Skip to content
TrustSulteng

TrustSulteng

Berita Aktual Sulteng

  • About
  • Blog
  • Contact
  • Kolom Rubrik
  • Pin Posts
  • Tentang Kami
Trust TVChanel
Selamat Datang Kajati Sulteng Baru di Tanah Tadulako
  • Pemerintah

Selamat Datang Kajati Sulteng Baru di Tanah Tadulako

Adm Red. April 14, 2026

Palu, trustsulteng – Abdul Rahman Thaha (ART) menyampaikan ucapan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah yang baru, Zullikar Tanjung, SH. MH. yang kini mengemban amanah menggantikan N. Rahmat, SH. MH. yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Menurut ART, kehadiran Kajati yang baru tentu membawa harapan besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan, terutama sejumlah kasus yang hingga kini belum terselesaikan.

“Harapan kami, Kajati yang baru dapat segera menuntaskan berbagai kasus yang masih tertunda, sehingga masyarakat yang mencari keadilan tidak harus menunggu terlalu lama,” ujar ART.

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat, profesional, dan transparan dalam penanganan perkara, guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.

Di sisi lain, ART turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pejabat lama, bapak Nuzul Rahmat SH. MH, atas amanah barunya di Kejaksaan Agung. Ia berharap pengalaman yang telah dijalankan selama bertugas di Sulawesi Tengah dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di tingkat nasional.

“Selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga sukses dalam mengemban amanah dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi penegakan hukum di Indonesia,” tutupnya. (*)

Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Zullikar Tanjung Pimpin Kejati Sulteng
  • Pemerintah

Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati, Zullikar Tanjung Pimpin Kejati Sulteng

Adm Red. April 13, 2026

Jakarta, trustsulteng – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, melakukan penyegaran organisasi besar-besaran di tubuh Kejaksaan Agung RI. Melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026 yang ditetapkan pada Senin 13 April 2026, sebanyak 14 Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di seluruh Indonesia resmi berganti kepemimpinan.

Langkah strategis ini mencakup rotasi pejabat eselon II dan III sebagai bagian dari tour of duty untuk mengoptimalkan kinerja institusi dalam penegakan hukum di tingkat wilayah.

​Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan adanya perombakan struktural tersebut.

​”Benar, mutasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi dan akselerasi kinerja Kejaksaan di berbagai daerah,” ungkap Anang dalam keterangannya kepada media di Jakarta.

Khusus di wilayah Sulawesi Tengah, pucuk pimpinan Korps Adhyaksa resmi mengalami pergantian. Jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng kini diamanahkan kepada Zullikar Tanjung, S.H., M.H. Ia resmi menggantikan Nuzul Rahmat, S.H., M.H., yang selama ini telah memimpin penegakan hukum di Negeri Seribu Megalit.

​Pergantian ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program kerja Kejaksaan, khususnya dalam pengawalan anggaran daerah dan pengawasan proyek strategis di wilayah Sulawesi Tengah agar berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

​Daftar Lengkap 14 Kajati Baru
​Berdasarkan salinan keputusan resmi, berikut adalah daftar lengkap 14 pejabat yang menempati posisi baru sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi:

​Jawa Timur: Dr. Abd Qohar AF, S.H., M.H.
​Sulawesi Tenggara: Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H.
​Sulawesi Selatan: Dr. Sila Haholongan Pulungan, S.H., M.H.
​Kepulauan Bangka Belitung: Riono Budisantoso, S.H., M.A.
​Jawa Barat: Dr. Sutikno, S.H., M.H.
​Riau: I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H.
​Sumatera Utara: Muhibuddin, S.H., M.H.
​Sumatera Barat: Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H.
​Sulawesi Tengah: Zullikar Tanjung, S.H., M.H. (Menggantikan Nuzul Rahmat, S.H., M.H.)
​Jawa Tengah: Teguh Subroto, S.H., M.H.
​Sulawesi Barat: Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H.
​Gorontalo: Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare, S.H., M.H.
​Bali: Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum.
​Bengkulu: Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H.
​Mutasi ini dipandang sebagai momentum penguatan integritas para jaksa di daerah. Jaksa Agung menekankan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan pemetaan terhadap kendala hukum di wilayah masing-masing dan memastikan pelayanan publik serta keadilan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

​Proses pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta.(*)

Sumber: Dikutip dan dikembangkan dari laporan Kompas.com (13/4/2026) dan rilis resmi Puspenkum Kejagung RI

