Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Kunjungan Komisi II DPR RI untuk Mengawasi Tata Kelola BUMD dan BLUD
  • Uncategorized

Kunjungan Komisi II DPR RI untuk Mengawasi Tata Kelola BUMD dan BLUD

Adm Red. May 7, 2025

Palu, trustsulteng – Ketua Komisi II DPR RI, Dr.H.M. Rifqinizamy Karsayuda,SH,MH, memimpin langsung rombongan anggota Komisi II DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik ke Sulawesi Tengah, Rabu pagi 7 Mei 2025.

Menariknya, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr.H.Anwar Hafid, M.Si turut terbang bersama rombongan dari Jakarta menggunakan penerbangan komersial dan tetap ikut menyambut kedatangan mereka setibanya di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, pukul 06.25 Wita.

Kunjungan tersebut membawa agenda penting, yakni mengawasi penyelenggaraan dan tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dua pilar utama dalam pelayanan publik di daerah.

Sepanjang hari, rombongan dijadwalkan bertemu dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para bupati/walikota se Sulawesi Tengah.

Gubernur Dr.Anwar Hafid menyebut kunjungan ini sebagai kesempatan emas untuk memperkuat kolaborasi pusat dan daerah.

“Kami berharap momentum ini bisa mendorong perbaikan tata kelola dan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,”pungkasnya.

Turut hadir menyambut di bandara sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Gubernur dr.Reny A. Lamadjido,Sp.PK,M.Kes, Unsur Forkopimda Sulteng, Kepala Badan Kesbangpol Drs.Arfan,M.Si dan Kabid Anggaran Haris.

Selain para anggota Komisi II DPR RI, rombongan juga diikuti oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Agus Fatoni dan Inspektur IV Kemendagri Andra yang memperkuat tim kerja dalam agenda pengawasan ini.

Sejumlah anggota Komisi II DPR RI yang hadir, antara lain : Giri Ramanda Kiemas (Fraksi PDIP), Taufan Pawe (Fraksi Golkar), Drs.H.Longki Djanggola,M.Si (Fraksi Gerindra), Muhammad Khozin (Fraksi PKB), Aus Hidayat Nur dan Ateng Sutisna (Fraksi PKS).***

sumber: biro adpim

Syarifuddin Hafid Dampingi Gubernur Sulteng Bahas Langkah Nyata Bersama Bappenas
  • Uncategorized

Syarifuddin Hafid Dampingi Gubernur Sulteng Bahas Langkah Nyata Bersama Bappenas

Adm Red. May 6, 2025

Jakarta, trustsulteng – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin Hafid, mendampingi langsung Gubernur Anwar Hafid dalam audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Rachmat Pambudy, di Jakarta, Selasa 6 Mei 2025. Pertemuan ini membahas program-program unggulan Pemprov Sulteng yang mendorong percepatan pembangunan daerah dan mendukung sasaran strategis nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Bappenas memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Anwar Hafid. Ia menyebut Anwar sebagai pemimpin visioner yang fokus membangun masa depan generasi muda. “Kenapa saya suka dengan beliau? Karena saat menelepon saya, beliau gigih dan penuh semangat. Kedua, idenya luar biasa, efisiensi anggaran diarahkan untuk pendidikan. Itu sangat revolusioner,” tegas Rachmat.

Syarifuddin Hafid menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah strategis Gubernur Sulteng. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada masyarakat. “Saya mendukung penuh program-program yang pro rakyat, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti pendidikan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting untuk memastikan seluruh program berjalan maksimal. “Kami di DPRD tidak hanya hadir secara formal, tetapi juga siap mendorong percepatan realisasi program di lapangan,” lanjut Syarifuddin.

Audiensi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Sulawesi Tengah. Dengan semangat kolaboratif, Pemerintah Provinsi bersama DPRD terus bergerak memastikan setiap kebijakan membawa manfaat nyata bagi rakyat. **

Besok RDP Masyarakat Talise Penggarap Lokasi Raranggarui
  • Uncategorized

Besok RDP Masyarakat Talise Penggarap Lokasi Raranggarui

Adm Red. May 6, 2025

Palu, trustsulteng – Wakil Ketua DPRD Sulteng, Aristan S.Pt menyatakan, bahwa kehadiran PT CPM (Citra Palu Mineral) ini telah menimbulkan sejumlah masalah kontroversial, mulai dari ancaman kehancuran lingkungan, ancaman pencemaran logam berat hingga konflik sosial di tapak proyek dan di lingkar tambang.

