Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Silaturahim Bersama ‘Godfather’ Tolitoli
  • Gaya Hidup

Silaturahim Bersama ‘Godfather’ Tolitoli

Adm Red. September 29, 2021

Oleh: H. Sofyan Farid Lembah

Jelang 30 September 2021 mengunjungi bersilaturahim dengan pemuka masyarakat sangatlah penting. Ini bukan sekedar bernostalgia tapi saling berpesan pesan. Pasca gagal total upaya coup d’etat di 30 September 1965, cerita heroik mahasiswa/i Sulawesi Tengah di Asrama Bintaran Tengah Jogyakarta sangatlah mengharukan. Bentrokan dengan kader PKI di sepanjang Kali Code memberi informasi tak sedikit kepada kader kader HMI bahwa PKI itu memang ada. Sejarah kelamnya memang benar adanya.

Dengan semangat ibu Dr. Nursyidah Bantilan menjelaskan bagaimana kiprah mahasiswa Bintaran Tengah melewati masa masa sulit itu. Belum cerita bagaimana Hamzah Tiku muda menyelamatkan tokoh NU pimpinan Banser GP Anshor saat itu, Subhan ZE dengan kemampuan Prana Saktinya membuat para pemuda PKI yang mengepung dengan senjata tajam tak mampu bergerak sedikitpun apalagi menyentuh tubuh tokoh pemuda itu.

Ceritapun bergeser sampai pada legacy bagaimana bapak Dr. Moh Ma’ruf Bantilan, MM membangun Kabupaten Tolitoli yang beliau cintai. Sebagai pensiunan birokrasi, mantan bupati sekaligus akademisi beliau memang kaya dengan berbagai informasi yang jarang dipublikasikan. Godfather Kabupaten Tolitoli ini adalah tokoh penting pada zamannya yang bersama istri tercintanya membangun Universitas Madako untuk mencetak SDM berkualitas di Tolitoli.
Silaturahim di pagi hari dalam jamuan Songkolo dan Nasi Kuning sangatlah berkesan.

Tokoh muda KAHMI dan HMI di Toli Toli sangatlah beruntung masih memiliki tokoh panutan. Dialog kekeluargaan mengalir hingga sampai pada suatu titik, bagaimana menghadapi Akhir Zaman ini. Silaturahiim terjalin dan pesan akhir zaman didapatkan.
Kabupaten Toli Toli saat ini sangat membutuhkan dialog dialog seperti ini. Singkat dan padat penuh rasa kekeluargaan. Kekeluargaan adalah modal besar dalam membangun jiwa dan badan penguasa serta masyarakat. Ini tak boleh hilang. Tak boleh anggota masyarakat seorangpun yang ditinggalkan dalam derap laju pembangunan. Semua komponen harus mengambil peran aktif lakukan perubahan yang diinginkan bersama. Design pembangunan lewat kampus Madako adalah sebuah keniscayaan. Kampus, Pemerintah Kabupaten, Partai Politik dan Para pemuka agama inilah modal besar membangun Tolitoli yang Bermartabat. Bahaya latent komunis tak akan bisa mengalahkan design ini. Insya Allah, HMI disundang semakin menendang!!!

Wabillahit taufiq wal hidayah.

Tim Sepak Takraw Putri Siap Hadapi Sumbar di Laga Perdana
  • Olah Raga

Tim Sepak Takraw Putri Siap Hadapi Sumbar di Laga Perdana

Adm Red. September 29, 2021

PAPUA- Tim Sepak Takraw Putri Sulteng, siap melakoni laga perdana menghadapi Tim Takraw Sumatera Barat ( Sumbar) Rabu 30 September 2021 sekira pukul 11.00 Wita, dalam laga penyisihan group B, Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bumi Cendrawasih Papua. Kemudian pada pukul 15.00 Wita, akan berhadapan dengan Tim Jawa Tengah (Jateng).
Laga perdana yang akan berlangsung di Gedung Trikora Jayapura, anak asuhan Sandrina selain menjejal Sumbar dan Jateng, juga Tim Takraw Lampung yang sama-sama berada di Poll B.
“Dalam babak penyisihan poll B ini akan keluar dua tim, guna melangkah ke babak selanjutnya,” kata Ketua Pengurus Provinsi (Pengrov) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sulteng Bartholomeus Tandigala yang dihubungi via Ponsel, Selasa 29 September 2021.