HUT Sulteng ke-62, Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bangun Sulawesi Tengah
  • Uncategorized

HUT Sulteng ke-62, Gubernur Anwar Hafid Ajak Masyarakat Bangun Sulawesi Tengah

Adm Red. April 13, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan pesan penuh emosi dan semangat persatuan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur, Senin 13 April 2026.
‎
‎Dalam pidatonya, Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun daerah, dengan satu tujuan besar: membahagiakan “ibu” Sulawesi Tengah.
‎
‎“Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya sebagai putera asli Sulawesi Tengah, mengajak kita semua bergandengan tangan bersatu untuk membahagiakan ibu kita Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid di hadapan peserta upacara.

‎Ia menekankan bahwa kebahagiaan daerah tidak dapat dilepaskan dari kesejahteraan masyarakatnya, terutama mereka yang masih hidup dalam keterbatasan.
‎
‎Menurutnya, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni, sehingga masuk dalam kategori miskin ekstrim.
‎
‎“Masih ada sekitar 80 ribu rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Masih banyak anak-anak yang belum merasakan fasilitas pendidikan yang layak,” ungkapnya.
‎
‎Melalui momentum HUT ke-62 ini, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kebersamaan demi masa depan daerah yang lebih baik.
‎
‎Ia menegaskan upaya dalam menyejahterakan masyarakat adalah hal yang mutlak harus dilakukan.
‎
‎“Mari kita bergandengan tangan, mari kita melepaskan kepentingan sendiri. Ibu kita ingin agar anak-anaknya tidak tercerai-berai,” tegasnya.
‎
‎Mantan Bupati Morowali dua periode tersebut juga mengingatkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah adalah satu keluarga besar yang lahir dari geografis yang sama.
‎Karena itu, rasa persaudaraan harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
‎
‎“Kita semua adalah bersaudara. Kita semua dilahirkan dari satu geografis yang sama, yaitu Sulawesi Tengah,” katanya.
‎
‎Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga, membangun, dan memajukan daerah sebagai “rumah bersama” yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab.
‎
‎“Mari kita jaga rumah kita ini, kita bangun rumah kita ini, dan kita majukan rumah ini, Sulawesi Tengah,” ucapnya.
‎
‎Dalam bagian paling menyentuh dari pidatonya, Anwar Hafid menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil.
‎
‎“Ibu kita Sulawesi Tengah berpesan kepada kita: tolong saudara-saudaramu. Mereka ada di gunung, mereka hidup dalam rumah yang tidak layak, mereka hidup dalam tekanan kemiskinan,” tuturnya dengan nada haru.
‎
‎Menutup sambutannya, ia kembali mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam semangat gotong royong demi menyelamatkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
‎
‎“Mari kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita,” pungkasnya. (*)

editor; arief

Gubernur Anwar Hafid Tancap Gas Realisasikan Program 9 BERANI di Donggala
  • Uncategorized

Gubernur Anwar Hafid Tancap Gas Realisasikan Program 9 BERANI di Donggala

Adm Red. April 13, 2026

Donggala, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, sebagai bagian dari implementasi Program BERANI Lancar.
‎
‎Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendorong konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial warga.
‎
‎Instruksi percepatan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri peresmian Program BERANI Bedah Rumah di Desa Dalaka, Minggu (12/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia langsung meminta Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, untuk segera menindaklanjuti perbaikan jalan desa.
‎
‎“Saya tadi melewati jalan desa menuju ke sini, kondisinya sangat memprihatinkan. Mumpung saya berada di lokasi, saya minta Pak Kadis Bina Marga segera mengurus perbaikannya agar lebih layak,” ujar Anwar Hafid di hadapan masyarakat.
‎
‎Selain fokus pada infrastruktur jalan, Anwar Hafid juga menginstruksikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arfan, untuk memperluas akses listrik bagi warga melalui penyediaan lampu jalan serta pemasangan meteran listrik bagi rumah yang belum teraliri listrik.
‎
‎Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan Program BERANI Menyala, yang menargetkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa.
‎
‎“Lampu jalan juga harus dipasang, termasuk rumah-rumah yang belum memiliki meteran listrik. Saya percayakan ini kepada Kadis ESDM untuk segera direalisasikan,” tegasnya.
‎
‎Di sektor kesehatan, Anwar Hafid turut memperluas manfaat Program BERANI Sehat dengan memberikan bantuan satu unit ambulans untuk Desa Dalaka. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
‎
‎“Ambulans sudah ada atau belum? hari ini saya berikan satu unit untuk Desa Dalaka,” ungkapnya yang disambut gemuruh tepuk tangan warga.
‎
‎Berbagai langkah tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan pelayanan dasar yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
‎
‎Anwar Hafid menegaskan, penguatan Program 9 BERANI akan terus dipercepat guna mewujudkan visi Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera.
‎
‎“Saya akan terus mempercepat program ini agar harapan masyarakat untuk Sulawesi Tengah yang lebih maju bisa segera terwujud,” pungkasnya. (*)