Karena itu, setiap permasalahan yang timbul hendaknya diselesaikan secepatnya dan tuntas, agar tidak menyimpan masalah besar di kemudian hari.

Kita juga patut mempertanyakan kontribusi PT CPM pada daerah, karena tidak cukup hanya sekedar membantu dengan dana CSR, atau menyediakan lapangan kerja yang tidak seberapa bagi masyarakat lokal, dibandingkan dengan kekayaan emas yang dikeruk dari bumi Tadulako.

Kejadian terakhir yang menggusur lahan masyarakat Talise ini adalah fakta bahwa PT CPM memang membawa banyak mudharat dibandingkan manfaat bagi masyarakat sekitar dan bagi daerah ini.

Padahal selain mengeruk emas, PT CPM menggunakan air yang jadi hak masyarakat dan daerah Sulawesi Tengah, Mengenai hal ini, kita juga belum tau apakah PT CPM membayar pajak penggunaan air permukaan atau tidak.

“Karena itu, seharusnya pemerintah daerah melalui Gubernur Anwar Hafid bersikap tegas terhadap PT CPM atas berbagai permasalahan, termasuk konflik lahan dengan warga masyarakat Talise ini,” pinta Aristan.

Diketahui, masyarakat Kelurahan Talise penggarap lahan di kompleks Bukit Laranggarui, Kecamatan Mantikulore, mendapat perlakuan tidak adil. PT CPM telah menggusur lahan garapan mereka yang sudah ditanami. Bahkan jalan akses masuk ke lokasi CPM dibuat oleh masyarakat dengan biaya gotong royong tanpa bantuan pihak CPM.

Isnawati, salah seorang warga penggarap mengaku telah melayangkan surat permohonan kepada wakil rakyat di propinsi untuk digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Alhamdulillah, permohonan kami diterima dan ditindaklanjuti. Dan sudah dijadwalkan untuk digelar RDP oleh Komisi I DPRD Sulteng,” tulis Isnawati.

Lanjut Isna, Wakil Ketua DPRD Sulteng, Aristan telah menandatangani surat RDP dengan mengundang masyarakat talise penggarap lahan.

“Sesuai undangan, besok Rabu 7 Mei 2025, jam 11.30 wita, digelar RDP di ruang baruga DPRD Sulteng,” demikian tulis Isna. **

Apresiasi Sikap Gubernur Sulteng, Sapri; BTIIG Mencoba Bikin Konflik Baru
  • Uncategorized

Apresiasi Sikap Gubernur Sulteng, Sapri; BTIIG Mencoba Bikin Konflik Baru

Adm Red. May 6, 2025

Palu, trustsulteng – Salut dengan sikap tegas Gubernur Anwar Hafid, menegur dan menghentikan rencana bangun intake air baku di bendung sungai karaupa. BTIIG mencoba coba bikin konflik baru dengan masyarakat.

Sorotan ini disuarakan anggota DPRD Sulteng, Muhammad Safri, atas perilaku perusahaan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG).

“Sebagai wakil rakyat, mengapresiasi langkah Gubernur Sulteng untuk melayangkan surat teguran kepada pimpinan BTIIG terkait pembangunan Intake air baku di Bendung Sungai Karaupa. Beliau mendengar dan merespons cepat aspirasi masyarakat Bumi Raya dan Wita Ponda yang menolak aktivitas BTIIG tersebut,” ujarnya Selasa 6 Mei 2025.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan tegas menyatakan belum pernah menerbitkan Izin Pengusahaan Sumber Daya Air di Sungai Karaupa yang dimanfaatkan oleh BTIIG untuk operasional kegiatannya

Aktivitas BTIIG yang melakukan pembangunan intake dan pembangunan jaringan pipa transmisi air baku yang bersumber dari sungai Karaupa merupakan kegiatan ilegal karena tidak mengantongi izin dari Pemprov Sulteng,” bebernya.

