Palu, trustsulteng – Industri reparasi ponsel terus menunjukkan potensi bisnis yang menjanjikan, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital. Salah satu pelaku usaha yang sukses memanfaatkan peluang ini adalah Benyamin, yang akrab disapa Amink, seorang teknisi ponsel. Berpengalaman di Kota Palu.
Bermodalkan keahlian teknis dan sertifikasi profesional dari lembaga kompetensi teknologi digital yang berbasis di Yogyakarta, Amink berhasil membangun reputasi sebagai teknisi perangkat keras telepon seluler yang andal. Sertifikasi tersebut menjadi bukti kompetensinya dalam menangani berbagai kerusakan ponsel, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap jasanya.
Tidak hanya fokus pada pengembangan usaha pribadi, Amink juga melihat peluang lebih besar melalui kolaborasi komunitas. Bersama rekan-rekan seprofesinya, ia menggagas sebuah kegiatan berskala besar bertajuk “Borneo Flasher Tour 2026”, yang akan digelar pada 26 April 2026 di Sutan Raja Hotel Palu.
Event ini diproyeksikan menjadi salah satu ajang terbesar bagi teknisi ponsel di wilayah Sulawesi, bahkan Indonesia Timur. Kegiatan tersebut akan menghadirkan pelatihan intensif yang mencakup teknik reparasi terbaru, strategi bisnis, hingga manajemen layanan servis.
“AYO NGUMPUL DI PALU,” ujar Amink saat ditemui di tempat usahanya di kawasan Universitas Tadulako (Untad), Tondo. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga ruang untuk membangun jaringan dan membuka peluang usaha yang lebih luas.
Inisiatif ini turut mendapat dukungan dari Dewan Pembina Teknisi Ponsel Sulawesi Tengah, Dr. Moh Hidayat Lamakarate, yang melihat pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor teknologi servis.
Menurut Amink, bisnis reparasi ponsel memiliki prospek besar jika dikelola dengan baik. Selain permintaan yang stabil, margin keuntungan dari perbaikan perangkat keras relatif tinggi, terutama bagi teknisi yang memiliki keahlian khusus dan sertifikasi resmi.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan skill dan mindset agar pelaku usaha mampu bersaing di era digital. “Ini bukan hanya soal bisa memperbaiki, tapi juga bagaimana mengelola bisnis, membangun kepercayaan, dan mengikuti perkembangan teknologi,” jelasnya.
Dengan kuota peserta yang terbatas, Amink mengimbau para teknisi untuk segera mendaftar agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti event tersebut. Ia optimistis, kegiatan ini akan menjadi titik awal lahirnya lebih banyak teknisi profesional dengan penghasilan besar di masa depan.
Satu ruang, ribuan peluang — menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan ini, membuka jalan bagi para pejuang reparasi ponsel untuk naik kelas, baik dari sisi keterampilan maupun ekonomi. (*)
penulis: yusrin eLbanna
