Hj. Winiar Hidayat Lamakarate, SE. | foto: istimewa | trustsulteng
Palu, trustsulteng – Sebanyak 62 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah, dijadwalkan memulai perjalanan menuju Tanah Suci pada Selasa, 5 Mei 2026. Mereka akan bertolak dari Balut menuju Kota Luwuk melalui jalur laut, sebelum melanjutkan penerbangan ke Palu dan diperkirakan tiba pada Rabu, 6 Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Banggai Bersaudara, Hj. Winiar Hidayat Lamakarate, SE, di Palu, Senin 4 Mei 2026. Ia menyebut, para CJH Balut akan menjalani masa transit di Asrama Haji Palu sebelum diberangkatkan ke embarkasi.
“Setahu saya, CJH Balut akan diterbangkan ke embarkasi Balikpapan pada 8 Mei 2026,” ujarnya.
Namun demikian, Winiar mengungkapkan bahwa setibanya di Palu, para jamaah belum sepenuhnya berada dalam penanganan resmi panitia pemberangkatan haji dari Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk membantu kebutuhan dasar jamaah selama masa awal kedatangan.
“Saya akan melayani mereka sejak tiba di Palu, termasuk penjemputan serta penyediaan makan dan minum, sampai mereka ditangani oleh panitia pemberangkatan,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut bukan kali pertama dilakukan. Pada musim haji sebelumnya, ia juga turut membantu CJH asal Banggai Laut selama berada di Palu. Saat itu, jumlah jamaah bahkan mencapai lebih dari 100 orang dan bergabung dengan CJH dari Kota Palu.
Sementara itu, Kepala Kantor Haji dan Umroh Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muchlis, membenarkan jumlah CJH asal Banggai Laut tahun ini sebanyak 62 orang. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BPN 9.
“CJH Banggai Laut dijadwalkan masuk Asrama Haji Transit Palu pada 7 Mei 2026 dan akan diberangkatkan ke Embarkasi Balikpapan pada 8 Mei 2026,” jelasnya.
Di sisi lain, Winiar juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama di tengah perubahan musim yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Ia mengimbau agar para CJH memperbanyak konsumsi air putih, cukup beristirahat, serta membawa perlengkapan pelindung diri seperti penutup wajah atau pelindung dari terik matahari. Selain itu, ia juga menyarankan jamaah membawa botol minum (tumbler) guna memastikan kecukupan cairan selama perjalanan.
Pemberangkatan CJH dari daerah kepulauan seperti Banggai Laut memang memerlukan tahapan perjalanan lebih panjang dibandingkan wilayah daratan. Koordinasi antarwilayah serta kesiapan logistik menjadi faktor penting untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan menuju embarkasi hingga akhirnya bertolak ke Arab Saudi.
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, seluruh pihak diharapkan dapat memastikan pelayanan optimal bagi para jamaah, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (*)
editor: yusrin eLbanna