Menurut wakil ketua komisi III Deprov Sulteng ini, penggunaan air sungai Karaupa oleh BTIIG sama saja menghadirkan konflik baru dengan masyarakat khususnya mereka yang menggantungkan hidupnya di bidang pertanian.

Langkah tegas gubernur menghentikan aktivitas BTIIG di sungai Karaupa sudah tepat dan sejalan dengan tuntutan masyarakat Wita Ponda dan Bumi Raya khususnya yang menggantungkan hidup dari pertanian. Peran sungai Karaupa sangat vital dalam mengairi ribuan hektar sawah milik petani kita di sana,” imbuhnya.***

AKBP Agustian Nugraha Resmi Jabat Kapolres Parigi Moutong
  • Uncategorized

AKBP Agustian Nugraha Resmi Jabat Kapolres Parigi Moutong

Adm Red. May 6, 2025

Parimo, trustsulteng – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Dr. Agus Nugroho memimpin serah terima jabatan Kapolres Parigi Moutong di Parigi, Selasa 6 Mei 2025, usai suksesnya pengamanan Pilkada dan PSU di wilayah tersebut.

AKBP Jovan Reagan Samual resmi menyerahkan jabatan Kapolres kepada AKBP Agustian Nugraha dalam upacara yang dihadiri unsur forkopimda Kabupaten Parigi Moutong, Bhayangkari, perwakilan Polres, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Agus Nugroho menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja AKBP Jovan selama menjabat.

“Kepada AKBP Jovan Reagan Samual, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan kinerjanya selama melaksanakan tugas,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, AKBP Jovan telah berhasil membangun kemitraan dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Polres Parigi Moutong. Selain itu, keberhasilan pengamanan Pilkada serentak 2024 serta pemungutan suara ulang (PSU) juga menjadi catatan prestasi selama kepemimpinan AKBP Jovan.

“Kapolres Parimo juga berhasil mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada dan PSU, sehingga situasi kamtibmas selama pelaksanaan PSU dapat terlaksana dalam keadaan aman, damai, dan sejuk,” lanjut Irjen Pol Agus Nugroho.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menjelaskan bahwa sertijab baru dapat dilaksanakan setelah selesainya tanggung jawab pengamanan PSU. “Hari ini jabatan Kapolres Parigi Moutong telah diserahterimakan di hadapan Kapolda Sulteng di halaman Polres Parigi Moutong,” ungkap Djoko Wienartono.

Ia menambahkan, pelaksanaan sertijab di Polres Parigi Moutong merupakan bentuk penghargaan dan memenuhi harapan unsur forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat setempat. “Semoga saja keberhasilan AKBP Jovan Reagan Samual dalam mengelola dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kabupaten Parigi Moutong dapat ditiru dan dilanjutkan oleh penggantinya AKBP Agustian Nugraha,” tutup Djoko Wienartono.***

Gubernur Sulteng Tegur BTIIG, Minta Hentikan Pembangunan Intake Air Baku Bendung Karaupa
  • Uncategorized

Gubernur Sulteng Tegur BTIIG, Minta Hentikan Pembangunan Intake Air Baku Bendung Karaupa

Adm Red. May 6, 2025

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid melayangkan surat teguran kepada pimpinan PT. Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG). Sekaligus minta dihentikan rencana pembangunan Intake Air Baku di Bendung Karaupa.

Alasan penghentian dikarenakan pemerintah Sulawesi Tengah belum pernah menertitkan Izin Pengusahaan Sumber Daya Air di Sungai Karoupa Kabupaten Morowali yang dapat dimanfaatkan oleh PT. BTIIG untuk operasional kegiatannya sehingga tindakan mengambil air tanpa izin merupakan tindakan ilegal dan dapat dikenakan sanksi hukum.

Kedua; prioritas penggunaan air secara umum adalah untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pemenuhan kebutuhan pertanian rakyat, dan terakhir untuk kebutuhan usaha.

Ketiga; Untuk menjaga stabilitas keamanan di masyarakat agar tidak timbul gejolak yang lebih luas sebagai upaya perlindungan terhadap kesejahteraan petani dan masyarakat pada umumnya.