Menurur Bartholomeus, dirinya optimis Chikita Cs akan mampu menghadapi lawan-lawannya, karena dengan kemampuan, pengalaman serta semangat juang yang dimiliki, diharapkan bisa berbuat yang terbaik bagi kontingen Sulteng. Sekalipun diketahui, lawan-lawan Chikita Cs tidak bisa di pandang sebelah mata. “Tim sepak takraw putri akan turun di dua nomor yakni nomor double even dan regu,” cetusnya.

Olehnya kata Bartho, dukungan dan doa baik dari Ketum KONI, official utamanya masyarakat Sulteng sedikitnya akan memberikan energi baru bagi Chikita Cs dalam bertanding. PAKAROSO.

Penulis : Agus Manggona

Terkait Skandal Dana CSR Bank Sulteng Bendahara Akui Atas Perintah Plt Kadis
  • Pemerintah

Terkait Skandal Dana CSR Bank Sulteng Bendahara Akui Atas Perintah Plt Kadis

Adm Red. September 28, 2021

Tolitoli – Proses penyelidikan skandal kasus dugaan penyalahgunaan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulteng cabang Tolitoli tahun 2020 sebesar Rp1.017.400.456 terus berlanjut. Giliran Bendahara Dinas Sosial (Dinsos) Fatmawati yang dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, Selasa 28 September 2021.

Fatmawati mengakui jika dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulteng sejak pukul 09.00 sampai pukul 15.00 wita.
” Iya pak, saya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejati dari jam 09.00 sampai jam 15.00 wita,” katanya.

Menurut Fatmawati, ia dicecar sejumlah pertanyaan salah satunya soal transferan dana atau pemindahbukuan dana dari rekening bendahara kepada penyedia atas perintah Plt Kadis Sosial Roedollof.
” Saya ditanya siapa yang perintah transfer ke rekening penyedia, saya jawab Plt Kadis Sosial,” jawabnya polos.

Bahkan menurutnya semua data-data dan dokumen yang diminta penyidik sudah di serahkan, mulai dari proposal pengajuan bantuan, bukti bukti transfer sampai pada rekening koran.”Semua data dan dokumen sudah saya serahkan ke penyidik,” pungkasnya.

Kasi Penkum Kejati Sulteng Reza Hidayat SH.MH sebelumnya menjelaskan saat ini penanganan dugaan penyimpangan Dana CSR, yang sedang di tangani Kejati Sulteng masih dalam tahap penyelidikan, sehinggah belum bisa menetapkan tersangka (tsk).” Dugaan penyidik, penyimpangan dana CSR Bank Sulteng masih dalam tahap penyelidikan, sehingga belum ada penetapan tersangka,” kata Kasi Penkum saat di konfirmasi belum lama ini melalui WhatsApp (WA).

Menurutnya saat ini Penyelidik Kejati Sulteng terus bekerja mengumpulkan data data dan bahan keterangan (Puldata Pulbaket ) yang di perlukan untuk kemudian kesimpulan terhadap dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli tersebut.” Penyelidik terus bekerja mengumpulkan data data dan bahan keterangan, untuk kemudian menyimpulkan dugaan penyimpangan dana tersebut,” jawabnya.

Terkait pemberitaan di sejumlah media yang menyoroti kinerja Kejati Sulteng soal penanganan dugaan penyimpangan dana CSR seolah olah “tertutup” informasi menurutnya pihak Kejati Sulteng tidak pernah menutup informasi dalam penanganannya, dimana sebelumnya telah menyampaikan kepada beberapa media terkait perkembangan penyelidikannya.

Reza Hidayat SH.MH juga mengapresiasi berbagai pihak yang concern atau perhatian terhadap dugaan penyimpangan dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli yang sedang di tangani.”Kami menganggap hal tersebut sebagai bentuk perhatian sekaligus pengawasan terhadap kinerja jajaran Kejati Sulteng agar tetap bekerja dengan profesional,” pungkasnya.

