, Gubernur Tegaskan Terbaik yang Terpilih
  • Uncategorized

Jobfit Mulai 17 April, Gubernur Tegaskan Terbaik yang Terpilih

Adm Red. April 13, 2025

Palu, trustsulteng – Ditengah Peringatan HUT ke-61 Provinsi Sulteng Tahun 2025 di halaman kantor gubernur pada Minggu, 13 April 2025 Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si mengumumkan pelaksanaan Jobfit bagi seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng.

Jobfit bertujuan mengisi kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di beberapa Perangkat Daerah (PD) provinsi yang hingga saat ini masih ditempati Pejabat Pelaksana Tugas (Plt).

Lewat mekanisme ini akan dilakukan penilaian kecocokan antara kompetensi dan jabatan yang diemban. Hasilnya akan menentukan apakah pejabat tadi tetap di posisinya atau mengalami rotasi lewat pelantikan.

Setelah pelantikan hasil jobfit baru kemudian dibuka seleksi terbuka untuk promosi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Berkenaan dengan itu, Gubernur Dr.H.Anwar Hafid,M.Si memastikan tidak ada jalur khusus bagi para calon, semuanya berpeluang dengan catatan mampu memberikan keyakinan kepada gubernur dalam mengakselerasi program-program BERANI sebagai kompas pembangunan Sulteng.

Sejumlah program BERANI yang diulas pada Peringatan HUT ke-61 antara lain: BERANI Cerdas untuk meningkatkan kualitas pendidikan; BERANI Sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan;BERANI Lancar unttuk mewujudkan konektivitas dan infrastruktur merata; BERANI Sejahtera membantu masyarakat dalam pemenuhan bahan pokok terjangkau.

BERANI Menyala memastikan seluruh wilayah di Sulteng teraliri listrik selama 24 jam;’BERANI Berdering memastikan tidak ada lagi wilayah di Sulteng yang masuk blank spot atau tidak memiliki sinyal telepon dan internet;BERANI Panen Raya menargetkan swasembada pangan dan produksi padi hingga 6 Ton per hektar; BERANI Tangkap Banyak modernisasi peralatan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

BERANI Berkah bertujuan mengintegrasikan aspek religiusitas dan kearifan lokal melalui gerakan berjamaah di tengah-tengah umat beragama dan BERANI Berintegritas untuk mempercepat Reformasi Birokrasi di Sulteng.

“Siapa yang bisa membawa program-program BERANI ini (maka) dia akan duduk di jabatan,” tegasnya mengungkap ‘kisi-kisi’ kriteria calon pejabat yang akan dipromosikan.

Selain itu, Ia mengimbau kepada ASN agar tetap menjaga ‘kemurnian niat’ sebagai pelayan rakyat dengan memberikan pelayanan berintegritas.

“Layani masyarakat dengan tulus ikhlas,” pungkasnya berharap mesin-mesin birokrasi makin cepat lajunya membawa Sulteng ke arah kesejahteraan.***

sumber; biro adpim

HUT Sulteng ke 61 Gubernur Anwar Hafid Berikan Kado Pendidikan dan Kesehatan Gratis
  • Uncategorized

HUT Sulteng ke 61 Gubernur Anwar Hafid Berikan Kado Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Adm Red. April 13, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si resmi membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan pada momen HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah yang diselenggarakan pada Minggu 13 April 2025, di halaman kantor gubernur, jalan Sam Ratulangi.

“Sama dengan bapak-bapak, ibu disini, kita semua kalau istri kita atau suami kita ulang tahun, kita siapkan kado khusus untuk orang yang kita cintai,” ucapnya mengumpamakan pendidikan dan kesehatan gratis sebagai kado ulang tahun terindah buat masyarakat Sulteng.

Dengan terobosan membebaskan biaya pendidikan di SMA dan SMK lewat BERANI Cerdas, gubernur optimis tidak ada lagi orangtua yang tega mengubur mimpi anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan karena kendala biaya seperti biaya prakerin (praktek kerja industri) dan ujikom bagi siswa SMK dengan nilai hingga jutaan rupiah.

“Biaya prakerin yang jadi momok anak-anak tidak mau sekolah di SMK mulai tahun ini kita bebaskan,” serunya.

Sasaran BERANI Cerdas selanjutnya yakni pemberian bantuan beasiswa kepada mahasiswa Sulteng di semua jenjang kuliah sesuai jurusannya.

“Di mana pun dia kuliah, di Palu, di Jakarta, di mana saja akan kita berikan sesuai UKT,” lanjut gubernur menambahkan.