“Untuk itu diminta kepada saudara agar menghentikan kegiatan tersebut sampai seluruh permasalahan baik dokumen perizinan dan pelaksanaannya disepakati dan diselesaikan dengan tertib aturan,” bunyi surat teguran bernomor: 600.1.2/154/Dns.Cikasda, tertanggal 2 Mei 2025.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa petani dari Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali.

Massa tergabung dalam Gerakan Petani Indonesia Menggugat (GAPIT) Morowali, mendatangi Kantor PT. Baoshuo Taman Industri Investment Grup (BTIIG), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada Senin 5 Mei 2025.

Aksi tersebut karena adanya rencana pembangunan pipanisasi di areal Bendungan Sungai Karaupa oleh PT. BTIIG yang dianggap berpotensi mengancam ruang hidup para petani di dua kecamatan.

Koordinator aksi, Muhammad Azmy mengatakan bahwa rencana pembangunan bendungan Irigasi Karaupa adalah sumber air utama pertanian di wilayah Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Wita Ponda. Kedua kecamatan tersebut menjadi penyangga pangan Kabupaten Morowali.

Berdasar data dan peta, luas wilayah pertanian pengguna manfaat dari irigasi Bendungan Sungai Karaupa seluas kurang lebih 3.500 Hektar yang menjangkau 13 desa. Titik lokasi rencana bangunan Intake PT. BTIIG terletak tepat di atas bendungan Sungai Karaupa.

“Kami menolak rencana pembangunan pipanisasi tersebut karena debit air irigasi dari Bendungan Karaupa yang sangat terbatas, bahkan tidak cukup untuk mengairi lahan pertanian pada musim kemarau dan dampak kerugian yang sangat besar yang berakibat pada hilangnya potensi pertanian,” tegas Azmy.

Proyek intake air baku ini kata Azmy, berpotensi mematikan pertanian yang ada di Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda yang selama ini menjadi lumbung pangan Kabupaten Morowali dan zona hijau dalam tata ruang wilayah.

“Pada intinya, kami petani dan masyarakat Witaraya menolak keras rencana pembangunan intake di Sungai Karaupa yang akan digunakan dikawasan perusahaan PT. BTIIG,” tutup Azmy ***

Lanjutkan Komitmen dan Sinergitas Konservasi
  • Uncategorized

Lanjutkan Komitmen dan Sinergitas Konservasi

Adm Red. May 5, 2025

Palu, trustsulteng – Alam Sulteng ibarat permata ‘zamrud’ yang hijau dan indah tapi untuk menjaga permata ini tetap berkilau maka diperlukan komitmen dan sinergitas yang kuat.

Harapan inilah yang disampaikan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si lewat Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Farid R. Yotolembah, S.Sos, M.Si dalam acara pisah sambut pejabat administrator dan pengawas lingkup Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng di kafe tanaris, Senin 5 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Farid menaruh harapan kiranya Kepala BKSDA Sulteng yang baru Hendro Prabowo, S.P dapat memperkuat sinergitas dan komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati di Bumi Tadulako.

Ia juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada jajaran BKSDA atas dedikasinya selama ini yang terus merawat alam dan hutan Sulteng sebagai warisan berharga untuk generasi mendatang.

Kepada para pejabat lama yang berpindah tugas tak lupa ia berpesan agar tali silaturahim dan komunikasi tetap tersambung karena semangat konservasi tak kenal batas ruang dan jabatan.

“Kami berharap seluruh jajaran bekerja dengan baik melanjutkan konservasi dan mengedukasi masyarakat tentang lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya berpesan.

Senada dengan staf ahli, Kadis Kehutanan Sulteng Moh.Neng, S.T.,M.M berharap sinergitas yang lebih kuat antara perangkat daerah kehutanan dan satker kementerian kehutanan yang ada di daerah ini khususnya dalam mengoptimalisasi potensi perhutanan sosial yang belum tergarap maksimal.

Untuk itu, ia mengusulkan agar diagendakan kegiatan rutin seperti coffee morning antara kedua belah pihak sebagai forum ‘ngobrol produktif’ guna menggali peluang-peluang kerjasama dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

Dengan begitu harapnya, bukan hanya hutan yang lestari tapi masyarakat di sekitarnya pun harus sejahtera.