Informasi yang di himpun media ini
dana CSR Bank Sulteng Cabang Tolitoli yang di peruntukkan untuk penyaluran sembako kepada masyarakat miskin yang terdampak pandemi Covid-19, menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2020.

Penulis : Rahmadi

Kans Sepatu Roda Sulteng Tersisa Satu Nomor
  • Olah Raga

Kans Sepatu Roda Sulteng Tersisa Satu Nomor

Adm Red. September 28, 2021

PALU – Atlet sepatu roda Sulawesi Tengah M Saddam mengawali debutnya di ajang Pekan Olahraga Nasional Papua. Turun di nomor  time trial 200 meter Sadam mencatatkan waktunya 18 detik lebih 800 mili sekon. Dengan hasil tersebut Muhammad Sadam berada di urutan terakhir dari 9 provinsi yang ikut serta.

Perlombaan sepatu roda dilaksanakan di bumi perkemahan Waena kota Jayapura. Atlet tuan rumah berhasil merebut medali emas dengan catatan waktu 16 detik. Disusul Provinsi Papua Barat dan Papua

Dengan hasil tersebut Sadam mendapatkan pelajaran berharga di ajang pon kali ini. Ke depannya Sadam mengaku akan berlatih lebih keras untuk mempersiapkan diri di ajang PON 2024 Aceh dan Medan.

Saat ini cabor Sepatu Roda menyisakan satu nomor bagi Sadam yaitu ITT 300 meter.

Humas KONI

Pemimpin, Rakyat dan Bencana (Refleksi Tiga Tahun Bencana Palu)
  • Masyarakat

Pemimpin, Rakyat dan Bencana (Refleksi Tiga Tahun Bencana Palu)

Adm Red. September 28, 2021

Oleh : Nur Sang Adji

Seorang kolega di kampus universitas Tadulako sempat bertanya via WA group anggota senat universitas. Wadah komunikasi para cerdik pandai di Universitas ini. Kampus yang terletak di kota Palu, tempat terjadinya bencana dahsyat beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, 28 September 2018.

Begini pertanyaannya. “Apakah berbagai bencana yg melanda negeri ini, karena ulah pemimpinnya atau ulah rakyat atau warganya yang tidak lagi menghargai pemimpinnya ? Penanya itu adalah Dr. Sultan Zainuddin. Seorang ilmuan dari ilmu sosial dan politik Universitas Tadulako. Beliau telah berpulang ke Rahmatullah beberapa saat lalu. Insya Allah almarhum memperoleh Rahmat dan ampunan. Amin yaa Rabb.

Saya pikir, pertanyaannya sangat menarik. Menggugah kita untuk berefleksi ke belakang. Sebab itu, saya menjawab pertanyaan almarhum tersebut dengan pendekatan masa silam (baca ; historis).

Sejarah peradaban menjawab sekaligus mengajarkan kita tentang kesalahan pemimpin atau rakyatnya ?. Jawaban kongkritnya, salah satu dari kedua nya, dan atau kedua-duanya. Cerita Nuh dan umatnya. Juga, Fir’aun dan Musa, bisa mewakili. Sementara, kebiasaan terburuk kita hingga kini adalah, tidak belajar dari peristiwanya (learning process). Itulah, sejarah kekuasaan dalam temali bencana.

———
John Emerich Edward, sejarawan katolik berkebangsaan Inggris, sekaligus politician dan penulis, memproduksi kalimat yang sangat terkenal. “Power tends to corrupt and absolute power, corruptions absolutely” (kekuasaan cenderung kepada korupsi dan kekuasaan yang absolut adalah korupsi yang absolut).

Luis 14 dalam sejarah Perancis, mengungkap kalimat otoritarian yang amat kesohor. “L’etat c’est mois“. Negara adalah saya. Dia jatuh oleh revolusi Perancis yang amat berpengaruh terhadap kemanusiaan dan dunia di abad berikutnya.

Sejarah malapetaka antropik maupun climasiq selalu bersumber pada dua soal ini. Otoritarian atau diktatorian dan corupsi berbungkus mafiaso. Sangat tangguh. Namun, meskipun dikemas dengan kekuatan apapun. Satu waktu, rakyat bangkit melawan.