Begitu juga bagi sekolah-sekolah swasta yang sederajat SMA/SMK dipastikan akan menerima dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Tak hanya fokus pada pendidikan, kesehatan juga dipentingkan dengan BERANI Sehat, berkat kerjasama Pemda dengan BPJS Kesehatan, Sulteng menjadi provinsi ke-12 di Indonesia yang mendeklarasikan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Lewat mekanisme ini, di mana pun masyarakat Sulteng berobat akan dilayani faskes yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan meskipun yang bersangkutan belum terdaftar peserta BPJS Kesehatan maupun status kepesertaan tidak aktif karena tunggakan iuran.

“Di mana pun rakyat Sulawesi Tengah yang menggunakan KTP Sulteng apabila sakit dia pergi ke puskesmas, rumah sakit mana saja yang kerjasama dengan BPJS maka saat itu juga BPJS akan aktif,” ulasnya bahwa syarat menerima pelayanan cukup menunjukkan bukti ber-KTP Sulteng.

Di bagian lain, kepada penunggak Pajak Kendaraan Bermotor, pemerintah provinsi juga memberikan amnesti berupa BERANI Bebaskan Tunggakan PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor mulai tanggal 14 April hingga 14 Mei 2025.

“Kalau sudah diampuni kita bisa berkendaraan dengan leluasa dan tidak takut lagi ada sweeping,” terang gubernur mengajak masyarakat memanfaatkan kebijakan insentif PKB yang periodenya hanya sebulan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid mengajak tokoh-tokoh Sulteng yang menduduki sejumlah jabatan strategis di pusat untuk menjadi corong aspirasi daerah dalam perjuangan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minerba dan industri.

Ia berharap kebijakan pusat dapat terasa denyutnya hingga ke Sulteng yang menjadi daerah penghasil dan penyimpan ‘harta karun’ tambang.

“Kalau dilakukan di hilir (industri) Insya Allah Sulawesi Tengah tidak akan kesulitan uang,” ulasnya tentang potensi PAD yang diterima jika dilakukan transformasi kebijakan.

Sementara itu, Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes ikut memperkuat penyampaian gubernur seputar BERANI Sehat yang arah program ini akan meningkatkan fasilitas dan kualitas rumah sakit provinsi hingga setara dengan rumah sakit nasional bahkan internasional.

“Bulan Mei Rumah Sakit Undata (mulai) mengadakan operasi jantung terbuka sehingga masyarakat Sulawesi Tengah tidak perlu jauh-jauh ke Rumah Sakit Harapan Kita,” ujarnya tentang peningkatan layanan Undata yang telah diprogramkan.

Dengan program BERANI yang visioner sebagai kompas pembangunan, Gubernur Anwar Hafid dan Wagub dr. Reny Lamadjido beserta jajaran perangkat daerah siap mewujudkan Sulteng menjadi daerah yang besar dan tangguh, atau disebut ‘Sulteng Nambaso’.

Nambaso sendiri adalah kearifan lokal yang berarti besar dan tangguh, yang kini menjadi DNA pembangunan Sulteng.

Selain 3 program BERANI tersebut di atas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga meluncurkan program Berani Melayani Perizinan Tepat Waktu. Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelaku usaha dan masyarakat dengan memberikan jaminan kepastian waktu dan biaya dalam proses perizinan berusaha.

Nampak hadir di upacara, Ketua TP PKK Ketua TP PKK Ir.Hj.Sry Nirwanti Bahasoan Anwar, Unsur Forkopimda Sulteng, Unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Prov Sulteng, Sekretaris Daerah Prov Sulteng Dra.Novalina,MM, Para Staf Ahli Gubernur, Para Asisten dan Para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemprov Sulteng.

Turut hadir para gubernur dan wakil gubernur periode yang lalu yakni Gubernur 2021-2025 H. Rusdy Mastura bersama Dr.Vera Rompas Mastura, Gubernur 2011-2021 yang kini menjabat anggota DPR RI Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dan Wagub 2019-2021 Dr. H. Rusli Palabbi, M.Si, Wagub 2021-2025 H.Ma’mun Amir diwakili Hj.Halimah Amir.

Nampak pula Menteri Hukum Dr. Supratman Andi Agtas, Wakil Ketua MPR RI merangkap Anggota DPD RI senator muda Sulteng Abcandra Muhammad Akbar, Direktur BPJS Kesehatan, Staf Ahli Menteri UMKM Sudaryano Lamangkona, S.Sos, M.Si, dan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa Daerah Tertinggal Mulyadin Malik Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si.

Para bupati/wakil bupati se Sulteng dan wakil walikota Palu, para raja dan dewan adat 13 kabupaten/kota se Sulteng, mitra pembangunan dan multi sektoral yang turut merayakan dengan suka cita ulang tahun Sulteng.