“pemberdayaan masyarakat harus disinkronkan lewat perhutanan sosial,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu selaku koordinator wilayah Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si mengajak seluruh jajaran satker termasuk BKSDA terus bersemangat dalam bekerja dan menunjukkan kinerja terbaik.

“Sebagai ASN kita sudah meneken kontrak dan harus siap ditempatkan di mana saja di Indonesia ini,” serunya mengharapkan kerjasama yang kontinu dari jajaran BKSDA Sulteng.

Susunan pejabat baru lingkup BKSDA Sulteng yakni Kepala BKSDA Sulteng dijabat Hendro Prabowo, S.P; Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA dijabat Cesar A.M. S.Hut., M.Sc; Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pangi dijabat Bambang Widiatmoko, S.Hut., M.Sc dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Poso dijabat Bernardus Ngei, S.H.

Sedangkan pejabat lama BKSDA yang bergeser yakni Haruna, S.P., M.Sc dilantik sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I pada Balai Besar TNLL dan Yusry M, S.Tp., M.Hut dilantik sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I pada Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Hadir di acara para kepala satker kementetrian kehutanan, kepala UPT dinas kehutanan provinsi dan mitra kerja.

sumber: biro adpim

Lahan Digusur, Isnawati Dorong RDP DPRD Sulteng
  • Uncategorized

Lahan Digusur, Isnawati Dorong RDP DPRD Sulteng

Adm Red. May 5, 2025

Palu, trustsulteng – Warga Talise menegaskan lahan yang merupakan hak mereka telah digusur dan tidak pernah melakukan koordinasi berkaitan pembukaan jalan PT Palu Citra Minerals atau CPM.

Bahkan mereka dilaporkan secara hukum atas penyegelan Kantor Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) pada 28 April 2025.

Isnawati, perwakilan warga Laranggarui, Kelurahan Talise, Kota Palu, mengemukakan bahwa masyarakat setempat telah mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Aristan, disebut sudah menerima surat permohonan resmi dari warga.

“Kami masyarakat Laranggarui alhamdulillah sudah menyerahkan surat kepada Waket I Aristan dan sudah diterima,” ujar Isnawati kepada media, Senin 5 Mei 2025.

Isnawati menyebut aksi penyegelan kantor LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) oleh warga terjadi karena mereka merasa suara mereka diabaikan.

“Kami sudah beberapa kali bersabar menunggu dipertemukan dengan tiga inisial yang terkait, tetapi tidak pernah direspons,” tegasnya.

Menurut Isnawati, polemik soal pembebasan dan penjualan lahan sebenarnya bukan isu yang dilemparkan warga, melainkan pernyataan yang datang dari pihak CPM.

“Jalan yang sekarang dinikmati CPM itu dulunya adalah tanah masyarakat. Tapi sampai sekarang, janji-janji CPM kepada kami belum juga terealisasi. Kami juga tidak pernah menagih janji-janji itu sampai titik sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isnawati menegaskan bereaksi karena lahan mereka sudah gusur.

“Digusur tanpa pamit kepada masyarakat,” tandas Isna.

Meski begitu, ia menyatakan masyarakat tidak mempersoalkan langkah hukum yang mungkin diambil pihak LPM.

“Itu hak mereka, kami menunggu saja langkah hukum mereka,” kata Isnawati.

Saat ini, warga berharap RDP di DPRD Sulteng bisa menjadi wadah dialog untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi antara masyarakat, LPM, dan pihak perusahaan. ***

Gubernur Gagas Brigade Pertanian dan Subsidi Pupuk ke RPJMD
  • Uncategorized

Gubernur Gagas Brigade Pertanian dan Subsidi Pupuk ke RPJMD

Adm Red. May 2, 2025

Palu, trustsulteng – Langkah revolusioner dicetuskan Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid, M.Si dalam rangka menggenjot produksi pertanian hingga 6 ton/hektar.

Ide membentuk brigade pertanian diungkapnya pada rapat pemantapan rancangan RPJMD Provinsi Sulteng Tahun 2025-2029 di kantor Bappeda, Jum’at (2/5).