Inilah bencana anthropik. Dia selalu terjadi di semua level kepemimpin. Biasanya melindungi diri dengan hukum yang dibikin sendiri untuk tujuan itu. Dan menyatukan dua kekuatan besar. Penguasa dan pengusaha. Tapi faktanya, hampir semua berbatas rontok.

Langit bahkan mengingatkan dengan sangat tegas yang intisari maknanya lebih kurang sebagai berikut. “Dan janganlah kamu memakan harta orang lain, membawa perkara itu ke pengadilan, lalu kamu menyuap hakimnya agar kamu bisa mengambil hak orang lain itu dengan leluasa dan zalim, padahal kamu mengetahuinya” (Q.S Al-Baqarah 188).

———-
Fira’un dan Qorun memberi contoh. Satunya penguasa dan satunya lagi, pengusaha. Lalu, contoh itu terus ditiru oleh generasi sesudahnya. Meskipun sadar bahwa kelak berakhir tragis. Dieksekusi oleh rakyatnya (folower) atau dinistakan langsung oleh penguasa langit dan bumi dalam bentuk bencana dahsyat. Tetap saja, berulang. Manusia, memang selalu lalai. Dan, lalai lagi.

Sejarahlah yang khabarkan demikian. Karena itu, tantangan terberat dari sejarah adalah berjuang melawan lupa (fight against forget). Penulis Milan Kundera dalam bukunya “The book of laughter and forgetting merites”, menulis, “the struggle of man against power is struggle of memory against forgetting”. Sedangkan, auteur Belgia, Gaetan Faucer bilang, “l’histoire se repeter ” (sejarah selalu berulang). Namun, kita sering tidak ingat. Atau, sengaja melupakannya.

Bencana Gempa, Tsunami dan Liquifaksi yang pernah bersamaan menimpa kota Palu itu, hari ini, memasuki tahun ke tiga. Entahlah, kalau kengeriannya masih menjadi pelajaran.

Untuk itu, guna membangkitkan memori orang tentang pelajaran terdahulu. Saya tunjukan sebuah taman hiburan di Perancis barat bernama Puy du Fou. Di gerbangnya, ada tulisan ini. “Preparez vous a voyager dans le temps” (bersiaplah melakukan perjalanan atau berpetualangan mengarungi zaman). Kita juga, mungkin pernah menonton Film pada tahun 80 an berjudul “The time tunnel” (lorong waktu). Semunya mengingatkan kita tentang waktu silam.

Saya sengaja menitipkan kalimat di bagian terakhir ini kepada guru saya, Prof Djuraid M.hum. Dan, dua karib saya, Dr. Lukman Nadjamudin dan Dr. Haliadi. Ketiganya, pakar sejarah di Universitas Tadulako. Awetkanlah sejarah bencana ini di memori generasi, agar mereka tetap mawas mengarungi masa depan.

———–
Begitu pentingnya ingatan itu. Maka, hari ini, 28 september 2021. Kita peringati lagi dengan cemas, sejarah gempa yang menimpa kita, tiga tahun silam. Membanggakan, karena nampak di berbagai media, cukup banyak orang yang masih ingat untuk menjadi pelajaran. Tidak segera melupakannya.

Pada saat yang relatif sama, di semester ini, pendidikan Karakter dan anti korupsi sedang di ajarkan kepada mahasiswa kita. Semogalah, mereka tumbuh menjadi manusia berwatak mulia. Berani berjuang melawan koruptor. Dan, menjadi generasi yang sadar tentang bahaya korupsi bagi bangsa. Yakni generasi Indonesia emas yang kita rindukan bersama.

Mereka generasi ini, juga sadar bahwa penyimpangan perilaku (deviant behavior) (baca : termasuk korupsi), punya korelasi erat dengan bencana. Penyebab atau akselerasi.