Dalam peringatan ini Gubernur Sulawesi Tengah Dr.H.Anwar Hafid,M.Si bertindak selaku Inspektur Upacara, Perwira Upacara Kaban Kesbangpol Drs.Arfan,M.Si, Komandan Upacara Kabid Ketahanan Ekonomi, Seni, Budaya, Agama dan Kemasyarakatan Dody Setiawan Agan,S.STP,M.Si.**

sumber; biro adpim

Merelevansikan Warisan Guru Tua di Zaman Post Truth
  • Masyarakat

Merelevansikan Warisan Guru Tua di Zaman Post Truth

Adm Red. April 12, 2025

Oleh : Salihudin ( KAHMI Sulteng)

Pagi yang cerah menyambut ribuan jamaah di Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Pusat, Palu, Senin 12 April 2025. Pada waktu yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ingatan kolektif umat, peringatan haul Al-Allamah Alhabib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri kembali digelar.

Suasana haru dan khidmat bercampur dalam semangat ziarah ilmiah dan spiritual, membentangkan napas panjang sejarah dan cita-cita peradaban yang ditanamkan oleh sosok yang dikenal dengan sebutan Guru Tua.

Di tengah lautan manusia dari berbagai penjuru tanah air—khususnya Indonesia bagian timur—berkumpul para tokoh agama, cendekiawan, pejabat pemerintahan dan legislatif dari semua tingkatan.

Mereka hadir bukan sekadar menyimak pidato atau menyambung silaturahmi, melainkan meneguhkan kembali makna keteladanan Guru Tua yang melampaui batas ruang dan waktu.

Haul ini menjadi ruang kontemplasi kolektif, menyadarkan kita bahwa warisan yang beliau tinggalkan tak hanya berupa lembaga-lembaga pendidikan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang amat mendasar.

Saya sendiri duduk bersila di panggung utama, berdampingan dengan Prof. Dr. Zainal Abidin—seorang tokoh Alkhaerat sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah.

Di tengah derasnya pidato-pidato seremonial dari berbagai pejabat, sy berdiskusi kecil dgn Prof. Diskusi kami menyentuh substansi yang lebih mendalam: bagaimana merelevansikan pemikiran dan ketokohan Guru Tua dalam lanskap zaman yang terus berubah, terutama di zaman _post truth_ serta bagaimana memperluas pengakuan lintas agama atas ketokohan beliau yang sejatinya bersifat universal.

Menurut Prof. Zainal Abidin, setidaknya ada dua hal penting yang perlu dielaborasi lebih lanjut dalam konteks kekinian. Pertama, adalah relevansi pemikiran Guru Tua dalam menghadapi tantangan zaman. Pemikiran beliau mengenai pendidikan yang menekankan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu dunia, pembangunan karakter melalui adab, serta pentingnya ukhuwah dalam keberagaman, kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat yang semakin terpolarisasi.

Di saat kurikulum pendidikan nasional kerap berubah mengikuti arah politik, model pendidikan integratif dan holistik yang diajarkan Guru Tua justru menjadi oase.

Kedua, adalah pentingnya menghadirkan testimoni otentik dari tokoh-tokoh lintas agama terhadap ketokohan Guru Tua. Pengakuan dari para pemimpin agama lain—bukan yang bersifat seremonial atau direkayasa—merupakan validasi kuat bahwa Guru Tua adalah figur inklusif yang mampu merangkul semua golongan. Ia bukan hanya milik satu mazhab, bukan pula eksklusif dalam identitas keislamannya, tetapi telah menjelma sebagai sosok pemersatu yang menghadirkan Islam dalam wajah kasih sayang dan persaudaraan semesta.

*****

Di sinilah letak pentingnya pendekatan naratif dalam menelusuri jejak Guru Tua. Keteladanan beliau tak cukup disampaikan dalam bentuk angka dan statistik—berapa sekolah yang dibangun, berapa ribu santri yang dihasilkan, atau seberapa luas jaringan Alkhairaat. Yang lebih urgen saat ini adalah menghidupkan nilai-nilai yang beliau perjuangkan ke dalam tindakan sosial dan kebijakan publik.

Dalam konteks ini, Guru Tua dapat dibaca sebagai _narrative figure_ yang membentuk imajinasi kolektif umat tentang makna pendidikan, dakwah, dan kebangsaan.

Sastrawan Emha Ainun Nadjib pernah menyatakan bahwa bangsa ini tak kekurangan intelektual, tetapi kekurangan guru. Guru yang tidak hanya mengajar, tapi mendidik dan mendewasakan.

Dalam kerangka ini, Guru Tua hadir bukan sebagai simbol nostalgia, melainkan sebagai patron moral yang terus membimbing arah perjalanan umat. Ia adalah guru bangsa dalam arti yang sesungguhnya: memadukan kecerdasan ruhani dan rasionalitas dalam membentuk peradaban.