Rapat dihadiri Wagub dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Sekprov Dra. Novalina, M.M, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Rudi Dewanto, S.E., M.M, Kepala Bappeda Dr. Ir. Christina Sandra Tobondo, M.T dan Kepala Badan Pendapatan Drs. Rifki Anata Mustaqim, M.Si.

Brigade pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan pemakaian alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan pertanian.

Alih-alih sekadar dibagikan ke kelompok tani yang justru hanya menguntungkan kelompoknya, alsintan mesti dikelola secara adil dan profesional.

Karenanya, tugas brigade ini ibarat ‘task force’ keliling yang siap siaga membantu petani mengolah sawah mereka dengan mekanisasi pertanian.

Tak hanya soal alsintan, gubernur juga menggarisbawahi pentingnya pupuk sebagai ‘suplemen’ bagi tanaman agar produktivitas panen bertambah pesat.

Gubernur menyodorkan gagasan mensubsidi pupuk non-subsidi di pasaran, agar bisa dibeli petani dengan harga setara pupuk subsidi.

Dengan demikian, kendala pasokan pupuk yang kerap dikeluhkan petani saat tiba musim tanam dapat teratasi.

Langkah-langkah strategis tersebut merupakan bagian dari pemantapan RPJMD yang sedang difinalisasi Bapedda bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Rancangan RPJMD ini akan segera dibahas dengan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah guna mendapatkan persetujuan dan penetapan.

Lebih lanjut gubernur menekankan bahwa RPJMD menjadi rujukan utama perangkat daerah dalam mem-breakdown program-program unggulan BERANI yang berfokus pada 3 aspek yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.

Misalnya, BERANI Cerdas dengan membebaskan biaya pendidikan dari segala bentuk pungutan seperti praktek kerja industri dan uji kompetensi di SMK; pemberian dana BOSDA ke SMA/SMK swasta dan pemberian beasiswa kuliah bagi mahasiswa Sulteng di jurusan apa pun dan di mana pun mereka kuliah.

Sementara lewat BERANI Sehat, masyarakat baik yang belum terdaftar program BPJS Kesehatan maupun yang sudah terdaftar namun status kepesertaan ‘mati’ karena tunggakan, dapat memperoleh layanan kesehatan di faskes mana saja yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan hanya dengan menunjukkan identitas KTP Sulteng.

“Kalau dua beban terberat ini sudah diangkat (pendidikan dan kesehatan) tinggal kita keroyok kesejahteraannya. Bagaimana orang (bisa) sejahtera maka harus ada listrik, harus ada signal, harus ada jalan, harus ada pekerjaan,” tegasnya untuk mewujudkan Sulteng Nambaso (besar) lewat implementasi 9 program BERANI.**

sumber; biro adpim

Bappenas Siap Bahas DBH Tambang untuk Sulteng
  • Uncategorized

Bappenas Siap Bahas DBH Tambang untuk Sulteng

Adm Red. May 2, 2025

Palu, trustsulteng – Perjuangan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, agar daerah penghasil nikel mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang adil mulai membuahkan hasil. Setelah pernyataannya viral usai disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI dan Kemendagri, pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis 1 Mei 2025 langsung merespons. Kepala Bappenas bahkan meminta Gubernur Anwar menyusun kajian resmi sebagai langkah awal pembahasan di tingkat nasional, membuka peluang bagi Sulawesi Tengah untuk memperoleh porsi DBH yang lebih proporsional.

“Alhamdulillah, tadi pagi saat kami sedang melaksanakan talk show dalam rangka Berani Ngopi bersama teman-teman serikat pekerja KLS, saya ditelepon oleh Pak Deputi dari Kementerian Bappenas dan saya bicara langsung dengan Kepala Bappenas. Beliau menyampaikan, ‘Tolong Pak Gubernur dibuatkan kajiannya supaya nanti kita sama-sama presentasikan di Jakarta, sehingga kita bisa melihat dan mengusulkan kepada Bapak Presiden bagaimana sungguhnya proporsi yang adil buat masyarakat Sulawesi Tengah dengan adanya industri, kawasan-kawasan industri penghasil nikel di Indonesia ini,’” ujar Anwar Hafid.

Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa perjuangan untuk mendapatkan porsi DBH yang adil bukanlah hal baru baginya. Sejak menjabat sebagai Bupati Morowali, beliau telah menyuarakan pentingnya pembagian DBH yang proporsional kepada daerah penghasil. “Saya kira ini adalah hal yang harus kita perjuangkan oleh semua stakeholder, elemen masyarakat Sulawesi Tengah. Karena memang kita ini adalah salah satu penghasil devisa negara dengan adanya industri-industri smelter nikel yang ada di Sulawesi Tengah. Sehingga kita berharap bahwa ke depan ini perhitungan DBH itu setidaknya diberikan secara proporsional kepada Provinsi Sulawesi Tengah, baik itu kabupaten penghasil maupun pemerintah Sulawesi Tengah secara umum,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti perbedaan antara DBH dan Corporate Social Responsibility (CSR), di mana DBH langsung masuk ke pemerintah daerah dan dapat digunakan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi era pasca-tambang. “Karena dana ini langsung ke pemerintah daerah, beda dengan CSR yang juga CSR adalah kewenangan perusahaan sehingga kita tidak bisa mengontrolnya,” jelasnya.

Dukungan terhadap perjuangan ini datang dari berbagai elemen masyarakat Sulawesi Tengah, termasuk aktivis, akademisi, dan masyarakat umum. “Saya sangat bersyukur bahwa ternyata apa yang saya suarakan ini sekarang menjadi viral dan itu mendapat dukungan luar biasa. Saya melihat diskusi di setiap grup-grup WhatsApp yang ada di Sulawesi Tengah ini, kebanyakan memberikan support agar terus kita berjuang bersama-sama,” ungkap Anwar Hafid.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah menyusun data dan program-program pembangunan prioritas yang akan didukung oleh DBH. Salah satu program unggulan yang telah berjalan adalah “Berani Cerdas”, yang memberikan beasiswa kepada masyarakat Sulawesi Tengah yang berprestasi dan tidak mampu.

“Sampai dengan hari ini, kurang lebih ada sudah sekitar 50 ribu rakyat Sulawesi Tengah yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa,” katanya.

Gubernur Anwar Hafid berharap bahwa dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, khususnya Bappenas, Sulawesi Tengah dapat memperoleh porsi DBH yang adil, sehingga dapat mendukung berbagai program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami butuh ada kekuatan fiskal daerah dengan berharap dari dana bagi hasil itu untuk mendukung semua program-program Bapak Presiden, sehingga ini bisa terwujud dengan baik dan masyarakat pasti sejahtera, Sulawesi Tengah juga begitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Anwar Hafid menggegerkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Selasa (29/4/2025), dengan pernyataan keras soal ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) tambang yang diterima Sulawesi Tengah. Ia mengungkap bahwa meski provinsinya menjadi salah satu kontributor terbesar bagi penerimaan negara dari industri nikel dan smelter, namun hanya menerima sekitar Rp200 miliar DBH per tahun, jauh dari proporsi yang layak dibanding dampak kerusakan yang ditanggung daerah.

Anwar juga menyoroti praktik perpajakan yang tak berpihak ke daerah penghasil, serta kebijakan tax holiday yang dinilainya justru menguntungkan korporasi besar dan memiskinkan daerah. Pernyataan itu viral dan memicu respons luas, hingga akhirnya Bappenas meminta Pemprov Sulawesi Tengah menyusun kajian resmi sebagai langkah awal pembahasan kebijakan DBH yang lebih adil di tingkat nasional. **

Posts pagination

Previous 1 … 54 55 56 57 58 59 60 … 260 Next

Recent Posts

  • Daffa Syahmi Hilmiyah: Pelajar Tenang dengan Prestasi Gemilang di Panggung Nasional
  • Jalan Boladangko–Banggaiba Dikerja, Gubernur AH: Berani Berkah Hadirkan Hadiah Nyata untuk Sulteng
  • DKPP gandeng UIN Datokarama Tingkatkan Kualitas Demokrasi
  • Pemprov Sulteng Matangkan Persiapan Haji 2026 : Prioritaskan Pelayanan Kelompok Rentan
  • Puluhanribu Jamaah Padati Haul ke-58 di Alkhairaat Pusat, Gubernur Anwar Hafid Ajak Lanjutkan Warisan Guru Tua
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.