HUT ke-62 Sulteng, Rachmatsyah Tawainella Tekankan Sinergi dan Ekonomi Inklusif
  • Uncategorized

HUT ke-62 Sulteng, Rachmatsyah Tawainella Tekankan Sinergi dan Ekonomi Inklusif

Adm Red. April 13, 2026

Palu, trustsulteng – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang jatuh pada Senin, 13 April 2026, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan Parigi Moutong, Bapak Rachmatsyah Tawainella, SH., MM, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan strategis bagi kemajuan daerah.

Perayaan HUT tahun ini mengusung tema “Maju, Tangguh, dan Semakin Sejahtera,” yang dinilai sangat relevan dengan kondisi dan tantangan pembangunan Sulawesi Tengah saat ini, khususnya dalam memperkuat sektor ekonomi dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Tema tahun ini mencerminkan semangat kita bersama untuk terus bergerak maju, memperkuat ketahanan daerah, dan memastikan kesejahteraan masyarakat semakin merata,” ujar Rachmatsyah.

Sebagai Anggota Komisi II DPRD yang membidangi ekonomi dan pembangunan daerah, sekaligus kader Fraksi Partai NasDem, Rachmatsyah menegaskan bahwa fokus pembangunan ke depan harus diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi besar Sulawesi Tengah di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan investasi daerah harus dikelola secara optimal dan berkeadilan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat agar setiap kebijakan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah seperti Parigi Moutong yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan percepatan pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rachmatsyah menyoroti bahwa semangat “tangguh” dalam tema HUT harus dimaknai sebagai kemampuan daerah dalam menghadapi tantangan global dan dinamika ekonomi, termasuk menjaga stabilitas harga, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing produk lokal.

Selain itu, ia mengapresiasi kekayaan budaya Sulawesi Tengah yang menjadi bagian penting dalam perayaan tahun ini. Menurutnya, budaya bukan hanya identitas, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Budaya adalah kekuatan kita. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Rachmatsyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Di usia ke-62 ini, mari kita jadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara sosial dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tutupnya. (*)

 

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Dana Kandidat dan Transparansi Panitia Disorot
  • Uncategorized

Muprov Kadin Sulteng Ditunda, Dana Kandidat dan Transparansi Panitia Disorot

Adm Red. April 13, 2026

Palu, trustsulteng – Musyawarah Provinsi (Muprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah kembali mengalami penundaan. Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung pada 23–25 April 2026, dikabarkan akan diundur ke 6 Mei 2026.

Penundaan ini memicu reaksi keras dari sejumlah pengurus serta tim pemenangan kandidat Ketua Kadin Sulteng. Mereka mempertanyakan alasan di balik keputusan panitia yang dinilai tidak transparan.

Salah satu sorotan datang dari Syamsuddin Makka, yang sebelumnya menjabat di Komite Tetap (Komtek) Pengembangan Jasa Konstruksi Kadin Sulteng. Ia mengecam sikap panitia yang dinilai tidak memberikan penjelasan jelas terkait penundaan tersebut.

“Penundaan tanpa alasan yang jelas ini mencerminkan seolah-olah Kadin dikelola oleh kelompok tertentu,” tegas Syamsuddin.

Syamsuddin, yang juga Ketua Asosiasi Perusahaan Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Sulawesi Tengah, turut menyoroti pengelolaan dana pendaftaran kandidat. Ia mempertanyakan penggunaan dana yang disebut telah dipakai sebelum masa pendaftaran resmi berakhir pada 18 Maret 2026.

Menurutnya, dana kontribusi kandidat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tim pemenangan, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kenapa dana sudah digunakan sebelum tahapan selesai? Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsuddin yang juga tergabung dalam tim pemenangan salah satu kandidat, Endi Hermawan, menduga dana pendaftaran tersebut telah digunakan oleh panitia Muprov Kadin Sulteng ke-8 tanpa kejelasan pertanggungjawaban.