Haul ini, pada akhirnya, bukan sekadar ritual tahunan, melainkan peringatan akan tanggung jawab historis yang kita pikul bersama. Bahwa di tengah gelombang zaman yang mengaburkan nilai, kita perlu menambatkan perahu pada pelabuhan makna yang telah dibangun oleh para tokoh seperti Guru Tua.

Warisan beliau bukan untuk dipuja, melainkan untuk dilanjutkan. Bukan untuk dikultuskan, tetapi untuk diteladani dalam praksis sosial yang nyata.

Menjelang siang, ketika cahaya matahari mulai merambat panas, saya berdiri memandang ke arah makam Sang Guru. Di sana, doa-doa mengalir tenang, dan kenangan membentuk ingatan kolektif bagi yg pernah bersentuhan dgn beliau.

Saya menyadari, bahwa Guru Tua telah tiada secara fisik, namun hidup dalam cara kita berpikir, bersikap, dan berbuat. Ia hadir dalam wajah-wajah santri yang tekun belajar, dalam pesan-pesan damai di tengah keberagaman, dan dalam keberanian untuk berdiri di atas nilai yang benar, meski tak selalu populer.

Dalam suasana itu, kita perlu memperbarui tekad kita :
mari hidupkan kembali warisan Guru Tua,dengan menjadikannya cahaya yang membimbing zaman.

Makna Logo HUT Sulawesi Tengah Cerminan Semangat Besar Menuju Sulteng Nambaso
  • Masyarakat

Makna Logo HUT Sulawesi Tengah Cerminan Semangat Besar Menuju Sulteng Nambaso

Adm Red. April 12, 2025

Palu, trustsulteng – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini membawa semangat baru yang terangkum dalam tema “Semarak Sulteng Nambaso”. Logo peringatan yang dirancang khusus untuk momen bersejarah ini bukan hanya sebatas karya visual, melainkan simbol perjuangan dan harapan besar bagi masa depan provinsi ini. Di tengah transisi kepemimpinan menuju Gubernur dan Wakil Gubernur baru, logo ini mencerminkan semangat kolektif untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang lebih maju, besar, dan berkelanjutan.

Makna mendalam dalam logo ini mencerminkan perjalanan panjang Sulawesi Tengah. Angka 61 bukan sekadar penanda usia, melainkan simbol pencapaian dan keteguhan. Di balik visualnya, terkandung filosofi tentang kebesaran yang dirangkum dalam semangat “Nambaso”, sebuah representasi tentang kemuliaan, keagungan, dan warisan budaya yang mengakar kuat dalam jati diri masyarakat Sulteng. Elemen-elemen dalam logo tersebut menyuarakan suara hati rakyat Sulawesi Tengah yang bangkit dari masa sulit, menyatukan 15 etnis dalam harmoni, serta menghargai kekayaan alam luar biasa mulai dari Danau Poso hingga Teluk Tomini.

Logo ini juga menampilkan simbol sakral “taiganja” yang lekat dengan nilai kehormatan dan sejarah. Simbol tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap langkah ke depan, masyarakat Sulawesi Tengah tidak pernah melupakan akar budayanya. Arah garis yang mengarah ke atas menggambarkan gerak progresif, cermin dari ambisi besar provinsi ini untuk melampaui batas dan terus tumbuh dalam sektor pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.

Lebih jauh, gradasi warna dalam logo menampilkan nuansa khatulistiwa, menegaskan posisi geografis Sulteng sebagai titik keseimbangan alam. Ini menjadi refleksi bahwa keharmonisan antara laut, hutan, dan pegunungan adalah bagian tak terpisahkan dari identitas daerah ini. Terselip pula inisial “B” dari kata “BERANI” yang mewakili semangat gotong royong dan kekuatan kepemimpinan baru yang mengedepankan keberanian dalam membangun Sulteng yang tangguh.

Dalam desain grafisnya, logo ini menghadirkan elemen-elemen yang terinspirasi dari pola budaya lokal seperti bentuk runcing dan berlian, menciptakan harmoni visual yang kuat dan berkarakter. Setiap garis, warna, dan konfigurasi dalam logo bukan hanya ornamen semata, melainkan narasi yang menyatu dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Dengan hadirnya identitas visual ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyemarakkan semangat Nambaso. Logo HUT ke-61 ini bukan sekadar simbol perayaan, melainkan representasi kebesaran jiwa dan optimisme seluruh rakyat Sulawesi Tengah dalam melangkah bersama menuju masa depan yang lebih cerah. **

sumber; biro adpim

Tanggul Permanen Solusi Banjir Tahunan
  • Uncategorized

Tanggul Permanen Solusi Banjir Tahunan

Adm Red. April 12, 2025

Morut, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa pembangunan tanggul permanen di sepanjang Sungai La’a dan Sungai Tambalako adalah solusi utama untuk menghentikan banjir tahunan yang terus menerjang wilayah Morowali Utara (Morut). Dalam kunjungan langsung ke lokasi terdampak pada Rabu (9/4/2025), Anwar menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan pusat untuk memastikan pembangunan tanggul ini segera diwujudkan.