Untuk ini semua, mumpung masih bernapas. Mari kita berlindung dari bencana yang sengaja didatangkan Tuhan. Penyebabnya bukan cuma faktor alam semata. Tapi, juga akibat penyimpanan prilaku segelintir manusia. Segelintir saja, namun efeknya, tidak cuma menimpa mereka yang berbuat zalim. Tapi, juga mereka yang membiarkannya. Tidak penting menyoal, kita ada di mereka yang mana. Terpenting, marilah bertindak. Meminjam Ebit G Ade, mumpung kita masih diberi waktu.

Penulis; Pendidik Mata kuliah Ekologi tanaman, Kajian Lingkungan hidup serta Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi.

Belajar Memahami Bencana Pasigala 289
  • Uncategorized

Belajar Memahami Bencana Pasigala 289

Adm Red. September 28, 2021

Oleh H. Sofyan Farid Lembah

Hari ini saya tidak ingin melihat bencana Pasigala 289 dalam kacamata eksternal. Itu bisa berbuah tangkapan kebutuhan, ketidakpedulian, maladminiatrasi dan korupsi. Saya lebih tertarik merasakan, memahami, merenungkan dan mensiasati perilaku pada kacamata internal.
Ketika kenakalan perilaku membawa amarah Sang Pencipta maka akibatnya bisa tak terbayangkan. Bukan hanya gempa menggelegar 7,4 SR – 9,2 Magnitudo yang didapat, Tsunami Tolubamba juga menghajar keangkuhan manusia mulai dari Lompio Pantai Barat, Pelabuhan Pantoloan, PLTA Panau hingga Mamboro, Tondo, Loli Tasiburi, dan Silae serta tentunya pantai Talise dan Jembatan Palu IV atau Jembatan Teluk Palu yang menjadi ikon kota luluh lantah.

Belum lagi jerit tangis menyayat dari mereka di Tagari Lonjo atau kawasan PERUMNAS dan Petobo serta Jono Oge lewat Nalodo atau bahasa ilmiahnya LIKUIFAKSI yang jarang terjadi dibelahan bumi manapun. Kiamat kecil telah diberikan sebagai ujian bagi kita semua yang ada di tanah PASIGALA. Hilang semua kesombongan, tak ada lagi Profesor, doktor, dokter, Polisi, Tentara, bahkan Walikota, bupati dan Gubernur sekalipun. Apalagi cuma Ombudsman. Saya terputar terguling guling di jalan Prof M.Yamin berulang ulang kali. Hilang semua tenaga Prana Sakti.Tertinggal hanya kalimah Allahu akbar Allahu akbar.
Di Purnama merah mencekam, kami duduk bersama di posko Masjid An Nur kompleks BTN Bumi Anggur. Itulah malam yang paling menakutkan yang pernah saya rasakan. Dikejauhan api membakar sebuah kawasan. Banyak kurban patah tulang yang meminta pertolongan di tengah malam. Ada suara ilolong anjing bersahutan. Tersiar khabar kematian gubernur, walikota dan kak Cudy. Semua berita datang dan pergi di tengah kegelapan tanpa ada signal komunikasi. Tak ada yang bisa dihubungi.
Akhirnya satu satunya yang bisa dilakukan adalah kami semua duduk bersimpuh sambil berharap semoga semua keluarga bisa berkumpul esok harinyA. Malam itu kami berserah diri. Mata batin memerintahkan bukan hanya harus bersyukur masih diberi kehidupan akan tetapi memperbanyak bermunajat memohonkan ampunan lebih utama. Yaa Allah Yang Maha Menolong, ampuni dosa dosa kami tak akan kami mengulang perbuatan laknat kami meninggalkan ajaranmu.
Saat ini kamipun masih berdoa, Yaa Allah berilah kekuatan dan kesabaran pemimpin kami dalam memajukan negeri kami. Kiamat kecil itu telah menyadarkan kami. Olehnya, berilah kami petunjuk menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah untuk memberikan senyuman kepada mereka yang menuntut haknya atas hunian dan kesejahteraan. Innama amruhu idza arodha sai’an ayyakuulahu kun fayakun…Engkaulah satu satu yang bisa menolong kami.
Billahii fisabilil haq

Pengedar Sabu Diringkus Sat Narkoba Polres Tolitoli. 21 Paket Sabu Diamankan
  • Hukum
  • Uncategorized

Pengedar Sabu Diringkus Sat Narkoba Polres Tolitoli. 21 Paket Sabu Diamankan

agus September 27, 2021

Tolitoli-Sat Narkoba Polres Tolitoli yang dipimpin langsung Kasat Narkoba AKP S Kinsale berhasil meringkus pengedar sabu di Desa Sabang, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli pada Sabtu (25/9/2021).