Ia juga mengkritik langkah panitia yang melakukan konsultasi ke Kadin Indonesia di Jakarta. Menurutnya, hal tersebut tidak efisien dan berpotensi memboroskan anggaran.

“Muprov ini agenda Kadin Sulteng, bukan kewenangan Kadin Indonesia. Kalau hanya konsultasi, bisa dilakukan secara daring tanpa harus ke Jakarta,” katanya.

Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Muprov, Zulfakar Nasir, mengakui adanya rencana penundaan. Namun, ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan dari pihak kandidat, tanpa merinci lebih lanjut.

“Dua hari ini kami akan rapatkan hasil konsultasi dengan Kadin Indonesia. Nanti akan kami sampaikan secara resmi ke media,” ujar Zulfakar, Senin 13 April 2026.

Di sisi lain, hasil penelusuran menunjukkan adanya kunjungan sejumlah panitia Muprov ke Jakarta untuk berkonsultasi dengan Kadin Indonesia. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan ikut dalam rombongan tersebut, termasuk unsur SC dan Organizing Committee (OC), serta pengurus Kadin daerah.

Kunjungan ini menimbulkan pertanyaan publik, terutama terkait sumber pembiayaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga kandidat yang masing-masing menyetor dana pendaftaran sebesar Rp200 juta, dengan total mencapai Rp600 juta.

Namun, dana tersebut disebut masuk ke rekening SC, bukan ke bendahara OC sebagaimana lazimnya pengelolaan keuangan organisasi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana Muprov. Sejumlah pihak mendesak panitia segera memberikan klarifikasi terbuka, termasuk laporan penggunaan anggaran secara rinci.

Hingga berita ini diturunkan, panitia Muprov Kadin Sulteng belum memberikan penjelasan resmi terkait jadwal pasti pelaksanaan, alasan penundaan, maupun penggunaan dana kontribusi kandidat. (*)

editor: yusrin eLbanna

Pogram ‘BERANI’ Bedah Rumah Diluncurkan, Anwar Hafid Percepat Pengentasan Kemiskinan di Sulteng ‎
  • Pemerintah

Pogram ‘BERANI’ Bedah Rumah Diluncurkan, Anwar Hafid Percepat Pengentasan Kemiskinan di Sulteng ‎

Adm Red. April 12, 2026

Donggala, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, resmi mencanangkan Program BERANI Bedah Rumah sebagai langkah konkret dalam percepatan pengentasan kemiskinan di daerah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Minggu 12 April 2026.
‎
‎Program BERANI Bedah Rumah menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Salah satu penerima manfaat pertama adalah rumah milik Ibu Hasima (72), yang kini mulai dibangun ulang agar lebih layak, aman, dan sehat.
‎
‎Tidak hanya di Donggala, program ini juga mulai bergulir secara perdana di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una, sebagai langkah awal pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan dasar masyarakat.
‎
‎Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Program BERANI Bedah Rumah merupakan simbol kehadiran negara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
‎
‎“Program BERANI Bedah Rumah ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan setiap warga Sulawesi Tengah, tanpa terkecuali, memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat,” ujarnya.
‎
‎Ia menekankan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas hidup keluarga.
‎
‎“Kita percaya, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi tempat tumbuhnya harapan dan ruang bagi keluarga untuk membangun masa depan,” tambahnya.
‎
‎Gubernur juga mengakui bahwa masih banyak masyarakat di Sulawesi Tengah yang hidup dalam kondisi hunian yang belum layak. Oleh karena itu, program ini dihadirkan sebagai solusi konkret yang langsung menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.
‎
‎“Kita tidak menutup mata bahwa masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang belum layak. Karena itu, program ini hadir sebagai langkah nyata agar perubahan benar-benar dirasakan,” tegasnya.
‎
‎Lebih lanjut, Anwar Hafid menjelaskan bahwa BERANI Bedah Rumah merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
‎
‎“Kita ingin menekan angka kemiskinan dengan cara yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
‎
‎Melalui program ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, kenyamanan, hingga produktivitas keluarga.
‎
‎“Lebih dari itu, kita berharap rumah ini membawa perubahan bagi penghuninya, lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih produktif. Kita ingin anak-anak bisa belajar dengan tenang, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan ditatap dengan optimistis,” pungkasnya.(*)

Jejak Solar Subsidi ke Tambang Nikel: Dugaan Penimbunan 2.060 Liter di Morut Terbongkar
  • Hukum

Jejak Solar Subsidi ke Tambang Nikel: Dugaan Penimbunan 2.060 Liter di Morut Terbongkar

Adm Red. April 11, 2026

Kodal, trustsulteng – Upaya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di kawasan industri tambang. Kali ini, aparat dari Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tengah mengungkap dugaan penimbunan bio solar dalam jumlah signifikan di Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara.