“Salah satu solusi yang saya pikirkan dan akan kita dorong bersama adalah pembangunan tanggul di sepanjang pinggir Sungai La’a. Kalau ini dilakukan, saya kira banjir tidak akan lagi masuk ke permukiman warga,” tegas Gubernur Anwar di hadapan Morut, jajaran DPRD, tokoh masyarakat, serta warga terdampak.

Luapan dua sungai besar ini telah menjadi ancaman rutin bagi masyarakat, terutama saat musim hujan tiba. Gubernur Anwar, yang hadir bersama tim teknis lengkap dari Pemprov Sulawesi Tengah, memastikan langkah penanganan kali ini tidak akan bersifat sementara. Tim tersebut terdiri dari Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Sumber Daya Air, Kepala Balai Sungai, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang langsung mengkaji kondisi lapangan untuk perencanaan teknis pembangunan tanggul.

Gubernur juga meminta agar seluruh pihak mendukung penuh rencana ini, termasuk warga yang lahannya mungkin terdampak proyek. “Kalau kita ingin aman dari banjir, mari kita ikhlas bersama. Jangan sampai pembangunan ini terhambat karena persoalan pembebasan lahan. Ini untuk keselamatan kita semua,” ujarnya.

Anwar berencana membawa langsung usulan ini ke pemerintah pusat bersama Bupati Morut untuk mempercepat proses realisasi. Ia juga menyatakan siap menghadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi agar pembangunan tanggul ini masuk dalam prioritas nasional.

“Saya tidak datang hanya meninjau, tapi membawa solusi. Kita harus hentikan siklus banjir lima tahunan ini sekarang,” tegasnya. **

Gubernur Sulteng Ajak Umat Islam Hidupkan Warisan Sang Maha Guru Pendidikan
  • Uncategorized

Gubernur Sulteng Ajak Umat Islam Hidupkan Warisan Sang Maha Guru Pendidikan

Adm Red. April 12, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyerukan umat Islam untuk melanjutkan visi memajukan pendidikan sebagai pondasi kemajuan bangsa sebagaimana dirintis oleh sang ulama karismatik Habib Sayyid Idrus Bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

“Beliau adalah seorang maha guru yang harus kita contoh,” ucapnya di hadapan ribuan peserta Haul Guru Tua ke-57 di komplek Perguruan Alkhairaat, Sabtu 12 April 2025.

Gubernur Anwar Hafid mengagumi rekam jejak Guru Tua yang mampu mendirikan lebih 400 madrasah secara mandiri hingga akhir hayatnya selama berdakwah di Sulteng dan wilayah-wilayah Indonesia Timur.

“Ia pendidik sejati dengan segala kemandirian (mampu) melahirkan sekolah di mana-mana sampai akhir hayatnya 400 lebih madrasah berdiri tanpa APBD, (hanya) seorang diri membiayai sekolah sebanyak itu,” serunya kagum dan mendorong keberlanjutan misi mulia Guru Tua.

Sejalan dengan misi itu maka Gubernur Anwar Hafid mencetuskan program BERANI Cerdas dengan pemberian beasiswa kuliah gratis dan pembebasan segala biaya atau pungutan prakerin dan uji kompetensi di tingkat SMA/SMK.

Tidak sampai di situ saja, gubernur juga memastikan akan memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada SMA swasta sebagai wujud kesetaraan dengan SMA/SMK negeri.

“(Harapannya) Tidak ada alasan lagi orangtua yang tidak menyekolahkan anaknya di SMA/SMK,” tegasnya tentang manfaat program BERANI Cerdas yang peresmiannya dilaksanakan bertepatan dengan HUT Provinsi Sulteng ke-61.

Selain itu, ia juga mendorong pemangku kebijakan dan umat Islam untuk sama-sama menghidupkan madrasah-madrasah agar tidak semakin tertinggal dengan sekolah-sekolah negeri.

Menurutnya lembaga pendidikan madrasah dapat membantu anak-anak untuk lebih mendalami ilmu pelajaran agama.

Hal ini didorong pengalaman gubernur yang merasakan manfaat ilmu dan keberkahan setelah mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Awaliyah Alkhairaat di desa Wosu, Morowali.

“Saya hanya sekolah di madrasah (Alkahiraat) bisa jadi gubernur,” ujar gubernur yang semasa kecil menimba ilmu dan adab dari para guru Alkhairaat yang dididik langsung Guru Tua.