Pelaku yakni R alias A (52) yang merupakan warga di Desa Sabang tersebut.

Dari tangan pelaku, Sat Narkoba Polres Tolitoli berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak 21 paket dengan berat total 6,43 gram (berat bruto).

Selain itu barang bukti lain yang disita adalah puluhan lembar plastik kosong, satu buah alat isap sabu serta korek api.

Kasat Narkoba menjelaskan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat sekitar bahwa pelaku sering mengedarkan sabu di wilayah Desa Sabang.

“Berkat laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di sebuah pondok kebun di Desa Sabang,” ungkap Kasat Narkoba.

“Semua barang bukti juga kami dapati di pondok tersebut,” tambah Kasat Narkoba.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Tolitoli guna penyidikan lebih lanjut.

Kasat Narkoba meminta masyarakat untuk bersama-sama memerangi perederan narkoba di Tolitoli.

Editor Agus Gerbek

Ketum KONI Bersama Rombongan Disambut Tarian Adat
  • Olah Raga

Ketum KONI Bersama Rombongan Disambut Tarian Adat

Adm Red. September 27, 2021

JAYAPURA-Ketua umum KONI Sulawesi Tengah (Sulteng)  Muhammad Nizar Rahmatu tiba di Bandara Sentani hari Senin disambut oleh tarian adat. Rombongan Ketum KONI  diterima oleh Ketua Kontingen Ngo Hendri, dan Ketua Harian Edison Ardiles di ruang VIP bandara Sentani Jayapura.

Nizar dalam rombongan itu juga didampingi oleh tim medis yang akan melaksanakan tugasnya membantu menangani atlet-atlet Sulteng yang berlaga PON Papua XX baik di kota Jayapura maupun di Kabupaten Jayapura.

Kedatangan Ketua Umum KONI Sulteng ke Jayapura untuk memantau langsung kendala yang dihadapi oleh atlet Sulteng terkait pelaksanaan PON Papua yaitu menyangkut akomodasi atlet dan konsumsi. Ketum Nizar berharap persoalan tersebut bisa diatasi oleh panitia ataupun dengan biaya dari KONI Sulteng sendiri.

Nizar berharap atlet Sulteng fokus bertanding tanpa ada hambatan baik itu soal makanan maupun penginapan olehnya ia berharap kepada semua official maksimal dalam melaksanakan tugasnya.

Humas KONI

Fernando Kekung Lolos Semi Final. Panjat Tebing Sulteng Siap Rebut Medali
  • Olah Raga

Fernando Kekung Lolos Semi Final. Panjat Tebing Sulteng Siap Rebut Medali

Adm Red. September 27, 2021

MIMIKA-Atlet Panjat Tebing perwakilan Sulawesi Tengah, Fernando Kekung berhasil lolos ke semi final pertandingan cabang olahraga (cabor)  panjat tebing yang dilaksanakan di Sport Climbing Veneu Mimika, Senin, 27 September 2021.

Dua kali mendapatkan kesempatan pada dispilin lead, kategori Perorangan Putra di babak kualifikasi.

Saat ditemui di lokasi veneu panjat tebing, Fernando optimistis merebut medali pada tanding bersama atlet yang berasal dari provinsi lain.

“Atlet yang saat ini saya hadapi adalah atlet-atlet yang punya pengalaman dan jam terbang hingga di kancah internasional. Tapi, bagi saya itu bukan hambatan. Spirit pakaroso sudah terlanjut melekat dalam tubuh saya,” tegas Fernando.

Sementara itu, pelatih cabor panjat tebing Obby Maulana mengungkapkan targetnya agar dapat masuk final 8 besar.