Pengungkapan ini bermula dari penyelidikan intensif yang mengarah pada aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM bersubsidi. Di lokasi yang diduga menjadi titik penampungan, petugas menemukan tujuh tandon plastik berkapasitas masing-masing 1.000 liter. Dari jumlah tersebut, dua tandon terisi penuh, sementara satu lainnya berisi sekitar 60 liter. Total keseluruhan bio solar yang diamankan diperkirakan mencapai 2.060 liter.

Temuan ini mengindikasikan adanya praktik penimbunan yang berpotensi melanggar hukum, terlebih karena jenis BBM yang disimpan merupakan solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi sektor tertentu dengan pengawasan ketat.

Dari hasil pemeriksaan awal, lokasi penampungan diketahui milik seorang warga berinisial HT (55), seorang wiraswasta setempat. Kepada penyidik, HT mengungkap bahwa BBM tersebut diperoleh dari perusahaan penyuplai, yakni PT Mega Trans Investama Sukses, dengan distribusi melalui transportir PT Harmony Solusi Energi. Ia mengaku telah membeli total 5.000 liter bio solar.

Namun, fakta yang lebih mengkhawatirkan muncul dari pengakuan lanjutan. Sebagian BBM tersebut disebut telah digunakan untuk mendukung aktivitas penambangan ore nikel yang dijalankannya melalui kerja sama dengan PT Sumber Permata Selaras. Jika terbukti, praktik ini berpotensi menyalahi peruntukan BBM subsidi yang tidak diperbolehkan untuk kegiatan industri berskala besar seperti pertambangan.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum, termasuk menelusuri rantai distribusi BBM dari hulu ke hilir. Penelusuran ini menjadi krusial untuk mengungkap apakah terdapat keterlibatan pihak lain, termasuk potensi penyimpangan dalam sistem distribusi resmi.

Kasus ini kembali menyoroti celah dalam pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah industri tambang, yang kerap menjadi sasaran penyalahgunaan karena tingginya kebutuhan energi operasional. Aparat diharapkan tidak hanya berhenti pada pengungkapan di tingkat lapangan, tetapi juga mampu menelusuri aktor-aktor di balik rantai pasok yang memungkinkan praktik ini terjadi.

Di tengah upaya pemerintah menjaga subsidi energi agar tepat sasaran, pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa pengawasan distribusi masih menghadapi tantangan serius—terutama di daerah dengan aktivitas industri ekstraktif yang masif seperti Morowali Utara. (*)

TIM

Gubernur Anwar Hafid Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-62 Sulteng, Ajak Perkuat Kolaborasi Menuju Sulteng Nambaso
  • Pemerintah

Gubernur Anwar Hafid Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-62 Sulteng, Ajak Perkuat Kolaborasi Menuju Sulteng Nambaso

Adm Red. April 11, 2026

Palu, trustsulteng – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat 10 April 2026.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Sulteng, Arus Abdul Karim, didampingi Wakil Ketua III Ambo Dalle. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Anggota DPRD, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Staf Ahli Gubernur, Kepala Perangkat Daerah, serta Unsur Forkopimda Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini mengusung tema “Bersatu dalam Nawa Cita BERANI Menuju Sulteng Nambaso”. Tema tersebut mencerminkan semangat persatuan dan komitmen bersama dalam mendorong kemajuan daerah.

Ia menegaskan bahwa peringatan tahun ini diprioritaskan untuk membangkitkan semangat ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi sumber daya alam, salah satunya melalui pelaksanaan Expo Sulteng Nambaso dengan melibatkan partisipasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Meski dalam kondisi efisiensi anggaran, semangat peringatan tetap kita jaga dengan melibatkan partisipasi pihak ketiga,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengulas perjalanan panjang Sulawesi Tengah selama lebih dari enam dekade, yang diwarnai berbagai dinamika, mulai dari masa pembangunan hingga menghadapi bencana alam. Namun demikian, menurutnya, masyarakat Sulawesi Tengah memiliki karakter tangguh, tidak mudah menyerah, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan ketakwaan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para pemimpin Sulawesi Tengah dari masa ke masa yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah. Ia menilai, setiap kebijakan dan langkah yang diambil para pendahulu menjadi pijakan penting bagi kemajuan saat ini.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada seluruh unsur yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah, mulai dari Aparatur Sipil Negara, TNI-Polri, Tenaga Pendidik, Tenaga Kesehatan, hingga Relawan Kebencanaan.