Dengan jasa-jasanya yang sangat besar untuk kemajuan pendidikan dan bangsa tercinta maka diharapnya pemerintah pusat tidak ragu untuk segera menetapkan Guru Tua sebagai pahlawan nasional.

“Saya mendukung sepenuhnya dan mendorong pemerintah pusat menetapkan Habib Idrus (Guru Tua) sebagai pahlawan nasional,” tegasnya yang spontan diamini peserta haul.

Sementara terkait kasus penghinaan terhadap Guru Tua maka Gubernur Anwar Hafid mengimbau umat Islam untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini ke aparat penegak hukum yang sudah gerak cepat memprosesnya.

“Mari kita bersatu padu untuk melanjutkan tongkat estafet yang sudah dirintis Guru Tua,” pungkasnya agar hubungan umat Islam dengan Guru Tua terus terjaga dengan melanjutkan cita-citanya.

Acara haul dihadiri ribuan orang termasuk menteri kabinet diantaranya Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Hukum Dr. Supratman Andi Agtas.

Lalu Anggota DPR dan DPD RI Dapil Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si, Muhidin Mohamad Said, S.E., M.B.A, Abcandra Muhammad Akbar merangkap Wakil Ketua MPR RI.

Gubernur Kalimantan Utara turut hadir bersama sejumlah kepala daerah dari luar Sulteng serta tokoh-tokoh nasional termasuk pendakwah Gus Miftah, ketua Umum GP Ansor dan Ustad Fadlan Garamatan.

(sumber: biro Adpim Setdaprov

Gubernur Sulteng Beri Bantuan Kawat Keranjang Bronjong untuk Bencana Donggala
  • Uncategorized

Gubernur Sulteng Beri Bantuan Kawat Keranjang Bronjong untuk Bencana Donggala

Adm Red. April 12, 2025

Donggala, trustsulteng -Bencana Banjir di Kabupaten Donggala yang terjadi pada tanggal 01 April 2025 yang diguyur hujan deras dengan Intensitas Hujan Menengah berlangsung pada pukul 13.30 hingga pukul 15.30 Wita dibeberapa Wilayah kecamatan antara lain Kecamatan Banawa, Kecamatan Labuan dan kecamatan Sondue Tombusabora.

Jumlah wilayah yang terdampak sebanyak 10 Kelurahan/Desa yaitu wilayah Kecamatan Banawa (Kelurahan Kabonga Besar 50 unit rumah dan 192 jiwa, Kabonga Kecil 10 unit rumah dan 42 jiwa, maleni 18 unit rumah dan 63 jiwa, Tanjung Batu 24 unit rumah dan 104 Kos-kosan, Labuan Bajo 66 unit rumah dan 66 KK, Boya 31 unit rumah dan 146 jiwa dan Ganti 101 unit rumah dan 395 jiwa), rumah sakit Kabelota, wilayah Kecamatan Labuan (Desa Labuan 1 unit jembatan dan Labuan Kungguma 1 unit rumah dan 5 jiwa) serta Wilayah Kecamatan Sindue Tombusabora (Desa Batusuya 2 unit rumah, 1 pasar dan akes jalan terancam putus).

Bupati Donggala Vera Elena Laruni pada Tanggal 02 April 2025 menetapkan Status Tanggap Darurat selama 07 (tujuh) hari dan diperpanjang selama 21 (dua puluh satu) kalender terhitung tanggal 02 April 2025 s.d 28 april 2025.

Bupati Vera Elena Laruni sejak kejadian bencana tgl 01 April 2025 telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat mulai evakuasi warga, pembersihan dan menurunkan alat excavator untuk melakukan normalisasi sungai dibeberapa tempat. Namun dengan keterbatasan biaya, maka pada tanggal 08 april 2025 Bupati Donggala menyampaikan surat permohonan Nomor 466/0376/BPBD/2025 yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Tengah Perihal permohonan Bantuan Darurat berupa bantuan bahan dan penanganan darurat.

Permohonan Bupati Donggala tersebut, mendapat tanggapan dan perhatian serius dari Gubernur Sulteng Anwar Hafid dengan memanggil dan memerintahkan kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan masukan dan saran terkait bantuan apa yang dapat diberikan segera dalam penanganan darurat sehingga resiko yang yang ditimbulkan dapat diminimalisir jika banjir susulan terjadi.

Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah Yunus, yang juga mantan Kepala Dinas PU di Kabupaten Donggala memberikan masukan kepada Gubernur Anwar Hafid bahwa salah satu yang menjadi kebutuhan mendesak dalam jangka pendek di masa tanggap darurat adalah membuat tanggul pengaman sungai dengan konstruksi darurat yaitu pemasangan bronjong. Atas masukan Kepala BPBD tersebut, maka Gubernur Sulteng menginstruksikan untuk segera memberikan Bantuan Keranjang Kawat Bronjong sebanyak 610 (enam ratus sepuluh) keranjang atau dengan nilai berdasarakan Standar Satuan Harga (SSH) tahun 2024 adalah sebesar Rp. 405.040.000 (empat ratus lima juta empat puluh ribu rupiah) kepada Pemerintah Kabupaten Donggala.

Pada hari Jumat, tanggal 11 April 2025 atas nama Gubernur Sulawesi Tengah Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Akris Fattah menyerahkan Bantuan Keranjang Kawat Bronjong sebanyak 610 (enam ratus sepuluh) buah keranjang kepada Pemerintah Kabupaten Donggala yang diterima oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Donggala Mardiana, di Kantor BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Jalan MT. Haryono No 29 Palu.

Harapan Gubernur Anwar Hafid semoga bantuan Keranjang Kawat Bronjong dari Pemerintah Provinsi Sulteng tersebut dapat dipergunakan semestinya serta dapat membantu meringankan beban Pemerintah Kabupaten Donggala dalam menangani darurat yang saat ini masih berlangsung.

Sumber: BPBD Provinsi Sulteng

DPRD Sulteng Gelar Paripurna Istimewa, Menyambut HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke 61
  • Uncategorized

DPRD Sulteng Gelar Paripurna Istimewa, Menyambut HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke 61

Adm Red. April 11, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dra.Novalina, MM hadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah Ke-61, Tahun 2025, bertempat diruang sidang utama DPRD, Jalan Moh. Yamin, kamis. 10 April 2025.

Rapat Paripurna yang diawali dengan tarian tradisional mpontano dan pembacaan sejarah Sulawesi Tengah.

Selain itu Rapat Paripurna yang dipimpin langsung wakil ketua satu DPRD Sulawesi Tengah Aristan,S.Pt sekaligus membuka rapat Paripurna Istimewa tersebut.

Lanjut Aristan dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan 61 tahun Sulawesi Tengah penuh dengan ragam peristiwa dan catatan sejarah yang menjadi fondasi bagi kemajuan daerah, yang mana Berbagai pengalaman itu telah mempererat hubungan kita semua dan menjadi modal penting untuk membawa Sulawesi Tengah lebih maju.

“Semoga momentum ulang tahun ini menjadi titik tolak bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,”pungkasnya.

Kesempatan itu juga Sekprov Novalina dalam sambutannya menyampaikan bahwa HUT ke‑61 ini bukan sekadar perayaan, melainkan momen refleksi untuk mengevaluasi capaian di berbagai sektor, dimana Dalam enam dekade lebih perjalanan, Sulawesi Tengah telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama di bidang ekonomi.

“Ini semua berkat potensi sumber daya alam yang melimpah, industri pariwisata, dan peningkatan investasi”Ujar Sekprov.

Selain itu Sekprov Novalina juga menyampaikan Program 9 BERANI, yang merangkum sembilan agenda prioritas pembangunan daerah antara lain :
1. BERANI Cerdas
2. BERANI Sehat
3. BERANI Sejahtera
4. BERANI Lancar
5. BERANI Menyala
6. BERANI Makmur
7. BERANI Berkah

  1. BERANI HARMONI
    9. BERANI Berintegritas
    Dari sembilan agenda prioritas tersebut, merupakan penjabaran akselerasi pencapain visi dan misi Pemerintah Sulawesi Tengah untuk berani mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai wilayah pertanian dan industri yang maju dan berkelanjutan.

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan dihari Ulang Tahun ini, Tiga program unggulan yang akan diluncurkan yaitu :
BERANI Cerdas: Memastikan pemenuhan layanan dan aksesibilitas pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

BERANI Sehat: Integrasi layanan kesehatan untuk menjamin akses layanan gratis dengan hanya menggunakan KTP Sulteng.

BERANI Bebas Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor: Pembebasan denda dan hanya mengenakan pokok pajak bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan.

“untuk itu semoga dengan adanya ketiga program ini bisa menjadi kado istimewa buat masyarakat Sulawesi Tengah, dan kepada seluruh lapisan Masyarakat untuk berpartisipasi aktif, karena keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh Pemerintah, tetapi juga oleh kontribusi Masyarakat demi kemajuan Sulawesi Tengah yang kita cintai,” tutup Sekprov Novalina.

Dan diakhir Rapat Sekprov Novalina Beserta Wakil Ketua Satu Dan Wakil Ketua Tiga DPRD meenyerahkan Berupa Bantuan Pendidikan Dan Modal Usaha Secara Simbolis.