“Ini awal yang baik untuk kami di Kota Timika. Fernando dan atlet asal Sumatera Utara menjadi pembuka awal panjat tebing. Semoga itu menjadi tanda baik untuk atlet Sulawesi Tengah,” ungkap pelatih cabor panjat tebing.

Selasa, 28 September 2021 pagi akan dilaksanakan babak semi final yang akan mengikutsertakan Fernando Kekung sebagai atlet panjat tebing perwakilan Sulawesi Tengah.

Diketahui, dari 40 peserta yang bertanding dinomor tersebut, Nando ada diperingkat 22 dari 28 peserta yang dinyatakan lolos.

Dalam penilaian tersebut, menurut Obby, Nando memperoleh nilai 20.98 poin dan ada di ranking 22 dari 28 peserta yang dinyatakan lolos.

“Dari 28 peserta Nando diperingkat 22, dan berhasil lolos ketahap selanjutnya,” ungkapnya.

Saat ini, ia meminta atletnya untuk tetap fokus menatap pertandingan berikutnya.

“Sebagai kuda hitam dinomor ini, tentu bebannya tidak terlalu berat, saya menyarankan untuk tetap fokus dan tetap jaga kondisi fisik agar bertanding bisa lepas,” meyakinkan.

Perlu diketahui, Fernando Kekung bermain di 4 nomor dan waktu pelaksanaannya sangat mepet. Jadi pihaknya berharap agar setiap nomor dapat memberikan kejutan.

 

Humas KONI

Dimulakan Pertandingan Cabor Panjat Tebing, Yenny Wahid: Ini Adalah Perang Prestasi!
  • Olah Raga

Dimulakan Pertandingan Cabor Panjat Tebing, Yenny Wahid: Ini Adalah Perang Prestasi!

Adm Red. September 27, 2021

MIMIKA- Pembukaan Kegiatan Pertandingan Cabor Panjat Tebing yang dilaksanakan di Sport Climbing Veneu Mimika, Kabupaten Timika dihadiri Yenny Wahid selaku ketua umum FPTI dan Bupati Timika (27/09).

Dalam sambutannya, Yenny Wahid mengungkapkan bahwa PON kali ini adalah PON Istimewa, sebab, ini kali pertama dilaksanakan di timur Indonesia, dan Papua sudah sangat siap dengan segala sarana dan prasarana penunjang kegiatan.

“PON XX Papua adalah perang prestasi, maka dari itu sportivitas adalah yang utama,” kata Yenny dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, S.E., M.H, mengatakan bahwa Timika adalah Kabupaten yang sangat siap saat diminta menjadi salah satu wilayah pelaksana PON XX sebagai ajang bergengsi PON XX yang dilaksanakan di Papua merupakan suatu kebanggaan bagi warga Timika.

“Meski diusia yang masih sangat muda, Kabupaten Timika optimistis dan siap menjadi wilayah tempat pelaksanaan PON XX Papua. Usia Kabupaten Timika baru 21 tahun,” ujar Bupati Eltinus.

Ia juga menegaskan kepada seluruh panitia agar memerhatikan segala kebutuhan para atlet yang ada di Timika.

“Jangan sampai atlet yang datang ke Timika kelaparan, kelelahan dan jatuh sakit. Tanggung jawab kita adalah menjaga mereka semua agar dapat bertanding dengan kondisi badan yang fit,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh Cabang Olahraga Panjat Tebing Sulawesi Tengah yang mendelegasikan Fernado.

Ketua kontingen Sulawesi Tengah PON XX Papua Cluster Timika Budiarjo Tone mengungkapkan bahwa saat ini, Sulawesi Tengah terus berkoordinasi dengan panitia pelaksana agar segala kebutuhan atlet asal Sulawesi Tengah dapat terpenuhi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Mendengar apa yang ditegaskan Pak Bupati Timika, kami sangat berterima kasih atas perhatiannya kepada kami kontingen dari seluruh provinsi, khususnya Sulawesi Tengah,” tutup Ketua Kontingen atlet Sulawesi Tengah.

Humas KONI

Posts pagination

Previous 1 … 242 243 244 245 246 247 248 … 260 Next

Recent Posts

  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Adab & Keteladanan Awaludin di Ujung Masa Jabatan
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.