Sebagai respons dalam menghadapi sejumlah tantangan strategis,, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telan merumuskan sembilan agenda prioritas pembangunan yang dikenal dengan program “9 BERANI”, sebagai upaya percepatan pembangunan menuju visi “Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan”.

Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pencapaian target pembangunan hingga tahun 2029.

“Tidak ada satu pihak pun yang bisa membangun Sulawesi Tengah sendirian. Kolaborasi adalah kunci, partisipasi adalah energi, dan persatuan adalah kekuatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda, perempuan, tokoh adat, akademisi, pelaku usaha, dan media, untuk bersama-sama membangun Sulawesi Tengah sebagai rumah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat.

“Dirgahayu Sulawesi Tengah ke-62. Teruslah melangkah, berbagi, dan menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya. (*)

sumber: biro adpim

Program “Berani Menyala” Dinas ESDM Sulteng Bantu 905 Sambungan Listrik Warga Sigi
  • Uncategorized

Program “Berani Menyala” Dinas ESDM Sulteng Bantu 905 Sambungan Listrik Warga Sigi

Adm Red. April 11, 2026

Palu, trustsulteng – Program “Berani Menyala” yang dijalankan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada bidang ketenagalistrikan yang dipimpin Kabid Dody Agan, menunjukkan kinerja nyata dalam membantu masyarakat.

Dalam kurun waktu dua bulan sejak dilantik pada Januari 2026, Kepala Dinas ESDM bersama jajaran langsung bergerak memberikan bantuan sambungan listrik kepada warga. Tercatat, sebanyak 905 unit sambungan listrik telah disalurkan kepada rumah tangga di Kabupaten Sigi.

Program ini menyasar masyarakat yang selama bertahun-tahun belum menikmati akses listrik mandiri. Bahkan, terdapat warga yang hingga enam tahun terakhir masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.

“Kami tetap bergerak membantu masyarakat meski di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Dody, Sabtu 11 April 2026.

Ia menjelaskan, bantuan tahap awal difokuskan pada masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut merujuk pada kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 sebagai acuan tunggal dalam penyaluran bantuan sosial, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program agar lebih tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Dinas ESDM berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pemasangan berjalan sesuai standar. Untuk 905 unit di wilayah Loru, Kabupaten Sigi, bantuan diberikan dengan daya 450 VA, dengan biaya sekitar Rp1,1 juta per sambungan.

Sementara itu, pada tahun 2026 ini, pemerintah juga menargetkan pemasangan tambahan sebanyak 117 unit sambungan listrik bagi masyarakat miskin ekstrem di wilayah Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut menggunakan daya 900 VA dengan estimasi biaya sekitar Rp1,3 juta per unit meteran.

“Target kami, seluruh program ini dapat dituntaskan pada November 2026. Ini bagian dari komitmen kami untuk menuntaskan persoalan listrik bagi masyarakat miskin,” tegas Dody.

Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif “9 Berani” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan dasar, termasuk akses listrik.

Dengan percepatan program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang hidup tanpa akses listrik, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat di daerah. (*)

(Yusrin eLbanna)

Posts pagination

Previous 1 … 3 4 5 6 7 8 9 … 268 Next

Recent Posts

  • Ketua Aspekindo Sulteng: Pengusaha Konstruksi Harus Adaptif Hadapi Sistem Pengadaan Baru
  • Pemrov Sulteng ‘Kecipratan’ Aset Rampasan KPK RI
  • GAPENSI Sulteng Kritik Kebijakan Pemprov, Kontraktor Lokal Diklaim Tersisih
  • Muhidin M. Said: Pemerintah Tetap Menjaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Tantangan Ekonomi Global
  • Muhidin M. Said Minta BPKP Tingkatkan Kontrol Dana Desa dan Koperasi Merah Putih
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Email
Copyright © COMINDO MEDIA PERKASA | DarkNews by AF themes.