Nampak hadir unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, para Kepala OPD Sulawesi Tengah, Para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah, dan Mitra Kerja serta Stekholder Terkait.

sumber; biro adpim

Larangan ASN Nongkrong di Warkop, Gubernur Anwar: ‘Bukan Jam Kerja Silahkan’
  • Uncategorized

Larangan ASN Nongkrong di Warkop, Gubernur Anwar: ‘Bukan Jam Kerja Silahkan’

Adm Red. April 10, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng, Anwar Hafid mengklarifikasi terkait kebijakannya melarang pegawai nongkrong ngopi di warkop saat jam kerja. Gubernur Anwar mempertegas bahwa dirinya membolehkan pegawai ngopi diluar jam kantor.

“Kalau bukan jam kerja silahkan ke warkop. Pagi sebelum apel. Sore jam 4 keatas boleh. Sampai malam pun silahkan ngopi di warkop. Yang dilarang ke warkop jam kantor,” tulis Gubernur Anwar menanggapi saran komunitas warkop K2.

Seperti diberitakan sebelumnya, saran komunitas warkop agar larangan ASN masuk warkop bisa lebih fleksibel. Apalagi pagi hari dominan pegawai sebelum apel pagi jam 7.30 wita singga ngopi di warkop.

Bahkan ada yang menyarankan sebaiknya Gubernur ‘mewajibkan’ pegawai masuk warkop sebelum masuk kantor.

“Sebaiknya wajibkan ASN ngopi di warkop. Perlu biayai kopinya. Sehingga akan ditau siapa pegawai ngopi di warkop tapi tidak ikut apel. Itu juga cara efisiensi anggaran,” saran Ucok.

Diketahui, pelarangan nongkrong di warkop disampaikan Gubernur Sulteng dihadapan ASN saat apel pagi pertama setelah libur idul fitri 1446 Hijriyah yang digelar di Lapangan upacara Kantor Gubernur Sulteng, jalan Sam Ratulangi Palu. Gubernur Anwar Hafid menekankan perlunya kedisiplinan ASN, termasuk kehadiran dan absensi.

Persoalan ini bukan sekadar soal boleh atau tidaknya nongkrong, tetapi soal citra dan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Gubernur Anwar Hafid menilai jika ada ASN menganggur di kantor, itu mencerminkan lemahnya menejemen pimpinan. **

Larangan ASN Masuk Warkop, Komunitas; ‘Sebaiknya Gubernur Wajibkan’
  • Uncategorized

Larangan ASN Masuk Warkop, Komunitas; ‘Sebaiknya Gubernur Wajibkan’

Adm Red. April 10, 2025

Palu, trustsulteng – Kebijakan Gubernur Sulteng tentang “larangan” ASN masuk warkop mendapat tanggapan beragam. Ada yang setuju. Sebagian oegawai tidak sepakat. Apalagi pegawai yang selama ini seperti ‘wajib’ ngopi di warkop sebelum masuk kantor.


“Setiap larangan pasti ada solusinya. Sebab larangan bisa berpotensi dilanggar,” cerita penikmat kopi warkop K2.
Dulu, bapak-bapak polisi dilarang pakai baju dinas ketika ke warkop. Sekarang dengan program “jumat curhat” akhirnya menjadi boleh pakai baju seragam ke warkop.


Sehingga menurut Cecep, kebijakan larangan pegawai masuk warkop sebaiknya fleksibel dan diberi solusi.
“Apel kantor kan jam 07.30 wita. Absen jam 08.00 wita. Pegawai bisa masuk Warkop sebelum jam apel,” saran Cecep.


Beda lagi sarannya Nasir. Mengaku bisa setres kalau tidak singga ngopi di warkop. Menurutnya, sangat bagus pegawai sebelum ke kantor singga ngopi.
“Selain memastikan pegawai bisa tepat waktu masuk kantor, sekaligus mengecek pegawai jalankan program gubernur setiap pegawai muslim ‘shalat subuh tepat waktu’,” sarannya.


Bahkan ada saran ‘gila’ anggota komunitas. Sebaiknya ASN diwajibkan masuk warkop sebelum apel dan absen, sekaligus mengalokasikan biaya kopi pegawai.
“Sebaiknya wajibkan ASN masuk warkop, alokasikan biaya kopinya. Sehingga ditau siapa pegawai masuk warkop tapi tidak masuk kantor,” saran Ucok.

Pelarangan pegawai ngopi di warkop perlu ditinjau kembali, demi menghindari ASN membuat pelanggaran karena ngopi di warkop sudah menjadi hobi dan kebisaan. **

Posts pagination

Previous 1 … 58 59 60 61 62 63 64 … 260 Next

Recent Posts

  • Daffa Syahmi Hilmiyah: Pelajar Tenang dengan Prestasi Gemilang di Panggung Nasional
  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.